Day 3: Kuala Lumpur, Manisnya Cokelat Beryl’s, Sentuhan Seni di Galeri Petronas, dan Kilauan Petronas
Usai sarapan di Asrama, Hari ini kita akan mengunjungi beberapa tempat, Tujuan pertama adalah Beryl’s Chocolate Kingdom, Kami menaiki transportasi publik kebanggaan Malaysia, LRT/MRT. Ini adalah Pengalaman perdana saya menaiki kereta dan ternyata menyenangkan.
Sesampainya di Beryl’s Chocolate Kingdom, Ternyata, Beryl’s bukan sekadar toko cokelat biasa. Beryl didirikan pada tahun 1995, Beryl’s menjelma menjadi salah satu produsen cokelat terkemuka di Malaysia, menawarkan berbagai macam produk cokelat premium dengan cita rasa yang khas. Di museum cokelat Beryl’s, kami menyelami sejarah cokelat yang kaya, dari biji kakao yang dulunya berharga sebagai alat tukar, hingga menjadi camilan primadona dunia. Kami juga bisa melihat proses pembuatan cokelat dari atas museum Beryl’s karena dilengkapi oleh kaca, proses pembuatan cokelat sangat menarik bahkan sempat melambaikan tangan pada para pembuat coklat. Setelah mengunjungi museum saya membeli beberapa cokelat Beryl’s untuk oleh-oleh.
Saat jam menunjukkan pukul 12, para pria bergegas menunaikan sholat Jumat, sementara kami para wanita bersantai di Beryl’s. Tidak lupa, saya membeli kopi di Beryl sambil menunggu para pria kembali, kopi di Malaysia memang enak sekali.
Petualangan berlanjut ke KLCC, Setelah sampai kami akhirnya makan, dan setelah bingung memilih ingin memakan apa, saya memutuskan membeli makanan yang familier dengan lidah saya yaitu nasi rendang.
Usai mengisi perut, kami mengunjungi Galeri Petronas yang terletak di KLCC. Galeri ini didirikan pada tahun 1993 sebagai bagian dari komitmen Petronas terhadap pengembangan seni dan budaya di Malaysia. Galeri Petronas memiliki koleksi seni yang beragam, mulai dari karya seni tradisional hingga seni kontemporer, dengan fokus pada karya seni Malaysia dan Asia Tenggara. Di sini, kami disuguhi berbagai macam karya seni dari seniman lokal dan internasional, mulai dari lukisan, patung, hingga instalasi seni kontemporer yang memukau.
Namun, puncak dari hari ini adalah saat kami berdiri di hadapan Menara Kembar Petronas, yang dirancang oleh arsitek Argentina-Amerika, César Pelli, dan selesai dibangun pada tahun 1998, Menara Kembar Petronas pernah menyandang gelar sebagai menara tertinggi di dunia sebelum akhirnya dikalahkan oleh Taipei 101 pada tahun 2004. Bukan sekadar bangunan pencakar langit biasa, menara ini adalah ikon kebanggaan Malaysia, simbol kemajuan yang memukau dunia dengan desainnya yang terinspirasi dari motif geometris dalam seni Islam. Puas mengagumi kemegahan Petronas, kami kembali ke IIUM dan menutup hari dengan kelezatan nasi kandar di kantin asrama putra.
