PENELITIAN KUANTITATIF

Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas hubungan-hubungannya.

Penelitian kuantitatif didefinisikan sebagai investigasi sistematis terhadap fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur dengan melakukan teknik statistik, matematika atau komputasi.

Penelitian kuantitatif sebagian besar dilakukan dengan menggunakan metode statistik yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dari studi penelitian. Dalam metode penelitian ini, para peneliti dan ahli statistik menggunakan kerangka kerja matematika dan teori-teori yang berkaitan dengan kuantitas yang dipertanyakan.

 

Pengertian Penelitian Kuantitatif Menurut Para Ahli

  • Creswell (1944)

Penelitian kuantitatif adalah sebuah penyelidikan tentang masalah sosial berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel-variabel, diukur dengan angka, dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk menentukan apakah generalisasi prediktif teori tersebut benar.

  • Punch (1988)

Penelitian kuantitatif adalah penelitian empiris di mana data-datanya dalam bentuk sesuatu yang dapat dihitung. Penelitian kuantitatif memperhatikan pengumpulan dan analisis data dalam bentuk numerik.

  • Nana Sudjana dan Ibrahim (2001)

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang didasari pada asumsi, kemudian ditentukan variabel, dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode-metode penelitian yang valid, terutama dalam penelitian kuantitatif.

  • Bryman (2005)

Proses penelitian kuantitatif dimulai dari teori, hipotesis, desain penelitian, memilih subjek, mengumpulkan data, memproses data, menganalisa data, dan menuliskan kesimpulan.

  • Suriasumantri (2005)

Penelitian kuantitatif  adalah penelitian yang dilakukan dengan kajian pemikiran yang sifatnya ilmiah.Kajian ini menggunakan proses logico-hypothetico-verifikatif pada langkah-langkah penelitian yang dilakukan.

  • Kasiram (2008)

Penelitian kuantitatif dapat didefinisikan sebagai suatu proses menemukan pengetahuan dengan menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menganalisis keterangan tentang apa yang ingin diketahui.

Metode penelitian ini menerjemahkan data menjadi angka untuk menganalisis hasil temuannya. Penelitian kuantitatif dapat bersifat deskriptif, korelasi, dan asosiatif berdasarkan hubungan antarvariabelnya. Penelitian kuantitatif deskriptif biasanya hanya mengukur tingkat suatu variabel pada populasi atau sampel, sementara korelasi dan asosiatif melihat hubungan antara dua variabel atau lebih. Jika kuantitatif korelasi hanya menunjukkan hubungan, asosiatif berusaha mencari hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel terkait.

Penelitian kuantitatif banyak digunakan baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.

 

Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah:

  • mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
  • menentukan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi. Desain penelitian kuantitatif ada dua macam yaitu deskriptif dan eksperimental. Studi kuantitatif deskriptif melakukan pengukuran hanya sekali. Artinya relasi antar variabel yang diselidiki hanya berlangsung sekali. Sedangkan studi eksperimental melakukan pengukuran antar variabel pada sebelum dan sesudahnya untuk melihat hubungan sebab-akibat dari fenomena yang diteliti. Berikutnya akan dipaparkan karakteristik penelitian kuantitatif.

 

Asumsi Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001; Del Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).

  • Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi.
  • Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku.

 

Karakeristik Penelitian Kuantitatif

Menurut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001: 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002 : 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008: 149-150) karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut: :

  • Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional – empiris atau top-down), yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.
  • Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghindari hal-hal yang bersifat subjektif.
  • Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.
  • Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyusun ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari generalisasinya.
  • Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber data yang dibutuhkan, serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
  • Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan menggunakan alat yang objektif dan baku.
  • Melibatkan penghitungan angka atau kuantifikasi data.
  • Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian, dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.
  • Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.
  • Dalam analisis data, peneliti dituntut memahami teknik-teknik statistik.
  • Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, lepas dari konteks waktu dan situasi.
  • Penelitian jenis kuantitatif disebut juga penelitian ilmiah

 

Prosedur Penelitian Kuantitatif

Tahapan-tahapan kegiatan prosedur penelitian kuantitatif terdiri dari sebagai berikut.

  • Identifikasi permasalahan
  • Studi literatur.
  • Pengembangan kerangka konsep
  • Identifikasi dan definisi variabel, hipotesis, dan pertanyaan penelitian
  • Pengembangan desain penelitian.
  •  Teknik sampling.
  • Pengumpulan dan kuantifikasi data.
  • Analisis data.

 

Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif

Berdasarkan sifat-sifat permasalahannya, penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sebagai berikut (Suryabrata, 2000 : 15 dan Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 69 – 78).

  • Penelitian deskriptif
  • Penelitian korelasional
  • Penelitian kausal komparatif
  • Penelitian tindakan
  • Penelitian perkembangan
  • Penelitian eksperimen

 

Kerangka dasar penelitian kuantitatif

Pada hakikatnya tidak ada kerangka atau desain riset kuantitatif yang dianggap paling benar. Kerangka penelitian yang terpenting adalah sistematis dan tetap menjaga substansi penelitian. Namun demikian, selalu ada unsur yang menjadi dasar desain penelitian. Misalnya, rumusan masalah. Tidak ada penelitian tanpa rumusan masalah. Berikut ini kerangka dasar yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif yang dikutip dari buku ”Doing Quantitative Research in the Social Sciences: An Integrated Approach to Research Design” tulisan Thomas R. Black:

  • Pendahuluan

Pendahuluan dalam riset kuantitatif umumnya berisi latar belakang penelitian. Informasi dalam penelitian juga meliputi:

    • Rumusan masalah: Pada bagian ini peneliti menyatakan dengan jelas apa masalah yang ingin diinvestigasi. Formulasi rumusan masalah biasanya berbentuk kalimat tanya atau bisa juga pernyataan yang mengandung pertanyaan. Rumusan masalah ketika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris adalah ”research question”, atau pertanyaan penelitian.
    • Literature review: Peneliti me-review beberapa literatur akademik yang dianggap relevan dengan topik, kemudian melakukan sintesis. Jika perlu, peneliti mencatat literatur apa saja yang metodologinya mirip untuk komparasi dan referensi kedepannya nanti. Perlu juga dijelaskan pada bagian ini, bagaimana penelitian yang dilakukan berkontribusi terhadap kekurangan penelitian yang sudah ada sebelumnya.
    • Kerangka teoritis: Peneliti mendeskripsikan teori yang digunakan atau hipotesis penelitiannya. Jika diperlukan, peneliti juga mendeskripsikan terminologi teoritis yang sulit dipahami untuk membantu pembaca memahami latar belakang penelitiannya. Umumnya penelitian kuantitatif menjelaskan apa hipotesisnya ketimbang apa teorinya.
  • Metodologi

Pada bagian ini, Peneliti harus menjelaskan tujuan dari penelitiannya dan bagaimana tujuan tersebut bisa dicapai. Penjelasan tentang metodologi yang digunakan akan membantu pembaca melakukan penilaian terhadap kualitas penelitiannya. Semakin detail informasi yang diberikan semakin baik. Bagian metodologi juga meliputi:

    • Populasi dan sampling: Peneliti menjelaskan darimana memperoleh data yang digunakan. Adakah data yang dibuang atau tidak dilibatkan? Jika ada, mengapa?
    • Pengumpulan data: Peneliti mendeskripsikan proses pengumpulan data dan mengidentifikasi variabel yang diukur. Perlu ditegaskan apakah data yang diperoleh merupakan data yang sudah tersedia atau peneliti mencari sendiri, misalnya dengan survei. Oleh karena tidak ada data set yang sempurna, makan batasan atau limitasi dalam metode pengumpulan data juga perlu dideskripsikan di sini.
    • Analisis data: Peneliti mendeskripsikan proses analisis data secara jelas. Pada umumnya, deskripsi tentang teknik penghitungan statistik dan software yang digunakan juga ditampilkan pada bagian ini.

 

Sumber:

  1. https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/jenis-metode-penelitian-2566/
  2. https://www.maxmanroe.com/vid/umum/penelitian-kualitatif.html
  3. http://sosiologis.com/metode-penelitian-kuantitatif
  4. https://www.researchgate.net/publication/304781758_BUKU_METODE_PENELITIAN_KUANTITATIF
  5. https://www.globalstatistik.com/metode-penelitian-kuantitatif/
  6. https://penelitianilmiah.com/penelitian-kuantitatif/

4 Comments

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram