DATA PRIMER

Pengertian Data Primer

Untuk mencapai sebuah kesimpulan, penelitian yang akan dilakukan membutuhkan sumber informasi yang disebut dengan data. Data adalah fakta atau gambaran yang nantinya akan dikumpulkan oleh para peneliti untuk diolah sehingga menghasilkan informasi yang berguna bagi penelitian tersebut. Informasi inilah yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Di dalam penelitian ada dua sumber data yang digunakan yang digunakan yaitu: 

  • Data Primer 
  • Data Sekunder

Sesuai dengan istilahnya, data primer adalah data utama atau data pokok yang digunakan dalam penelitian. Data pokok dapat dideskripsikan sebagai jenis data yang diperoleh langsung dari pihak pertama subjek penelitian atau responden atau informan. Pengecualian pada riset atau penelitian kuantitatif.

Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti di lapangan melalui responden dengan cara observasi, wawancara dan penyebaran angket. Sasaran data pada data primer yaitu data yang ditemukan langsung oleh peneliti di lapangan. 

Dari penjabaran ini, kita dapat memahami bahwa penangkapan data primer melibatkan kontak langsung atau komunikasi antara peneliti dan informan. Apa yang terjadi ketika data diakses melalui komunikasi seperti telepon dan internet? Jika alat komunikasi hanya untuk tujuan mentransmisikan data atau informasi, data tersebut diklasifikasikan sebagai data primer.

 

Pengertian Data Primer Menurut Para Ahli

Data primer menurut para ahli dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Menurut Sugiyono (2016: 225) Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan subjek penelitian dan dengan observasi atau pengamatan langsung di lapangan. 
  • Menurut Hasan (2002: 82) data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer didapat dari sumber informan yaitu individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data primer ini antara lain; 
    • Catatan hasil wawancara
    • Hasil observasi lapangan
    • Data-data mengenai informan
  • Menurut Husein Umar (2013:42) data primer adalah: “Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti”.
  • Menurut Nur Indrianto dan Bambang Supono (2013:142) data primer adalah: “Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara)”. 
  • Sugiyono (2014 : 224) Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber data dengan observasi langsung.
  • Menurut Kuncoro (2009 : 145) data primer adalah data yang didapat dikumpulkan dari sumber – sumber asli untuk tujuan tertentu. 
  • Menurut Sanusi (2012) data primer adalah data yang pertama kali dicatat dan dikumpulkan oleh peneliti. 
  • Menurut Danang Sunyoto (2013:21), Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah penelitiannya secara khusus dan data sekunder adalah data yang bersumber dari catatan yang ada pada perusahaan dan dari sumber lainnya.
  • Menurut Arikunto (2013:22) Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak gerik atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah subjek penelitian (informan) yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. 

Jadi dapat kita simpulkan dari pendapat para ahli diatas bahwa data primer adalah data yang pertama kali dicatat dan diperoleh langsung dari sumbernya aslinya dengan tujuan tertentu. 

Sumber dari data primer yaitu responden individu atau kelompok terfokus. Menurut Uma Sekaran, internet juga dapat menjadi sumber data primer jika kuesioner tersebut disebarkan melalui internet. 

Data primer tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari dan digali melalui narasumber atau responden, yaitu orang yang dijadikan objek penelitian. Untuk mendapatkan data primer tersebut, biasanya peneliti akan langsung terjun ke lapangan. 

Data primer dapat diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa: wawancara, jajak pendapat, menyebar kuesioner, observasi, dan diskusi terfokus. 

 

Cara memperoleh data primer

  • Riset Kualitatif

Cara mengumpulkan data primer dalam riset kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, ada beberapa teknik yang sangat umum digunakan sebagai berikut:

    • Wawancara mendalam

Teknik wawancara mendalam atau indepth interview hampir selalu menjadi senjata utama pengumpulan data primer riset kualitatif. Hasil dari wawancara mendalam adalah narasi oral yang umumnya deskriptif. Narasi oral tersebut dicatat atau direkam, kemudian dituangkan dalam transkrip.

Transkrip hasil wawancara mendalam adalah teks yang digunakan sebagai data pokok. Bila perlu, transkrip diterjemahkan ke dalam bahasa yang digunakan dalam penelitian. Dengan demikian, wawancara mendalam merupakan salah satu teknik pengumpulan data pokok riset kualitatif.

Pada tahap penggunaannya, tentu tidak semua narasi transkrip digunakan sebagai data. Peneliti harus jeli menyeleksi mana yang relevan untuk diolah dan dianalisis. Hasil transkrip adalah fakta-fakta naratif yang potensial sebagai data primer kualitatif.

    • Observasi

Teknik observasi dapat digunakan sebagai data primer atau sekunder, tergantung dari tingkat relevansinya dengan rumusan masalah. Jika pertanyaan penelitiannya relevan dijawab dengan observasi, tentu metode observasi bisa menjadi sumber data primer.

Hasil observasi bisa berupa teks, gambar atau foto, video, rekaman suara dan sebagainya. Berbagai bentuk data tersebut bisa menjadi data pokok dalam penelitian kualitatif. Misalnya, kita sedang meneliti tentang pola konsumsi fashion mahasiswa di Papua. Data berupa foto yang kita ambil di lapangan bisa menjadi data pokok untuk menjadi basis argumen kita.

    • Dokumen

Dokumen bisa menjadi data primer, bisa pula menjadi data sekunder. Sebagai contoh, kita melakukan penelitian tentang perbandingan dua buku tentang rahasia cepat kaya versi penulis Amerika dan penulis Indonesia yang terbit di tahun yang sama.

Metode yang kita terapkan adalah analisis wacana kritis. Maka, kedua literatur tersebut merupakan sumber data primer penelitian kita karena secara langsung kita yang analisis. 

  • Riset Kuantitatif

Cara melakukan pengumpulan data primer riset kuantitatif juga dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:

    • Survey

Pada umumnya, sumber data kuantitatif diperoleh melalui survey dengan cara menyebar kuesioner atau angket sebagai instrumen penelitian. Survey ini bisa dilakukan sendiri oleh peneliti atau oleh pihak lain sehingga peneliti tinggal mengolah datanya saja.

Di sini perlu digarisbawahi juga bahwa meskipun peneliti kuantitatif menggunakan data yang dikumpulkan oleh pihak lain, dalam arti bukan dari tangan pertama, data yang digunakan tetap bisa disebut sebagai data primer.

Sebagai contoh, penelitian mengenai tren angkatan usia produktif di Indonesia tahun 2019. Peneliti menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk dianalisis. Maka, data dari BPS tersebut adalah data pokok. Pendefinisian yang membedakan antara data primer dan sekunder, dengan demikian tergantung pada pendekatan riset yang digunakan.

  • Dokumen

Riset kuantitatif juga menggunakan dokumen seperti studi literatur sebagai proses pengumpulan datanya. Analisis wacana adalah metode dalam riset kualitatif. Artinya, studi literatur atau penggunaan dokumen menjadi sumber data sekunder dalam riset kuantitatif.

Dalam penelitian, metode pengumpulan data penelitian sangat dipengaruhi oleh pendekatan penelitian. Oleh karena itu, sebelum melakukan pengumpulan data, baik primer maupun sekunder, pembaca harus memahami dulu pendekatan penelitian yang diterapkan. Selanjutnya menanyakan metode apa yang paling sesuai digunakan untuk mengumpulkan data demi menjawab pertanyaan penelitian.

 

Kelebihan dan Kekurangan Data Primer

Data primer juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurangan data primer adalah sebagai berikut :

  • Kelebihan dari data primer : 

Data yang diperoleh lebih mencerminkan kebenaran berdasarkan dengan apa yang dilihat dan didengar langsung oleh peneliti.

  • Kekurangan dari data primer : 

Membutuhkan waktu yang relatif lama serta biaya yang dikeluarkan relatif cukup besar.

 

 

Sumber:

  1. https://www.academia.edu/download/33676150/lw-05-03-2006-jenis_metode_dan_pendekatan.pdf
  2. http://eprints.undip.ac.id/40779/3/BAB_III.pdf
  3. http://legalstudies71.blogspot.com/2018/10/data-primer-dan-data-sekunder-dalam.html
  4. https://abstrak.uns.ac.id/wisuda/upload/F3113034_bab3.pdf
  5. http://repository.upi.edu/17740/8/S_MBS_1005800_chapter3.pdf
  6. http://repository.fkip.unja.ac.id/file?i=5F6Ef52ay91pfcHuN-FsbN0tKtwNpmRuz2_bkdFuIw0
  7. http://sosiologis.com/data-primer-dan-data-sekunder
  8. https://rumusrumus.com/data-primer-dan-data-sekunder/
  9. https://eprints.uny.ac.id/53574/4/4.BAB%20III%20TAS%201341624007.pdf
  10. https://www.pelajaran.co.id/2016/13/pengertian-data-menurut-para-ahli.html

Leave Comment

error

INFO MAHASISWA BARU

Facebook
Instagram