Metode Multi-Attribute Global Inference of Quality (MAGIQ)

Metode MAGIQ

Teknik Multi-Attribute Global Inference of Quality (MAGIQ) adalah cara sederhana untuk menetapkan ukuran tunggal dari keseluruhan kualitas untuk setiap rangkaian sistem perangkat lunak yang serupa. Kegiatan pengujian perangkat lunak dapat menghasilkan berbagai informasi bermanfaat seperti jumlah bug, metrik kinerja, dan data waktu rata-rata untuk kegagalan. Namun, teknik untuk menggabungkan kualitas dan pengujian metrik menjadi meta-nilai kualitas tunggal tidak banyak diketahui atau digunakan. Teknik MAGIQ menggunakan centroid urutan peringkat untuk mengubah atribut perbandingan sistem menjadi bobot numerik yang dinormalisasi, dan kemudian menghitung ukuran keseluruhan kualitas sebagai jumlah bobot (berdasarkan atribut perbandingan) dari peringkat sistem. Awalnya MAGIQ dikembangkan untuk memvalidasi hasil analisis proses hirarki analitik (AHP). Meskipun MAGIQ belum mengalami penelitian yang luas, teknik ini telah terbukti sangat berguna dalam praktik.

Multi-Attribute Global Inference of Quality (MAGIQ) pertama sekali diperkenalkan oleh (McCaffrey, 2009) untuk mengukur kualitas software dimana konsepnya diambil dari AHP yang dibawa oleh (Saaty, 2004). Akan tetapi perbedaannya adalah pembobotan menggunakan perangkingan dengan membandingkan satu kriteria dengan kriteria yang lain yang dimana ditentukan oleh responden sendiri, misalkan jika A lebih tinggi dari B dan A lebih tinggi dari C maka yang menjadi rangking pertama adalah A.

Jika C lebih tinggi dari B ,maka ranking kedua adalah C, sehingga kesimpulannya adalah A>C>B (Forte et al., 2018). Hasil ranking yang sudah ditentukan oleh responden tersebut kemudian dihitung dengan ROC (Ranking Order Centroids) dengan rumus (Utami et al., 2016) :

Contoh  pemakaian rumus  adalah jika ranking 1 dengan jumlah kiteria  adalah 3 (misalkan A, B, dan C), maka pengerjaannya (1+ ½ + 1/3)/3 = 0,611111. Kemudian hasil ROC tersebut disusun berdasarkan matrik secara hirarki seperti contoh gambar sebagai berikut :

Gambar Bentuk Hierarki MAGIQ

Masing-masing kriteria kemudian dihitung dengan cara (A*A1)+(A*A2)+(B*B1), hasil dari perhitungan inilah yang digunakan untuk menentukan keputusan.

Metode MAGIQ baik digunakan pada kasus yang multi-atribut dan multi-level atribut. Contohnya pada tender access point. Metode MAGIQ melakukan perangkingan dan pembobotan secara bersamaan. Metode MAGIQ pada aplikasi ini dapat dijadikan alternatif metode pada tender access point. Proses perangkingan dan pembobotan pada variasi jumlah atribut lebih banyak daripada variasi jumlah alternatif. Aplikasi memberikan keluaran berupa alternatif solusi yang sama dengan hasil tender yang telah dilakukan.

Teknik MAGIQ digunakan untuk menetapkan ukuran tunggal keseluruhan kualitas untuk setiap anggota dari set sistem di mana setiap sistem memiliki jumlah atribut perbandingan yang sewenang-wenang. Teknik MAGIQ memiliki fitur yang mirip dengan proses hirarki analitik dan teknik peringkat atribut multi-atribut yang sederhana (SMARTER). Proses MAGIQ dimulai dengan evaluator yang menentukan atribut sistem mana yang akan digunakan sebagai dasar untuk perbandingan sistem. Atribut-atribut ini diurutkan berdasarkan kepentingan ke domain masalah tertentu, dan peringkat tersebut dikonversi ke peringkat menggunakan centroid urutan peringkat. Setiap sistem yang dianalisis diurutkan berdasarkan setiap atribut perbandingan dan peringkat diubah menjadi centroid urutan peringkat. Metrik kualitas keseluruhan akhir untuk setiap sistem adalah jumlah bobot (berdasarkan kepentingan atribut perbandingan) dari setiap peringkat atribut. Referensi memberikan contoh spesifik dari proses tersebut. Ada sedikit penelitian langsung pada kesehatan teoritis dan efektivitas teknik MAGIQ secara keseluruhan, namun penggunaan dekomposisi hirarkis dan penggunaan centroid urutan peringkat dalam analisis keputusan multi-kriteria telah dipelajari, dengan hasil yang umumnya positif. Bukti anekdot menunjukkan bahwa teknik MAGIQ praktis dan bermanfaat.

.

   

Sumber dari: 

  1. https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/94107/analisis-dan-implementasi-e-auction-menggunakan-metode-multi-attribute-global-inference-of-quality-magiq-studi-kasus-tender-access-point-.html
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Multi-attribute_global_inference_of_quality
  3. http://repository.ubaya.ac.id/20272/
  4. https://www.researchgate.net/publication/224503685_Using_the_Multi-Attribute_Global_Inference_of_Quality_MAGIQ_Technique_for_Software_Testing
  5. https://www.researchgate.net/publication/329973465_KRITERIA_NILAI_PRODUK_GAME_EDUKASI_MAHASISWA_UNIVERSITAS_DARMA_PERSADA_DENGAN_METODE_MAGIQ

2 Comments

  1. Triyono

    Metode apa lagi ini yahh…
    Baru tau.. Hehe
    Metode MAGIQ baik digunakan pada kasus yang multi-atribut dan multi-level atribut.
    Sepertinya seru nihh kl ada yg bisa ngajarin detail..

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram