PROPOSISI

Pengertian Proposisi

Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Proposisi adalah suatu tutur atau bisa juga disebut sebuah pernyataan yang digunakan untuk melukiskan keadaan yang belum tentu benar ataupun salah di dalam bentuk sebuah kalimat berita. Proposisi sendiri merupakan istilah yang digunakan di dalam analisis logika.

Proposisi merupakan kalimat logika yang mana pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Ada juga yang mengartikan proposisi sebagai ekspresi verbal dari putusan yang berisi pengakuan atau pengingkaran sesuatu (predikat) terhadap sesuatu yang lain (subjek) yang dapat dinilai benar atau salah.

Proposisi merupakan istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Secara umum proposisi terdiri atas empat unsur yang dua di antaranya adalah materi pokok Proposisi sementara dua yang lain sebagai hal yang menyertai proposisi  ini sendiri:

  • Proposisi – atau pernyataan adalah ekspresi atau pernyataan di mana kita bisa ragu, menyangkal atau percaya, dan kita dapat membuktikan bahwa itu benar atau tidak. Proporsi sendiri terbentuk dari tiga elemen: subjek, organisasi dan ligamen.

Proposisi terdiri dari empat elemen, dua di antaranya adalah subjek dari proposal, dan dua lainnya terkait. Empat elemen diasumsikan: 

  1. istilah sebagai subjek, 
  2. istilah sebagai predikat, 
  3. konektif, dan kuantifier.

Biasanya, hal yang dikatakan cocok dalam membawa nilai-kebenaran (truth-value) adalah proposisi, yang mana para filsuf membedakannya dengan kalimat dengan cara dan alasan yang berbeda-beda. Namun nyatanya, proposisi merupakan pokok yang kontroversial. Percobaan untuk menemukan teori proposisi atau bahkan teori yang berusaha menolaknya terlebih dahulu harus menyelesaikan beberapa masalah metafisika. Maka, proposisi bukanlah kalimat, sesuatu yang dapat bernilai benar atau salah. Hanya kalimat yang “signifikan” atau “bermakna” yang dapat mengekspresikan proposisi. x

 

Jenis – Jenis Proposisi

Pengelompokan Proposisi dalam Ilmu Logika

  • Proposisi Berdasarkan Bentuknya,
    • Proposisi tunggal, merupakan proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Misalnya, Saya membaca; Adik bermain.
    • Proposisi majemuk, merupakan proposisi yang terdiri atas satu subjek dan lebih dari satu predikat. Misalnya, Diana belajar matematika dan mendengarkan musik; 
  • Proposisi Berdasarkan Sifatnya,
    • Proposisi Kategorial, proposisi yang hubungan subjek dan predikatnya tidak memerlukan syarat apapun. Misalnya, semua orang akan mati; semua makhluk hidup  membutuhkan makan.
    • Proposisi Kondisional, proposisi yang pada hubungan subjek dan predikatnya memerlukan syarat tertentu. Misalnya, jika hari mendung maka akan turun hujan; jika Dina bangun kesiangan maka akan terlambat masuk ke sekolah.

Dalam proposisi kondisional terbagi menjadi dua macam, yakni: proposisi kondisional hipotesis dan proposisi kondisional disjungtif atau mempunyai 2 pilihan alternatif. Contohnya : jika hari ini tidak hujan, dia pasti akan menepati janjinya (hipotesis). Dia tidak jadi datang karena sibuk atau malas (disjungtif)

  • Proposisi Berdasarkan Kualitasnya,
    • Proposisi Positif, atau Afirmatif, merupakan proposisi yang predikatnya membenarkan subjek. Misal, semua profesor adalah orang pintar.
    • Proposisi Negatif, merupakan proposisi yang predikatnya tidak mendukung/ membenarkan subjek. Misalnya, tidak satupun tumbuhan memiliki kaki.
  • Proposisi Berdasarkan Kuantitasnya,
    • Proposisi Umum (universal), adalah proposisi dimana predikat mendukung atau mengingkari semua subjek. Misalnya, semua mahasiswa harus mengerjakan tugas dari dosen.
    • Proposisi Khusus (partikular), adalah proposisi dimana pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat. Misalnya, sebagian murid di SD adalah anak orang kaya.

 

Proposisi secara sederhana bisa dibedakan atas empat macam jenis proposisi yaitu :

  • Proposisi Universal Afirmatif

Proposisi universal afirmatif yang merupakan pernyataan yang memiliki sifat umum yang membenarkan adanya sebuah hubungan antara subjek dengan predikat yang biasanya dirumuskan atau dilambangkan dengan “S” dan “P”

  • Proposisi Universal Negatif

Proposisi universal negatif yang merupakan pernyataan yang memiliki sifat umum untuk digunakan sebagai pengingkaran atau mengingkari adanya suatu hubungan antara subjek dengan predikat yang bisa dirumuskan atau dilambangkan dengan “S” dan “P”.

  • Proposisi Partikular Afirmatif

Proposisi partikular afirmatif yang merupakan pernyataan yang memiliki sifat khusus yang membenarkan adanya sebuah hubungan antara subjek dengan predikat yang bisa dirumuskan atau dilambangkan dengan “S” dan “P”.

  • Proposisi Partikular Negatif

Proposisi partikular negatif yang merupakan pernyataan yang memiliki sifat khusus untuk mengingkari adanya suatu hubungan antara subjek dengan predikat yang bisa dirumuskan atau dilambangkan dengan “S” dan “P”.

Menurut Selltiz, et al., dalam Nazir (1988) dalam buku Metode Penelitian, mengatakan bahwa proposisi yang sudah mempunyai jangkauan cukup luas dan telah didukung oleh data empiris dinamakan dalil (scientific law). Dengan perkataan lain, dalil adalah singkatan dari suatu pengetahuan tentang hubungan sifat-sifat tertentu, yang bentuknya lebih umum jika dibandingkan dengan penemuan-penemuan empiris pada mana dalil tersebut didasarkan.

 

Bentuk – Bentuk Proposisi

Proposisi mempunyai sejumlah bentuk, yaitu:

  • Proposisi bentuk A: merupakan bentuk proposisi yang menyatakan bahwa setiap subjek adalah predikat. Misalnya: setiap makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan.
  • Proposisi bentuk E: merupakan bentuk proposisi yang menyatakan bahwa setiap subjek bukanlah sebuah predikat. Misal: setiap laki-laki bukan perokok aktif.
  • Proposisi bentuk I: merupakan bentuk proposisi yang menyatakan bahwa sebagian subjek adalah predikat. Misal: sebagian mahasiswa adalah anak seorang pejabat.
  • Proposisi bentuk O: merupakan proposisi yang menyatakan bahwa sebagian subjek bukanlah predikat. Misal: sebagian mahasiswa bukanlah anak seorang pejabat.

 

Contoh Proposisi

Berikut ini contoh proposisi  :

  1. Semarang merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Tengah (merupakan Proposisi yang bernilai benar karena Ibu Kota Jawa Tengah memang Semarang).
  2. Soekarno adalah Presiden Pertama Republik Indonesia (merupakan Proposisi yang benar adanya)
  3. 3 + 9 = 10 ( merupakan proposisi yang bernilai salah ).
  4. x + 4 = 11 ( bukan termasuk Proposisi karena nilai “x” belum ditentukan ).

 

Contoh lainnya:

  • Siapa pun yang tumbuh dewasa harus merasakan pubertas.
  • Tidak semua pria bersikap kasar pada wanita.
  • Tidak semua wanita menyukai warna pink.
  • Tidak semua remaja menyukai komik dan kartun Jepang.
  • Semua makhluk hidup bernafas.
  • Semua makhluk hidup membutuhkan makanan.
  • Semua makhluk hidup pasti akan tumbuh dan berkembang.
  • Masing-masing memiliki karakter dan fitur sendiri.
  • Setiap makhluk hidup tentu akan selamat dari fase kelahiran dan kematian.
  • Multatuli adalah nama samaran untuk Eduard Douwes Dekker.
  • Beberapa lulusan sekolah menengah pasti akan memilih untuk melanjutkan studi mereka di tingkat S1.

 

Sumber:

  1. https://idtesis.com/proposisi-dalil-teori-dan-fakta/
  2. https://laelitm.com/proposisi/
  3. https://majalahpendidikan.com/proposisi/
  4. https://lsfdiscourse.org/proposisi/
  5. https://www.wikiwand.com/id/Proposisi
  6. https://dosenbahasa.com/proposisi
  7. https://www.gurupendidikan.co.id/proposisi-pengertian-jenis-bentuk-contoh/
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Proposisi#:~:text=Proposisi%20adalah%20istilah%20yang%20digunakan,dinilai%20benar%20atau%20salah.

4 Comments

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram