Eksplorasi KICT dan Penyerahan Sertifikat Day 6
Hari keenam di IIUM dimulai dengan sarapan yang cukup unik dan memorable di kantin kampus. Aku mencoba makanan yang bentuknya mirip roti maryam, teksturnya lembut dengan kulit tipis berlapis, lalu di atasnya diberi telur setengah matang dan bumbu gurih khas. Konon, menu ini disebut “sarang burung” oleh beberapa mahasiswa. Rasanya enak sekali dan bikin kenyang, cocok banget buat energi di pagi hari sebelum aktivitas. Dan makanan ini diberikan oleh salah satu mahasiswa IIUM terimakasih banyak abang Ahmad..
Setelah itu, kami menuju ke KICT (Kulliyyah of Information and Communication Technology), salah satu fakultas unggulan di IIUM. Di sana, kami diperlihatkan beberapa hasil projek mahasiswa IT yang sangat inovatif. Salah satunya adalah sistem pendeteksi kualitas air dengan sensor yang dipasang di akuarium, untuk mengetahui apakah air dalam kondisi bersih atau kotor. Selain itu, ada juga beberapa projek teknologi lain yang menunjukkan kreativitas dan kepedulian mahasiswa pada masalah lingkungan dan masyarakat.
Selain itu, ada juga projek face recognition berupa sistem pengenalan wajah yang dipakai untuk keamanan. Jadi, kalau ingin masuk ke suatu ruangan, mahasiswa hanya perlu melakukan scan wajah tanpa kartu atau password lagi. Teknologi ini terasa sangat praktis dan bisa diaplikasikan di banyak bidang, terutama untuk keamanan gedung dan akses terbatas.
Kemudian, kami mengikuti agenda penyerahan sertifikat secara simbolis dari salah satu profesor KICT. Momen ini terasa spesial karena menjadi tanda penghargaan atas partisipasi kami dalam program exchange. Kami juga mendapat kata sambutan singkat dari pihak kampus yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
Setelah itu, kami mengunjungi IIUM Gallery, yaitu galeri sejarah kampus yang berisi perjalanan panjang berdirinya International Islamic University Malaysia. Di dalam galeri, terdapat dokumentasi berupa foto, arsip, artefak, dan informasi tentang perkembangan kampus dari awal berdiri hingga menjadi salah satu universitas Islam internasional terkemuka. Melihat koleksi di sana membuat kami lebih paham nilai-nilai yang dipegang IIUM, yaitu integrasi antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai Islam.
Setelah sesi itu selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembelajaran mengenai gaming. Di sini, mahasiswa IT menjelaskan bagaimana mereka mengembangkan projek berbasis game, baik untuk tujuan edukasi maupun hiburan. Kami sempat mencoba beberapa demo game sederhana yang mereka buat, dan seru sekali melihat bagaimana kreativitas dipadukan dengan teknologi. Saya mencoba langsung game yang diciptakan, sangat menyenangkan dan memiliki manfaat yang lebih bagus.
Menjelang siang, kami kembali ke kantin kampus untuk makan siang. Kali ini aku mencoba nasi ayam kuah khas Arab. Nasinya panjang-panjang dengan aroma rempah yang kuat, disajikan bersama potongan ayam lembut dan kuah gurih yang kaya rasa. Rasanya berbeda dengan nasi biasa, lebih kaya bumbu dan sangat mengenyangkan.
Sore harinya, kami diberi free time untuk berbelanja oleh-oleh. Aku bersama teman-teman pergi ke market sekitar kampus, yang menyediakan berbagai macam barang mulai dari makanan ringan, baju, gantungan kunci, hingga pernak-pernik khas Malaysia. Suasana belanja ramai dan seru, jadi kesempatan bagus untuk membeli buah tangan bagi keluarga dan teman di rumah.
