Multi Criteria Decision Making (MCDM)

Multi Criteria Decision Making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Kriteria biasanya berupa ukuran-ukuran, aturan-aturan atau standar yang digunakan dalam pengambilan keputusan. MCDM memiliki dua kategori yakni Multiple Objective Decision Making (MODM) dan Multiple Attribute Decision Making (MADM). 

Janko (2005) dalam Kusumadewi et al, (2006) menyebutkan terdapat beberapa fitur umum yang digunakan dalam MCDM, yaitu:

  1. Alternatif, adalah obyek-obyek yang berbeda dan memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih oleh pengambil keputusan. 
  2. Atribut, atribut sering juga disebut sebagai kriteria keputusan. 
  3. Konflik antar kriteria, beberapa kriteria biasanya mempunyai konflik antara satu dengan yang lainnya, misalnya kriteria keuntungan akan mengalami konflik dengan kriteria biaya. 
  4. Bobot keputusan, bobot keputusan menunjukkan kepentingan relatif dari setiap kriteria, = (1 , 2 , 3 , … , ). 5. Matriks keputusan, suatu matriks keputusan yang berukuran x , berisi elemen-elemen yang merepresentasikan rating dari alternatif ; = 1,2,3, … , terhadap kriteria ; = 1,2,3, … , . 

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah MCDM, antara lain sebagai berikut:

  1. Simple Additive Weighting Method (SAW)
  2. Weighted Product Model (WPM)
  3. Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
  4. Analytic Hierarchy Process (AHP)

Multi Criteria Decision Making (MCDM) merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam area pengambilan keputusan. Tujuan MCDM adalah memilih alternatif terbaik dari beberapa alternatif eksklusif yang saling menguntungkan atas dasar performansi umum dalam bermacam kriteria (atau atribut) yang ditentukan oleh pengambil keputusan. 

Terdapat empat langkah pengambilan keputusan dalam MCDM meliputi: 

  1. Identifikasi masalah. 
  2. Menyusun preferensi. 
  3. Mengevaluasi alternatif. 
  4. Menentukan alternatif terbaik. Misal ada m kriteria (C1 , … , Cm) dan n alternatif (A1 , … , An). Masalah MCDM biasa direpresentasikan dalam bentuk tabel keputusan seperti pada Gambar 1. 

Nilai aij menunjukkan skor kinerja alternatif Aj pada kriteria Ci yang merupakan preferensi dari pengambil keputusan. Setiap kriteria mempunyai bobot wi yang menunjukkan tingkat pentingnya kriteria Ci dalam proses pengambilan keputusan.

Sumber dari:

  1. http://e-journal.uajy.ac.id/1674/3/2TI05111.pdf
  2. https://bundet.com/pub/detail/pengertian-multi-criteria-decision-making-mcdm-1539879458
  3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/33353/Chapter%20II.pdf;jsessionid=802077B1C61C9B39D6895B557C8EEE50?sequence=4
  4. https://media.neliti.com/media/publications/62047-ID-penggunaan-algoritma-multi-criteria-deci.pdf

2 Comments

  1. Triyono

    MCDM itu metode tp “Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah MCDM, antara lain SAW, Topsis, AHP dan WPM”
    Bingung… Hehe..

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram