MENGELOLA KEUANGAN USAHA
- Posted by sudaryono
- Categories Karya Tulis
- Date 08 Agustus 2025
- Comments 0 comment
BAB IX
MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Pembahasan Materi
Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang memahami uang, memahami lembaga keuangan, memahami modal usaha, sumber modal usaha, memahami akuntansi, memahami manajemen keuangan, sasaran dan fungsi keuangan, laporan keuangan, menganalisis laporan keuangan, pendanaan aktiva lancar, dan peran manajer keuangan.
- Memahami Uang
Uang adalah setiap benda yang mudah dibawa, mudah dibagi, berdaya tahan lama, dan stabil. Uang memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai alat penukar, penyimpanan kekayaan, dan alat kesatuan hitung. Apabila penawaran uang tinggi, nilai uang akan jatuh. Sebaliknya bila penawaran uang rendah nilainya akan meningkat. Uang kertas dan uang logam merupakan mata uang yang dikeluarkan oleh Pemerintah (Eddy Soeryanto, 2010). Cek adalah alat bayar pengganti uang tunai, sedangkan rekening giro merupakan rekening bank yang dapat ditarik kapan saja. Deposito adalah sejumlah uang yangdisimpan untuk jangka waktu tertentu (1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun). Kartu kredit adalah kartu plastik yang dikeluarkan Bank untuk membayar belanja dan membayar kembali jumlah yang dipakai tersebut pada tanggal jatuh tempo. Kartu debet adalah kartu plastik yang mengizinkan bank itu mengambil uang dari pelanggan giro pemakai dan perpindahan ke pelanggan pedagang eceran (Djajasukma Tjahjadi, 2003). Saat ini penggunaan kartu kredit sudah sangat luas dan bermacam-macam jenisnya, seperti visa card, Master Card, American Express, Diners Club, dan lain-lain.
- Memahami Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan berfungsi sebagai tempat terjadinya transaksi keuangan dari sektor yang mengalami surplus ke sektor yang defisit. Lembaga keuangan dibedakan atas lembaga deposito dan lembaga non deposito. Lembaga deposito menerima simpanan dari nasabah, memeriksadan membukukan rekening tabungan di bank, pinjaman-pinjaman , dan jasa perbankan lain. Lembaga deposito meliputi (Leonardus Saiman. 2009):
- Bank Umum, adalah lembaga financial yang diizinkan secara resmi oleh pemerinah untuk menerima deposito yang akan digunakan untuk memberikan pinjaman dan memperoleh laba.
- Saving and Loan Associations, adalah lembaga keuangan seperti bank umum yang menerima deposito dan memberikan pinjaman terutama untuk kredit rumah.
- Mutual Savings Bank, adalah lembaga keuangan yang para depositornya adalah pemilik yang membagi laba yang dihasilkan.
- Credit Union, adalah lembaga keuangan yang menerima bentuk, dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya (karyawan organisasi tertentu).
Lembaga Non–Deposito adalah berbagai organisasi lain yang mengambil uang, menyediakan bunga dan jasa lainnya, dan memberikan pinjaman. Lembaga non deposito terdiri atas:
- Dana Pensiun (pension fund), adalah pool dana deposito yang dikelola untuk memberikan pendapatan pensiun kepada anggota – anggotanya.
- Perusahaan Ansuransi (insurance companies), adalah lembaga nondeposito yang menginvestasikan dana dari premi yang dibebankan untuk jaminan perlindungan asuransi
- Perusahaan Pembiayaan (finance companies), adalah lembaga nondeposito yang mengkhususkan diri memberikan pinjaman, kepada bisnis maupun perseorangan.
- Perantara Pedagang Eek securities investment dealers/brokers), lembaga non deposito yang membeli dan menjual saham serta obligasi kepada para investor dengan harapan dapat dijual kembali dikemudian hari dengan suatu keuntungan
Electronic Banking adalah mesin yang digunakan dalam dunia perbankan guna menunjang pelayanan kepada para nasabah. Electronic banking meliputi (Ali Mahmudi, 2006):
- Anjungan tunai mandiri (automated teller machines), adalah mesin elektonik yang dapat membantu nasabah mengambil uang, menstrasnfer dana antarrekening, dan menginformasikan status rekening selama 24 jam sehari.
- Transfer dana electronik (electronic funds transfer) adalah system yang mengonmunikan dana melalui gelombang elektris melalui kabel atau microwave.
- Memahami Modal Usaha
Untuk dapat menjalankan usaha kita membutuhkan modal awal yang nilainya bervariasi bergantung jenis usaha yang bukan dijalankan sertabesar kecilnya usaha tersebut saat akan dimulai. Modal adalah segala bentuk kekayaan yang digunakan untuk menghasilkan kekayaan yang lebih besar lagi.
Modal yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha meliputi (Suryana, 2008):
- Modal Tetap (fixed capital) atau modal investasi awal adalah modal yang diperlukan untuk mengadakan asset tetap atau permanen di kantor, dan kebutuhan primer penunjang dapat dimulainya suatuusaha. Uang yang dipakai untuk modal tetap ini sifatnya cenderung beku karena tidak dapatdipergunakan untuk tujuan lain.
- Jika kita membuka usaha rental komputer, maka modal tetap yang diperlukan sebagai investasi awal adalah untuk sewa ruangan, pembelian meja, kursi. Pembiyaannya dapat dilakukan dengan pola sewa ruangan dan leasing alat-alat kantor kantor terlebih dahulu sebelum kelak dibeli bila dananya sudah mencukupi.
- Modal Kerja (working capital) adalah modal yang dibutuhkan untuk pembelian atau pembuatan suatu produk atau jasa. Modal kerja biasanya dipakai untuk membeli bahan baku untuk memenuhi permintaan konsumen. Contoh, jika usaha kita menjual Roti, maka modal kerja dibutuhkan untuk membeli tepung, mentega, telur, minyak goring, gula, pengharum makanan. Tanpa modal kerja kita tidak akan dapat menggerakkan usaha. Modal Kerja dapat diminimalkan melalui kerja sama dengan pihak distributor bahan baku misalnya, dimana pembayaran dilakukan setiap hari minggu atau akhir bulan
- Modal Operasional (operational capital) adalah modal rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk mendanai usaha kita. Contohnya, upah atau gaji pegawai, biaya listrik, air telepon. Agar modal operasional tidak terlalu besar, tahap awaljumlah pegawai sesuai kebutuhan saja, jangan terlalu banyak. Listrik yang tidak perlu diminimalkan atau dimatikan setelah jam kerja.
- Sumber Modal Usaha
Untuk memperoleh modal usaha, sumber-sumber berikut dapat dijadikan pertimbangan, antara lain:
- Tabungan Pribadi. Sumber modal utama yang perlu kita lihat sebelum meminjam ke orang lain adalah dana sendiri yang kita miliki, apakah berupa tabungan deposito atau harta lainnya (emas atau surat berharga). Tabungan pribadi paling kecil resikonya tidak memberikan beban bila digunakan sebagai modal awal usaha. Kemampuan untuk mandiri (self-suffiency) menyebabkan para entrepreuneur lebih suka memakai tabungan pribadi sebagai modal usaha daripada meminjam orang lain.
- Teman dan Anggota Keluarga. Teman dan anggota keluarga merupakan pilihan berikut para entrepreuner dalam mendapatkan modal usaha. Karena kedekatan hubungan yang dimiliki, teman dan anggota keluarga lebih memberi peluang bagi pendanaan usaha dan tidak menyertakann persyaratan yang memberatkan atau rumit. Walaupun demikian kita harus jujur dan professional dalam memperlakukan teman atau anggota keluarga seperti mitra bisnis lainnya
- Modal usaha dapat juga diperoleh dari pegadaian dengan menjaminkan harta benda yang kita miliki, seperti mobil, motor, perhiasan emas untuk jangka waktu tertentu. Nilai pinjaman bisa mencapai 95% dari dari nilai barang yang digadaikan, dengan suku bunga relatif rendah.
- Investor Swasta. Investor Swasta adalah individu kaya atau berkecukupan, biasanya juga seorang entrepreuneur, yang mau membiayai usaha yang kita bangn. Sang Investor biasanya akan melihat track record, karakter pribadi kita, atau kelayakan usaha tersebut sebelum yang bersangkutan mengucurkan dananya. Bentuk pinjaman dana dari sang Investor dapat berupa pinjaman murni, penyertaan modal atau kepemilikan saham, bergantung kesepakatan awal yang kita bangun.
- Mitra kita dapat menggandeng mitra untuk memperoleh dana usaha maupun untuk pengembangan usaha. Untuk mitra ini tertentu kita harus mempertimbangkan dampak dari penyerahan beberapa persen kendali kita atas perusahaan, berbagai laba, dan risiko kehilangan control yang dapat terjadi atas bisnis tersebut.
- Pinjaman Bank. Sumber modal usaha lainnya yaitu melalui pinjaman atau kredit dari Bank. Jenis yang dapat diperoleh dari Bank adalah (Supriyono & Suparwoto, 2007):
- Kredit Usaha, yaitu kredit yang dikucurkan untuk memenuhi kebutuhan akan modal usaha atau membiayai usaha yang prospektif, seperti di bidang pertanian, perdagangan, peternakan, perikanan, pendidikan, industry rumah tangga, dan jasa
- Kredit Konsumsi, yaitu kredit yang dipergunakan untuk membiayaan konsumtif, sperti Kredit kepemilikan rumah tangga (KPR) atau kredit kendaraan kendaraan bermotor (KKB). Suku bunga untuk kredit ini biasanya lebih besar dari kredit usaha.
- Kredit Serba Guna, yaitu kredit yang dapat digunakan untuk tujuan apapun, baik untuk usaha maupun konsumsi. Salah satu produk kredit serbaguna yang saat ini cukup popular adalah kredit tanpa agunan, dimana nasabah cukup menyerahkan surat pengangkatan Pegawai, penghasilan tetap,dan ijazah untuk memperolehnya.
Untuk memperoleh kredit dari Bank biasanya kita harus menyerahkan jaminan yang nilainya harus lebih besar dari pinjaman yang diajukan. Untuk kredit rumah maka rumah tersebut biasanya dijadikan sebagai jaminan. Selain itu, jaminan meliputi tanah, kendaraan, dan tempat usaha, sering dimintakan oleh Pihak Bank dalam mempertimbangkan proposal dari nasabahnya.
- Perusahaan Modal Ventura. Merupakan organisasi swasta berorientasi laba yang memberikan sejumlah modal usaha kepada perusahaan kecil yang diyakininya memiliki potensi pertumbuhan dan laba yang tinggi (hingga 300%-500% pertahun), kemudian menggunakannya untuk membeli sisi ekuitas dalam perusahaan tersebut. Manfaat penting atas keterlibatan perusahaan modal ventura yakni kedibilitasnya. Pintu bisnis yang biasanya tertutup bagi perusahaan kecil secara otomatis akan terbuka ketika korporasi yang tepat menjadi mitra strategisnya.
- Memahami Akuntansi
Akuntansi dalah sistem komprehensif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyampaikan informasi keuangan. Hal ini mengukur kinerja bisnis dan menerjemahkan ukuran–ukuran tersebut menjadi informasi bagi keputusan manajemen. Akutansi menggunakan ukuran-ukuran kinerja untuk memberi laporan kinerja kepada Pemilik, masyarakat umum, badan– badan hukum. Untuk menjalankan fungsi-fungsi ini, akutansi mencatat transaksi seperti pajak yang dibayar, penghasilan yang diterima, dan pengeluaran yang terjadi (Haryono Jusup, 2001). Proses akutansi meliputi sejumlah langkah antara catatan penjualan dan transaksi lainnya terhadap laporan eksternal maupun internal mengenai kesimpulan dari hasil keuangan.
Sistem Informasi Akutansi merupakan alat terorganisasi untuk mengidentifikasi mengukur dan mencatat, dan menyimpan informasi keuangan sehingga dapat dilakukan dalam laporan akutansi dan manajemen. System tersebut mencakup seluruh orang, laporan, komputer, prosedur, dan sumber daya untuk menyusun transaksi-transaksi keuangan. Pemimpin SIA adalah contoh teller, yakni orang yang mengelola seluruh kegiatan akutansi perusahaan (Ali Mahmudi, 2006). Bidang akuntansi dibedakan atas akuntansi manajerial dan akuntansi keuangan. Akuntansi manajerial terkait dengan pengguna dalam (internal), yakni para manajer diberbagai tingkatan dalam perusahaan dalam perusahaan yang memerlukan informasi untuk membuat keputusan untuk departemen mereka, untuk memonitor proyek-proyek yang sedang berjalan, dan untuk merencanakan kegiatan-kegiatan dimasa yang akan datang.
Audit (auditing akuntansi pemeriksaan) pada suatu perusahaan merupakan penelitian sistematis atas sistem akutansi diperusahaan tersebut unt menetapkan apakah laporan keuangannya cukup mencerminkan operasinya. Perusahaan biasanya menyiapkan laporan audit bila hendak melakukan pinjaman, menjual saham, atau akan melakukan penstrukturan ulang besar.
Konsep Dasar Akutansi. Setiap bekerja dengan data keuangan, para akutan berpedoman kepada tiga konsep dasar akuntansi, yaitu persamaan akutansi, pembukuan dua sisi dan prinsip pencocokan (Weygandt, Kieso, Kimmel, 2005).
Persamaan akutansi dinyatakan sebagai : Aset = Utang + Modal sendiri
Sebagai contoh, jika perusahaan memiliki utang Rp. 5.000.000 dan modal sendiri Rp 3.000.000, maka aset perusahaan sebesar Rp. 8.000.000,-
Aset (Assets) atau harta atau aktiva adalah setiap sumber daya ekonomi yang diharapkan bermanfaat bagi perusahaan atau pemiliknya. Aset berupa materi berharga yang dimiliki atau sewa, seperti peralatan, uang tunai, tanah, bangunan persediaan, investasi – investasi, hak paten, dan hak cipta. Utang atau kewajiban (Liabilities) atau Pasiva adalah utang perusahaan atau pemilik kepada krediturnya, seperti bank-bank dan para penyalur.
Modal Pemilik (Owners’ equity) adalah jumlah uang yang Pembukuan Dua Sisi (Double-Entry Bookeeping) adalah cara transaksi perekaman keuangan yang memerlukandua masukan (dua account) untuk mencatat pengaruh ganda pada setiap transaksi sehingga persamaanakutansinya selalu dalam keseimbangan (Supriyono & Suparwoto, 2006). Prinsip pencocokan (Matching Principle) menyatakan bahwa pengeluaran akan dicocokan dengan pendapatan untuk menentukan laba bersih dalam satu periode akutansi. Laba bersih dihitung dengan pengeluaran dan pendapatan memungkinkan laporan keuangan menyajikan satu gambar yang akurat dari profitabilitas satu bisnis.
- Memahami Manajemen Keuangan
Keuangan atau finance adalah bidang yang sangat luas dan dinamis. Keuangan langsung mempengaruhi sisi kehidupan setiap orang dan setiap perusahaan. Secara umum, keuangan didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam mengelola uang (the art and science of managing money). Jika kita berbicara tentang keuangan, maka ada tiga area yang saling berkaitan, yaitu: (1) money and capital markets, termasuk di dalamnya pasar sekuritas dan lembaga keuangan, (2) investments, baik yang dibuat oleh investor individual maupun lembaga dalam memilih portofolio sekuritas, dan (3) financial management, yang mencakup pembuatan keputusan keuangan dalam perusahaan (Hadari Yunus & Harnanto, 2008).
Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam suatu perusahaan, yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana dan pembagian hasil operasi perusahaan. Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggungjawab manajer keuangan. Meskipun tugas dan tanggungjawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi: keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan saham dan pembagian deviden suatu perusahan. Peranan strategi dan kebijaksanaan aspek pembelanjaan atau keuangan ini adalah untuk mengarahkan penggunaan sumber daya-sumber daya ekonomis perusahaan dalam membantu secara paling efektif pencapaian tujuan dan strategi perusahaan. Suatu strategi dan kebijaksanaan aspek pembelajaan investasi modal jangka panjang, alokasi deviden, manajemen aktiva jangka pendek, penggunaan pembelanjaan hutang dan sebagainya.
Bidang-bidang keputusan strategik meliputi empat komponen strategi dan kebijaksanaan aspek pembelajaannya itu struktur modal, manajemen hutang, manajemen deviden dan manajemen modal kerja. Manager keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva-aktiva tersebut. Untuk membelanjai kebutuhan dana tersebut, manajer keuangan dapat memenuhinya dari sumber yang berasal dari luar perusahaan dan dapat juga berasal dari dalam perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, yaitu pertemuan antara pihak membutuhkan dana dan pihak yang menyediakan dana. Dana yang berasal dari pasar modal ini dapat berbentuk hutang (obligasi) atau modal sendiri (saham). Sumber dari dalam perusahaan berasal dari penyisihan laba perusahaan (laba ditahan), cadangan, maupun depresiasi (Eddy Soeryanto, 2010).
Manajemen keuangan sangat menaruh perhatian besar pada pertanyaan-pertanyaan penting yang dihadapi oleh semua unit usaha baik perusahaan yang bersifat profit motif maupun yang non profit motif.
- Bagaimana aktiva yang diperlukan untuk kelangsungan perusahaan dapat diperoleh?
- Bagaimana aktiva yang diperoleh tersebut dibiaya, ini menyangkut biaya dan sumber dana?
- Bagaimana kombinasi sumber dana yang tepat dipertahankan untuk membiayai kegiatan perusahaan, hal ini menyangkut struktur modal?
- Apakah laba yang diperoleh dari operasi sebaiknya digunakan atau dibagikan, bagaimana kebijakan dividen yang optimal?
- Trade off antara resiko dan keuntungan yang diharapkan yang harus diperhatikan dalam keputusan manajemen keuangan?
Untuk memahami secara lebih praktis tentang manajemen keuangan perlu ditegaskan obyektif dari manajemen keuangan (Mueller, Gerhard, & Lauren, 1998):
- Maksiminasi keuntungan adalah tidak dapat sebagai pedoman dalam berbagai keputusan keuangan, hal ini disebabkan:
- Maksimisasi keuangan tidak memperhatikan dimensi waktu
- Terminologi keuntungan memiliki pengertian ganda, disebabkan karena terdapat banyak definisi dari keuntungan
- Maksimisasi keuntungan tidak memperhatikan faktor resiko.
- Maksimisasi kemakmuran pemegang saham adalah tujuan yang lebih tepat sebagai pedoman keputusan manajemen keuangan
- Maksimisasi kemakmuran berarti memaksimumkan nilai sekarang (present value) semua keuntungan di masa datang yang akan diterima oleh pemilik perusahaan
- Kelebihan maksimisasi kemakmuran pemegang saham adalah bahwa secara konseptual jelas sebagai pedoman di dalam pengembalian keputusan yang mempertimbangkan faktor resiko
- Manajemen harus dapat menyeimbangkan kepentingan pemilik, kreditur dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan
- Maksimisasi nilai lebih menekankan pada aliran kas daripada sekedar laba bersih dalam pengertian akuntansi.
- Maksimisasi kemakmuran pemegang saham tidak mengingkari adanya social objective dan kewajiban sosial. Tanggungjawab sosial adalah satu aspek penting dari goals perusahaan.
- Keberhasilan memaksimumkan nilai perusahaan akan memberikan sumbangan yang berarti kepada lingkungan social secara keseluruhan
- Pengaruh lingkungan eksternal seperti polusi, keselamatan kerja, keamanan produk juga perlu diperhitungkan
- Kepekaan terhadap faktor eksternal merupakan salah satu syarat penting agar perusahaan tetap dapat memperhatikan kelangsungan hidup
- Perusahaan harus dapat memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dalam kendala legal dan sosial dan bertanggungjawab terhadap perubahan lingkungan.
- Sasaran dan Fungsi Keuangan
Sasaran dari manajemen keuangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan antara lain menyangkut dua hal berikut ini:
- Creating Value. Tujuan daripada perusahaan adalah untuk meningkatkan kekayaan pemiliknya semaksimal mungkin (to create value of its stakeholders). Value dalam konteks ini dinyatakan dengan harga pasar dari saham (market price of the company’s common stock)
- Profit Maximization versus Value Creation. Profit Maximization dianggap sebagai sasaran yang tepat dari perusahaan. Dalam konteks ini profit maximization dicerminkan dengan total keuntungan.
Namun ada pandangan yang menyatakan bahwa value creation lebih inklusif, value creation dalam hal ini dicerminkan dengan EPS (Earning Per Share). Tujuan yang harus dicapai oleh manajer keuangan adalah maximization wealth of stockholder melalui maksimisasi nilai perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimumkan present value semua keuntungan pemegang saham yang diharapkan akan diperoleh di masa yang akan datang. Sedangkan kemakmuran pemegang saham akan meningkat apabila nilai perusahaan yang dimilikinya meningkat dengan demikian bila perusahaan melakukan investasi yang bersifat spekulatif, ada kecenderungan harga saham akan turun karena resiko usahanya menjadi semakin besar. Fungsi keuangan mencakup tiga kebijaksanaan perusahaan yang utama: 1. Invesment decision. 2. Financing decision. 3. Devidend decision. Orientasi dari ketiga decision tersebut adalah the creation of value meliputi ((Mueller, Gerhard, & Lauren, 1998):
- Invesment decision. Meliputi alokasi capital kedalam proposal investasi yang menguntungkan dan dapat direalisasi di masa yang akan datang. Masa yang akan datang sifatnya uncertainty sehingga dalam investment decision harus memperhatikan hubungan antara expented return dengan risk-nya. Manajer keuangan perlu menetapkan jumlah uang yang harus ada dalam setiap saat bahkan bila jumlah tersebut telah diketahui, komposisi dari aktiva harus juga ditentukan.
- Financing decision. Meliputi penentuan the best financing mix on capital structure. Dalam keputusan pendanaan ini, manajer berhubungan dengan perbaikan sisi kanan neraca. Berapa jumlah utang yang dimiliki perusahaan, berapa besarnya dana yang harus disiapkan dari pemilik, merupakan kebijakan yang sangat penting untuk ditentukan mengingat secara teoritis belum ada perimbangan sumber-sumber dana yang ideal.
- Dividend decision. Meliputi penentuan persentase earning yang dibagikan kepada stakeholder dalam cash dividend. Kebijakan ini harus dipandang sebagai kebijakan yang integral dengan kebijakan pendanaan. Rasio pembayaran deviden (deviden payout ratio) menetapkan jumlah laba yang dapat ditahan dalam perusahaan. Semakin banyak jumlah laba saat ini yang ditahan dalam perusahaan berarti semakin sedikit uang yang akan tersedia bagi pembayaran deviden saat ini. Nilai dari deviden yang dibayarkan harus diseimbangkan dengan biaya kesempatan laba ditahan yang tidak dibagikan sebagai cara untuk pendanaan melalui ekuitas.
Selain ketiga fungsi tersebut, masih terdapat satu lagi fungsi keuangan yaitu keputusan manajemen aktiva. Fungsi ini merupakan fungsi tambahan akibat berkembangnya aktivitas dalam perusahaan. Ketika aktiva telah diperoleh dan pendanaan yang tepat telah tersedia, aktiva ini masih harus dikelola secara efisien. Manajer keuangan dibebani dengan tanggungjawab operasional atas berbagai aktiva yang ada. Tanggungjawab ini membuat manajer keuangan menjadi lebih memperhatikan aktiva lancar daripada aktiva tetap.
- Laporan Keuangan
Seorang wirausahawan harus mengetahui laporan keuangan dasar yang mengukur posisi keuangan perusahaan, meliputi: neraca, laporan rugi-laba, dan laporan arus kas. Laporan keuangan adalah setiap jenis laporan yang meringkas status keuangan perusahaan untuk membantu pembuatan keputusan manajerial (Leonardus Saiman, 2009). Neraca (balance sheet) adalah keuangan yang merinci aktiva, pasiva, dan modal sendiri dari sebuah perusahaan. Neraca kadang kala disebut sebagai laporan posisi keuangan. Aktiva adalah setiap sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan untuk memperoleh keuntungan dikemudian hari. Sebagaian besar perusahaan memiliki tiga jenis aktiva: aktiva lancar, aktiva tetap, dan aktiva tak berwujud.
Aktiva Lancar (current assets) adalah aset termasuk uang kas yang dapat atau akan diubah menjadi uang dalam waktu beberapa tahun mendatang. Biasanya terdaftar dalam likuiditas (liquidity), tingkat kemudahan suatu aset untuk diubah menjadi uang tunai. Uang kas adalah aktiva yang paling liquid sedangkan surat-surat berharga (maretable securities), yaitu saham yang dibeli sebagai investasi jangka pendek, merupakan aktiva yang sedikit kurang liquid tetapi dapat dijual secara cepat apabila dibutuhkan (securitas berupa saham atau dari perusahaan-perusahaan sekuritas Pemerintah, dan sertifikat pasar uang).
Aset non–liquid, meliputi (Hadari Yunus & Harnanto, 2008):
- Piutang dagang (accounts receivables), adalah julah yang harus dibayar pelanggan yang telah membeli barang-barang secara kredit (biasamya 30 hari sejak penjualan).
- Persediaan barang dagangan (merchandise iventory), adalah biaya barang – barang tetap berada ditangan.
- Belanja bayar di muka (prepaid expense), mencakup seluruh pasokan di tangan dan sewa yang dibayar untu periode mendatang.
Aktiva Tetap (Fixed assets) adalah aset dengan penggunaan atau nilai jangka panjang, seperti tanah, gedung, dan peralatan. Aktiva tetap ini dapat berkurang nilainya seiring dengan usia, dimana terjadi penyusutan (depreciation). Aktiva Tak Berwujud (intangible assets) adalah aset non fisik seperti hak paten atau merek dagang, hak cipta, dan fee laba, yang memiliki nilai ekonomis dalam bentuk manfaat yang diharapkan.
Pasiva (liabilities) adalah klaim kreditor terhadap aset perusahaan. Pasiva lancar (current liabilities) adalah utang – utang yang harus dibayarkan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Tercakup di dalamnya yakni utang dagang (account payable) berupa tagihan-tagihan pasokan yang belum dibayar kepada pemasok seperti gaji dan pajak yang haru dibayarkan pada tahun mendatang. Utang jangka panjang (long-term liabilities) adalah utang – utang yang belum jatuh tempo selama lebih dari satu tahun (pinjaman ditambah bunganya)
Modal sendiri (owner’s equity) yaitu nilai investasi pemilik dalam perusahaan. Ini merupakan faktor penyeimbang dalam neraca, dimana modal sendiri terbagi ke dalam saham biasa, modal disetor, dan sisa laba. Modal disetor (paid–in capital) adalah tambahan uang yang diinvestasikan dalam perusahaan oleh pemiliknya. Sisa Laba (retained earnings) adalah laba bersih dikurangi pembayaran dividen kepada para pemegang saham.
Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi (income statement atau profit and loss statement) yaitu membandingkan pengeluaran terhadap pendapatan untuk menunjukkan laba bersih (atau rugi bersih) suatu perushaan. Laba (atau Rugi) = Pendapatan – Pengeluran
Laporan laba rugi menggambarkan profitabilitas perusahaan sepanjang waktu. Laporan laba – rugi tahunan melaporkan setahun. Laporan laba – rugi terdiri dari tiga kategori utama : pendapatan, harga pokok penjualan, dan biaya usaha.
Pendapatan (reveneu) adalah dana yang dialirkan kepada perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa. Harga pokok penjualan (cost of goods sold) adalah jumlah biaya termasuk ongkos kiri dari barang dagangan yang dijual selama periode tertentu. Pedagang grosir, pengecer dan pemanufaktur menghitung harga pokok dengan penjuaran dengan cara menambahkan pembelian terhadap persediaan awal dan menguranginya dengan persediaan akhir. Perusahaan jasa, umumnya tidak memiliki harga pokok penjualan. Karena tidak memiliki persediaan.
Laba Bruto (Margin Kotor) adalah pendapatan dari barang-barang yang dijual dikurangi harga pokok penjualan. Laba bruto dibagi dengan penjualan bersih disebut Margin Laba Bruto (gross profit margin), hal yang harus diperhatikan oleh pemilik bisnis kecil. Jika margin laba bruto terlalu rendah, perusahaan tersebut kemungkinan besar akan merugi (pendapatan bersih negatif). Untuk itu harga harus dinaikkan, memangkas biaya produksi atau pembelian, menolak pesanan dengan margin laba yang rendah, atau menambah produk baru dengan margin laba yang lebih menarik.
Biaya Operasional (operating expenses) adalah biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan produki dan distribusi barang. Biaya ini harus dikeluarkan agar perusahaan dapat memperoleh pendapatan. Biaya perniagaan (selling expenes) berasal dari kegiatan yang berkaitan dengan penjualan barang atau jasa perusahaan seperti gaji untuk tenaga penjual, bagi perantara, dan biaya iklan. Biaya administrasi dan umum untuk tenaga penjual, biaya pengantaran, dan biaya iklan. Biaya administrasi dan umum (general and administrative expenses). Terkait dengan biaya – biaya manajemen perusahaan secara umum, seperti gaji manajemen, biaya asuransi, dan biaya pemeliharaan.
Pendapatan Usaha dan Laba Bersihnya (Operating income) yakni membandingkan laba bruto dari operasi bisnis terhadap biaya beban operasi. Mengurangi pajak penghasilan dari pendapatan usaha merupakan laba bersih (net income). Laporan arus kas (aliran tunai) (statement of cash flows) adalah laporan keuangan yang menunjukkan perubahan modal kerja perusahaan dari awal tahun dengan mendaftar sumber-sumber dana dan penggunaan berbagai dana tersebut. Banyak perusahaan kecil tidak perlu membuat laporan ini, tetapi dalam beberapa kasus kreditor, investor, dan pemilik baru, atau otoritas pajak meminta laporan arus kas ini. Untuk menyiapkan laporan ini, pemilik harus menggabungkan neraca dan laporan laba–rugi yang menunjukkan ringkasan operasional tahun berjalan.
- Menganalisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan memberikan berbagai informasi yang dapat digunakan oleh pimpinan perusahaan atau investor untuk menilai kondisi suatu perusahaan dapat diketahui.
Analis rasio (ratio analysis) merupakan suatu metode yang menyatakan hubungan antara dua elemen dalam laporan keuangan dan menjadi barometer yang dapat menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan. Hampir semua perusahaan menggunakan rasio untuk mengevaluasi sebaik apa kinerja perusahaan terkait dengan operasionalnya, pengaruh ekonomi secara keseluruhan, dan pesaing yang ada.
|
Rasio profitabilitas (profitability ratio) adalah rasio keuangan untuk mengukur pendapatan potensial perusahaan. Rasio ini menjelaskan seberapa berhasilkah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya melalui informasi tentang laba diperoleh. Untuk perusahaan kecil rasio ini menunjukkan seberapa efisien pengelolaan perusahaan tersebut. Rasio likuiditas (liquidity Ratio) menunnjukan apakah perusahaan kecil mampu untuk menutup kewajiban jangka pendeknya (utang-utangnya) atau tidak ketika jatuh tempo. Rasio-rasio ini dapat memberikan peringatan-peringatan kepada pemilik perusahaan tentang masalah arus kas yang akan muncul. Perusahaan kecil dengan likuiditas yang kokoh tidak hanya akan mampu membayar tagihan tepat waktu, tetapi juga mempunyai cukup kas untuk memanfaatkan peluang usaha yang muncul.
Rasio Aktifitas (Activity Ratio) menunjukan efektifitas perusahaan dalam menggunakan sumber yang ada, semakin efektif sumber dayanya, akan semakin sedikit modal perusahaan yang di perlukan. Melalui rasio aktifitas para wirausahaan dapat mengevaluasi kinerja keseluruhan dari suatu perusahaan dan mengetahui area mana saja yang harus mereka tingkatkan agar dapat tetap bersaing.
Rasio Utang (Leverage Ratio) mengukur pendanaan yang diberikan pemilik perusahaan terhadap uang dari kreditor, dimana rasio ini merupakan ukuran dari besarnya utang perusahaan. Rasio utang menunjukan sejauh mana seorang wirausahawan bergantung pada modal utang (bukannya hanya modal ekuitas) yang digunakan untuk mendanai beban operasi,pembelian barang modal, serta biaya perluasan. Terpengarah selama kemerosotan perekonomian, namun pengembalian atau retrun dari perusahaan ini lebih rendah pada saat perekonomian meningkat tajam.
- Pendanaan Aktiva Lancar
Semakin pendek skedul jatuh tempo suatu hutang perusahaan semakin besar resiko tidak dapat memenuhi pembayaran bunga dan pokoknya dan semakin lama skedul jatuh tempo hutang suatu perusahaan semakin besar beban pembayarannya. Hutang jangka pendek lebih banyak resikonya dibandingkan hutang jangka panjang tetapi biayanya lebih rendah. Safety margin (marjin pengaman) merupakan selisih antara arus kas bersih yang diharapkan perusahaan dengan pembayaran atas bunganya.Marjin pengaman tergantung pada preferensi resiko pimpinan perusahaan. Keputusan atas komposisi jatuh tempo hutang perusahaan akan menentukan bagian aktiva lancar yang dibiayai oleh kewajiban lancar dan yang dibiayai oleh hutang jangka panjang. Hedging Principles (Prinsip Pemagaran):
- Setiap aktiva harus dibiayai dengan alat pembiayaan yang mempunyai jatuh tempo yang sama
- Jangka pendek atau musiman di dalam aktiva lancar harus dibiayai dengan hutang jangka pendek
- Bagian permanen dari aktiva lancar harus dibiayai dengan hutang jangka panjang atau modal sendiri (equity)
- Aktiva tetap dan bagian permanen dari aktiva lancar harus dibiayai dengan hutang jangka panjang, equity dan bagian permanen dari hutang jangka pendek
- Kebutuhan permanen harus dibiayai dengan hutang jangka panjang atau equity.
Terdapat tida alternatif pemenuhan kebutuhan dana dalam kaitannya dengan aktiva lancar, yaitu: matching approach, concervative approach, dan agresive approach.
- Matching Approach. Pendekatan ini akan membiayai investasi aktiva tetap dan aktiva lancar permanen dengan sumber dana jangka panjang baik itu hutang jangka panjang maupun modal sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko perusahaan apabila sumber dana yang digunakan adalah sumber dana jangka pendek maka pada saat jatuh tempo perusahaan tidak dapat membayar kembali. Jika perusahaan jatuh dalam masa sulit, para kreditur akan menganggap pembaruan sebagai terlalu beresiko dan meminta pembayaran segera. Akhirnya hal ini akan menyebabkan perusahaan melakukan pembatasan, mungkin dengan menjual berbagai aktiva untuk mendapat kas atau menyatakan diri bangkrut. Perusahaan juga dapat membuat marjin keamanan dengan meningkatkan aktiva likuiditasnya. Jadi perusahaan dapat mengurangi resiko ketidakcukupan kas, baik dengan cara meningkatkan jadwal jatuh tempo utangnya atau dengan memperbesar jumlah aktiva berjangka waktu pendek.
- Concervative Approach. Dalam pendekatan ini, investasi aktiva tetap dan aktiva lancar permanen serta sebagai aktiva lancar yang berfluktuasi akan dibiayai dengan hutang jangka panjang maupun modal sendiri. Dengan demikian, proposal hutang jangka pendek akan lebih kecil agar resiko juga dapat diperkecil. Tetapi konsekuensinya keuntungan juga akan relatif kecil karena biaya hutang jangka panjang pada umumnya lebih besar daripada biaya hutang jangka pendek.
- Aggressive Approach. Pendekatan agresif merupakan pendekatan dalam pemenuhan kebutuhan dana dengan menggunakan proporsi hutang jangka pendek yang lebih besar jika dibandingkan dengan pendekatan lainnya. Dalam pendekatan ini, aktiva tetap dan sebagian aktiva lancar permanen akan dibiayai dengan hutang jangka panjang dan sebagian aktiva permanen dibiayai dengan hutang jangka pendek. Oleh karena itu perusahaan yang menggunakan pendekatan ini menanggung pengembalian hutang jangka pendek lebih besat sehingga resiko fluktuasi bunga jangka pendek juga semakin besar tetapi dengan harapan bahwa laba yang diperoleh juga semakin besar.
Ketidakpastian dan Margin Pengaman.
Ketika perusahaan tahu dengan pasti permintaan penjualannya di masa mendatang, hasil dari tagihan piutangnya serta jadual produknya, perusahaan akan dapat mengatur jadual jatuh tempo utangnya agar sesuai dengan arus kas bersih di masa mendatang. Akibatnya, laba akan dimaksimumkan, karena tidak perlu memiliki tingkat aktiva lancar yang berlebih serta perlu mendapat lebih banyak lagi pendanaan jangka panjang daripada yang dibutuhkan. Akan tetapi ketika penjualan dan arus kas yang dihasilkan tidak pasti, situasi berubah. Semakin besar penyimpangan probilitas distribusi arus kas bersih yang mungkin terjadi, semakin besar margin keamanan yang harus dimiliki oleh pihak manajemen.
Aspek Administrasi dan Akuntansi
Maksud diciptakan administrasi dan akuntansi yang baik ialah mendapatkan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan manajemen. Seperti, diketahui informasi itu terdiri dari informasi yang kuantitatif dan kualitatif, informasi yang kuantitatif terdiri atas informasi tak akuntansi dan akuntansi. Informasi akuntansi terdiri atas informasi operasi, akuntansi finansial dan akuntansi manajemen. Untuk mendapatkan atau menjaring informasi ini semua perlu di disain sistem informasi manajemen yang baik. Informasi yang diperoleh harus memenuhi persyaratan uniformitas, kelengkapan, kejelasan, serta tepat waktu. Rangka dasar disain sistem informasi manajemen ini terdiri atas usaha (Eddy Soeryanto, 2010):
- Identifikasi kesempatan berusaha serta strategi perusahaan. Ini didapat dari: 1. Evaluasi terhadap sifat lingkungan yaitu kesempatan pasar dan resiko yang dihadapi. 2. Evaluasi kekuatan dan kelembahan perusahaan. Keduanya merupakan faktor penentu kesuksesan perusahaan dan strategi perusahaan yang nanti menjadi dasar penentuan tujuan dan kebijaksanaan serta taktik perusahaan. Semuanya harus diberi wadah dalam struktur organisasi dimana tugas yang perlu dilakukan dibagi-bagi pada individu pelaksana.
- Identifikasi proses manajemen yaitu perencanaan strategi, pengawasan manajemen dan pengawasan operasional. Ini menghasilkan karakteristik kebutuhan akan informasi spesifik.
- Analisa sumber informasi dana tersedianya teknologi sehingga menghasilkan alternatif beserta biayanya, sarana dan prasarana.
Dengan adanya tujuan, sumber daya dan kebutuhan informasi dapat diciptakan sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan dan akuntansi biaya. Akuntansi finansial dan akuntansi biaya adalah esensial didalam menyediakan data seperti yang terdapat dalam laporan rugi/laba dan neraca untuk dianalisa dalam menilai hasil kerja yang telah lampau. Ini dipergunakan untuk maksud-maksud perencanaan dan penganggaran, mengarahkan kegiatan sehari-hari dan pengawasan. Akuntansi manajemen membicarakan akuntansi biaya penuh, akuntansi diferensial dan akuntansi pertanggungjawaban.
Akuntansi biaya penuh mengukur keseluruhan biaya barang-barang dan jasa-jasa sebagai dasar penentuan harga jual. Akuntansi diferensial memperkirakan bagaimana biaya dan pendapatan bisa berbeda bila satu kegiatan dibandingkan dengan kegiatan lain. Akuntansi pertanggungjawaban mengukur biaya, pendapatan dan investasi pada pusat-pusat pertanggungjawaban. Akuntansi finansial untuk pengawasan, akuntansi diferensial untuk perencanaan sedang akuntansi pertanggungjawaban untuk pengawasan dan perencanaan. Sistem pengawasan manajemen diciptakan untuk membantu manajemen mengawasi apakah sumber daya yang diperoleh dimanfaatkan secara efisien dan efektif di dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Sistem ini bertalian dengan :
- Formulasi anggaran
- Perencanaan sumber daya manusia
- Formulasi kegiatan sumber daya manusia
- Perencanaan modal kerja
- Formulasi rencana penjualan
- Formulasi proyek-proyek.
Jadi ada pertalian antara fase perencanaan/programasi, penganggaran, operasi dan akuntansi atau pengumpulan informasi, serta peranan analisa yang meliputi pemakaian informasi sebagai dasar untuk tindakan perbaikan dan untuk membuat rencana baru. Perusahaan yang memiliki system-system ini akan lebih baik di dalam mengambil keputusan sehingga dapat mencurahkan perhatian pada aspek lain.
9.11. Manajer keuangan
Untuk mencapai tujuan organisasi maka manajemen keuangan biasanya ditangani manajer keuangan. Ia bertugas mengumpulkan dana, membiayai operasional usaha, mencari pinjaman, mendapatkan kredit usaha, mengendalikan saldo kas dan merencanakan keuangan di masa depan. Tanggung jawab manajer keuangan, meliputi:
- Perencanaan keuangan (financial plan) keberhasilan manajemen keuangan dimulai dari proses perncanaan keuangan yang menjabarkan strategi perusahaan untuk mencapai posisi keuangan di masa depan. Manajer keuangan harus dapat memprediksi jumlah dana untuk kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
- Memonitor arus kas (monitoring cash flow) manajemen arus keluar masuk kas untuk memastikan bahwa terdapat dana yang cukup untuk pembelian-pembelian dan untuk mengunakan kelebihan dana secara produktif. Manajer keuangan harus memastikan bahwa terdapat dana yang cukup untuk membiayai bahan-bahan produksi dan membayar gaji.
- Kontrol keuangan (financial control ) yaitu proses pemeriksaan kinerja aktual keuangan dibandingkan dengan perencanaan untuk menjamin terjadinya hasil keuangan yang diinginkan. Manajer keuangan harus siap membuat penyesuaian untuk perubahan keuangan aktual yang terjadi setiap harinya.
9.12. Kenapa Banyak Orang Tidak Kaya (Tung Desem Waringin)
Ada banyak hal yang menyebabkan orang tidak kaya. Teliti diri Anda dan temukan faktor mana yang berlaku bagi Anda dan mulailah mengubah diri. Berikut adalah hal-hal tersebut:
- Keyakinan yang salah atau saling bertabrakan. Otak manusia secara mendasar hanya mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan. Apabila suatu hal dikaitkan dengan kesengsaraan, kita cenderung akan menjauhinya. Apabila sesuatu hal dengan kenikmatan kita akan cenderung mendekatinya. Untuk menjadi kaya kita membutuhkan keyakinan yang kongruen bulat bahwa kaya itu baik adanya.
- Tujuan tidak jelas. Kita tidak pernah menentukan tujuan atau tujuan kita terus berubah, sehingga tujuan kita tidak jelas. Kalau semua keinginan kita hanya sebentar dan sudah diganti sebelum tercapai, kita tidak akan mencapai apa yang kita inginkan.
- Menganggap tujuan mustahil. Sungguh memprihatinkan bahwa sangat sedikit orang yang berani menetapkan tujuan. Lebih memprihatinkan lagi kenyataan bahwa banyak di antara orang yang sedikit itu juga merasa bahwa tujuannya mustahil. Manusia cenderung melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya. Ketika keyakinannya mengatakan bahwa tujuannya mustahil, tindakannya akan loyo.
- Tidak merasa harus. Kalau kita tidak merasakannya sebagai suatu keharusan dari dalam diri sendiri, rintangan kecil saja sudah cukup untuk menggagalkan upaya kita untuk mencapai tujuan tersebut.
- Tidak punya strategi yang terbukti berhasil. Walaupun kita sudah mempunyai keyakinan yang tepat, tujuan yang tepat, dan merasa harus, tetapi kalau strateginya salah, tetap saja kita tidak akan mencapai tujuan kita.
- Tidak mengetahui jalur yang alamiah atau paling mudah untuk mencapai tujuan.
- Tidak punya rencana yang realistis.
- Tidak melakukan tindakan sesuai rencana. Rencana harus ditekuni. Rencana yang pelaksanaannya justru menjauhkan kita dari tujuan tentu harus kita ubah. Tetapi kalau kita tahu bahwa rencana aksi kita mengarah ke pencapaian tujuan, kita harus konsisten melakukan rencana itu untuk mengejar tujuan yang sudah ditetapkan.
- Tidak melakukan monitor dan penyelarasan. Alasan kenapa kita tidak mencapai tujuan adalah karena kita tidak memonitor prosesnya dan tidak peka terhadap hasil, apakah mengarah ke tujuan atau tidak.
- Meletakkan tanggung jawab kepada orang lain. Tiga hal yang biasa terjadi pada seseorang, yaitu: BEJ (Blame, Excuse, Justify). Ketika orang mulai blame (menyalahkan) orang lain, menyalahkan faktor ekonomi, menyalahkan situasi, orang ini tidak akan belajar dari kegagalannya. Kelemahan yang paling besar dari orang yang menyalahkan segala sesuatu adalah bahwa dia merasa benar dan tidak perlu bertindak lagi. Ketika orang mulai mengajukan excuses (beralasan), seperti mengatakan terlalu muda, Cuma lulusan SMP, tidak berbakat, dan lain-lain. Orang seperti ini tidak akan bertindak sama sekali. Bila tidak ada tindakan, tidak ada hasil apapun. Justify (pembenaran) adalah upaya orang untuk menutupi kelemahan atau kemalasannya untuk berubah menjadi lebih baik dengan membenarkan keadaannya, sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya.
- Mudah menyerah.
- Tidak mengelola hidup seperti bisnis yang harus untung. Setiap tahun tidak ada hasil yang bertambah dalam hidupnya. Bila bisnis sekian tahun tidak menghasilkan, bisnis tutup. Tidak bisa beralasan karena biaya operasional besar, hasilnya hanya buat nutup biaya operasional. Demikian juga dalam hidup, entah sesedikit apapun hidup kita harus surplus setiap tahunnya.
- Terpengaruh oleh pesimisme dan optimisme orang lain. Lebih baik kita terpengaruh oleh 5% orang yang menguasai 95% uang yang beredar. Celaka kita kalau kita terpengaruh optimism dan pesimisme dari 95% orang rata-rata, karena kita akan menjadi bagian dari orang rata-rata tersebut. Tidak ada kemenangan sama sekali.
- Tidak punya mentor yang baik. Kalau kita ingin sukses kita harus bertanya kepada orang yang di atas rata-rata dan mendengarkan nasihat mereka, entah kepada 5% yang terbaik atau kepada 1% yang paling baik.
9.13. Inspirasi Dari Entrepreneur Sukses
9.13.1. Bustaman Rumah Makan Sederhana yang Mewah
Berbekal catatan resep masakan Padang yang dia minta dari seorang juru masak, Bustaman berhasil mengembangkan RM Padang Sederhana dan bahkan sampai membuat waralabanya. Kini waralaba itu sudah sampai ke Malaysia. Untuk memayungi usahanya, Bustaman membentuk PT Sederhana Citra Mandiri serta mematenkan logo dan resep makanannya. Sayang tak satu pun anaknya berniat meneruskan usaha ini. Lahir dari keluarga miskin dan ditinggal berpulang ke alam baka oleh ibunya saat usia enam tahun, Bustaman kecil tak pernah membayangkan kehidupannya bakal seperti sekarang ini. Bisa naik haji dan bahkan menikmati liburan ke berbagai Negara di Eropa. Ini dia akui jauh diluar mimpi-mimpinya.
Inilah buah yang dia nikmati dari keberhasilannya mengembangkan restoran Padang atau yang lebih akrab dikenal dengan rumah makan (RM) Padang bermerek “Sederhana”. Di tangannya kini telah dikelola 15 RM Sederhana, sedangkan 15 restoran lagi berada di tangan pihak lain. Bahkan, untuk lebih memformalkan usahanya, kini Bustaman sedang membentuk badan usaha perseroan terbatas sebagai payung bagi seluruh restorannya. Itulah PT Sederhana Citra Mandiri (SCM). “Dengan membentuk perseroan terbatas ini, rumah makan saya ini akan bisa terkelola secara professional,” begitu harapannya.
Ibarat seorang pendaki, bagi Bustaman, PT SCM adalah puncak dari sejarah pendakiannya yang panjang, terjal, bahkan terkadang membahayakan jiwanya. Ia tidak mau menempuh jalan pintas yang ia sendiri tak mengusai ilmu dan tak memiliki pengalaman untuk itu. Maka sampai kapan pun, Bustaman telah berikhtiar akan tetap mengembangkan jalur bisnis rumah makan masakan padangnya. Perjuangan Bustaman yang kini telah menyandang gelar haji ini dimulai ketika dia hidup dan tinggal bersama pamannya di Jambi selama lima belas tahun. Bustaman kecil yang lahir di Lintau, Batusangkar, Sumatra Barat, 60 tahun lalu itu sudah harus bekerja keras. Tak mau terlalu menyusahkan pamannya, Bustaman berusaha menghidupi dirinya dengan berjualan pisang goreng, menjadi kernet oplet, bahkan bekerja dikebun karet. Semua itu dilakoninya sebelum akhirnya ia hijrah ke Jakarta pada tahun 1970 dan tinggal bersama saudaranya yang bersuamikan seorang sopir taksi.
Dengan modal Rp27.000 Bustaman memulai usahanya di Jakarta sebagai pedagang asongan. Dengan tekadnya yang bagaikan “api nan tak kunjung padam”, Bustaman mulai membuka usaha warung makan kecil-kecilan di atas sebuah gerobak di kawasan Bendungan Hilir. Di situ, Bustaman dan teman-temannya sesama pedagang kaki lima pun harus main kucing-kucingan dengan para petugas keamanan dan ketertiban (kamtib). Hingga akhirnya mereka terpaksa pindah tempat ke kawasan Roxy, yang sekarang dikenal dengan Roxy Mas. Tak lama di Roxy, lagi-lagi Bustaman harus mengungsi ke tempat lain, lantaran kawasan pedagang kaki lima ini pun dibongkar.
“Masa-masa itu adalah masa yang teramat sulit dan menuntut banyak pengorbanan. Tantangan bukan hanya dari petugas kamtib, tapi juga para preman yang kala itu bisa dianggap sebagai musuh utama para pedagang,” kenang Bustaman. Namun, bagi Bustaman, justru saat itu pula ada satu kenangan yang paling membekas dan paling tak terlupakan seumur hidupnya. “Sebelum pindah dari Roxy, saya sempat mencicipi masakan gulai dari warung makan Padang di sebelah warung makan saya. Rasanya enak sekali, jauh lebih enak dibandingkan masakan saya. Dan disuatu sore, saya dekati tukang masaknya, saya ajak kenalan. Dan ternyata orangnya sangat baik, ia mau menuliskan resep masakannya buat saya,” tutur Bustaman, yang baru pulang dari perjalanan wisatanya ke sejumlah Negara di Eropa. Setelah wawancara dengan Warta Ekonomi, Bustaman juga akan segera berangkat lagi ke Malaysia dalam urusan rumah makannya.
Bustaman pun tak lupa mengungkapkan kerinduannya pada orang yang memberinya resep itu. “Kalau bertemu dia, mungkin saya akan memberangkatkan dia untuk haji, atau memintanya sebagai penasihat saya,” katanya mengungkap hasratnya. Soalnya, dengan bekal resep itulah, Bustaman, yang mengaku pada awalnya hanya bermodal kemauan saja, mulai tergugah untuk lebih menekuni usaha warung makannya. “Saya olah lagi resep ini agar bisa dinikmati oleh semua orang, bukan hanya oleh orang Padang. Jadi, saya buat tidak terlalu pedas,” papar ayah enam orang anak dan kakek dari enam orang cucu ini. Salah satu olahan resepnya yang kini menjadi masakan favoritnya para pelanggannya adalah “ayam pop”, ayam goreng tanpa kulit dan tetap berwarna putih sesuai warna kulit ayam aslinya.
Resep-resep olahannya itu mulai ia gunakan ketika membuka warung makan permanennya yang pertama di Pasar Inpres Bendungan Hilir pada tahun 1974, yang ia beli dengan bantuan kredit dari sebuah bank. Seiring dengan berjalannya waktu dan berkat keuletannya, RM Sederhana telah “berkembang biak” hingga berjumlah 30 buah. Satu diantaranya berada di Surabaya. “Namun, yang saya kelola sendiri ada lima belas. Sisanya dikelola oleh keponakan-keponakan dan adik ipar saya,” tutur Bustaman. Namun, dalam ke-30 rumah makan itu belum termasuk RM Sederhana yang ada di Malaysia yang telah dibuka tahun ini. Bahkan, dalam waktu dekat, satu restoran lagi akan segera menyusul dibuka di Negara yang sama. “Kedua rumah makan ini memang bukan milik saya. Yang satu punya orang Malaysia, dia yang kelola, saya cuma sediakan karyawannya. Selebihnya saya cuma mendapat fee dengan sistem waralaba. Satunya lagi punya keponakan saya,” jelas Bustaman.
Khusus untuk rumah makan yang dikelolanya, Bustaman menerapkan sistem bagi hasil yang biasanya dibagikan setiap tiga bulan sekali. Inilah yang menurutnya menjadi kunci loyalitas 300 orang karyawannya yang juga telah ikut merasa memiliki usaha ini. Sayangnya, Bustaman tak mau mengungkapkan omzet usahanya sekarang. “Cuma kalau omzet harian setiap rumah makan saya, kurang lebihnya dua sampai tiga juta rupiah,” akunya. Bustaman yakin, usahanya ini tak akan lekang oleh waktu dan gaya hidup masyarakat kita yang mulai dibanjiri oleh makanan fast food dari luar negeri. “Makanan sejenis itu kan hanya makanan ringan, makanan kecil yang hanya dinikmati sambil berekreasi, bukan makanan pokok yang memang dimakan pada waktunya kita makan,” tegas Bustaman.
Yang dirasakan Bustaman saat ini justru tantangan dari dalam, yaitu banyaknya “RM Sederhana” di mana-mana, yang kebanyakan dimiliki oleh mantan-mantan karyawannya sendiri. Yang dikhawatirkan oleh Busataman adalah adanya “RM Sederhana” yang rasa makanannya” tak karuan”. Dia khawatir hal itu akan merusak citra dan kesetiaan pelanggan rumah makannya. Soal lainnya adalah regenerasi. “Hampir tak ada usaha rumah makan Padang yang mampu bertahan sampai dua generasi. Anak saya sendiri tak ada yang berminat terjun di usaha ini,” ujar Bustaman miris. Ia pun menyebutkan sejumlah nama restoran padang yang sempat populer beberapa tahun lalu.
“Untuk itulah, atas nama teman-teman, saya buat PT SCM ini. Dengan usaha yang sudah berbentuk badan hukum, saya akan menertibkan semuanya ini. Tujuan lainnya, agar kita siap menghadapi perdagangan bebas dan era globalisasi,” tegas Bustaman, yang juga mengaku ikut senang jika ada koki atau bekas juru masaknya sukses membuka usaha warung makanan sendiri. Lebih jauh, Bustaman juga mengungkapkan kalau dia telah mendaftarkan hak paten berupa logo, warna, dan gambar lengkung yang menjadi ciri khas RM Sederhana miliknya.
Puaskah Bustaman kini? “Saya mendirikan PT SCM ini dengan niat baik. Insya Allah, semuanya akan berjalan dengan baik. Dan saya tidak punya misi atau niat untuk terjun dibisnis lain, tanpa saya sendiri tahu ilmunya dan punya pengalaman di bidang itu. Apalagi umur saya hampir 60 tahun,” ujarnya. Dengan dibentuk badan usaha resmi PT SCM, Bustaman menjadi yakin warisannya yaitu RM Sederhana akan lestari. Mungkin bukan diteruskan oleh anak-anaknya melainkan oleh orang lain yang telah mendapatkan lisensi waralabanya (Valentino Dinsi, 2011).
- Dengan Kursi Sofa Herrin Setiawati Menjadi Pengusaha Kosmetik
Dengan modal kursi sofa dan 7 jenis kosmetik tradisional ciptaannya yang dikemas dalam botol bekas obat dari apotik, dan memanfaatkan ruang tamu rumahnya sebagai tempat usaha, merupakan awal sukses dari Herrin Setiawati Rizal. Berbagai keterbatasan itu justru membuatnya terpaku untuk berkarya, dan akhirnya kini ia mampu mendirikan UKM yang sukses dengan produk kosmetik tradisional yang diberi merek Mekarsari. “Saya mulai membuka salon pada tahun 1985, tepatnya setelah menikah,” kata Herrin mengawali pembicaraan, di ruang kerjanya di wilayah Sekardangan, Sidoarjo.
Alumnus Akademi Pariwisata Bandung ini sebelumnya tidak pernah berfikir usahanya dapat semaju ini. Setelah berhasil melewati berbagai kendala melalui perjuangan keras, 3 tahun kemudian (1988) usahanya bisa eksis, bahkan berkembang sampai akhirnya pindah ke sebelah rumahnya dengan memanfaatkan garasi yang berukuran 3 x 3 untuk membuka sebuah salon kecil, sekaligus untuk perawatan tubuh dengan menggunakan bahan tradisional. “Awalnya dari salon kecil-kecilan inilah kami berjalan,” tuturnya. Dari sini usahanya terus berkembang, dan ruangan garasi itu menjadi tak cukup lagi sebagai tempatnya berkarya. “Saya lantas meminta pada suami perluas tempat untuk salon. Dan dia setuju, sehingga seluruh ruangan di rumah kami untuk salon. Sedangkan untuk tempat tinggal, kami membeli rumah yang berada disebelahnya,” tambahnya.
Karena melihat perkembangan salonnya yang cukup pesat, Herrin dengan bantuan suami akhirnya memberanikan diri untuk membuka cabang-cabang baru salon Mekarsari di berbagai tempat. “Kita langsung membuka 4 cabang waktu itu. Tetapi semuanya masih dalam lingkup Sidarjo,” tandasnya. Dari perjalanan proses ini sang suami akhirnya melihat bahwa usaha salon dan produk kosmetiknya ini memiliki potensi untuk lebih berkembang bila ditangani secara lebih serius. Akhirnya di tahun 1994, sang suami pun memutuskan keluar dari pekerjaanya sebagai Staf Departemen Kehakiman dan membatunya secara penuh dalam mengelola salon dan usaha kosmetik. Dengan berbagai pertimbangan, Herrin memutuskan agar semua cabang itu ditutup saja dan kembali ke posisi semula membuka usaha di rumah sebagai core (inti) bisnis.
“Kemudian suami saya menutuskan untuk tetap mengembangkan usaha ini dengan menggunakan sistem rawalaba. Dan ini ternyata membuat kita lebih ringan dalam bergerak,” katanya. Strategi ini tebukti cukup jitu dalam membesarkan Mekarsari. Sebagai bukti kini Mekarsari memiliki berbagai cabang di wilayah Jawa Timur, seperti di Lamongan, Gresik, Probolinggo, Malam, Bangkalan, Sidoarjo dan kota-kota lain. “Produk kosmetik yang sebelumnya hanya 7 jenis, kini telah berkembang menjadi 60 jenis,” katanya dengan mimik serius. Kosmetik yang dihasilkan mulai dari pembersih wajah, spray rambut, bedak, lipstik, jamu-jamuan, dan sebagainya. Semuanya terbuat dari bahan-bahan tradisional dengan mengembangankan resep secara turun-temurun. Sukses usaha ini membuat Mekarsari mulai mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi Universitas Airlangga. Setiap tahun kampus ini mengirimkan mahasiswanya untuk melaukan studi banding di tempatnya tersebut. “Para mahasiswa ini berusaha menggali kemampuan wirausaha yang kami jalani,” paparnya
Sebab bila studi banding di perusahaan besar yang sudah mapan, lanjut ibu dari empat orang anak ini, pikiran para mahasiswa itu terbentur masalah modal awal usaha. Sementara di Mekarsari mereka bisa mendapatkan motivasi berusaha dari nol seperti dirinya, “Saat ini kita memiliki 20 anak buah, yang kami sebar di berbagai cabang,” imbuhnya. Sedangkan cara pemasaran menggunakan dengan sistem getok tular, dan kini pemasaran itu hingga ke negeri jiran, Malaysia. “Saya memang belum pernah mengekspos secara besar-berasan melalui media massa. Tetapi ke depan sepertinya hal ini perlu dilakukan. Selama ini kita hanya mengandalkan mutu yang sudah terbukti di masyarakat,” akunya.
Lantas bagaimana cara menerapkan sistem waralaba dalam usaha Herrin? “Caranya saya meminjami tenaga ahli kita untuk setiap cabang baru. Mereka kita support sampai bisa mapan untuk jangka waktu 1 tahun. Selanjutnya akan kita monitor secara berkala, dan bila ada penurunan kita membantu memacahkan masalahnya,” jelasnya panjang lebar. Herrin lantas mengungkapkan kunci suksesnya dalam mengembangkan produk kosmetik tradisionalnya itu. “Yang membuat kita bertahan adalah metode tradisional yang sulit didapat di tempat lain. Sekarang ini justru banyak yang berlomba-lomba dengan peralatan modern, memakai tradisional. Dan buktinya pelanggan puas serta tetap setia pada kita,” katanya (www.sinarharapan.co.id).
9.13.3. Juragan Es Teler 77 Sukyatno Nugroho MBA
Kita selalu menggoda. Bagaimana orang bisa sesukses itu? Apa yang mereka lakukan? Banyak wirausaha menjawab seadanya. Sukyatno Nugroho punya tiga: melakoni, pantang menyerah dan kerja keras. Klise tapi terbukti. Es Teler 77, Mie Tek-tek, dan pasti enak adalah waralaba-waralaba nasional yang tergolong sukses. Dibalik kesuksesan bisnis itu adalah Yenni Setia Widjaja yang hobi memasak, dan suaminya Sukyatno Nugroho. Suami istri businessman ini kini tergolong sebagai pengusaha yang sukses. Merek-merek dagangannya berkibar dimana-mana melalui sistem walaba atau franchise. Sebelum krisis moneter menerpa jumlah terwalaba (franchisee) mencapai 200 cabang untuk Es Teler 77, 20 cabang untuk Mie Tek-ek. Ide Es Teler 77 juara Indonesia sendiri, sebenernya bermula dari keberhasilan mertua Sukyanto, Ny Murniati Widjaja, yang memenangkan Juara 1 Lomba membuat es teler se-Indonesia pada tahun 1982. Selan itu suami istri ini juga didukung sepenuhnya oleh Trisno Budiyanto, manager keuangan Es Teler 77.
Di seminar-seminar, Sukyatno sering memperkenalkan dirinya sebagai penyandang gelar MBA yang kependekan dari “Manusia Bisnis Asal-asalan”. Jalan hidupnya memang semrawut. Di sekolah peringkatnya adalah 40 dari 50 murid. Ijasahnya hanya sampai SMP. Di SMTA ia hanya tahan 3 bulan di kelas satu. Pengalaman bisnisnya pun termasuk “asal-asalan”. Ia pernah menjadi salesman kondom, obat cina, bahan kimia, dan barang-barang teknik. Ia belum pernah diterima sebagai pegawai bulanan.
Akan tetapi, ia pernah menjadi pemborong gabungan, reklame, leveransir, percetakan, biro jasa sekaligus tukang catut serabutan. Bangkrut pun pernah dialami sampai habis-habisan. Tepatnya ini terjadi dua puluh tahun yang lalu, pada tahun 1978. Sukyatno terpuruk utang. Utangnya dibanding kekayaan yang dipunyai ketika itu adalah 10:1. Jadi, debt service ratio-nya sudah mencapai 1000% disitulah hobi masak Yenni berperan sebagai penyelamat. Isterinya itu berjualan bakmi digarasi rumahnya. Pernah si wirausaha ini meneteskan air matanya karena dari hasil jualan bakminya waktu itu tidak mampu untuk membayar sekolah anaknya. Dan dengan bekal turun kelapangan dari bisnis-bisnis sebelumnya, Sukyatno mampu mengembangkan Es Teler 77 dengan cepat dan kini sudah memasuki tahap stabil. Kini bahkan sudah dilakukan diverifikasi melalui pembukaan Mie Tek-tek, dan pasti enak yang menjual aneka hidangan ikan.
Cerita Sukyatno
Mungkin karena pendidikannya yang berhenti di tengah jalan, Sukyatno tidak mempunyai banyak pilihan karier. Pilihan yang terbuka luas adalah terjun ke lapangan, mengais rezeki apa saja yang mungkin. Langsung terjun, kerja keras, tidak mundur oleh kegagalan, ketiga langkah ini yang mewarnai sepak terjang Sukyatno Nugroho. Dalam suatu seminar tahun lalu yang diselenggarakan oleh Forum KUKKI dan Inti pesan Pariwara, Sukyatno menceritakan kehidupan kewirausahaannya demikian: “Hidup saya amat dipengaruhi oleh motto klasik bahkan klise. Namun, ternyata manjur untuk sampai sebutan”sukses”, terutama dalam berwiraswasta. Motto-motto itu adalah:
- Hidup ini harus dilakoni (dijalani), bukan hanya dikhayalkan.
- Kegagalan dalam hidup adalah kesuksesan yang tertunda
- Hidup harus diisi dengan kerja keras, dengan menggunakan akal, bukan sekedar Okol
Dalam falsafah “Hidup ini harus dilakoni, bukan dikhayalkan”, saya menarik beberapa simpul yang penting. Satu diantaranya yang patut diperhatikan ialah: kecenderungan anak untuk ikut menikmati hasil kekayaan orangtuanya, atau mertuanya, atau saudara dekatnya. Bagi saya, kecenderungan seorang anak ikut menikmati kekayaan pendahulunya, bisa disebut sebagai anak yang memakan khayalan. Atau anak yang melahap angan-angan, karena khayalan atau angan-angan itu sekoyong-koyong sudah ada dihadapannya. Hal itu, bagi saya sangat tidak realistis, dan harus dihindari, karena dengan begitu ia tidak masuk kriteria melakoni hidup.
Bagi saya, memakan hasil kekayaan para pendahulunya (orangtua, mertua, dan sebagainya) sama dengan minum racun. Sebab, bila seorang anak nenggak fasiltas itu melebihi kadar, akan over dosis dan mabuk. Kemabukan anak itu bisa berupa kemalasan, ketidakkreatifan, kebodohan. Dan hal tersebut akan berujung pada ketidakmajuan. Anak muda menjadi mandul. Hal demikian saya tanamkan kepada anak-anak saya. Saya selalu mengatakan bahwa saya tak punya apa-apa. Karena itu, sekolahlah rajin-rajin. Dan terampilah dalam bergerak di lapangan. Lalu saya harapkan ia mengikuti setiap aktivitas ekstrakulikuler, seperti Pramuka, PMR, PMI, dan sebagainya.
Saya merasa itu adalah pendidikan keterampilan yang paling awal. Yang akan membawa anak ke sukses lapangan. Saya merasa itu adalah pendidikan keterampilan paling awal, yang akan membawa anak sukses ke lapangan. Kini anak-anak saya remaja, dan saya sekolahkan di Australia. Keterampilan yang dibawa dari ekstrakurikuler di Indonesia, ternyata bermanfaat di sana. Ketika di kotanya terjadi banjir, mereka bisa langsung terlibat, membikin bantuan PPPK dan sebagainya. Usaha sukarela ini berlanjut kepada kegiatan yang lain. Ketika musim libur, ia jadi tidak canggung-canggung lagi turun ke lapangan. Anak saya siap menjadi tukang cuci, atau loper koran, atau tukang lap meja sebuah lestoran.
Semangat ringan tangan mereka ditolakkan dari perasaan sebagai “orang bawah”, sebagai orang biasa. Kalau mereka sejak kecil dibiasakan dengan spirit anak orang kaya, saya rasa mereka akan celaka. Kemauan ringan tangan inilah yang membuat mereka terampil. Dan kemampuan untuk ringan tangan itu membawa anak-anak kepada benturan-benturan ilmu baru, ilmu yang dengan serta-merta ia dapatkan secara formal. Saya yakin, hasilnya adalah sejumlah sikap kewiraswastaan yang punya prospek hebat. Sebab yang dipakai akhirnya ialah “Ilmu Plus”, yakin ilmu keterampilan, feeling dan strategi.
Orang yang biasa dilapangan, biasanya tak takut pada kejatuhan. Karena ia bermula dari awal sekali. Dan kalau pun jatuh, ia bisa pakai rumus silat: Terjerembab satu kali, bangun dan menendang tujuh kali. Atau mundur selangkah, untuk menerjang maju tujuh langkah. Karena itulah, moto: kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, memperlihatkan kebenarannya. Bekerja dengan merangkak dari bawah, dengan bekerja keras memakai akal-bukan okol sesungguhnya adalah proses yang nikmat dan dapat menjadi sejarah yang bagus buat semua orang.
Ubah peluang menjadi hasil nyata
Pengusaha Es Teler 77 ini merupakan salah satu varian dalam panorama wirausaha. Ia melihat peluang, ia mengetahui perilaku pasar, ia bersdia berkerja keras mewujudkan peluang tersebut menjadi suatu hasil nyata yang menguntungkan. Produk yang dijualnya sebenarnya merupakan hal-hal yang juga sudah dijual oleh para pengusaha lainnya. Es Teler, Mie Tek-Tek, aneka hidangan ikan, adalah makanan-makanan yang sebenarnya biasa. Yang tidak biasa adalah cara wirausaha ini dalam melakukan diferensiasi terhadap produk yang dijualnya.
Ia memberikan merek dagang pada produknya, dan berkat ketekunan dan kerja keras, merek dagang itu lalu mempunyai nilai jual (brand equity) yang memberikan persepsi produk makanan yang higienis dan berkelas. Es Teler 77 banyak diterima di pasar. Namun, ada juga yang menolak, semisal di Aceh karena nama tersebut memberikan konotasi kepada tindakan mabuk-mabukan yang diharamkan oleh ajaran agama. Lebih dari itu determinasi untuk mewujudkan “mimpi” adalah salah satu kunci sukses Sukyatno dan Yenni. Kesuksesan seorang wirausaha bukan sesuatu yang instan. Ia bermimpi sukses, lalu berkerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Ia melihat suatu peluang. Lalu ia mengerahkan sumber daya orang untuk mengejar peluang. Seorang wirausaha bekerja keras untuk mentranformasi peluang itu menjadi suatu hasil nyata.
Evaluasi Mandiri
- Apa yang dimaksud dengan uang dan sebutkan jenis-jenis uang yang Anda ketahui!
- Sebutkan fungsi dari lembaga keuangan dan sebutkan pula jenis-jenisnya!
- Jelaskan pengertian dari elektronik bangking (e-banking) dan anjungan tunai mandiri (ATM)!
- Jelaskan istilah-istilah berikut: fixed capital, working capital, dan operational capital!
- Sebutkan sumber-sumber modal usaha yang Anda ketahui!
- Sumber modal usaha lainnya adalah pinjaman bank atau kredit dari bank. Sebutkan jenis-jenis kredit bank!
- Jelaskan istilah-istilah berikut: teller, audit, aset, dan akuntansi!
- Jelaskan pengertian manajemen keuangan dan jelaskan sasaran dan fungsi keuangan!
- Apa yang dimaksud dengan investment decision, financing decision, dan divided decision!
- Jelaskan perbedaan antara aktiva lancar dan aktiva tetap!
Daftar Pustaka
Ali Mahmudi. 2006. Accurate: Sistem Informasi Akuntansi. Gramedia Widiasarana Indonesia: Jakarta.
Djajasukma Tjahjadi. 2003. Mengelola Transaksi Bisnis Dengan Accurate. Penerbit Andi: Yogyakarta.
Eddy Soeryanto Soegoto. 2010. Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung: Panduan Bagi Pengusaha, Calon Pengusaha, Mahasiswa, dan Kalangan Dunia Usaha. Elex Media Komputindo: Jakarta.
Haryono Jusup. 2001. Dasar-Dasar Akuntansi. Jilid I. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi JKPN: Yogyakarta.
Leonardus Saiman. 2009. Kewirausahaan: Teori, Praktik, dan Kasus-Kasus. Salemba Empat: Jakarta.
Mueller, Gerhard G, Lauren Kelly. 1998. Financial Accounting Introductory. 3th Edition. Prentice Hall Englewood Cliffs: New York.
Supriyono, R.A dan Suparwoto, L. 2007. Pengantar Akuntansi. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE): Yogyakarta.
Supriyono, R.A dan Suparwoto, L. 2006. Akuntansi Keuangan Dasar. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN: Yogyakarta.
Suryana. 2008. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salemba Empat: Jakarta.
Tung Desem Waringin, 2006. Finansial Revolution. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Valentino Dinsi. 2011. Bisnis Rumahan Bermodal Cekak, Omzet Miliaran. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Weygandt, J.J., Kieso, D.E, and Kimmel P.D. 2005. Accounting Principle. 7thEdition. John Wiley and Sons: New York.
You may also like
ETIKA BISNIS BERWIRAUSAHA
BAB XI ETIKA BISNIS BERWIRAUSAHA Pembahasan Materi Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang pengertian etika berwirausaha, hak dan kewajiban konsumen, hak dan kewajiban produsen, perbuatan yang dilarang bagi produsen, fundamental etika yang berlaku pada semua bisnis, prinsip dan …
INOVASI PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP
BAB X INOVASI PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP Pembahasan Materi Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang konsep inovasi, inovasi merupakan kebutuhan mendesak, kreativitas dan inovasi entrepreneurship, karakteristik organisasi kreatif, ciri utama inovatif entrepreneur, tujuan pembelajaran entrepreneurship, proses pembelajaran pada laboratorium entrepreneurship, …
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN
BAB VIII PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN Pembahasan Materi Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang pengertian pasar dan pemasaran, kegiatan pemasaran, tujuan kegiatan pemasaran, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pemasaran, perencanaan strategi pemasaran, segmentasi pasar, variabel-variabel segmentasi pasar, …
