Internet of Thing (IoT)

Internet of Things atau yang biasa disingkat IoT adalah suatu sistem dimana terhubung & terintegrasi nya perangkat satu dengan yang lainnya. Internet merupakan jaringan penghubung antar perangkat sehingga dapat terintegrasi. Hasil dari integrasi perangkat tersebut menghasilkan kode atau data yang dapat diidentifikasi. Lalu, dari identifikasi kode dan data tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan manusia. Misalnya, ketika jam tangan pintar terhubung dengan smartphone, aktivitas user akan terekam oleh jam tangan pintar yang digunakan. Lalu, hasil rekam jejak dari jam tangan pintar tersebut dikirimkan secara nirkabel ke smartphone. User akan dengan mudah mengetahui berapa langkah, dan seberapa jauh jarak yang sudah ia tempuh. Hasil data tersebut dapat digunakan sebagai acuan apakah user sudah melakukan cukup banyak gerakan atau masih kurang. Tentunya hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup si pengguna jam tangan pintar dan smartphone tersebut.

Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. 

Internet of Things (IoT) merupakan konsep komputasi tentang objek sehari-hari yang terhubung ke internet dan mampu mengidentifikasi diri ke perangkat lain. Istilah “Internet of Things” terdiri atas dua bagian utama yaitu Internet yang mengatur konektivitas dan Things yang berarti objek atau perangkat. Secara sederhana “Things” yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan mengirimkannya ke Internet. Data ini dapat diakses oleh “Things” lainnya juga.

Menurut metode identifikasi RFID (Radio Frequency Identification), istilah IoT tergolong dalam metode komunikasi, meskipun IoT juga dapat mencakup teknologi sensor lainnya, teknologi nirkabel atau kode QR (Quick Response).

IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro electro mechanical systems (MEMS), dan Internet. A Things” pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah. Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakan, dan gas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau “smart”. Sebagai contoh yaitu smart kabel, smart meter, smart grid sensor.

Singkatnya, IoT ini bertujuan untuk menyelaraskan hubungan perangkat dengan perangkat, perangkat dengan user (manusia), dan user dengan user secara seamless.

Lima fungsi mendasar pada perangkat IoT:

  1. Tagging (Identifikasi). Fungsinya untuk mengidentifikasi suatu aktivitas ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan data aktivitas atau transaksi.
  2. Monitoring. Bertujuan untuk memantau apakah terdapat aktivitas tidak biasa yang dikirim oleh tagging.
  3. Tracking. Berfungsi untuk melacak lokasi.
  4. Control. Bertujuan untuk memberikan hasil dari aktivitas-aktivitas atau data yang konsisten.
  5. Analisis. Bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat dipahami dari aktivitas atau data yang didapat.

Tujuh prinsip dasar yang menopang IoT:

  • Big analog data

Big Analog Data bisa didapatkan dari berbagai macam sumber yang sifatnya alami seperti cahaya, sinyal radio, getaran, suhu, dan sebagainya, serta bisa dihasilkan oleh peralatan mekanis atau elektronik. Big Analog Data adalah tipe Big Data yang terbesar dan tercepat jika dibandingkan dengan tipe-tipe Big Data lainnya. Sehingga, dalam banyak hal, Big Data Analog perlu diperlakukan secara khusus.

  • Perpetual Connectivity

Perpetual Connectivity merupakan konektivitas yang terus-menerus menghubungkan perangkat ke Internet.

  • Really Real Time

Real time untuk IoT tidak dimulai ketika data mengenai switch jaringan atau sistem komputer.

  • The Spectrum of Insight

“Spectrum of Insight” berasal dari data IoT yang berkaitan dengan posisinya dalam lima fase data flow yaitu real time, in motion (bergerak), early life, at rest (saat istirahat), dan arsip.

  • Immediacy Versus Depth

Dengan berbekal komputer dan solusi IoT di era digital ini, akan ada pertukaran antara kecepatan dan kedalaman yang kita dapatkan.

  • Shift Left

untuk mendapatkan wawasan yang cepat dan menyeluruh tergolong sangat sulit. Drive untuk mendapatkan wawasan tersebut akan menghasilkan komputasi dan analisis data canggih yang biasanya disediakan untuk cloud atau pusat data.

  • The Next V

Big Data biasanya ditandai dengan “V” yaitu Volume, Velocity, Variety, dan Value. The next V yang dimaksud adalah Visibility. Ketika data dikumpulkan, para ilmuwan data di seluruh dunia harus bisa melihat dan mengaksesnya sesuai kebutuhan.

 

Manfaat Internet of Things (IoT):

  • Konektifitas
  • Efisiensi
  • Kemudahan

Contoh perangkat IoT diantaranya adalah laptop, smartphone, smart gadget, smartwatch, Nest Smart Thermostat, August Smart Lock, Automatic Car Tracking Adapter dan lain-lain.

 

Sumber dari:

  1. https://idcloudhost.com/mari-mengenal-apa-itu-internet-thing-iot/
  2. https://www.softwareseni.co.id/internet-of-things-di-indonesia/
  3. https://www.jagoanhosting.com/blog/pengertian-internet-of-things-iot/
  4. https://www.kompasiana.com/mudamudi/5d6654b20d823006540bdba3/pengertian-cara-kerja-dan-penerapan-pada-internet-of-things
  5. https://qwords.com/blog/internet-of-things-adalah/

3 Comments

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram