Day 7: Perjalanan kembali ke Indonesia
Hari ketujuh diawali dengan sedikit kekhawatiran. Semalaman saya sibuk packing koper, dan ada sedikit kecemasan apakah koper saya akan melebihi batas kapasitas 20 kilogram. Saat berangkat, koper saya sudah seberat 17 kilogram, dan kini ditambah dengan oleh-oleh, apakah akan aman?
Pagi ini tidak terlalu banyak aktivitas. Setelah packing semalaman, saya hanya mandi dan bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Selesai berkemas, saya sarapan di kantin asrama untuk terakhir kalinya.
Setelah menunggu jemputan, kami berangkat ke bandara. Setelah melalui semua proses pemeriksaan, kami menunggu jadwal penerbangan. Namun, ternyata pesawat kami mengalami delay, yang seharusnya berangkat pukul 14.00 menjadi 15.30.
Sambil menunggu, saya memutuskan untuk membeli kopi, sebagai kesempatan terakhir menikmati kopi di Malaysia. Kami menunggu dengan sabar.
Saat di pesawat, ketika sudah berada di Indonesia sedang tidak bagus. Pesawat kami beberapa kali memutari bandara sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan selamat.
Setelah sampai, saya berpamitan dengan teman-teman, dosen Raharja, Miss Azura, dan juga beberapa teman dari Malaysia yang ikut ke Indonesia untuk program student exchange.
Sebelum pulang, saya menyempatkan diri untuk makan nasi padang di bandara bersama kakak saya yang menjemput. Nasi padang selalu menjadi pilihan yang tepat untuk mengobati rasa rindu pada masakan Indonesia.
Penutup:
Perjalanan ke Malaysia ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Selama tujuh hari, saya tidak hanya belajar tentang budaya dan sejarah Malaysia, tetapi juga menjalin persahabatan dengan orang-orang dari berbagai negara. Dari mengunjungi tempat-tempat bersejarah, mencicipi kuliner khas, hingga belajar tentang teknologi di kampus, setiap momen adalah berharga. Saya pulang dengan membawa oleh-oleh, bukan hanya barang-barang, tetapi juga kenangan indah dan pelajaran berharga yang akan saya simpan selamanya. Terima kasih, Malaysia!
