Day 4: Jejak Sejarah Kota Malaka
Hari keempat dimulai dengan kurang bersemangat karena panas tinggi dan badan lemas. Namun, semangat petualangan tetap membara!
Pagi itu, kami naik bus menuju Hobbit Park di Putrajaya. Hobbit Park, memiliki desain yang unik dan rumah-rumah hobbit yang menggemaskan, menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan arsitektur modern Putrajaya. Taman ini menjadi daya tarik wisata yang populer, terutama bagi keluarga dan penggemar film “The Lord of the Rings”.
Setelah berfoto dan menikmati suasana Hobbit Park, tujuan selanjutnya adalah kota bersejarah Melaka. Melaka, kota yang kaya akan sejarah, adalah saksi bisu dari berbagai era penjajahan dan perdagangan. Didirikan oleh Parameswara pada abad ke-14, Melaka dengan cepat berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara, menarik pedagang dari berbagai penjuru dunia, termasuk Tiongkok, India, Arab, dan Eropa. Pada tahun 2008, UNESCO mengakui nilai sejarah dan budayanya dengan memasukkannya ke dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Di tengah cuaca yang panas, kami menikmati es cendol yang segar. Setelah itu, saya berpisah dengan teman-teman yang ingin mengunjungi Gereja Merah. Karena kondisi badan yang kurang fit dan tangga yang harus dilalui, saya memilih untuk beristirahat. Bersama teman saya Sylva dan Dosen kami Bapak Heru, kami menaiki becak yang unik, dihiasi dengan pernak-pernik yang menarik.
Kami berhenti di sebuah tempat makan sambil menunggu teman-teman. Di sana, Pak Heru membelikan kami es kelapa langsung dari buahnya. Beliau juga dengan penuh perhatian membelikan obat untuk saya, sungguh terharu!
Setelah sekitar satu jam, teman-teman kembali dan kami makan bersama. Saya menikmati nasi ayam lemak yang sangat nikmat. Setelah perut kenyang dan hati senang, kami kembali ke IIUM.
