Back

KONSEP PENELITIAN DAN STUDI PENDAHULUAN

Satu-satunya hal yang memisahkan antara seseorang dengan  apa yang 

ia inginkan dalam hidupnya sering kali hanyalah keinginan untuk mencoba 

dan keyakinan yang kuat bahwa hal itu dapat dicapai. 

Richard M. De Vos

Pembahasan Materi

Bab ini membahas tentang pengertian penelitian, pencarian ilmiah, langkah-langkah penelitian, motivasi dan tujuan penelitian, karakteristik penelitian, proses penelitian, studi pendahuluan, manfaat dan tujuan studi pendahuluan, cara mengadakan studi pendahuluan, dan konsep metode dan metodologi penelitian.

  • Pengertian Penelitian

Penelitian atau riset dewasa ini berarti pencarian teori, pengujian teori, atau pemecahan masalah. Ini berarti bahwa masalah itu telah ada dan telah diketahui bahwa pemecahan masalah tersebut sangat diperlukan. Masalah itu bukanlah suatu masalah yang biasa dalam arti bahwa pemecahannya bisa didapatkan langsung. Pengertian penelitian termasuk dalam metode ilmiah adalah suatu cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri objektivitas, karena disini kebenaran yang diperoleh secara konseptual atau deduktif saja tidak cukup, tetapi harus diuji secara empiris (Sedarmayanti, 2011: 27).

Sedangkan menurut Hermawan (2006: 13), penelitian merupakan suatu investigasi yang terorganisasi untuk menyajikan suatu informasi dalam upaya memecahkan masalah. Kerlinger (2002), mendefinisikan penelitian ilmiah sebagai “penelitian yang sistematis, terkontrol, empiris, dan peyelidikan kritis dari proporsi-proporsi hipotesis tentang hubungan yang diperkirakan antara gejala alam”. Definisi ini telah banyak dianut oleh para ahli penelitian sehingga buku ini mengangkat langsung definisi tersebut.

Penelitian disebut sistematis bila mengikuti langkah-langkah atau tahapan yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah tersebut dengan teori-teori yang ada, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi data, menarik kesimpulan, dan menggabungkan kesimpulan-kesimpulan tersebut ke dalam jajaran khasanah pengetahuan. Penelitian ilmiah itu terkontrol, tidak seperti masalah-masalah yang mungkin hanya dipecahkan secara sepintas. Dalam penelitian ilmiah, setiap langkah demikian terencana sehingga khayalan dan dugaan tidak terdapat di dalamnya. Masalahnya dijelaskan dengan cermat dan rinci, variabel-variabelnya diidentifikasi dan diseleksi, instrumen-instrumennya diseleksi atau dikonstruksi secara cermat, dan kesimpulan-kesimpulan hanya dapat ditarik dari data yang diperoleh. Dengan demikian rekomendasi yang dikemukakan didasarkan atas penemuan dan kesimpulan.

Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, eksperimental atau noneksperimental, interaktif dan noninteraktif. Metode-metode tersebut telah dikembangkan secara intensif, melalui berbagai uji coba sehingga telah memiliki prosedur yang baku. Metode penelitian adakalanya juga disebut “metodologi penelitian” (sebenarnya kurang tepat tetapi banyak digunakan), dalam makna yang lebih luas bisa berarti “desain” atau rancangan penelitian. Rancangan ini berisi rumusan tentang objek atau subjek yang akan diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan dan analisis data berkenaan dengan fokus masalah tertentu.

Penelitian adalah upaya untuk mengembangkan pengetahuan, dan menguji teori. McMillan dan Schumacher mengutip pendapat Walberg (1986), ada lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu: (1) mengidentifikasi masalah penelitian, (2) melakukan studi empiris, (3) melakukan replikasi atau pengulangan, (4) menyatukan atau sintesis dan mereview, (5) menggunakan dan mengevalusi oleh pelaksana. Ketika data terkumpul, bukti-bukti empiris sekarang sudah diperoleh untuk kemudian mendukung atau menolak hipotesis-hipotesis yang dirumuskan sebelumnya. Data empiris ini dijadikan dasar dalam penarikan kesimpulan. Segala sesuatunya begitu terkontrol sedemikian rupa sehingga setiap pengamat dalam penyelidikan itu begitu yakin akan hasilnya (Sukardi, 2003).

Tujuan akhir suatu ilmu adalah mengembangkan dan menguji teori. Suatu teori dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena alamiah. Dari perilaku atau kegiatan-kegitan terlepas yang dilakukan oleh siswa atau guru umpamanya, peneliti dapat memberikan penjelasan umum tentang hubungan di antara perilaku atau kegiatan pembelajaran. Dari penjelasan-penjelasan umum tersebut terbentuk prinsip-prinsip dasar, dalil, konstruk, proposisi, yang kesemuanya akan membentuk teori. Mengenai teori ini Fred N. Kerlinger (1986) bahwa “…..a theory as a set of interrelated constructs and propositions that specify relations among variables to explain and predict phenomena”. Dalamn rumusan Kerlinger tersebut ada tiga hal penting dalam suatu teori, yaitu: (1) suatu teori dibangun oleh seperangkat proposisi dan konstruk, (2) teori menegaskan hubungan di antara sejumlah variabel, (3) teori menjelaskan dan memprediksi fenomena-fenomena.

Penelitian hakikatnya merupakan kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh berupa fakta-fakta, konsep, generalisasi, dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami fenomena dan memecahkan masalah yang dihadapi. Masalah yang akan dijawab melalui penelitian disebut masalah penelitian. Masalah penelitian bisa muncul disebabkan banyak hal. Masalah muncul karena manusia mengalami kesulitan dalam hidup, yaitu adanya ketidaksesuaian atau kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang actual (das sein dengan das sollen). 

Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang tinggal ditempat kos setiap bulan harus mengelola keuangannya serta menghadapi banyak kebutuhan. Sementara jumlah dana yang dimiliki relatif terbatas, permasalahannya adalah cara mengelola keuangan dengan baik agar manajer pemasaran di suatu perusahaan setiap tahun selalu berhadapan dengan target penjualan yang harus mengelola perusahaannya agar target yang ditetapkan tercapai. Begitu pula dalam dunia pendidikan, seorang guru pasti menginginkan siswanya dapat lulus seratus persen dalam ujian nasional. Namun, sering harapan tidak menjadi kenyataan. Permasalahan dalam penelitian bisa pula bersumber dari rasa ingin tahu sebagai sifat alami setiap manusia. 

Misalnya, seorang mahasiswa menemukan jurnal hasil penelitian yang dilakukan di negara maju. Dia ingin menguji jika hasil penelitian sama atau berbeda jika dilakukan di Negara miskin atau Negara berkembang. Begitu juga dalam dunia bisnis. Seorang pimpinan perusahaan melakukan kunjungan ke perusahaan lain di negara maju. Di sana dia menemukan teknologi baru yang canggih dalam bidang produksi. Sepulang dari kunjungan dia ingin menerapkan teknologi tersebut di perusahaannya. Sebelum menerapkannya, tentu akan lebih baik jika dia melakukan penelitian terlebih dahulu. Jadi, kebijakan yang diambil pimpinan mempunyai dasar dan tidak sekadar ikut-ikutan karena belum tentu keberhasilan penggunaan teknologi di suatu perusahan bisa diterapkan di perusahaan lain dengan hasil sama.

Kebenaran yang dipegang teguh dalam penelitian adalah kebenaran ilmiah. Artinya, kebenaran bersifat relatif (nisbi), bukan kebenaran yang sempurna dan bersifat mutlak. Dengan kata lain, hasil suatu penelitian saat ini mungkin hanya benar pada saat ini dan pada saat lain kebenaran sudah tidak relevan. Walaupun demikian, banyak peneliti baik kalangan akademisi maupun praktisi dalam bidangnya masing-masing telah melakukan penelitian dengan hasil berupa fakta, konsep, generalisasi, atau teori yang sangat berguna bagi manusia untuk memahami fenomena atau merupakan solusi permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, hasil penelitian telah memberikan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang masing-masing. Lebih lanjut, hasil tersebut sangat membantu manusia dalam memecahkan masalah kehidupan dan menjawab rasa ingin tahu manusia yang merupakan naluri manusia sejak lahir. 

  • Pencarian Ilmiah

Pencarian ilmiah (scientific inquiry) adalah suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara sistematis, dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterprestasikan data. Pengertian ilmiah berbeda dengan ilmu. Ilmu merupakan struktur atau batang tubuh pengetahuan yang telah tersusun, sedang ilmiah adalah cara mengembangkan pengetahuan. Metode ilmiah merupakah suatu cara pengkajian yang berisi proses dengan langkah-langkah tertentu. McMillan dan Scumacher (2001) membaginya atas empat langkah, yaitu: (1) Define a problem, (2) State the hypothesis to be tested, (3) Collect and analyze data, and (4) Interprete the results and draw conclusions about the problem

Hampir sama dengan McMillan dan Shumacher, John Dewey membagi langkah-langkah pencarian ilmiah yang disebutnya sebagai “reflective thingking”, atas lima langkah, yaitu: (1) Mengidentifikasi masalah, (2) Merumuskan dan membatasi masalah, (3) Menyusun hipotesis, (4) Mengumpulkan dan menganalisis data, (5) Menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Empat langkah pencarian ilmiah dari McMillan dan Schumacher, dan lima langkah berpikir reflektif dari John Dewey, seringkali dijadikan sebagai dasar dari langkah-langkah utama penelitian.

Pencarian berpola (disciplined inquiry), merupakan suatu prosedur pencarian dan pelaporan dengan menggunakan cara-cara dan sistematika tertentu, disertai penjelasan dan alasan yang kuat. Pencarian berpola bukan merupakan suatu pencarian yang bersifat sempit dan mekanistis, tetapi mengikuti prosedur formal yang telah standar. Prosedur pencarian ini pada tahap awalnya bersifat spekulatif, mencoba menggabungkan ide-ide dan metode-metode, kemudian menuangkan ide-ide dan metode tersebut dalam suatu prosedur yang baku. Laporan dari pencarian berpola berisi perbaduan antara agrumen-agrumen yang didukung oleh data dengan proses nalar, yang disusun dan dipadatkan menghasilkan kesimpulan yang berbobot.

Pencarian berpola terutama dalam ilmu-ilmu komputer termasuk  sistem informasi bukan hanya menunjukkan pengkajian yang sistematik, tetapi juga pengkajian yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Tiap disiplin ilmu mempunyai cara pencarian sendiri yang sesuai dengan karakteristik disiplin ilmunya. Sains umpamanya banyak menggunakan metode eksperimen, sedang antropologi menggunakan metode kualitatif. Pendidikan kebanyakan menggunakan metode deskriptif, tetapi untuk hal-hal tertentu bisa menggunakan metode eksperimen, tindakan, penelitian dan pengembangan, dan juga kualitatif (Sugiyono, 2005). Oleh karena itu dalam melakukan penelitian harus kita ketahui jenis penelitian apa yang akan kita lakukan, sehingga dalam analisis data yang akan dilakukan sesuai dengan model penelitian yang kita buat.

  • Langkah-Langkah Penelitian

Penelitian merupakan suatu proses yang terdiri atas beberapa langkah. Langkah ini bukan sesuatu yang sekuensial atau langkah-langkah yang harus diikuti secara kaku. Proses penelitian adalah sesuatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan logika, masalah, desain dan interpretasi.  Adapun langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut (Arikunto, 2010).

  1. Mengidentifikasi Masalah. Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting (esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial) yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaannya bila isu atau masalah tersebut diteliti.
  2. Merumuskan dan Membatasi Masalah. Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Faktor atau variabel tersebut ada yang melatarbelakangi ataupun diakibatkan oleh fokus masalah. Karena faktor atau variabel yang terkait dengan fokus masalah cukup banyak, maka perlu ada pembatasan faktor atau variabel, yaitu dibatasi pada faktor atau variabel-variabel yang dominan.
  3. Melakukan Studi Kepustakaan. Studi kepustakaan merupakan kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendasari penelitian, baik teori yang berkenaan dengan bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi. Dalam studi kepustakaan juga dikaji hal-hal yang bersifat empiris bersumber dari temuan-temuan penelitian terdahulu. 
  4. Merumuskan Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian. Hal-hal pokok yang ingin diperoleh dari penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan penelitian. Rumusan hipotesis dibuat apabila penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data statistik inferensial. Untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengolahan data statistik deskriptif tidak diperlukan rumusan hipotesis, cukup dengan pertanyaan-pertanyaan pokok, demikian juga dengan penelitian kualitatif (Suharso, 2003). 
  5. Menentukan Desain dan Metode Penelitian. Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alasan-alasan mengapa menggunakan metode tersebut.
  6. Menyusun Instrumen dan Mengumpulkan Data. Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrument pengumpulan data yang akan digunakan. Dalam pelaksanaan pengumpulan data, selain objektivitas dan keakuratan data yang akan diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian.
  7. Menganalisis Data dan Menyajikan Hasil. Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa tabel, grafik, profil, bagan, atau menggunakan statistik inferensial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisis jalur, dan lain-lain. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif neratif-logis.
  8. Menginterpretasikan Temuan, Membuat Kesimpulan dan Saran. Hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna atau arti dari temuan dilakukan melalui interpretasi. Interpretasi dibuat dengan melihat makna hubungan antara temuan yang satu dengan yang lainnya, antara temuan dengan konteks atau hal-hal yang melatarbelakanginya, dengan teori yang mendukungnya ataupun dengan kemungkinan penerapannya. Kesimpulan merupakan penerikan generalisasi dari hasil interpretasi temuan penelitian. Meskipun penelitian kualitatif tidak bersifat generalisasi, tetapi unsur generalisasi ini tetap ada, yaitu menemukan hal-hal yang esensial atau prinsipil dari suatu deskripsi. Terhadap kesimpulan-kesimpulan yang telah dirumuskan, disusunlah implikasi dan rekomendasi atau saran. Implikasi merupakan akibat logis dari temuan-temuan penelitian yang terkandung dalam kesimpulan. Rekomendasi merupakan hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh pihak-pihal terkait dalam memanfaatkan hasil-hasil penelitian.
  • Motivasi dan Tujuan Penelitian 

Untuk memahami hakikat penelitian, kiranya terlebih dahulu kita harus memahami motivasi peneliti dalam melakukan penelitian. Setiap peneliti tentu memliki tujuan dan motivasi berbeda-beda, bahkan profesi peneliti menentukan pula perbedaannya. Seorang konsultan, mahasiswa, dosen, praktisi bisnis, atau guru tentu mempunyai perbedaan motivasi dan tujuan dalam melakukan penelitian. Walaupun demikian, pada dasarnya setiap peneliti memiliki motivasi dan tujuan sama, yaitu ingin memecahkan masalah dan memuaskan rasa ingin tahu dari setiap fenomena yang dihadapi.

Ketika berhadapan dengan fenomena yang menarik perhatiaanya, manusia akan berusaha mencari fakta untuk menjelaskan fenomena tersebut. Setumpuk pertanyaan yang muncul dibenak tentu akan mendorongnya mencari jawaban dengan mengumpulkan sejumlah fakta. Kumpulan fakta disebut data dan akan dianalisis dengan teknik tertentu sehingga dia dapat menarik kesimpulan. Kesimpulan itulah yang diharapkan mampu memberikan penjelasan fenomena. 

Jadi, hakikat penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: melakukan pengamatan terhadap fakta (fenomena), melakukan identifikasi masalah, serta berusaha mengumpulkan data baik melalui kajian teoritis dengan mengkaji literatur maupun melalui kajian empiris dengan melakukan pengamatan di lapangan untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan penelitian adalah memperoleh pengetahuan agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan atau mendapatkan solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Sekaran (2002) menyebutkan bahwa penelitian merupakan suatu jenis usaha sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

  • Karakteristik Penelitian

Kerlinger (2006) menjelaskan ada tiga karakteristik penelitian, yaitu (1) tujuan penelitian, (2) metode penelitian, dan (3) hubungan antara penelitian dengan ilmu. Berikut adalah penjelasan yang lebih rinci.

Tujuan Penelitian 

Secara umum penelitian mempunyai tiga macam tujuan, yaitu: (1) penemuan, (2) pembuktian, dan (3) pengembangan. Penemuan berarti data dari penelitian yang dimulai dari permasalahan sampai temuan atau kesimpulan penelitian adalah benar-benar baru dan sebelumnya belum pernah ada. Misalnya dalam disiplin ilmu pemasaran, ada pendekatan baru dengan model-model perilaku konsumen yang baru atau model penetapan harga yang baru. Selanjutnya Sangadji (2006) mengemukakan dua tujuan penelitian, yaitu: mengembangkan pengetahuan dan memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan-pertanyaan. Pembuktian berarti masalah penelitian sampai hasil atau temuan penelitian bersifat menguji atau membuktikan jika hasil penelitian masih relevan jika dilakukan di tempat lain, atau dalam waktu berbeda. 

Pengembangan berarti tujuan penelitian ingin mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah ada. Misalnya, peneliti mengacu pada penelitian sebelumnya. Bidang ilmu, pokok permasalahan, dan variabel mungkin sama; tetapi peneliti mengembangkan indikator, menambah variabel, atau memodifikasi metode penelitiannya.

Konsep Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Babbie, E, 2004). Cara ilmiah mempunyai karakteristik rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti penelitian dilakukan dengan cara-cara masuk akal dan terjangkau penalaran atau logika manusia. Empiris berarti penelitian dilakukan berdasarkan fakta-fakta di lapangan yang dapat diuji oleh orang lain atau pihak lain. Kemudian, sistematis berarti penelitian merupakan proses tertentu yang logis. 

Penelitian dimulai dengan memunculkan permasalahan, mencari jawaban permasalahan dengan mengkaji literature untuk membuat hipotesis, mengumpulkan data dari lapangan, menganalisis data dengan teknik yang relevan, lalu pada akhirnya membuat kesimpulan atau temuan. Penelitian dapat dikatakan sebagai usaha penyelidikan yang sistematis dan terorganisasi. Alasannya adalah penelitian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu untuk mencapai tujuan penelitian. Tahapannya dimulai dari adanya permasalahan, mengumpulkan fakta-fakta, menganalisis data dengan teknik tertentu, hingga membuat kesimpulan. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang diharapakan mampu memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan. Tahap penelitian (proses penelitian) dilakukan dengan menggunakan cara atau prosedur tertentu yang diatur dengan baik. Metodologi penelitian adalah ilmu yang mengkaji ketentuan atau aturan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian. 

Hubungan Penelitian Dengan Ilmu

Penelitian merupakan suatu kegiatan yang salah satu tujuannya adalah mengembangkan pengetahuan, sedangkan ilmu merupakan bagian pengetahuan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu (1) rasional dan teruji. Pengetahuan dikatakan rasional jika disusun menggunakan pikiran dan pertimbangan yang masuk akal. Pengetahuan yang disusun dengan logika tertentu sering disebut pengetahuan yang menggunakan penalaran. Karakteristik pengetahuan rasional adalah menggunakan logika atau penalaran tertentu dalam membuat kesimpulan (Berenson, C, dan R.R, Colton 2002). Pengetahuan diuji adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan fakta atau fenomena. Fakta dapat berupa kejadian segala sesuatu yang dialami dalam kehidupan nyata atau tertangkap oleh pengalaman hidup manusia (Malhotra, N.K. 2006).

Penelitian merupakan penyelidikan sistematis terhadap masalah tertentu dengan menggunakan metode ilmiah dan mengumpulkan bukti yang cukup representatif sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Peneliti menggunakan penalaran logis dan menghindari bias dalam menarik kesimpulan. Penelitian adalah proses pemunculan masalah dan menemukan atau menjawab masalah. 

  • Proses Penelitian

Proses penelitian secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) menetapkan masalah penelitian, (2) melakukan analisis teoritis, dan (3) melakukan pengujian fakta. Proses penemuan masalah mencakup identifikasi bidang permasalahan, pemilihan atau penemuan pokok masalah, dan mengakhiri dengan perumusan masalah.

Contoh:

  • Bidang permasalahan adalah pemasaran.
  • Pokok masalah adalah marketing mix dan keputusan konsumen.

Perumusan masalah adalah

  • Bagaimana kondisi marketing mix di perusahaan X?
  • Bagaimana keputusan pembelian konsumen?
  • Apakah terdapat pengaruh marketing mix secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian konsumen?

Pengkajian atau telaah teori merupakan tahapan dalam penelitian dengan tujuan menyusun rangka teoritis yang menjadi dasar menjawab masalah atau pertanyaan penelitian. Kegiatan yang melakukan pada tahap ini adalah melakukan telaah literatur dari buku-buku yang relevan, jurnal, tesis, dan lain-lain. Tahapan diakhiri dengan penyusunan hipotesis yang merupakan jawaban perumusan masalah dan masih perlu diuji kebenarannya. Tahap selanjutnya adalah melakukan pengumpulan fakta yang diawali pemilihan fakta-fakta relevan dengan rumusan masalah. Masalah-masalah dalam penelitian saat ini bukan seluruhnya masalah baru, atau bahkan boleh dikatakan masalah lama yang sering muncul kembali dalam keunikan berbeda. Oleh karena itu, para calon peneliti sebaiknya mengadakan studi pendahuluan setelah memilih masalah untuk penelitiannya. 

  • Studi Pendahuluan

Menurut Sangadji (2008), studi pendahuluan merupakan eksploratoris dua langkah, yaitu penemuan dan pengalaman. Langkah awal suatu kegiatan penelitian adalah memilih masalah. Kemudian, sebelum mengadakan penelitian sesungguhnya, calon peneliti perlu mengadakan studi pendahuluan. Studi pendahuluan dilakukan untuk menelusuri lebih jauh mengenai masalah. Dengan penemuan dan pengalaman mengenai masalah yang akan diteliti, selanjutnya peneliti dapat menentukan kemungkinan diteruskannya pekerjaan meneliti. Jadi, studi pendahuluan bertujuan pula mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar kedudukan masalahnya lebih jelas.

Menurut J.W.Buckley (2006), studi pendahuluan merupakan bentuk studi terhadap dokumen dan pustaka atas buku-buku pelajaran dan artikel-artikel lainnya. Semuanya ditelaah pada uraian materi, bahasa yang digunakan, contoh uraian, serta ilustrasi. Selanjutnya berbagai sumber pustaka atau literature tersebut dianalisis dan kemudian disusun laporan hasil studi pendahuluan. Sementara menurut Sangadji (2008), studi pendahuluan adalah suatu yang berguna untuk menjajaki keadaan di lapangan, yaitu masalah yang kiranya layak dan penting untuk diteliti. 

Dalam studi ini, seorang calon peneliti harus mendapatkan dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai masalah yang akan diteliti. Dalam penjajakan di lapangan, peneliti harus memperhatikan empat hal berikut: a. Mengadakan hubungan formal dan informal. b. Mendapatkan izin. c. Memupuk rasa saling menghormati dan mempercayai. d. Mengidentifikasi responden sebagai informan. B.A, Brody, dan R.E. Grandy (2008) menyebutkan hal yang harus pula dipahami dalam menjajaki keadaan di lapangan adalah memilih lokasi situasi sosial. Setiap situasi sosial mengandung unsur-unsur berikut: 1. Tempat; yaitu wadah manusia melakukan kegiatan tertentu, misalnya kantor, sekolah, pasar, dan sebagainya. 2. Pelaku; yaitu semua orang yang terdapat dalam wadah tertentu, misalnya kepala kantor, pegawai, pembeli, dan sebagainya. 3. Kegiatan; yaitu aktivitas yang dilakukan orang dalam wadah tertentu. Kegiatan yang saling berhubungan disebut peristiwa.

Studi pendahuluan mencakup pula pendahuluan suatu penelitian. Penelitian sendiri adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematis dalam waktu relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan yang berlaku. Penelitian pun membutuhkan suatu pendahuluan. Dengan pendahuluan, seorang pembaca dapat mengetahui ikhtiar atau maksud seorang peneliti. Dalam pendahuluan terdapat unsur-unsur yang memperjelas masalah dan alasan peneliti ingin memecahkan masalah yang ingin diteliti. 

Dari pendahuluan, calon peneliti dapat memperjelas keterangan-keterangan yang dimaksud. Apabila ada penelitian yang lebih awal dari calon peneliti, maka calon peneliti dapat memberikan argumen yang memperjelas bahwa penelitiannya layak dilakukan. Kemudian, calon peneliti harus dapat membuat studi pendahuluan yang memang benar-benar nyata dan tidak dibuat-buat. Jadi penelitian dapat memberikan banyak asumsi bagi pembacanya.

 Moleong (2006) menyebutkan studi pendahuluan dengan ekploratoris sebagai dua langkah, sedangkan perbedaan antara langkah pertama dengan langkah kedua adalah penemuan dan pengalaman. Memilih masalah adalah mendalami masalah, sehingga harus dilakukan lebih sistematis dan intensif. Dari sini dapat diketahui bahwa dalam mengadakan studi pendahuluan, peneliti atau calon peneliti dapat memberikan informasi tentang pengalaman yang pernah digelutinya saat mengadakan penelitian-penelitian sebelumnya. Kemudian, mereka dapat memakainya sebagai acuan atau bahan pembelajaran sehingga hal tersebut dapat mempermudah mengerjakan masalah yang diteliti.


  • Manfaat dan Tujuan Studi Pendahuluan 

Menurut Brannen (2008), dalam mengadakan studi pendahuluan mungkin ditemukan bahwa orang lain sudah berhasil memecahkan masalah yang diajukan oleh calon peneliti sehingga tidak ada gunanya untuk menyelidiki kembali. Mungkin ia dapat pula mengetahui hal-hal yang relevan dengan masalahnya sehingga memperkuat keinginannya untuk meneliti. Kemudian, apabila ada orang lain yang menyelidiki masalah hampir sama atau belum terjawab persoalannya maka calon peneliti dapat mengetahui metode yang digunakan, hasil-hasil yang telah dicapai, bagian peneliti yang belum terselesaikan, faktor-faktor yang mendukung, dan langkah yang telah diambil untuk mengatasi hambatan penelitiannya. 

Berdasarkan penjelasan di atas maka Carrol, J.S dan E.J. Johnson (2000) merumuskan manfaat studi pendahuluan sebagai berikut: (1) memperjelas masalah, (2) menjajagi kemungkinan dilanjutkannya penelitian, dan (3) mengetahui apa yang sudah dihasilkan orang lain bagi penelitian yang serupa dan bagian permasalahan yang belum terpecahkan. Sebagai pedoman perlu tidaknya penelitian dilaksanakan, peneliti harus mempertimbangkan hal-hal berikut (Sangadji & Sopiah, 2010):

  1. Apakah judul penelitian yang akan dilakukan benar-benar sesuai minatnya? Apakah peneliti memang akan senang melaksanakan karena menguasai permasalahannya? Pertanyaan demikian penting untuk dijawab karena minat, perhatian, dan penguasaan pemecahan masalah merupakan modal utama meneliti.
  2. Apakah peneliti dapat dilaksanakan? Banyak faktor yang menyebabkan seorang peneliti tidak dapat melaksanakan rencananya. Faktor-faktor tersebut antara lain: kemampuan, waktu, tenaga, dan dana. Misalnya, seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi bermaksud meneliti pengelolaan perusahaan rokok kretek. Dari studi pendahuluan, dia mengetahui bahwa untuk dapat bertemu pimpinan sebuah perusahhan butuh waktu tidak sedikit. Setiap kali ia datang, ada- ada saja alasan pimpinan untuk tidak menemuinya. Pada hari tertentu, ia sedang ada tamu penting dan terhormat. 
  3. Apakah untuk penelitian yang akan dilakukan tersedia faktor pendukung? Di bagian terdahulu sudah dijelaskan bahwa data yang akan dikumpulkan harus ada. Sebagai hasil tambahan adalah peneliti sudah merumuskan judul, disediakan dana, sudah mengurus izin, dan berhasil. Yang menjadi permasalahan penelitian adalah bagaimana sikap remaja di desa K tidak cukup terdapat remaja karena sebagian besar anak usia SD  atau remaja yang tidak tamat pergi ke kota untuk mencari pekerjaan karena keadaan sosial ekonomi penduduk rendah.
  4. Apakah hasil penelitian cukup bermanfaat? Misalnya, peneliti ingin perbedaan efektivitas pengajaran modul dibandingkan pengajaran klasifikasi. Studi pendahuluan, yakni membaca buku-buku di perpustakaan, memperlihatkan bahwa sudah ada beberapa laporan penelitian yang menjelaskan efektivitas pengajaran modul, baik secara terpisah maupun dibandingkan dengan pengajaran sistem lain.

Lebih lanjut, menurut Sekaran (2006) manfaat studi pendahuluan adalah: 1. Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti. 2.  Mengetahui di mana atau kepada siapa informasi dapat diperoleh. 3. Mengetahui cara memperoleh data atau informasi. 4. Dapat menentukan cara tepat untuk menganalisis data. 5. Mengetahui cara harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil.

Menurut F. Hair. Jr et al (2008), tujuan utama dalam pembahasan studi pendahuluan adalah mempermudah calon peneliti mendalami dan memperjelas permasalahan yang akan diteliti, kemudian studi pendahuluan dilakukan pula untuk mencapai tujuan berikut; 1. Mengetahui alasan-alasan perlunya atau harus dilakukan penelitian. 2. Mengetahui cara seorang calon peneliti akan melakukan penelitian. 3. Mengetahui siapa yang akan memperoleh manfaat hasil penelitian. 4. Membandingkan permasalahan yang telah dipilih dengan penelitian-penelitian terdahulu. 

  • Cara Mengadakan Studi  Pendahuluan 

Menurut Brannen (2008), studi pendahuluan dilaksanakan dengan mengumpulkan informasi dari tiga objek yang harus dihubungi, dilihat, diteliti atau dikunjungi, yaitu: 1. Paper; dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian, atau penemuan sebelumnya (findings). Studi demikian disebut pula studi kepustakaan atau literatur. 2. Person; bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber untuk memperoleh informasi. 3. Place; mengadakan peninjauan ke tempat atau lokasi penelitian untuk melihat benda atau peristiwa.

Sementara menurut H.M. Cooper (2007), cara mendapatkan informasi mengenai masalah yang akan diteliti bisa melalui:

  1. Pengamatan terhadap kegiatan manusia. Pengamatan sepintas terhadap kegiatan-kegiatan manusia dapat merupakan sumber dari masalah yang diteliti.
  2. Pengamatan terhadap alam sekeliling. Peneliti-peneliti ilmu natural seringkali menemukan masalah dari alam sekelilingnya.
  3. Bacaan. Bacaan-bacaan dapat merupakan sumber dari masalah yang dipilih untuk diteliti. Lebih-lebih jika bacaan merupakan karya ilmiah ataupun makalah maka banyak rekomendasi di dalamnya yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
  4. Ulangan serta perluasan penelitian. Masalah pun diperoleh dengan mengulang percobaan yang pernah dilakukan saat percobaan yang telah dikerjakan belum memuaskan. Perluasan analisis maupun metode dan teknik dengan sarana yang lebih modern akan membuat masalah dapat dipecahkan dengan lebih memuaskan.
  5. Cabang studi yang sedang dikerjakan. Kadangkala masalah ditemukan bukan dari bidang studi sendiri, tetapi dari cabang yang timbul kemudian dan mula-mula diaanggap tidak penting sifatnya.
  6. Pengalaman dan catatan pribadi. Pengalaaman dan catatan pribadi sering merupakan sumber dari masalah penelitian. Dalam penelitian ilmu sosial, pengalaman dan catataan pribadi tentang sejarah sendiri, baik kegiatan pribadi ataupun kegiatan professional, dapat merupakan sumber masalah untuk penelitian.
  7. Praktik serta keinginan masyarakat. Praktik-praktik yang timbul dan keinginan yang menonjol dalam masyarakat dapat merupakan sumber dari masalah.
  8. Bidang spesialisasi. Bidang spesialisasi seseorang dapat merupakan sumber masalah. Seorang spesialis dalam bidangnya telah benar-benar menguasai ilmu bidang spesialisasinya.
  9. Pelajaran dan mata pelajaran yang sedang diikuti. Pelajaran dan mata pelajaran yang sedang diikuti merupakan sumber dari masalah penelitian. Diskusi kelas atau hubungan antara dosen dengan mahasiswa banyak mempengaruhi mahasiswa dalam memilih masalah untuk penelitian.
  10. Diskusi-diskusi imiah. Masalah penelitian dapat pula bersumber dari diskusi-diskusi ilmiah, seminar, serta pertemuan-pertemuan ilmiah.

Studi pendahuluan dapat pula dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber data berikut (Cresswell, 2007): 

  1. Kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui rekaman, pengambilan foto, atau film.
  2. Sumber tertulis. Sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku dan majalah ilmiah,sumber arsip,dokumen pribadi,dan dokumen resmi. Buku, disertai dan karya ilmiah lainnya serta majalah ilmiah sangat berharga bagi peneliti guna menjajaki keadaan perseorangan atau masyarakat di tempat penelitian.
  3. Foto. Ada dua kategori foto yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian, yaitu foto yang dihasilkan orang lain dan foto yang dihasilkan oleh peneliti. Latar penelitian dalam foto dapat diamati dengan teliti. Pada umumnya, foto tidak digunakan secara tunggal untuk menganalisis data. Sebaiknya foto digunakan sebagai pelengkap pada cara teknik lainnya.
  4. Data statistik. Calon peneliti dapat memanfaatkan data statistik sebagai cara yang mengantar dan mengarahkannya pada kejadian dan peristiwa yang ditemukan dan dicari sendiri sesuai dengan masalah dan tujuan penelitiannya.
  5. Penciptaan masalah penelitian dilakukan dengan berlandaskan pada pembuatan suatu proposisi (teori, hipotesis) dengan kerangka referensi berupa hasil pengkajian mengenai kaitan antara sejumlah teori yang sudah ada dan dihubungkan dengan kenyataan sosial yang dihadapi. Pengkajian tersebut menciptakan masalah-masalah teoritis yang perlu dikaji kebenarannya berdasarkan fakta-fakta.
  6. Menciptakan suatu masalah penelitian sama dengan menciptakan suatu model (teori, hipotesis) yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi kegiatan penelitian dan bagi pengungkapan kebenaran proposisi (teori, hipotesa) yang dibuat.

Selanjutnya, untuk memperdalam permasalahan dalam penelitian, peneliti perlu melakukan tahap-tahap berikut:

  1. Membaca, menyeleksi, dan memperdalam konsep-konsep yang relevan dengan masalah penelitian yang dipilih;
  2. Membaca dan menyeleksi hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah penelitian yang telah dipilih dan secara terseleksi menggunakan penemuan terdahulu, baik mengenai tesis atau teorinya maupun mengenai data yang relevan kegunaannya bagi masalah penelitian;
  3. Membaca dan mempelajari wilayah-wilayah masyarakat dan kebudayaannya untuk diseleksi dan dijadikan sasaran penelitian dengan tujuan membuktikan kebenaran hipotesis yang telah dibuat, atau teori-teori yang ada berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan dalam penelitian.

Menurut J.W.Creswell (2008), ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar dapat mendalami permasalahan yang sedang dalam penyelidikan, yaitu:

  1. Mendapatkan informasi dari tangan pertama. Maksudnya ialah agar memperoleh ide-ide baru atau memperjelas permasalahan yang sedang dihadapi dengan menanyakan langsung kepada orang yang berkepentingan atau paling mengetahui masalahnya.
  2. Mempelajari semua informasi yang mungkin ada dengan membaca literatur-literatur. Literature bisa merupakan buku, majalah, jurnal, atau bentuk publikasi lainnya. Pedoman-pedoman yang perlu diperhatikan dalam usaha mengenal literature adalah: a. Pelajari hasil-hasil yang telah ditemukan orang lain dalam bidang yang bersangkutan atau dalam bidang yang hampir bersamaan. b. Pelajari metode-metode penelitian yang telah dipergunakan, misalnya metode pengambilan sampel, pengumpulan data, metode analisis, dan lain-lain. c. Kumpulkan data dari sumber-sumber yang telah ada. d. Pelajari analisis-analisis yang telah dibuat.

Menurut Sudirman dalam Sangadji (2010) studi pendahuluan dibagi menjadi tiga tahapan yaitu:

  1. Persiapan: pada tahap ini, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengadakan studi pendahuluan seperti pengurusan surat izin ke lapangan, dan berbagai instrument yang diperlukan dalam kegiatan penelitian. Dalam tahap persiapan, peneliti melakukan pula pengembangan instrument identifikasi seperti:
  1. Pedoman wawancara dan daftar isian untuk responden; daftar isian diberikan untuk memperoleh data dan informasi yang berkenaan dengan identitas diri dan karakteristik responden seperti: minat, bakat, keterampilan, masalah,  serta kebutuhan responden.
  2. Pedoman wawancara untuk instansi atau dinas terkait; persiapan dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan penelitian, lalu dilakukan survei pendalaman materi. Survei pendalaman; dalam kegiatan ini, peneliti melakukan pengamatan dan pencatatan kondisi obyek penelitian, mengidentifikasi masalah, serta melakukan survei kebutuhan penelitian.
  1. Analasis kebutuhan: analisis dilakukan untuk menemukan penelitian entah untuk manfaat teoritis atau praktis.

Berdasarkan tiga tahapan, selanjutnya calon peneliti dapat menentukan jika penelitian akan tetap dilanjutkan atau tidak.

  • Konsep Metode dan Metodologi Penelitian

Metode penelitian  terdiri atas dua kata: metode  dan penelitian. Metode berasal  dari bahasa Yunani  yaitu methodos   yang  berarti  cara atau jalan  untuk mencapai   sasaran atau tujuan dalam  pemecahan   suatu permasalahan. Kata yang mengikutinya adalah penelitian yang berarti suatu usaha  untuk mencapai   sesuatu  dengan metode  tertentu, dengan  cara hati-hati, sistematik dan  sempuma terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.  Jadi,  metode penelitian adalah suatu cara  atau  prosedur   untuk mempero1eh  pemecahan terhadap   permasalahan   yang  sedang dihadapi. Metode penelitian mencakup alat dan prosedur penelitian.   Metode penelitian memandu si peneliti  sesuai   urutan kerja penelitian dari   awal penelitian sampai  akhir suatu penelitian.

Pene1itian diterjemahkan dari  kata research.  Kata  research  scndiri berasal   dari kata re yang artinya kembali dan to search yang artinya mencari. Jadi, penelitian   (research) dapat diartikan sebagai  upaya untuk mencari   kemba1i.   Penelitian juga  dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian  data secara  sistematis dan   objektif  untuk memecahkan suatu persoalan    atau menguji  suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.   Dari   uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian  mempunyai ciri  yang sistematis atau bersistem  da1am  proses pengumpulan, analisis dan pelaporan hasi1 penelitian.

Penelitian dilakukan tidak 1epas dari ilmu tentang penelitian yang sudah dicoba dan diatur menurut aturan serta urutan  secara menyeluruh dan sistematis. Metode penelitian merupakan cara atau jalan untuk memperoleh kembali pemecahan terhadap segala permasalahan. Di dalam penelitian dikenal adanya beberapa macam teori untuk menerapkan salah satu metode yang relevan terhadap permasalahan tertentu, mengingat bahwa tidak setiap permasalahan dikaitkan dengan kemampuan si peneliti, biaya dan lokasi dapat diselesaikan dengan sembarang metode penelitian. 

Metodologi penelitian berasal dari kata metode yang berarti cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Jadi, metodologi memiliki arti cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan atau mempersoalkan cara-cara malaksanakan penelitian berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah.

Lebih luas lagi dapat dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara–cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data-data sehingga dapat digunakan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Jadi, metodologi penelitian adalah ilmu mengenai jalan yang dilewati untuk mencapai pemahaman jalan terseburt harus ditetapkan dengan pertanggungjawaban ilmiah dan data yang dicari untuk membangun atau memperoleh pemahaman harus melalui syarat ketelitian, artinya harus dipercaya kebenarannya.

Rangkuman

Secara umum penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Adapun langkah-langkah penelitian adalah: 1) mengidentifikasi masalah, 2) merumuskan dan membatasi masalah, 3) melakukan studi kepustakaan, 4) merumuskan hipotesis dan pertanyaan penelitian, 5) menentukan desain dan metode penelitian, 6) menyusun instrumen dan mengumpulkan data, 7) menganalisis data dan menyajikan hasil, dan 8) membahas dan menginterpretasikan temuan, membuat kesimpulan dan saran. 

Studi pendahuluan merupakan eksploratoris dua langkah, yaitu penemuan dan pengalaman. Langkah awal suatu kegiatan penelitian adalah memilih masalah. Kemudian, sebelum mengadakan penelitian sesungguhnya, calon peneliti perlu mengadakan studi pendahuluan. Studi pendahuluan dilakukan untuk menelusuri lebih jauh mengenai masalah. Studi pendahuluan bertujuan pula mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar kedudukan masalahnya lebih jelas. Studi pendahuluan merupakan bentuk studi terhadap dokumen dan pustaka atas buku-buku pelajaran dan artikel-artikel lainnya. Semuanya ditelaah pada uraian materi, bahasa yang digunakan, contoh uraian, serta ilustrasi. Selanjutnya berbagai sumber pustaka tersebut dianalisis dan kemudian disusun laporan hasil studi pendahuluan. 

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Cresswell, John W. 2008. Educational Research, New York: Pearson Merril Prentice-Hall.

Cresswell, John W. 2007. Designing and Conducting Mixed Methods Research, Toronto: Sage Publication.

Hermawan, A. 2006. Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif, Jakarta: Grafindo.

Kerlinger, F.N. 2002. Asas-asas Penelitian Behavioral, Terj. Landung R Simatupang, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 

Moleong, Lexy. G. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Sangadji, Etta Mamang, Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dalam Penelitian: Perumusan Masalah, Metode Penelitian, dan Penulisan Laporan Penelitian. Jogjakarta: Penerbit Andi Offset.

Sedarmayanti, Syarifudin H. 2011. Metodologi Penelitian, Bandung: Mandar Maju.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian & Pengembangan. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batas pikiran Anda. Apa yang Anda yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.

 

Mary Kay Ash








Leave A Reply