APA ITU REPOSITORY?

 

Pengertian Repository

Secara sederhana arti dari kata repository adalah tempat penimbunan, tempat penyimpanan, gudang. Secara etimologi, repository dapat diartikan sebagai tempat untuk menyimpan (archiving).

Repository adalah tempat disimpannya berbagai macam program atau aplikasi yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga bisa diakses melalui internet. Repository tidak hanya dapat diakses melalui internet saja tetapi kita juga dapat menggunakan alternatif repository lewat distribusi pada media lain seperti DVD yang tentunya sangat membantu sekali buat kita yang tidak memiliki koneksi internet yang cepat.

Repository: Tempat penyimpanan dari kumpulan software/aplikasi yang bisa didownload untuk digunakan atau dapat diartikan sebuah arsip software yang ada pada media penyimpanan atau internet. Pada prinsipnya, setiap menginstall software di Linux, maka diperlukan repository, sehingga Linux akan mencari software tersebut pada repository. Apabila repository telah ditemukan, maka proses instalasi akan dilanjutkan. 

Repository adalah struktur data yang menyimpan metadata untuk sekumpulan struktur berkas atau direktori. Bergantung pada apakah sistem kendali versi yang digunakan itu didistribusikan (misalnya, Git atau Mercurial) atau terpusat (misalnya, Subversion atau Perforce), seluruh rangkaian informasi dalam repositori dapat diduplikasi pada sistem setiap pengguna atau dapat dipelihara pada satu peladen. Beberapa metadata yang ada di repository antara lain adalah:

  • Catatan riwayat perubahan dalam repositori.
  • Sekumpulan objek komit.
  • Kumpulan referensi untuk objek komit yang disebut heads.

Dengan kata lain repository ini adalah paket-paket khusus untuk sebuah sistem operasi yang kemudian paket-paket tersebut di instal untuk mendapatkan kinerja lebih baik dari sebuah sistem operasi.

Di dalam konteks kepustakawanan repository merupakan suatu tempat dimana dokumen, informasi atau data disimpan, dipelihara dan digunakan. Kadang-kadang istilah depository dipakai untuk menyatakan hal yang sama. 

  • Menurut pendapat Reitz (2004) menyatakan bahwa repository is the physical space (building, room, area) reserved for permanent or intermediate storage of archival materials (manuscripts, rare books, government documents, papers, photographs etc). Perpustakaan sebenarnya adalah sebuah repository akan tetapi dalam ruang lingkup yang lebih luas.
  • Menurut pendapat Pfister (2008) mengatakan bahwa perguruan tinggi yang berbasis repository adalah satu set layanan yang menawarkan berbagai bahan digital yang dihasilkan oleh lembaga tersebut ataupun yang dihasilkan lembaga lain yang dikelolanya kepada masyarakat penggunanya
  • Menurut Clifford Lynch (2003) mendefinisikan repository pada perguruan tinggi adalah serangkaian pelayanan yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada anggota komunitasnya untuk mengelola dan menyebarluaskan bahan-bahan digital yang dihasilkan oleh institusi tersebut.

 

Alasan Dibangunnya Repository

Ada berbagai alasan untuk membangung repository. Pfister (2008) mengemukakan sedikitnya ada tiga alasan membangun repository diantara adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan visibilitas dan dampak dari output penelitian.  Para peneliti dan lembaga mendapatkan manfaat dari repository dalam cara yang sama yaitu mengetahui kejelasan dan dampak dari hasil penelitian. Membangun dan mempertahankan reputasi dalam komunitas ilmiah sangat penting bagi kegiatan akademik dan institusi dan hal itu dapat dicapai dengan repository. 
  • Berkaitan dengan perubahan dalam paradigma publikasi ilmiah. Munculnya gerakan untuk menyediakan akses gratis terhadap publikasi ilmiah. Content ilmiah dihasilkan dan dipublikasikan sendiri dan penyediaan akses gratis terhadap bahan-bahan tersebut adalah merupakan aktivitas utama dalam gerakan akses terbuka (open access movement). Suatu perguruan tinggi akan lebih leluasa memberikan akses terbuka terhadap bahan-bahan yang mencerminkan kekayaan intelektual dari perguruan tinggi itu sendiri adalah melalui pendirian repository
  • Membangun repository adalah didasarkan atas kemungkinan perbaikan komunikasi internal. Dengan menyediakan penyimpanan bahan-bahan digital secara terpusat akan mendapatkan manfaat dari bahan yang telah dipublikasikan pada satu sisi, dan pada sisi yang lain menjadi dasar untuk mengetahui bahan-bahan yang belum dipublikasikan secara digital. Sehingga repositori menjadi salah satu upaya untuk mendorong agar bahan-bahan lain yang bukan kategori ilmiah seperti laporan kegiatan, panduan dan sebagainya untuk dipublikasikan dalam format digital, karena bahan-bahan tersebut juga merupakan bagian dari pengetahuan organisasi dan sebaiknya dapat diakses oleh setiap orang dalam suatu organisasi. Repository mendorong upaya digitalisasi terhadap dokumen-dokumen perguruan tinggi yang bukan kategori ilmiah, sehingga akses terhadap dokumen tersebut lebih mudah. 

 

Keuntungan Membangun Repository

Membangun sebuah repository akan menghasilkan keuntungan baik untuk individu maupun untuk lembaga. Hasil dari penelitian-penelitian, artikel ilmiah, makalah, tesis, disertasi dan karya ilmiah lainnya yang tersedia secara online dapat diakses, di download, dan/atau dikutip lebih cepat dan lebih sering dibanding dengan yang tersedia dalam format tercetak. Repository pada perguruan tinggi menjadi sarana penting untuk mempublikasikan penelitian dan karya-karya akademik yang dimilikinya. Reputasi perguruan tinggi akan semakin dikenal melalui peran repository. Karya akademik perguruan tinggi tidak hanya tersebar melalui jurnal, akan tetapi dapat juga melalui repositori, sehingga akan meningkatkan visibilitas dan prestise. 

 

Tujuan Repository

Tujuan utama repository adalah untuk menyimpan sekumpulan berkas dan juga riwayat perubahan pada berkas tersebut. Banyak perbedaan sistem kendali versi dalam menangani penyimpanan perubahan: misalnya, Subversion dulu mengandalkan pangkalan data dan sekarang pindah menyimpan perubahan langsung ke sistem berkas. Perbedaan-perbedaan metode ini membuat bermacam-macam kendali versi digunakan oleh kelompok-kelompok yang berbeda, tergantung pada kebutuhan mereka. Jadi intinya yang dinamakan repository itu adalah berbagai macam program atau aplikasi yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga kita mengakses program tersebut secara online.

Repository institusi dipandang sebagai suatu yang sangat penting, sistem yang memudahkan akses terhadap informasi ilmiah dan sebagai salah satu pendorong munculnya karya ilmiah yang bermutu. Akses terbuka (open access) adalah merupakan ciri dari repositori institusi. Aplikasi akses terbuka ini dapat diatur lebih lanjut oleh pengelola repository dengan kontributor bahan repository (dokumen). Untuk itu, ke depan perlu ditetapkan pengelola yang khusus menangani repository institusi ini. 

Sumber:

  1. http://www.kamuskbbi.id/inggris/indonesia.php?mod=view&repository&id=27298-kamus-inggris-indonesia.html
  2. https://rayhansm.blogspot.com/2018/07/apa-itu-repository-cara-menambah.html
  3. https://core.ac.uk/download/pdf/45415431.pdf
  4. https://glosarium.org/arti-repository-di-komputer/
  5. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/39750/Repositori%20Institusi%20Perguruan%20Tinggi.pdf;jsessionid=D11D08F0F4227ABBD754380E794633D6?sequence=1
  6. https://alvinst21.blogspot.com/2017/12/apa-itu-repository-serta-pembuatan.html
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Repositori_(kendali_versi)
  8. https://atanzqueeny.wordpress.com/2013/02/21/apa-itu-repository/
  9. http://maztam.blogspot.com/2009/02/apa-itu-repository.html

3 Comments

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram