TANTANGAN ENTREPRENEURSHIP
- Posted by sudaryono
- Categories Karya Tulis
- Date 08 Agustus 2025
- Comments 0 comment
BAB VII
TANTANGAN ENTREPRENEURSHIP
Pembahasan Materi
Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang definisi e-commerce. Business to Business, Business to Consumer, Customer to Business, globalisasi, menilai peluang membuka usaha baru, keunggulan kompetitif dan strategi bersaing dalam entrepreneurship, mengambil inspirasi dari pengusaha sukses, dan karakteristik menjadi entrepreneur sukses.
7.1. E-Commerce
Merupakan perkembangan dan bagian dari era teknologi informasi yang mampu menciptakan ekonomi baru. Internet saat ini sudah umum digunakan oleh dunia usaha dalam rangka mencari informasi dagang, promosi dagang, hubungan/kontrak dagang secara internasional ke seluruh Negara/dunia. Sarana ini walaupun tahap awal investasinya cukup mahal, namun proses bisnis selanjutnya akan lebih cepat dan sekaligus dapat mengakses data maupun informasi bisnis dalam tempo yang cepat. Hampir seluruh instansi pemerintah termasuk perwakilan Pemerintah Republik Indonesia di luar negeri (kedutaan besar, konsultan jenderal, maupun atase perdagangan), salah satu upaya komunikasi dan promosi sudah menggunakan e-commerce.
Gambar 7.1 E-commerce adalah Sisi-muka (Customer Interface) dari e-Bisnis
Usaha yang menggunakan e-commerce yang dapat diakses menggunakan internet merupakan suatu usaha yang sangat unik, karena hanya dengan menggunakan satu media, peruahaan dapat melakukan usaha/bisnis, baik dengan sesama perusahaan (Business to Business – B2B) atau dapat proses bisnis langsung antara pebisnis dengan konsumen atau penjual dengan pembeli (Business to Consumer B2B). Mereka dapat melakukan proses bisnis, mulai dari promosi produk, penawaran, dan permintaan produk, tanya jawab antara konsumen dan produsen atau antara pembeli dengan penjual dapat dilakukan secara efektif dengan e-commerce.
Model e-commerce seperti : Customer to Business (C2B atau self service), Business to Business (B2B, contohnya pengadaan barang), e-auction dan e-marketplace (C2C, lelang on line) secara visual dapat dilihat pada gambar 7.2.
Gambar 7.2 Model e-commerce
7.2. Business to Business (B2B)
B2B artinya proses bisnis antara penjual dengan penjual atau produsen dengan produsen atau produsen dengan grosir, pedagang, agen, dan sejenisnya dilakukan secara online. Mereka dapat melakukan proses bisnis, mulai dari promosi, penawaran dan permintaan produk, tanya jawab antara mereka dapat dilakukan dengan cara online melalui internet atau mobile phone yang memiliki fitur untuk itu.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kekuatan teknologi internet dan mobile memang semakin hebat. Teknologi pencarian informasi bisnis maupun informasi lainnya misal melalui situs Google.com, diibaratkan oleh Hermawan Kertajaya sebagai malaikat pencatat amal baik dan buruk. Ketik nama mereka Anda di sana, dan akan terlihat betul perbuatan apa yang telah Anda lakukan selama ini. Kalau banyak positif, tentunya baik karena dapat mempengaruhi otak, hati, dan jiwa konsumen. Kita semua tahu bahwa Google, yang notabenenya perusahaan pemasang iklan merupakan fenomena internet yang telah menjadi bagian dari wawasan kita dalam mencari informasi mulai dari produk atau jasa yang terbesar sampai yang terkecil, melihat dunia luar (contohnya Google Earth), mendengar (Google Alert), dan berkolaborasi dengan rekan sekantor (Google Docs, Gmail, Google Talk).
Tidak hanya merevolusi industri teknologi informasi, Google juga mengubah banyak tatanan industri mulai dari media (Google news, YouTube atau Google Video) sampai perpustakaan (Google Books, Google Schoolar). Google adalah internet, dan internet adalah Google. Dengan misinya yang sangat horizontal, yaitu “Mengelola Informasi Dunia dan Membuatnya Mudah diakses dan Berguna” Google telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tulen dunia, New Wave yang ingin mencari, melacak, dan menggunakan sebuah informasi. Teknologi Web 1.0 adalah era kita hanya dapat mencari, browsing, dan read-only. Kini dunia internet telah berubah. Teknologi internet masuk pada Web 2.0 telah membuat internet bersifat lebih interaktif dan dinamis. Interaksi dengan komunitas menjadi lebih memungkinkan karena pada dasarnya kekuatan sesungguhnya dari aplikasi internet yang bersifat Web. 2.0 adalah read and write. Intrernet dengan Web 2.0 membuat proses horizontal semakin cepat (Carol Anne Strange, 2010).
Di dunia yang serba horizontal ini, berkat perkembangan teknologi internet, semua orang sekarang punya kesempatan yang sama untuk terhubung, dihubungi, dan menghubungi. Kini eranya dimana kita dapat melihat sekaligus menyentuh, dan berinteraksi. Tidak hanya itu, dunia yang serba horizontal bukan hanya disebabkan oleh perkembangan teknologi semata. Pendorong nomor satu adalah perubahan teknologi dari yang bersifat one-to-many ke many-to-many. Perubahan teknologi ini mengundang datangnya berbagai tren lainnya. Berbagai tren yang ada, antara lain:
- From one-to-many broadcasting to many-to-many networking. Didorong oleh teknologi Web 2.0 menyebabkan membanjirnya aplikasi berbasis jejaring dari banyak ke banyak ini yang menyebabkan internet telah berubah. Trennya adalah read and write, mendorong orang lebih mengekspresikan dirinya, berpartisipasi, melakukan networking, membentuk komunitas lewat situs jejaring, dan banyak hal lainnya.
- Form Ideology to Persona. Berkembangnya teknologi juga telah membuka dunia politik dan birokrasi lebih transparan. Sejak adanya internet, kita lebih dapat melihat gambaran politik secara nyata, sudah semakin susah untuk merahasiakan sesuatu. Sebagai contoh saat ini semakin banyak politis yang masuk di Facebook. Ketika profil Perdana Menteri China Wen Jiabao muncul di Facebook pada 14 Mei 2008, ia mendapat kawan sekitar 14.000 orang dalam waktu Cuma dua minggu, sedangkan profil Presiden Hu Jiantao waktu itu Cuma punya 1.000 pengikut. Ini bukti bahwa Wen lebih horizontal, meskipun keduanya adalah orang nomor satu dan dua China.
- From G7 to G20. Kelompok G (AS, Inggris Raya, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang). Dalam sejarah perekonomian dunia era sebelum krisis, G7 tersebut secara rutin memakai peran konstruktif dalam mengoordinasikan kebijakan global mengenai perekonomian dunia. Artinya, secara vertikal mendikte Negara-negara lain, termasuk Negara-negara berkembang. Saat ini telah berubah, Kelompok G7 telah secara perlahan memudar. Mereka tidak lagi merepresentasikan wajah perekonomian dunia sebagaimana yang diperlihatkan oleh G20, yaitu kelompok 20 negara perekonomian besar dunia yang menghimpun hampir 90% GNP dunia, 80% total perdagangan dunia dan dua per tiga penduduk dunia. Dalam kondisi perekonomian global seperti sekarang, kelompok G7 tampil lebih horizontal, menunjukkan sikap kompromi, dan kolaboratif dengan negara-negara berkembang. Semakin kompetitifnya Negara-negara berkembang terutama China dan India, permasalahan dunia global harus diselesaikan bersama-sama secara horizontal melalui G20.
- From Belief to Humanity. Dalam era teknologi informasi dan komunikasi, kita semua saling terjaring dalam dunia sosial dan budaya yang baru yang lebih humanis. Contoh di dunia maya, membuktikan bahwa agama yang bersifat vertikal dapat hidup berdampingan dengan aspek kemanusiaan dan sosial-budaya yang bersifat horizontal. Teknologi yang kita gunakan saat ini dapat menjelajah dunia dan membuka cakrawala baru di mana tiap-tiap manusia semakin dan tidak berarti.
- From Close to Open Market. Keempat tren baru tersebut di atas, menurut Hermawan Kertajaya membawa angin baru ke market yang berubah dari relatif tertutup ke relatif lebih terbuka. Pasar global telah menjadi daftar dan semua marketer memiliki kesempatan yang sama. Dengan adanya kemajuan platform teknologi online dan mobile, pengusaha/penjual dapat menjangkau pembeli tanpa batas, di sisi lain, pembeli dapat keleluasaan untuk memilih berbagai penawaran dari manapun untuk mendapatkan barang dan atau jasa dengan value yang baik. Platform yang memfasilitasi transaksi antara pengusaha atau penjual dan pembeli yang sifatnya Customer-to-Customer (C2C), seperti eBay, Alibaba, dan Kasus di dunia online merupakan contoh konkret bahwa era New Wave, pasar semakin horizontal.
- From Competition to Co-operative. Perkembangan teknologi terkini tengah mengubah semua yang ada di lingkungan bisnis, mulai dari lingkungan mikro hingga makro. Di tengah pasar yang semakin terbuka, persaingan yang semakin menyimpan segudang peluang juga tantangan sendiri bagi pemasar. Untungnya di era sekarang, dunia semakin transparan, dan akses informasi semakin mudah dan cepat. Kita dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan para kompetitor kita dan dapat mengakses ke konsumen mereka, celakanya, kompetitor juga memiliki akses yang sama terhadap kekuatan dan kelemahan kita, dan konsumen kita. Di era New Wave ini, persaingan yang sehat terjadi ketika bidang permainannya sama besar. Semua pemain berada pada posisi yang sejajar, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kita dapat menang bila kita lebih unggul, sebaliknya dapat kalah bila kita tidak memiliki keunggulan, bukan karena menjelek-jelekkan kompetitor atau bermain licik dan kasar. Kunci untuk meredam munculnya permainan kasar dari kompetitor, pada akhirnya ditentukan oleh siapa yang mau berkolaborasi secara adil (fair) dengan para kompetitor. Tren yang disebut co-operation ini menjadi contoh di era New Wave, bagaimanapun pemasar harus semakin mengorizontalkan diri dengan para kompetitor potensialnya.
- The Rise of New Customer: Digital Native. Salah satu dari tiga konsumen baru yang terus berkembang adalah masyarakat tulen New Wave yang dinamakan Digital Native alias konsumen yang asli digital. Konsumen yang well-connected dengan dunia digital. Konsumen seperti ini sifatnya transendental (di luar pengertian dan pengalaman manusia biasa) tidak terkotak-kotakkan secara umur, demografis, geografis, strata sosial dan status lainnya. Benang merah dari konsumen baru ini adalah merasa “hidup” 24 jam secara horizontal di planet New Wave. Sudah saatnya tiap pemasar untuk mengenali mereka, mengetahui perilaku mereka, dan mengenali kegelisahan zaman ini atau keinginan (anxiety and desire) yang mereka miliki.
- The Rise or New Customer: New Emergig Youth. Konsumen baru kedua adalah “New Emerging Youth atau konsumen baru berumur delapan hingga dua puluh empat tahun yang merupakan generasi muda atau baru di era millenium. Merekalah yang memegang peranan berikutnya di sektor ekonomi, setelah punahnya generasi baby-boomer dan semakin menuanya generasi X. Beranjak dewasa dengan berbagai alat teknologi informasi dan komunikasi, secara otomatis paradigma mereka menjadi sangat New Wave dan serba horizontal. Sudah menjadi keharusan tersendiri bagi para New Wave Marketer untuk mengenali, memahami, dan menghampiri mereka secara horizontal.
- The Rise of New Customer: “New Urban Woman”. Konsumen ketiga pada era New Wave kaum wanita urban yang secara metafora atau kiasan datang dari planet venus, tetapi kini telah migrasi ke planet New Wave. Kaum wanita secara alami dipandang sebagai pembawa gerakan horizontal, terutama karena isu-isu seputar perbedaan gender yang dicatat dalam sejarah. Dengan kecanggihan alat teknologi informasi dan komunikasi saat ini, kekuatan wanita dalam melakukan word of mouth (dari mulut ke mulut) dan word of mouse menjadi lebih besar. Mereka yang dapat mengajari para New Wave Marketer bagaimana menjadi pemasar yang lebih menunjukkan sisi emosional dan humanism.
- The Connector. Menghubungkan para pemasar dengan lingkunan bisnisnya, competitor, konsumen, dan para change agents (agen pembaruan) yang aktif membentuk perubahan tatanan makro mulai dari perubahan teknologi, politik dan legal, ekonomi, sosial budaya, dan pasar. Konektor terdiri atas tiga jenis, yaitu mobile interaction, experiental events, dan social media ada di belahan dunia online dan offline. Dengan adanya konektor, pemasar di era New Wave dapat menerapkan apa yang dinamakan Always-on-Connection. Setiap waktu (detik) telah terjadi koneksi yang menghubungkan perusahaan (company) dengan 3C lainnya, yaitu Change Agents, Competitor, dan Customer. Tanpa konektor, pemasaran harus bersiap-siap menanti ajal.
(Simak, “10 Kekuatan Penyebab Horizontalisasi Pemasaran” oleh Hermawan Kertajaya, Kompas, Rabu, 2 September 2009 s.d. Minggu, 6 September 2009.). Dari berbagai tren tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan teknologi internet dan mobile communication yang mengalami perubahan begitu cepat, setiap pengusaha dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang begitu terbuka, transparan, cepat, sehingga pengusaha dituntut jangan sampai ketinggalan zaman atau gagap teknologi. Dalam modul ini, B2B tidak dibahas secara detail, tetapi yang akan dibahas agak relatif lebih luas adalah B2C berikut.
7.3. Business to Customer (B2C)
Business to customer (B2C) merupakan bagian dari e-commerce yang biasanya merupakan sarana yang digunakan untuk bertransaksi atau proses bisnis atau melakukan aktivitas jual beli secara online, misalnya untuk mengetahui jumlah produk yang ada di pasar, atau melakukan proses jual beli barang secara langsung. B2C merupakan salah satu model e-commerce yang muncul untuk membantu suatu perusahaan dan konsumen dapat melakukan transaksi secara elektronik atau online di mana dan kapan saja.
B2C mengubah cara atau proses berbelanja dan lebih berfokus pada ajakan penjual kepada pembeli untuk melakukan tawar-menawar dalam proses online atau proses jual beli secara tidak langsung.
- Berbagai pelayanan B2C
Berbagai layanan yang dapat diberikan oleh B2C, antara lain:
- Memuat sampel produk yang akan dijual beserta informasi penting lainnya di internet atau dunia maya;
- Transaksi pemesanan barang secara online;
- Transaksi pembayaran barang;
- Transaksi pengiriman barang;
- Memuat berbagai informasi mutakhir berbagai produk dan atau jasa;
- Memberikan layanan servis lengkap secara online.
Secara garis besar tipe-tipe pelayanan B2C terbagi menjadi 3 bentuk, yaitu:
- Auction stores. Toko lelang internet sebagai tempat untuk memberikan pelayanan dalam bidang perdagangan, misalnya untuk menghasilkan produk perusahaan, cara pembayaran dan sebagainya, sehingga dapat diketahui juga jika menggunakan pelayanan Anda dapat memaksimalkan keuntungan yang ingin dicapai karena penawaran yang sangat banyak dari berbagai Negara. Keuntungan dari auction store:
- Seseorang dapat tetap tinggal di rumah atau kantor, tetap dapat berpartisipasi dalam perdagangan atau melakukan tawar-menawar.
- Flexibility. Dengan layanan ini dapat menyinkronisasi tawar-menawar antara penawar dan pelanggan bukan hanya untuk waktu saat itu saja, tetapi dapat mengetahui proses beberapa waktu lampau.
- Increased reach. Layanan internat auction ini dapat memperluas daerah jangkauan, sehingga tentunya mampu meningkatkan keuntungan, karena penawaran dapat menjangkau ke pelosok dunia manapun.
- Economical to operate. Dengan menggunakan layanan ini makin memperkecil biaya untuk pengembangan yang dibutuhkan.
- Inspection of goods. Tidak dapat memungkinkan seseorang untuk melakukan pemeriksaan barang secara fisik yang akan dibelinya.
- Potential for fraud. Dapat memungkinkan terjadinya penipuan karena proses pembayaran dan pengiriman barang yang cenderung tidak dilakukan secara bersama, sehingga memungkinkan penjual telah mengirim barang, namun pembayaran masih belum dapat diselesaikan bersama pengiriman barang.
- Online Stores. Layanan ini merupakan tempat untuk menjual atau membeli barang secara digital dengan memilih dan memesan barang dengan menggunakan internet tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan penjual maupun yang ingin dibeli, contoh situs amazon.com.
Keuntungan online stores bagi perusahaan:
- Increased demand, bertambah banyaknya permintaan.
- Low cost route to globe reach lini biaya yang rendah menuju pencapaian dunia atau pencapaian global.
- Cost reduction of promotion and sales, penurunan biaya promosi dan biaya penjualan.
- Reduced cost, pengurangan biaya
Keuntungan online stores bagi konsumen:
- Lower price, harga relatif lebih murah.
- Wider choice, pilihan yang lebih luas.
- Better information, informasi yang lebih baik.
- Convenience, praktis atau menyenangkan.
- Online Services. Layanan ini merupakan tempat untuk meminta informasi atau servis lain dari perusahaan dengan cepat dan mudah atau dapat melakukan proses jual beli jasa misalnya tiket perjalanan, jasa servis, dan lain-lain, contoh, situs www.travelcity.com. Berbagai kemampuan yang dimiliki dengan menggunakan layanan internet dengan model online service antara lain:
- Instantaneous communications, komunikasi yang segera atau seketika.
- Global access, akses global atau seluruh dunia.
- Customization, pembiasaan.
- Increased availability, tersedianya peningkatan.
- De-intermediation-de-intermediasi atau perantara-penengah
- Consolidation and convergence, konsolidasi dan bersatu di suatu tempat
- Colaboration, kolaborasi atau kerja sama.
- Globalisasi
Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif dan terbuka seperti saat ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdaya-kan sumber daya ekonomi dan sumber daya manusianya secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila manusia memiliki keterampilan kreatif dan inovatif. Di Indonesia sumber daya manusia benar-benar mengahadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.
Tantangan persaingan global, pertumbuhan penduduk, pengangguran, tanggungjawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, etika, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan gaya hidup beserta beserta kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait. Dalam persaingan global, semua sumber daya antarnegara akan bergerak bebas melewati batas-batas yang ada. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulan yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif dan menciptakan pengangguran bagi sumber daya manusia yang tidak memiliki keunggulan dan daya saing yang kuat.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut diperlukan sumber daya berkualitas yang dapat menciptakan berbagai keunggulan, baik keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif, di antaranya melalui proses kreatif dan inovatif berwirausaha. Untuk dapat bersiang di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang professional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya yang kreatif dan inovatif hanya terdapat dalam wirausaha. Sudah merupakan sebuah tren untuk menuju ke era ekonomi global yang menciptakan kompetensi dan kesempatan atau peluang bisnis di tingkat global. Ekonomi kesejagatan atau ekonomi global mendorong munculnya berbagai peluang pasar di tingkat dunia bagi setiap wirausahawan. Hal itu mendorong terjadinya globalisasi perdagangan dunia.
Globalisasi perdagangan dunia memiliki manfaat dan kerugian, sebagai berikut.
- Manfaat atau keuntungan dari perdagangan dunia:
- Perdagangan bebas telah diyakini sebagai “obat mujarab” untuk menciptakan efisiensi dalam perdagangan.
- Produk murah dan bermutu akan menyingkirkan produk mahal dan yang berkualitas rendah.
- Posisi tawar-menawar antarnegara akan mempunyai kekuatan yang sama.
Berdasarkan manfaat ini, seorang pengusaha dituntut harus mampu menghasilkan produk yang murah, namun bermutu internasional. Hanya dengan cara itu produk akan mampu bersaing di kancah perdagangan global.
- Kerugian dari perdagangan dunia:
- Produsen di Indonesia karena proteksi oleh permerintah akan mendapat tekanan berat dalam perdagangan bebas.
- Pengusaha yang belum mampu bersaing di pasaran internasional akan kesulitan menghadapi komoditas yang sama dari pesaing luar negeri.
- Ketidakpastian pengusaha Indonesia dikhawatirkan pasar dalam negeri akan dibanjiri oleh produk asing yang pada akhirnya akan mematikan pengusaha domestik atau lokal.
- Kebebasan investasi asing di Indonesia dikhawatirkan akan menyingkirkan pengusaha domestik atau lokal.
- Sumber daya alam negara berkembang, khususnya Indonesia akan terkuras habis oleh negara maju.
- Upah buruh yang relatif murah di negara berkembang, khususnya Indonesia akan menguntungkan negara maju.
- Menurunkan ekspor negara berkembang, khususnya Indonesia karena kalah bersaing dengan produk negara lain.
- Meningkatkan impor negara berkembang, khususnya Indonesia karena kalah bersaing dalam harga maupun kualitas.
- Negara berkembang, khususnya Indonesia akan defisit dalam neraca perdagangan karena impor lebih besar daripada ekspornya.
- Peluang pasar yang muncul akan direbut oleh negara maju.
Peluang memasuki dunia usaha juga dapat dilakukan melalui jalur pengembangan keungguln pelayanan. Meskipun disekitar kompleks perumahan sudah berdiri sebuah kios yang menjual berbagai kebutuhan keseharian rumah tangga, akan tetapi para ibu rumah tangga lazimnya merasa lebih senang apabila membutuhkan gas elpiji sebuah tabung gas elpiji yang baru bisa diantar sampai kerumah oleh si pemilik kios, sekaligus mengambil tabung gas elpiji yang kosong. Demikian juga halnya dengan ketersediaan air minum dalam galon atau dalam kemasan yang sekarang telah menjadi kebutuhan pokok.
Kesempatan berkewirausahaan di antaranya: Suatu nilai yang mampu menciptakan inovasi dalam pasar yang potensial. Suatu inovasi yang tepat waktu dan diinginkanlah yang mampu menciptakan nilai tambah bagi pembeli atau pengguna yang berminat. Oleh karena itu, wirausahalah yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
- Menilai Peluang Membuka Usaha Baru
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha, yaitu:
- Merintis usaha baru, yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan model, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis; (a) Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang, (b) Persekutuan (partnership), yaitu kerjasama (asosiasi) antara dua orang atau lebih, dan (c) Perusahaan berbadan hokum (coorparation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hokum dengan modal saham.
- Membeli perusahaan orang lain (buying), yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada.
- Kerjasama manajemen (franchising), yaitu kerjasama antara wirausaha dengan perusahaan besar dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). Kerjasama ini pada umumnya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pemilihan karyawan, pembukuan, pencatatan dan akuntansi, konsultasi, penetapan standar, pengendalian kualitas, dan sumber-sumber permodalan.
Sering kali seseorang berhasrat untuk mendirikan usaha baru karena didorong oleh adanya peluang yang membentang di hadapan tempat tinggalnya juga memiliki impian dan optimisme yang berlebihan. Untuk meredam adanya impian dan optimisme yang berlebihan tersebut, sebaiknya sebelum mengambil keputusan untuk menangkap peluang usaha baru, tidak salah jika seorang usahawan perlu melakukan evaluasi secara cermat atas peluang-peluang yang ada. Ada dua pendekatan utama digunakan wirausaha untuk mendapatkan peluang dengan mendirikan usaha baru. Pertama, pendekatan inside out atau disebut dengan idea generation, yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Mereka melihat keterampilan sendiri, kemampuan, latar belakang, dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. Kedua, pendekatan outside-in yang disebut juga opportunity recognition, yaitu pendekatan yang menentukan pada basis ide bahwa perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan pasar.
Opportunity recognition adalah pengamatan lingkungan, yaitu suatu alat pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. Menurut Lambing (2000), keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidenti-fikasi kebutuhan pelanggan dan kemampuan pesaing. Berdasarkan pendekatan inside-out diatas, untuk memulai usaha, seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi. Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha yang diperlukan adalah:
- Kemampuan teknik, yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya.
- Kemampuan pemasaran, yaitu kemampuan tantang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat.
- Kemampuan finansial, yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya.
- Kemampuan hubungan, yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari, memelihara, dan mengembangkan relasi, serta kemampuan komunikasi dan negosiasi dengan pihak luar.
Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru, seseorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan. Ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. Bagaimana mengevaluasi berbagai peluang tersebut? Evaluasi berbagai peluang usaha yang ada dapat dilakukan melalui konsultan, atau orang-orang yang telah berpengalaman di dunia bisnis sejenis, setidak-tidaknya meminta tolong untuk dievaluasi oleh orang-orang yang akan menjadi mitra usaha, para penanam modal atau investor, atau partner lain yang akan dilibatkan dalam usaha tersebut.
Menurut Bygrave (1994), ada tiga komponen utama yang sebaiknya diteliti dan dievaluasi bagi seseorang yang ingin sukses untuk membuka usaha baru, yaitu:
- The opportunity, kesempatan. Apakah dengan adanya suatu kesempatan tersebut kita mampu menangkap dan menjalankannya di kemudian hari.
- The entrepreneur (and the management team)-entrepreneur dan tim manajemen. Apakah kita mampu menjadi wirausahawan dengan membentuk suatu tim manajemen yang solid.
- The resources needed to start the company and make it grow, kebutuhan berbagai sumber daya untuk memulai usaha dan pertumbuhan perusahaan. Apakah berbagai sumber daya yang mungkin kita perlukan mampu kita sediakan, minimal sumber bahan baku, sumber daya manusia, sumber daya modal. Lebih jauh jika memungkinkan mampu menguasai faktor produksi utama atau 6M (men, money, material, machine, method, dan market) plus sumber daya tanah dan manajemen.
Ketiga hal tersebut menurut Bygrave menjadi kunci atau komponen utama yang dapat menentukan sukses gagalnya menjalankan bisnis atau usaha, tentu masih banyak komponen lainnya.
- Keunggulan Kompetitif dan Strategi Bersaing dalam Entrepreneurship
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui:
- Fokus pada pelanggan
Kurangi birokrasi, puaskan pelanggan, tanggapi keluhan, jalin komunikasi yang baik, lakukan survey kepuasan pelanggan secara rutin dan berkesinambungan. Harus care (peduli) terhadap pelanggan, sebab pelanggan adalah pendapatan usaha Anda, semakin banyak pelanggan, akan semakin tinggi pendapatan Anda. Sebaliknya, semakin sedikit pelanggan, semakin sedikit penghasilan. Usahakan zero complaint (tanpa complain).
- Pencapaian kualitas
Kualitas tidak terbatas hanya pada perusahaan besar. Kualitas memegang peranan penting dalam usaha, baik kualitas produk dan atau jasa, lebih-lebih kualitas lainnya seperti kualitas pelayanan.
- Integritas dan tanggung jawab
Sebuah reputasi yang utuh dalam membangun jejaring pelanggan yang loyal atau setia sangat diperlukan. Penuh tanggung jawab dan integritas kepada setiap tuntunan, utamanya pelanggan dan juga kepada pemangku kepentingan.
- Inovasi dan kreativitas
UKM-UKM merupakan sumber yang menonjol sebagai sumber inovasi dan kreativitas. Inovasi dan kreativitas akan membawa keunggulan bersaing.
- Produksi rendah biaya
Manajemen yang serasi dapat mewujudkan produksi rendah biaya. Bila produk dan atau jasa dapat dihasilkan dengan biaya minimum, kita akan mampu bersaing dari sisi harga. Pembeli yang sensitif terhadap harga dan kualitas umumnya akan menjadi pertimbangan penting dalam membeli ulang atas suatu produk dan atau jasa yang bersangkutan.
Penelitian dan pengembangan dalam kewirausahaan merupakan strategi utama karena memiliki kaitan dengan kreativitas dan inovasi. Di dalamnya tercakup penelitian dan pengembangan produk, harga, tempat, dan promosi. Wirausaha berkembang dan berhasil karena memiliki kemampuan penelitian dan pengemba-ngan yang memadahi sehingga tercipta barang-barang yang bernilai dan unggul di pasar. Dalam manajemen strategis yang baru, Minzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi, yaitu perencanaan (plan), pola (pattern), posisi (position), perspektif (perspective), dan permainan atau taktik (play).
- Strategi adalah Perencanaan
Konsep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai tujuan di masa yang akan datang. Akan tetapi tidak selamanya strategi adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya, misalnya pola-pola perilaku bisnis yang telah dilakukan di masa lampau. Misalnya, McDonald’s selama bertahun-tahun telah memegang teguh dan secara konsisten melaksanakan prinsip kualitas, pelayanan, dan kebersihan. Inilah yang menjadi strategi perusahaan McDonald’s. Contoh lain, Mercedes sejak awal secara konsisten menjual mobil untuk segmen pasar tingkat atas atau yang disebut dengan high-end strategy.
Strategi adalah Pola
Menurut Mintzberg, strategi adalah pola, yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan atau disebut juga sebagai realized strategy karena telah dilakukan oleh perusahaan.
Strategi adalah Posisi
Minztberg adalah strategi adalah posisi, yaitu memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu. Perusahaan rokok Marlboro dan Sampoerna Mild merupakan perusahaan rokok yang paling serius mempromosikan produknya di Indonesia. Masing-masing mempunyai strategi posisi yang berbeda di pasaran. Marlboro memosisikan diri sebagai rokok kaum pria sejati yang menyukai tantangan alam seperti yang digambarkan dalam iklannya, sedangkan A Mild hanya ditujukan kepada kaum muda sehingga produk rokoknya dibuat berkadar nikotin ringan.
Strategi adalah Perspektif
Definisi strategi yang keempat adalah perspektif. Jika dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat ke bawah dan keluar, maka sebaliknya dalam perspektif cenderung melihat ke dalam, yaitu ke dalam organisasi, dan ke atas, yaitu melihat visi utama dari perusahaan.
Strategi adalah Permainan
Strategi adalah suatu manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing. Suatu merek, misalnya meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi. Strategi adalah suatu rencana aksi yang menyelaraskan sumber-sumber dan komitmen organisasi untuk mencapai kinerja unggul. Keunggulan bersaing atau kompetitif adalah suatu manfaat yang ada ketika suatu perusahaan mempunyai dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang dilihat dari pasar targetnya lebih baik dibandingkan dengan para kompetitor.
- Karakteristik Menjadi Entrepreneur Sukses
Menjadi entrepreneur sukses memang tidak gampang, tetapi juga bukan hal yang mustahil bagi seseorang untuk menjadi seorang entrepreneur sukses. Untuk itu ada beberapa sifat yang Anda harus ketahui sebelum Anda siap menjadi seorang entrepreneur sukses. Beberapa karakteristik entrepreneur sukses berikut ini mungkin bisa menjadi referensi buat Anda sekaligus menginspirasi Anda untuk menjadi seorang entrepreneur sukses. Adapun karakteristik tersebut adalah (Valentino Dinsi, 2011):
- Berani Berinisiatif
Disinilah letak keunikan utama entrepreneur sukses. Mereka selalu mempunyai ide-ide cemerlang. Punya inisiatif yang selalu muncul ketika memulai usaha ini terjadi ketika sedang menjalankan usahanya atau setelah mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Contohnya saja, si raja real estate, Donald Trump yang sempat mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Namun , kebangkitanya dari kebangkrutan usahanya beberapa tahun yang lalu, sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka . Ia pun bangkit, berinisiatif dengan cerdas membuat usaha berupa boneka Donald. Ia memberikan pelajaran kepada orang-orang lewat seri TV berjudul The Apprentice yang sangat terkenal di mancanegara. Sementara bagi orang yang ingin mendapatkan wawasan dan pengetahuan dari Trump dengan murah hati, dia membuat situs website bisnis yang bisa diakses orang dari seluruh dunia. Pada situs Trump University.com, ia juga membagikan tip-tip menarik tentang bisnis dan motivasi. Bagi orang yang ingin bergaya, tidak ketinggalan Donald Trump menjual T-shirt bertuliskan your’ Fired dan tidak berhenti menelurkan buku-buku yang best seller. Semua berangkat dari inisiatif sang raja real estate ini yang tidak pernah berhenti dan mati.
- Tepat Waktu
Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan partner bisnis. Itulah yang dilakukan oleh seorang entrepreneur sukses. Ia akan selalu tepat waktu ketika bertemu dengan partner bisnisnya. Penghargaan terhadap partner bisnis merupakan hal utama yang dilakukan seorang entrepreneur sukses. Jika ia berjanji untuk bertemu dengan partner bisnis pukul 9.00 pagi, maka 15 menit atau setengah jam sebelumnya ia sudah datang.
Attitude yang baik ini sangat tampak pada orang Eropa dan Amerika. Sementara di Negara kita, jam karet atau sering terlambat bila janjian merupakan hal yang biasa. Sampai-sampai ada lelucon tentang kesukaan jam karetnya orang Indonesia ini. Ceritanya ada orang Indonesia yang memesan jam tangan mahal dari Swiss. Sekali waktu bagian uji mutu menemukan jam tangan yang sangat bagus, tetapi presisi jarum penunjuk waktunya kurang tepat. Maka si pembuatnya pun langsung dipanggil.
“Jam ini bahannya sangat bagus, tentu harganya pun mahal. Tapi mengapa kamu ceroboh sehingga jarum penunjuk waktunya kurang tepat?” katanya dengan nada agak keras. Tetapi si pembuatnya kelihatan tenang saja. “Tidak apa-apa pak, jam itu adalah pesanan orang Indonesia,” jawabnya. Kini giliran yang menegur yang agak kaget. ”Lho, kalo orang Indonesia emangnya kenapa?” “Di sana orang hanya ingin memiliki jam tangan yang bagus, sementara jarum penunjuk waktunya tidak pernah diperhatikan,” jawab si pembuat dengan mantap.
Istilah jam karet yang sudah demikian populer di masyarakat kita, agaknya sudah menjadi salah satu bagian dari budaya hidup kita sehari-hari. Hampir tidak ada lagi yang bisa dilaksanakan tepat waktu. Pegawai datang ke kantor sudah biasa terlambat meski laporan absensi tetap ditandatangani sesuai toleransi jam masuk kantor. Rapat-rapat dinas, diskusi atau seminar penting, hampir selalu baru dibuka setelah jadwal acara lewat beberapa puluh menit. Demikian juga dengan rapat-rapat (yang tentu sangat penting) di tingkat kabinet atau parlemen. Sejauh mana efek kebiasaan jam karet tersebut terhadap “kepentingan” nasional? Yang pasti tidak ada satu pun pakar manajemen yang tidak menganggap negatif kebiasaan seperti itu.
Berbeda dengan di Barat. Di sana mereka menganggap waktu adalah sesuatu yang berharga. Mereka berprinsip time is money. Segala segala sesuatu sangat bergantung pada bagaimana kita memanfaatkan waktu. Karena bagi mereka waktu diatur dengan sangat efisien, maka produktivitasnyapun sangat unggul. Memanfaatkan waktu sudah dibiasakan sejak dini.J am pelajaran di sekolah tidak perlu berlama-lama, demikian juga dengan jam kerja di kantor atau industri. Bila dibandingkan dengan kebiasaan kita, hitungan waktu kerja bagi mereka ebih pendek . Akibatya mereka bisa menikmati hari-hari libur dengan sepenuh hati. Artinya, saat-saat libur mereka tidak lagi memikirkan kerja sambilan mencari tembahan penghasilan sebagaimana lazimnya yang terjadi di masyarakat kita. Budaya jam karet yang terus berlangsung didalam negeri ini sudah saatnya dikikis pelan-pelan. Habitus ngaret jelas harus ditinggalkan, pertama karena ngaret berarti korupsi kecil-kecilan dan kedua karena tidak lagi sesui dengan semangat dan gerak zaman. Apalagi bagi seorang entrepreneur on time atau tepat waktu merupakan kebiasaan baik yang harus selalu dipelihara untuk menjaga kelangsungan bisnisnya.
- Senang Belajar
Seorang entrepreneur sukses biasanya senang belajar. Bagi mereka belajar adalah suatu keharusn, dengan belajar mereka akan selalu mengisi kepalanya dengan wawasan dan ilmu pengetahuan yang berguna bagi kepentingan bisnisnya. Tanpa belajar dapat dipastikan seorang pembisnis akan tertinggal dan tersingkirkan dari persaingan. Karena belajar menumbuhkan ide-ide baru kreasi dan inovasi. Sementara inovasi sendiri melahirkan perkembangan positif bagi kemajuan bisnisnya. Sebuah usaha yang selalu berinovasi maka tidak akan pernah ketinggalan zaman, bahkan produknya jadi buruan orang-orang.
Seorang entrepreneur sukses akan belajar dengan cerdas. Berbeda dengan orang kebanyakan, mereka belajar dua atau tiga hari dari buku, seorang pakar-pakar bisnis, seminar– seminar namun pada akhirnya bisa menghasilkan uang miliaran. “Saya ikut berbagai seminar. Saya senang bila seminar itu setidaknya berlangsung dua hari karena saya senang menenggelamkan diri saya dalam sebuah topik.” Demikian Robert T. Kiyosaki dalam bukunya yang fenomenal ”Rich Dad Poor Dad”,”pada tahun 1973, saya menonton sebuah TV dan ada sebuah iklan yang menawarkan seminar tiga hari tentang bagaimana memberi real estat tanpa uang sama sekali. Saya membayar 385 dolar dan seminar itu membuat saya bisa menghasilkan uang sebesar 2 juta US dolar.Tetapi yang lebih penting seminar itu memberikan kehidupan bagi saya. Saya tidak harus bekerja selama sisa hidup saya karena satu seminar.” Seorang entrepreneur sukses senantiasa memiliki keinginan untuk belajar dari pakar–pakar atau dari pengalaman yang pernah dialaminya dalam kehidupan.
- Berani Menanggung Risiko
Seorang entrepreneur sukses harus berani menanggung risiko dalam menjalankan bisnisnya. Jelas tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung risiko, walaupun tidak disadari penuh. Untuk apa takut? kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama dikemudian hari. Seorang entrepreneur sukses harus berani menanggung risiko dalam menjalankan usahanya.
Mereka kemungkinan mendapatkan kegagalan, pembayaran yang molor, risiko merugi, bahkan yang mengerikan risiko kebangkrutan. Bagi seorang entrepreneur sukses kegagalan itu biasa, hal ini merupakan bagian dari risiko yang harus ditanggungnya sebagai seorang entrepreneur sukses.Untuk menjadi seorang entrepreneur tangguh apalagi seorang miliarder yang berhasil ,maka berani menanggung risiko merupakan karakteristik yang harus dipunyainya. Dengan karakter ini ia menjadi entrepreneur yang tangguh menghadapi segala peristiwa yang menimpanya.
- Mempunyai Inteligensi Entrepreneurial
Seorang entrepreneur sukses yang berhasil menjadi miliarder harus memiliki kecerdasan atau inteligensi entrepreneurial. Kemampan ini menurut Brian Tracy dalam bukunya Change Your Thinking Change Your Life, adalah sebuah kemampuan untuk dapat melihat peluang pasar dan mengumpulkan berbagai sumber daya yang ada untuk memproduksi barang dan jasa yang dapat dijual dan mendatangkan keuntungan bagi Anda. Kebanyakan entrepreneur sukses di dunia memulai bisnis dari usaha kecil, dengan modal yang terbatas, tetapi mereka berhasil mengembangkan usahanya menjadi besar bahkan menjadi perusahaan raksasa di dunia karena menerapkan inteligensi entrepreneurial ini. Mereka bisa menangkap peluang pasar dan kemudian menjadikanya sebuah bisnis yang yang memberikan keuntungan miliaran kepada mereka.
Seperti yang dilakukan Bill Gates yang drop out dari Harvard University, ia berhasil membesarkan bisnisnya di bidang software computer. Berkat kecerdasan entrepreneurialnya Bill yang punya impian agar ‘ditiap rumah ada komputer’ dengan cerdas membaca bahwa pasar pada waktu itu sangat membutuhkan personal computer yang bisa digunakan di rumah. Karena kecerdasannya ini ia pun berhasil membangun perusahaan Microsoft menjadi nomor satu di bidang komputer. Hingga hari ini Bill “Microsoft” Gates masih menjadi pemegang takhta orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah FORBES.
Begitu pun dengan Steve Jobs dengan perusahaan mungilnya Apple computer. Ia menangkap peluang untuk menjual personal computer ke pasaran, sesuatu hal yang diabaikan perusahaan raksasa waktu itu, IBM. Peluang itu ternyata tidak sia-sia. Peluang di pasar yang terbuka itu menjadi tambang emas yang membuat Apple computer bisa menjual ratusan produk mereka serta menumbangkan keangkuhan IBM. Itulah inteligensi entrepreneurial, kecerdasan yang harus dimiliki oleh seorang pembisnis besar maupun pembisnis kecil yang baru merintis atau memulai usahanya.
- Entrepreneur Sukses Melakukan Sesuatu Secara Berbeda
Satu karakteristik yang ditemukan pada seorang entrepreneur sukses yaitu, mereka sering melakukan suatu usaha yang tidak dilakukan oleh orang lain. Mereka merasa bangga jika berbeda dengan orang lain. Mereka melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh kebanyakan.
Bisnis yang berbeda iniah yang membuat mereka berhasil menjadi miliarder. Seorang entrepreneur sukses melakukan bisnis yang berbeda dengan sesuatu yang sudah ada. Mereka membuat terobosan baru, inovasi baru. Mereka menggebrak pasar dengan sesuatu yang berbeda dari sesuatu yang sudah ada. Mereka bekerja lebih keras dari siapa pun juga. Meraka selalu ingin menghasilkan produk yang berbeda dengan produk saingannya yang ada di pasar.
Hal ini yang dilakukan oleh Kashio Tadao bersaudara yang memulai bisnisnya dari bisnis rumahan. Mereka mula-mula mendapat celaan bahkan hinaan ketika menawarkan produk mereka ke Bunshodo Corporation, sebuah perusahaan dagang spesialis penyuplai peralatan kalkulator. Perusahaan ini berdalih,”Barang Anda sudah ketinggalan zaman.” Kashio Tadao tidak berputus asa setelah menerima penolakan ini. Ia bahkan menjadikan cemoohan ini sebagai pelecut semangatnya untuk menghasilkan produk yang berbeda dengan produk saingannya itu. Pada waktu kalkulator baru bisa menampilkan angka 0-9 dan Kashio bersama temannya Kazuo berusaha mengevolusinya dan ternyata berhasil. Kalkulator mereka secara luar biasa dan mencengangkan banyak orang bisa menampilkan angka 0-10. Dengan inovasinya ini mereka berhasil melejitkan usahanya. Produk kalkulatornya ini laris manis dipasaran. Orang-orang sekarang mengenang Kashio Tadao sebagai pelopor kalkulator. Namanya melegenda hingga sekarang sebagai produsen jam tangan, kalkulator, stopwatch, dan lain-lain berkualitas tinggi bermerk Casio.
- Entrepreneur Sukses Selalu Optimis
Seorang entrepreneur sukses merupakan orang yang selalu optimis dalam menjalani hidupnya. Empat periset, S. Segerstrom, SS. Taylor, M. Kemeny, dan J. Fahey, pada 1998 pernah mempublikasikan sebuah penelitian di Journal of Personality and Social Psychology, yang menyebutkan bahwa mereka yang memiliki sikap hidup optimis biasanya hidup lebih sehat, tidak mudah terserang penyakit, dan berumur lebih panjang. Bersikap optimis dan meyakinkan bukan saja harus ditampilkan keluar karena tuntutan profesi kita, melainkan juga ke dalam sebagai cermin sikap kita dalam menghadapi tantangan hidup.
Price Pritchett, CEO Pritchett LP, baru saja meluncurkan buku saku yang sangat menarik. Judulnya, Hard Optimism. Dia menampilkan sejumlah fakta tentang bagaimana sikap optimistis bisa mengubah hidup seseorang. Misalnya saja, majalah American Psychologist, pada edisi ke-43 tahun 1988, memperlihatkan bahwa calon-calon Presiden Amerika yang lebih optimistis biasanya mudah menang dalam pemilu. Para pemimpin, CEO bisnis atau pun para entrepreneur yang berhasil memiliki kebiasaan menggunakan ungkapan bahasa yang optimistis empat kali lebih banyak dibandingkan dengan ungkapan bahasa yang lebih negatif dan pesimis.
- Seligma, penulis buku Learned Optimism: How to Change Your Mind and Your Life, membeberkan bahwa salesman yang optimitis biasanya lebih tinggi prestasinya dibandingkan dengan salesman yang pesimistis dan mudah menyerah. Para petugas customer servise yang lebih optimistis terbukti lebih kreatif, ramah, mudah menolong, dan sangat menghormati pelanggan dibandingkan dengan customer servise yang pesimistis. Melihat bukti-bukti dan fakta di atas, seorang entrepreneur yang ingin sukses dalam bisnisnya wajib memiliki sikap “optimistis yang sangat besar” untuk mencapai mimpinya menjadi miliarder.
- Senang Melayani dan Memberi
Seorang miliarder pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. Lihatlah orang terkaya nomor satu di dunia seperti Bill Gates yang menyumbangkan uangnya untuk kemanusiaan. Majalah Time memuji Bill dan Melinda Gates karena mendirikan organisasi amal terbesar di dunia –Yayasan Bill dan Melinda Gates karena “menyumbangkan uang berjumlah besar lebih cepat dari siapa pun juga“ di tahun 2005. Yayasan Gates telah menyelamatkan 700.000 nyawa di dunia berkembang dengan membantu program imunisasi, menyumbangkan komputer ke puluhan ribu perpustakaan dan menjadi sponsor program beasiswa, tulis majalah itu.
Simak kata-kata yang keluar dari miliuner termuda di dunia pada tahun 1986, yang berencana mengundurkan diri dari manajemen Microsoft pada tahun 2008: “kemajuan umat manusia yang paling besar bukanlah terdapat pada penemuan, tetapi bagaimana penemuan itu digunakan mengurangi ketidaksamaan. Saya senang sekali menjadikan orang bergairah dengan perangkat lunak, tetapi kenapa kita tidak sekalian berbuat yang lebih menyenangkan dengan menyelamatkan kehidupan”. Yayasan Bill and Melinda Gates yang didirikan tahun 2000, membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi. Proyek amal keduanya ini menarik perhatian Warren Buffett, seorang investor, salah satu orang terkaya dunia nomor dua tahun 2006, pemilik Berkshire Hathaway Inc. Itu menyerahkan 30,7 miliar dolar ke yayasan milik Gates ini.
- Inspirasi Entrepreneur Sukses
- Jack Ma: Pendiri Alibaba.com Orang Terkaya di China
From zero to hero, mungkin hanya ungkapan itu yang tepat disematkan untuk Jack Ma karena hanya butuh waktu semalam, ia ditasbihkan menjadi orang terkaya nomor satu di China atau negeri Tirai Bambu. Ia dulu hanya seorang guru bahasa Inggris di negeri Tirai Bambu ini kemudian berubah menjadi seorang milyarder nomor satu di negara tersebut dan masuk ke dalam jajaran orang terkaya di dunia urutan 26 berkat usahanya yaitu Alibaba.com yang sukses dalam penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering) pertama yang kemudian membawanya menjadi orang kaya baru. Sebelum mendirikan bisnisnya yaitu Alibaba.com, founder atau CEO dari alibaba.com ini dahulunya hanya seorang guru bahasa Inggris. Dimana sebelum menjadi guru, ia sudah puluhan kali mendaftar pekerjaan namun selalu ditolak, ia mendaftar menjadi karyawan di KFC, namun dari 27 orang yang mandaftar hanya 26 yang diterima, dimana hanya ia satu-satunya yang tidak diterima. 30 perusahaan ia lamar namun semua perusahaan tersebut menolak lamarannya, hal itulah yang membuat ia berubah haluan menjadi guru bahasa Inggris dikarenakan ia fasih dalam berbahasa Inggris selain bahasa Mandarin.
Jack Ma atau Ma Yun lahir di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China pada tanggal 15 Oktober 1964. Jack Ma tumbuh di lingkungan penduduk yang sederhana di Hangzhou pada 1980-an. Saat itu, China baru membuka diri terhadap bangsa barat. Semasa hidupnya, dia harus berhadapan dengan berbagai masalah. Ma ditolak di setiap sekolah, tempat dia ingin belajar. Bahkan sejak Sekolah Dasar, dia sudah menerima penolakan karena ujian Matematikanya yang tidak begitu baik. Tetapi Ma bertahan dan melaluinya. Sejak usia 12 hingga 20 tahun, dia mengendarai sepedanya selama 40 menit ke hotel di mana dia dapat belajar bahasa Inggris.
Delapan tahun bergaul bersama banyak turis asing benar-benar mengubah cara pandangnya mengenai hidup. Ma merasa dirinya berpikir lebih global dibandingkan kebanyakan penduduk China lain. Apa yang diceritakan para turis sangat berbeda dengan semua yang dipelajari Ma dari para guru dan buku di sekolah.
Ma pertama kali menggunakan internet pada 1995 saat dia mencari kata `beer` dan `China`. Tetapi saat itu, Ma tidak menemukan hasil pencarian yang diharapkan melalui internet. Berbekal rasa penasaran, dia lantas menciptakan laman website untuk jasa terjemahan bahasa China dengan seorang teman. Hanya dalam beberapa jam saja, dia menerima banyak surat elektronik (email) yang cukup membantnya membangun situs tersebut. Website sederhana yang dibuatnya tersebut bisa menjadi jalan untuknya membangun pertemanan dengan banyak orang. Hal tersebutlah yang menjadi sebuah inspirasi terbentuknya Alibaba Group. Websitenya yang bernama Alibaba.com menjadi salah satu website bisnis online yang dirintisnya dari sebuah apartemen kecil. Saat itu pun ia harus bergelut dengan jaringan internet yang berjalan lambat. Situs bisnis online tersebut menjadikan Jack Ma, sang ayah dari dua orang anak, seorang penghubung antara seluruh konsumen di dunia dengan para eksportir China.
Bisnis onlinenya terus berjalan sampai akhirnya, Alibaba Group bentukannya menjadi salah satu retail online terbesar yang ada di dunia. Alibaba Group memang masih berada di bawah Wall-Mart, akan tetapi ia masih mengungguli dua retail online lainnya jika digabungkan yaitu Amazon dan ebay. Alibaba Group tidak hanya diam sampai di sana saja, grup retail online China ini mulai merambah pasar Amerika dan ikut bersaing dengan menanamkan modal yang besar yaitu sebanyak 1 miliar dolar pada beberapa perusahaan start up. Perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya adalah Fanatics, Tango, Kabam, Lyft, Uber, dan ShopRunner.
Alibaba.com, perusahaan e-commerce asal Cina, kini bersiap menggelar penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Saham New York. Jika target perolehan dana segar US$ 25 miliar tercapai, Alibaba memecahkan rekor IPO terbesar di dunia. Pencapaian Alibaba yang luar biasa tidak lepas dari peran sang pendiri, Jack Ma. Ma yang kini berusia 50 tahun bisa mengubah nasib dari guru dan pemandu bahasa Inggris untuk wisatawan menjadi CEO perusahaan besar, karena punya langkah yang terbilang canggih. Setelah membangun Alibaba, kekayaan Ma melambung hingga US$ 11 miliar. Berikut ini, fakta-fakta menarik mengenai Jack Ma.
- Jika pendiri perusahaan Internet di Amerika kebanyakan berasal dari maniak komputer, lain lagi dengan Jack Ma. Lulus dari Institut Keguruan Hangzhou, Ma menjadi guru dan guide untuk turis yang datang ke Cina. Jalan hidupnya berubah setelah mendapatkan inspirasi untuk membuat direktori bisnis, semacam buku alamat berisi daftar perusahaan. Pada 1995, saat Internet mulai mekar di Asia, Ma mendirikan China Pages, perusahaan Internet pertama di Cina. China Pages kemudian berevolusi menjadi Alibaba.
- Pada bulan Maret 1999, Ma dan 17 anggota timnya mendirikan Alibaba.com di sebuah apartemen di Kota Hangzhou. Website ini awalnya menjembatani transaksi antarbisnis, sebelum kemudian berubah menjadi e-commerce yang menangani penjualan barang secara online. Lantaran transaksi bisnis di Cina dan negara berkembang lainnya semakin besar, jasa Alibaba.com semakin dibutuhkan. Alibaba pun tumbuh menjadi perusahaan dengan pendapatan besar.
- Kekayaan Jack Ma semakin besar. Pada 2014, Ma menempati peringkat 110 dalam daftar miliarder Forbes, dengan kekayaan US$ 11 miliar. Kekayaan Ma diperkirakan semakin besar, setelah Alibaba menggelar IPO di Amerika Serikat. Meski pensiun dari jabatan CEO Alibaba pada Mei 2014, Ma tetap menjaga perannya sebagai pengarah strategis dan membangun sikap kepemimpinan di manajemen Alibaba.
- Untuk memanfaatkan waktu luang, Jack Ma berniat membuka klub Tai Chi, olahraga pernapasan khas Cina, bersama aktor Jet Li. Ma yang kini memiliki dua anak juga ingin membangun Universitas khusus wirausaha di Hangzhuo.
- Inspirasi Sukses Jack Ma
Menjadi orang sesukses Jack Ma, bukan berarti tanpa perjuangan keras. Ada usaha keras, strategi, dan kiat-kiat yang ditempuh olehnya. Berikut beberapa kiat sukses Jack Ma.
- Jeli dan pintar dalam melihat peluang usaha. Pintar dan jeli dalam melihat peluang besar menjadi salah satu kiat suksesnya. Pada saat ia mendirikan bisnis e-commerce, dari sana ia melihat satu permasalahan yang sering dihadapi oleh para pengusaha China. Masalah utama tersebut adalah kurangnya pihak mentor yang bisa menjadi penghubung para pengusaha kecil serta kurangnya infrastruktur. Ia berhasil menjadikan permasalahan tersebut sebagai sebuah peluang yang besar.
- Mempunyai visi yang besar dan semangat membangun berbagai jaringan. Jack Ma sadar, bahwa internet bisa menjadi jalan besar yang bisa menghubungkan dan menjembatani dunia bisnis terutama untuk masyarakat China. Salah satu cara untuk merealisasikan visinya tersebut adalah dengan mulai membangun koneksi yang kuat. Koneksi yang kuat ini membuatnya bisa menarik dana investasi dari rekan-rekannya.
- Selalu belajar dari mereka yang sudah sukses. Jack Ma merupakan contoh pebisnis sukses yang selalu dan banyak belajar dari mereka yang sudah mencicipi kesuksesan. Alibaba merupakan salah satu perusahaan perdagangan melalui internet. Hanya saja, Alibaba bukan perusahaan yang menyimpan persediaan dan menjualnya, grup ini hanya menjadi sebuah perantara. Sebagai perantara, Alibaba mampu untuk mengumpulkan komisi-komisi dari jasa yang telah diberikan. Bisnis model ini merupakan jenis bisnis yang lebih menguntungkan.
- Pemilihan nama grup atau perusahaan yang tepat. Pemilihan nama perusahaan harus dilakukan sebaik mungkin. Pemilihan nama cukup yang simpel, mudah diucapkan, tetapi bermakna besar dan sesuai dengan visi perusahaan. Nama Alibaba sendiri diambil Jack Ma dari nama tokoh Si Ali Baba dalam cerita negeri 1001 Malam. Karakter dari tokoh Ali Baba sendiri bagi Jack Ma sesuai dengan visi dari bisnis yang dirintisnya. Nama Alibaba ini dicetuskan pada tahun 2006 ketika ia sedang berada di sebuah kedai di San Fransisco dan tengah menikmati teh.
Bisnis online sangat luas cakupannya, yang penting Anda masih mampu menghasilkan banyak ide kreatif dan mengeksekusi ide tersebut. Membuat rencana yang jelas dan menekuni dengan sabar pasti akan berhasil suatu hari nanti.
- Nadiem Makarim: Pendiri GoJek
Mungkin tidak semua orang mengenal sosoknya, namun siapa yang tidak mengenal Go-Jek saat ini. Layaknya virus yang menjamur dengan cepat, heboh Go-Jek sebagai perusahaan Startup lokal kini telah berkembang pesat merambah luas ke kota-kota besar Indonesia dan menjelma menjadi perusahaan profesional yang menawarkan jasa transportasi antar penumpang dengan sepeda motor alias ojek. Mengusung nama Go-Jek (diambil dari kata ojek) sebagai brand membuatnya semakin mudah dikenal masyarakat Indonesia, karena tentu masyarakat sudah mengenal ojek tradisional yang keberadaannya mulai marak sejak masa krisis moneter tahun 1998. Fenomena kesuksesan Go-Jek sebagai brand kini bisa dibilang semakin melambung tinggi, terbukti tidak henti-hentinya beberapa media online ternama terus memberitakan soal Gojek, mulai dari segi positif hingga negatifnya.
Nadiem Makarim sebenarnya tidak lahir dari keluarga yang berlatar belakang pengusaha. Ayahnya merupakan seorang pengacara lokal dari Pekalongan, Jawa Tengah, sementara ibunya bekerja di bidang non profit. Di keluarga hanya dia seorang yang terjun menjadi entrepreneur. Ia pun merasa beruntung memiliki orang tua yang selalu mendukung usahanya. Nadiem kecil belajar di sebuah Sekolah Dasar Jakarta. Ketika remaja ia hijrah ke Singapura untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMA-nya. Kemudian ia hijrah ke Amerika untuk berkuliah mengambil Jurusan International Relations di Brown University, AS. Ia juga sempat mengikuti foreign exchange di London School of Economics selama satu tahun disana. Tidak puas hanya menjadi Sarjana kemudian Nadiem melanjutkan studi S2 nya di Harvard Business School hingga lulus dan kini menyandang gelar MBA (Master of Business Administration).
Menghabiskan sebagian masa mudanya diluar negeri untuk mencapai studi pendidikannya, Nadiem yang menyandang lulusan Harvard kemudian memberanikan diri pulang ke Indonesia untuk terjun ke dunia kerja. Ia pun langsung direktut bekerja menjadi Management Consultant di McKinsey & Company, yaitu sebuah perusahaan konsultan ternama di Jakarta. Merasa tidak puas bekerja selama 3 tahun di perusahaan konsultan tersebut, ia memilih berhenti dan melanjutkan karirnya dengan menjadi Co-founder dan Managing Editor Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku dalam jangka waktu berurutan, sebelum terbesit menginisiasikan lahirnya sebuah social entrepreneurship StartUp, Go-Jek.
Bermula dari obrolannya dengan sopir ojek ketika sedang nongkrong, ia mengetahui bahwa mayoritas waktu kerja ojek itu dihabiskan untuk menunggu penumpang sehingga tidak produktif. Dari situ ia lantas berkeinginan menjalankan misi sosial untuk membantu sopir ojek supaya dapat lebih produktif. Begitu dikutip darinya pada forum What Works di New Cities Summit 2015. Pada tahun 2011, berbekal tekad dan ilmu teknologi yang didapatnya saat bekerja, lantas ia menciptakan sebuah sistem jasa pemesanan ojek yg dinamakan Go-Jek. Sistem ini bekerja untuk membantu para supir ojek mendapatkan penumpang dan membantu penumpang yang membutuhkan ojek.
Sejak itu, Go-Jek mulai melayani telepon pesanan ojek melalui call center, kemudian operator call centre akan mencari driver gojek terdekat. Lalu menugaskan driver menjemput pelanggan sambil memantau kedatangan driver dengan sistem navigasi & koordinasi si pelanggan. Nadiem pun tidak mau tanggung-tanggung dalam mengembangkan bisnis startup sekaligus misi sosialnya ini. Selain menyediakan sarana teknologi bersistem call centre tersebut, Ia juga memberikan smartphone kepada mitra ojeknya guna sebagai sarana utk menerima panggilan pelanggan. Ia juga tak sungkan memfasilitasi full set keamanan berkendara (safety riding) untuk mitranya, yaitu berupa jaket dan helm SNI berwarna hijau dan berlogo Go-Jek. Hal ini juga sekaligus guna memenuhi kebutuhan branding perusahaan.
Melihat peluang ketika maraknya pengguna smartphone, Nadiem pun melakukan inovasi dengan meluncurkan aplikasi mobile Go-Jek untuk pengguna smartphone dalam mempermudah pemesanan ojek. Mobile app itu pun membawa perubahan positif. Dari semula hanya memiliki sekitar 300 mitra ojek, kini Go-Jek sudah merekrut ribuan mitra yang tersebar diwilayah Jabodetabek, Bali, Bandung dan Surabaya. Aplikasi itu pun kini sudah diunduh sebanyak lebih dari 400 ribu kali. Penambahan jumlah mitra sopir Go-Jek menjadi fokus utama rencana bisnisnya saat ini. Nadiem juga berniat untuk memperluas jangkauan Go-Jek ke seluruh Indonesia nantinya. Layanannya pun kini tidak terbatas hanya mengantarkan penumpang, melainkan juga bisa sebagai pengantar barang atau kurir.
Sebenarnya Nadiem banyak ditawari untuk membuka franchise Go-Jek di luar negeri. Namun, ia belum berminat dan ingin fokus membantu tukang ojek di Indonesia. Ia berharap, kedepan tukang ojek tidak lagi dipandang sebagai profesi kelas bawah, melainkan profesi yang profesional dan dapat diapresiasi. Melalui Go-Jek, ia telah mampu menjalankan misi sosialnya dengan membuka lapangan pekerjaan untuk ribuan orang di sektor informal. Kini para sopir ojek menjadi lebih produktif dan tidak lagi dipandang sebagai profesi yang kurang menjanjikan.
Akhir-akhir ini mungkin Anda sudah mendengar berita terkait sopir ojek tradisional yang menolak keberadaan Go-Jek di wilayah kerjanya, seperti yang terjadi di sekitar wilayah Kelapa Gading dan Universitas Indonesia. Keberadaan driver gojek dinilai oleh para supir ojek berpotensi merebut penumpangnya sehingga berakibat berkurangnya pendapatan harian mereka. Ya begitulah berita negatif mengenai GoJek saat ini. Menurut saya gesekan seperti itu lumrah terjadi di lingkungan sosial ibu kota, karena urusan perut bisa dibilang masalah yg sangat mendasar dan agak sulit dihindari. Tinggal bagaimana manajemen Go-Jek bisa menciptakan solusinya guna mengurangi potensi gesekan agar perselisihan antar sesama supir ojek bisa dihindari.
Cerita lain juga datang dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok. Seperti dikutip dari beberapa media online, bahwa Ahok berkeinginan mengintegrasikan Gojek dengan Bus Transjakarta dalam konsep Smart City. Ia pun lantas menawarkan kerjasama kepada pihak Gojek dengan tujuan agar pengguna Busway dan Gojek dapat lebih mudah merencanakan perjalanan. Sebenarnya siapa orang dibalik kesuksesan Go-Jek ini? Nadiem, sapaan akrab Nadiem Makarim adalah pendiri GoJek, ialah orang yang pertama kali memiliki ide jenius untuk membuat sistem berbasis online untuk menghubungkan sopir ojek dengan penumpang lewat teknologi internet smartphone, yaitu Aplikasi Go-Jek. Ia merupakan pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek.
Banyak entrepreneur di Indonesia yang mulai bermunculan, salah satunya Nadiem Makarim. Harus diakui Indonesia belum memiliki entrepreneur yang memiliki bisnis sekelas Mark Zuckerberg pendiri Facebook atau Drew Houston pendiri DropBox. Satu hal yang harus diapresiasi adalah, entrepreneur di Indonesia sudah mulai tumbuh dan bisnis modelnya menjadi sangat kreatif. Dibalik kesuksesan GoJek, ternyata ada sosok pendiri yang bernama Nadiem Makarim yang menjadi pucuk pimpinan. Nadie Makarim pendiri GoJek, lahir pada 4 Juli 1984. Beliau sempat mengenyam pendidikan SMA di Singapura, pendidikan Sarjana di International Relations di Brown University Amerika Serikat. Pendidikan Master di Harvard Business School. Sebelum Nadiem Makarim mendirikan GoJek, Beliau juga pernah bekerja di sebuah perusahaan konsultan Mckinsey & Company, Managing Editor di Zalora Indonesia, Chief Innovation officer di kartuku. Berdasarkan pengalamannya tersebut Nadiem Makarim mendirikan GoJek.
Nadiem Makarim pendiri GoJek saat ini menjadi CEO PT GoJek Indonesia. Nadiem memposisikan PT GoJek Indonesia merupakan penyedia jasa transportasi ojek di Indonesia yang berkembang pesat setelah meluncurkan aplikasi di ponsel pada awal 2015. Nadiem Makarim adalah seorang yang cukup setia menggunakan jasa ojek. Nadiem melihat permasalahan utama tukang ojek adalah waktu tidak produktif yang besar, seperti mangkal dan menunggu penumpang. Saat di pangkalan ojek, pengemudi ojek harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya. Disisi lain para pengguna ojek, juga merasa malas untuk berjalan mencari pangkalan ojek. Di kota-kota besar, orang lebih suka menggunakan taksi karena lebih mudah dicari.
Berdasarkan riset tersebut, Nadiem mendapatkan ide awal untuk melakukan inovasi bagaimana cara menghubungkan pengendara ojek dengan calon pembelinya. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan ponsel. GoJek dirintis pada tahun 2011 dengan menggunakan sistem yang masih sangat sederhana, yaitu calon penumpang menghubungi melalui telepon, atau kirim sms. Saat ini Nadiem Makarim pendiri GoJek telah membuktikan prestasi yang luar biasa, setidaknya ada lebih 10 ribu supir ojek yang tergabung dalam GoJek. Salah satu sumber peningkatan yang drastis karena adanya aplikasi berbasiskan Android. Harapan Nadiem Makarim pendiri GoJek adalah, perusahaannya PT. Gojek dapat membantu serta melayani seluruh masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada.
Model bisnis yang diterapkan GoJek adalah skema bagi hasil dengan supir ojek. GoJek hanya mengambil bagian 20% dan sisanya 80% adalah bagian pengendara ojek. GoJek memberikan fasilitas kepada supir berupa jaket, helm dan HP Android. Terakhir terdapat pemberitaan GoJek juga memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan kecelakaan kepada supir. Apa saja pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah sukses Nadiem Makarim pendiri GoJek?
- Solusi inovatif dengan menggunakan teknologi. Hal pertama setelah mendengar kisah Gojek, adalah solusi inovatif dengan menggunakan teknologi. Idenya sangat sederhana hanya mempermudah mempertemukan antara pengemudi ojek dengan calon penumpang. Solusi yang sederhana tersebut ternyata mendapat respons yang positif dari masyarakat dan segera berkembang pesat.
- Membuat kebutuhan baru. Pada awalnya orang tidak mau menggunakan ojek, karena di beberapa kota harga ojek cukup mahal dan permasalahan transparansi harga. Aplikasi Gojek berusaha menyadarkan pada masyarakat, ada sebuah solusi atas kebutuhan mereka. Model transportasi ojek sebenarnya dapat menjadi solusi, jika dikelola dengan benar.
- Membuka lapangan kerja baru dan padat karya. Terakhir, Gojek membuka lapangan kerja baru yang padat karya. Banyak orang-orang muda yang awalnya tidak memiliki penghasilan, saat ini dapat menghasilkan pendapatan yang cukup besar dengan menjadi pengemudi gojek.
Di Go-Jek, para ojek tidak hanya sekadar antar jemput pelanggan saja seperti tukang ojek pada umumnya, melainkan juga bisa menjadi kurir seperti personal shopper, pengantar makanan dan lainnya. Mau beli makanan apapun juga dapat dipesan, dari itulah konsepnya berkembang menjadi Go-Jek. Mekanisme pendaftaran Gojek. Buat Anda yang tertarik menjadi Gojek Driver, ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Dari segi administrasi misalnya, calon driver harus membawa fotokopi SIM, STNK dan Kartu Keluarga ke salah satu kantor Gojek yang berlokasi di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan. Setelah melengkapi administrasi, kemudian dilakukan wawancara pengecekan kondisi fisik motor dilanjutkan tes wawancara. Kemudian setiap calon driver akan menjalani training, diantaranya soal penggunaan aplikasi Gojek Driver dalam Smartphone, pelayanan pelanggan, hingga edukasi soal safety riding. Selepas itu, jika diterima akan langsung dilakukan penandatanganan kontrak. Jaket dan help juga akan dipinjamkan. Untuk masker dan hair cover dapat diambil di kantor Gojek di Jalan Wolter Monginsidi, sedangkan handphone di kantor Gojek di jalan Ciasem.
Evaluasi Mandiri
- Jelaskan makna e-commerce dan tantangannya bagi pengembangan wirausaha di Indonesia?.
- Jelaskan makna globalisasi bagi pengembangan kewirausahaan dan korelasinya dengan pengusaha kecil dan menengah?.
- Bagaimana strategi mencapai keunggulan bersaing? Jelaskan.
- Jelaskan berbagai pengertian dari strategi dalam pengembangan usaha di era globalisasi dan dampaknya bagi usaha kecil dan menengah?.
- Jelaskan proses perencanaan dan pengembangan suatu produk baik barang maupun jasa dalam suatu bidang tertentu?.
- Bentuklah kelompok di kelas dengan beranggotakan maksimal 4 orang mahasiswa setiap kelompok?.
- Simak baik-baik dalam contoh bisnis sukses Facebook tersebut diatas. Bagaimana pendapat Anda?
- Dari kasus tersebut, coba diskusikan dengan kelompok Anda dan berilah tanggapan yang memadahi sesuai dengan kompetensi Anda?.
- Inspirasi apa yang dapat kelompok Anda munculkan atau anda ambil?
- Tugas riset: carilah kasus yang sama atau yang serupa dengan kasus yang telah anda kaji di atas yang dapat anda dari berbagai sumber, diantaranya majalah (peluang usaha, duit, business weeks), internet, surat kabar atau Koran, bisnis atau usaha yang ada di sekitar lingkungan anda, dan sumber lainnya. Tugas ini anda kerjakan dalam kelompok dan setiap kelompok menunjuk wakil untuk dapat mempertahankan hasil kelompok riset di depan kelas dan mendapat tanggapan dari rekan sejawat maupun pembimbing mata kuliah kewirausahaan?.
Daftar Pustaka
Alma, Buchori. 2005. Kewirausahaan: untuk Mahasiswa dan Umum, Alfabeta : Bandung.
Assaraf, J, Smith. M. 2008. The Answer: Mencapai Sukses Bisnis, Meraih Kebebasan Finansial dan Memiliki Hidup Berkelimpahan, Terjemahan Susi Purwoko, Gramedia : Jakarta.
Carrol Anne, S. 2010. Berani Memulai dan Menjalankan Bisnis Internet. Penerbit Tiga Kelana: Jakarta.
Covey, S.R. 1997. The 7 Habits of Highly Effective People, Terjemahan Budijanto, Binarupa Aksara, Jakarta.
Donald, J,T. 2007. The Trump Way: 33 Rahasia Sukses Donald Trump, Daras: Jakarta.
Hisrich, Robert D dan Michael P. Peter. 1998. Entrepreneurship, Boston, MA : Irwin International, Inc.
Hukude Gail P. 2006. Small Business on Entrepreneurs Business Plan, Internasional Edition, Thomson Higher Education: Ohio.
James, G. 2009. Setiap Orang Sales Harus Baca Buku Ini, Gramedia : Jakarta.
John Maxwell,C. 2008. Make Today Count : Buatlah Hari Ini Bermakna, Terjemahan Marlene T, MIC Publishing: Jakarta.
Leonardus, S, 2009, Kewirausahaan: Teori, Praktek dan Kasus-Kasus, Salemba Empat: Jakarta.
Multimedia Communication, 2005, Are You An Entrepreneur: Kumpulan Materi Pelatihan Manajemen Aplikatif. Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia, Penerbit Pustaka Inti.
Masasya, Elvyn G Irianto, 2007, 25 Rahasia : Mengelola Usaha Di Era Turbulensi, Rinto Hendro: Jakarta.
Mulyadi, N. 2009, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Alfabeta: Bandung.
Rhenald Kasali, 2007, Re-Code Your Change DNA, Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Sony Eko Y. 2013. Entrepreneur Top Secret. Elex Media Komputindo.
Teguh, M. 2006, One Million 2nd Changes, Progesssio : Bandung.
Zimmerer, W, Thomas, Norman, M. Scarborough, 1996, Entrepreneurship and the New Venture Formation, Prentice Hall Inc: New Jersey.
Valentino Dinsi. 2011. Bisnis Rumahan Bermodal Cekak, Omzet Miliaran. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
You may also like
ETIKA BISNIS BERWIRAUSAHA
BAB XI ETIKA BISNIS BERWIRAUSAHA Pembahasan Materi Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang pengertian etika berwirausaha, hak dan kewajiban konsumen, hak dan kewajiban produsen, perbuatan yang dilarang bagi produsen, fundamental etika yang berlaku pada semua bisnis, prinsip dan …
INOVASI PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP
BAB X INOVASI PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP Pembahasan Materi Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang konsep inovasi, inovasi merupakan kebutuhan mendesak, kreativitas dan inovasi entrepreneurship, karakteristik organisasi kreatif, ciri utama inovatif entrepreneur, tujuan pembelajaran entrepreneurship, proses pembelajaran pada laboratorium entrepreneurship, …
MENGELOLA KEUANGAN USAHA
BAB IX MENGELOLA KEUANGAN USAHA Pembahasan Materi Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang memahami uang, memahami lembaga keuangan, memahami modal usaha, sumber modal usaha, memahami akuntansi, memahami manajemen keuangan, sasaran dan fungsi keuangan, laporan keuangan, menganalisis laporan …
