MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN
Penciptaan selalu terjadi. Setiap kali seseorang mempunyai pikiran, atau
cara berpikir kronis yang panjang, ia sedang berada di dalam proses penciptaan.
Sesuatu akan mewujud dari pikiran-pikirannya.
Michael Bernard Beckwith
Pembahasan Materi
Bab ini membahas tentang pengertian proposal penelitian, manfaat dari proposal penelitian, sistematika proposal penelitian: halaman judul, ringkasan eksekutif, daftar isi, pengantar, abstrak, latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, kegunaan hasil penelitian, literature review, tinjauan penelitian yang relevan, hipotesis, metode penelitian, pengambilan sampel dan populasi, instrument penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, bentuk laporan, kualifikasi peneliti, anggaran penelitian, jadwal, daftar pustaka, dan lampiran serta evaluasi proposal penelitian.
- Pendahuluan
Bagi seorang peneliti, menyusun proposal penelitian merupakan langkah yang sangat penting karena langkah ini sangat menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian merupakan salah satu kegiatan yang bersifat ilmiah. Disebut demikian karena dalam proses pembuatan maupun penyampaiannya memiliki perbedaan yang sangat nyata dengan bentuk tulisan-tulisan lain, seperti novel, cerita, dan puisi. Perbedaan ini tampak pada proses pembuatannya yang didasarkan pada metodologi maupun teori yang ada sehingga tidak dapat dilaksanakan dan dibuat sembarangan. Selain itu penelitian ilmiah penelitian ilmiah memiliki tujuan yang jelas, yang nantinya dapat bermanfaat sebagai bahan kajian tentang suatu hal dan yang paling utama adalah sebagai acuan dalam pengambilan keputusan baik untuk kepentingan publik atau pemerintah maupun pihak swasta atau perusahaan.
Ketika memulai penelitian, peneliti biasanya memerlukan dukungan atau sponsor dari pihak tertentu. Mahasiswa yang akan membuat tugas akhir memerlukan seorang dosen sebagai pembimbingnya. Demikian pula para peneliti professional, di mana mereka sangat membutuhkan dukungan berupa dana dari pihak yang memerlukan hasil penelitian tersebut. Dari kondisi tersebut, diperlukan sesuatu yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai pihak peneliti atau calon pendukung atau pemberi sponsor (Mudrajad Kuncoro, 2009). Proposal penelitian dapat membantu memberi arah pada peneliti agar mampu menekan kesalahan yang mungkin terjadi selama proses penelitian berlangsung.
- Pengertian Proposal Penelitian
Proposal mempunyai arti yang sangat penting bagi setiap peneliti dalam usaha mempercepat, meningkatkan, serta menjaga kualitas hasil penelitian. Proposal penelitian adalah gambaran secara rinci tentang proses yang akan dilakukan oleh peneliti untuk dapat memecahkan permasalahan penelitian. Secara umum, proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti peneliti untuk melakukan penelitian. Proposal atau sering disebut juga sebagai usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan (Trianto, 2010). Tujuan umum proposal penelitian adalah memberitahukan secara jelas tentang tujuan penelitian, siapa yang akan ditemui, serta apa yang akan dilakukan atau dicari di lokasi penelitian. Proposal penelitian dibuat peneliti sebelum melakukan kerja lapangan.
Zikmund (2000: 95) menyatakan bahwa suatu proposal penelitian adalah suatu usulan yang diajukan oleh seseorang atau suatu badan atau organisasi atau perusahaan untuk menghasilkan suatu output tertentu atau memberikan jasa penelitian kepada sponsor atau pendukung. Usulan penelitian dikenal sebagai rencana kerja, prospektus, skema (outline), pernyataan maksud yang berisikan apa yang akan dilakukan, mengapa suatu penelitian dilakukan, bagaimana penelitian itu dilakukan, dan manfaat apa yang akan didapat dari apa yang kita lakukan. Singkatnya proposal penelitian merupakan pernyataan tertulis yang terperinci mengenai desain penelitian (Gay & Diehl, 1996). Sedangkan maksud proposal penelitian adalah (Kuncoro, 2009: 93):
- Untuk merumuskan masalah apa yang akan diteliti dan mengapa masalah tersebut penting.
- Untuk mengkaji upaya penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan penelitian dalam masalah serupa.
- Untuk menguraikan jenis data yang diperlukan dalam penyelesaian masalah dan bagaimana metode pengumpulan data, pengolahan data, serta menganalisnya.
- Manfaat Proposal Penelitian
Sebelum seseorang memulai dengan kegiatan penelitian maka ia harus membuat sebuah perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal penelitian. Dalam istilah tersebut terkandung pengertian suatu usulan. Kelihatannya penelitian tidak untuk dirinya sendiri karena kata mengusulkan mengandung makna bahwa sesuatu masih menunggu jawaban atau izin dari pihak lain. Memang kalau diartikan secara harfiah, benar demikian. Ada kalanya proposal memang mempunyai makna seperti arti kata tersebut. Namun untuk kegiatan penelitian pada umumnya, proposal penelitian mempunyai kedudukan lain.
Proposal penelitian atau sering disebut juga sebagai perencanaan penelitian, merupakan deskripsi terperinci dari desain studi yang akan dilakukan untuk menjawab permasalahan yang ada. Termasuk di dalamnya adalah hipotesis yang akan diuji, rincian tehap penelitian termasuk pengumpulan dan analisis data, serta perkiraan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan penelitian. Proposal penelitian juga merupakan komunikasi formal antara manajer (pihak yang meminta proposal) dengan peneliti (pihak yang membuat proposal). Proposal tertulis dan formal merupakan puncak interaksi manajer dengan peneliti, di mana apa yang menjadi perhatian manajemen telah dituangkan menjadi permasalahan manajemen dan lebih jauh sebagai permasalahan penelitian.
Suharsimi Arikunto (2010: 9) menyatakan bahwa proposal penelitian bukan saja harus dibuat mahasiswa skripsi, tesis maupun disertasi, tetapi oleh siapa saja yang akan melakukan penelitian. Bagi mahasiswa, proposal penelitian yang sudah disetujui dosen pembimbing merupakan panduan mengenai hal-hal yang harus dilakukan selama melakukan penelitian. Dalam hal ini proposal betul-betul merupakan usulan. Bagi penelitian bukan mahasiswa yang kegiatan penelitiannya mendapat dukungan biaya dari pihak lain (misalnya penelitian dosen yang mendapat dukungan dana dari institute atau universitasnya, demikian juga penelitian pesanan), proposal merupakan gambaran tentang kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Dari proposal dapat dijajagi baik atau tidaknya rencana, sehingga pihak yang akan memberikan biaya dapat menggunakan proposal tersebut sebagai tolok ukur untuk menerima atau menolak rencana penelitian yang diajukan.
Dari sisi peneliti, penulisan proposal penelitian yang baik mempunyai beberapa keuntungan tertentu, yaitu (Kuncoro, 2009):
- Persamaan persepsi permasalahan. Proposal penelitian yang telah mendapat persetujuan manajer, menunjukkan bahwa sudah terdapat persamaan persepsi tentang permasalahan penelitian antara peneliti dengan manajer.
- Orientasi penelitian keseluruhan. Penulisan proposal penelitian membuat peneliti harus berpikir kritis tentang seluruh aspek penelitian sebelum melakukan penelitian.
- Pedoman pelaksanaan penelitian. Proposal penelitian yang telah disetujui manajer dapat dipergunakan sebagai perencanaan studi dan menjadi pedoman pelaksanaan.
- Kejelasan kegiatan penelitian. Dengan menggunakan proposal yang baik, kegiatan penelitian yang akan dilakukan menjadi jelas.
- Kemudahan evaluasi penelitian. Proposal akan memudahkan evaluasi penelitian yang diusulkan baik bagi peneliti maupun pihak lain yang terkait.
- Proteksi pelaksanaan penelitian. Proposal dapat memberikan perlindungan dari ‘campur tangan’ pihak lain ketika penelitian sedang berlangsung.
- Persetujuan peneliti dan manajer. Proposal dapat juga berfungsi sebagai dokumen persetujuan antara peneliti dengan manajer.
Manajer juga mendapatkan beberapa keuntungan dari proposal penelitian yang dipersiapkan dengan baik. Dari sisi manajer, beberapa keuntungan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
- Jaminan kualitas peneliti. Proposal penelitian dapat menjadi jaminan bahwa peneliti sudah mengetahui dengan benar tentang masalah yang dihadapi manajer dalam perusahaannya.
- Persetujuan metode penelitian. Manajer dapat melihat dan mempelajari metode dan teknik penelitian yang diusulkan oleh peneliti.
- Kendali penelitian. Apabila proposal penelitian telah diterima dan disetujui manajer, proposal tersebut akan menjadi pernyataan resmi dari peneliti tentang apa yang akan diperoleh manajer dari penelitian.
- Prioritas penelitian. Proposal akan sangat membantu manajemen dalam melakukan penyusunan nilai relatif dari masing-masing usulan penelitian sehingga dapat disusun daftar preferensi penelitian.
- Penilaian informasi. Dalam rangka penentuan biaya penelitian yang akan dikeluarkan oleh manajemen, nilai informasi penelitian merupakan masukan yang sangat penting.
Dalam rangkaian kegiatan meneliti, penyusunan proposal merupakan langkah paling awal. Bagi penelitian yang dilakukan atas prakasa sendiri, penyusunan proposal merupakan sebagian dari rangkaian kegiatannya, karena kegiatan penyusunan tersebut sudah jelas terpakai. Namun bagi penelitian dosen atau siapa saja yang dilakukan karena menunggu bantuan dana pihak lain, mungkin saja penyusunan proposal tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpakai sama sekali jika usulannya tidak diterima. Dalam keadaan demikian, maka proposal yang telah disusun hanya akan menjadi bahan arsip saja dan mungkin untuk selamanya.
- Sistematika Proposal Penelitian
Format usulan penelitian berbeda, bergantung kepada tujuan penelitian dan lembaga yang dituju, namun umumnya komponen yang diajukan sama. Proposal merupakan peta kegiatan. Dalam peta tersebut peneliti dapat dengan jelas menelusuri arah pikiran penyusunan untuk merealisasikan rencananya. Komponen-komponen tersebut diuraikan dibawah ini sesuai dengan urutan yang umumnya digunakan.
- Halaman Judul
Judul penelitian sebaiknya disusun ringkas padat dan menarik. Judul seringkali bersifat tentative, yang bisa saja berubah sesuai dengan hasil penelitian. Ringkas padat mengandung arti judul harus mencerminkan hakekat penelitian dan informative bagi pembaca, sponsor, ataupun dosen pembimbing. Menarik mengandung arti bahwa topik layak dan perlu untuk diteliti.
- Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)
Ringkasan eksekutif diperlukan untuk penelitian eksternal yang dibiayai oleh sponsor. Pada dasarnya, ringkasan eksekutif merupakan salah satu bentuk lain dari usulan penelitian yang disajikan secara singkat dan padat sehingga memungkinkan bagi sponsor untuk mengetahui maksud dan tujuan secara cepat dan tepat. Dilihat dari tujuannya, maka ringkasan eksekutif ini merupakan suatu abstraksi yang informatif yang memungkinkan para eksekutif (baca: sponsor penelitian) untuk dapat menangkap inti usulan penelitian tanpa harus membaca secara keseluruhan, dan kemudian mereka menilainya, dan selanjutnya memutuskan mengenai kelanjutan penelitian tersebut. Oleh karena itu, isi dari ringkasan ini antara lain (Kuncoro, 2009): Rumusan singkat masalah, rumusan singkat tujuan penelitian atau pertanyaan penelitian, dan rumusan singkat mengenai metodologi yang digunakan.
- Daftar Isi
Sebuah daftar isi tidak selalu diperlukan, khususnya untuk usulan yang singkat. Namun demikian daftar isi dapat memberikan pandangan umum sekilas mengenai pengaturan usulan. Daftar isi memberikan garis besar komponen usulan di samping memberikan daftar ilustrasi, tabel, lampiran, dan sebagainya.
- Pengantar (Introduction)
Pengantar tidak selalu dianggap perlu karena pengantar cenderung mengulang informasi berikutnya, namun sebuah pernyataan pembuka yang memberikan penjelasan tentang apa yang diusulkan dapat membantu pembaca memahami subjek yang dibahas (Sulistiyo Basuki, 2010). Beberapa penulis menggunakan pengantar untuk menggarisbawahi komponen usulan penelitian. Bilamana pengantar disertakan, hendaknya pengantar bersifat singkat dan menghindari pengulangan yang tidak perlu.
- Abstrak
Umumnya usulan penelitian memberikan ringkasan, sari, atau abstrak sebanyak 200 kata. Pengecualian pada usulan skripsi, tesis, dan disertasi. Abstrak hendaknya menyinggung setiap komponen utama usulan penelitian kecuali anggaran. Beberapa lembaga atau sponsor menggunakan abstrak sebagai alat untuk menolak usulan yang tidak cocok dan menyebarkan informasi. Karena itu penulisan abstrak hendaknya dilakukan secara cermat. Abstrak pada umumnya tidak lebih dari maksimum 15 kalimat yang berisi wilayah penelitian, alasan melakukan peneiltian dengan topic tersebut, metode yang digunakan, hasil dan pembahasan serta kesimpulan (Mikael B, Jorgen H, Olsson, 2008).
- Latar Belakang
Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu objek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan atau kesenjangan dari standar yang ada, baik standard yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan (Sugiyono, 2011). Oleh karena itu dalam latar belakang ini peneliti harus melakukan analisis masalah sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan atau kesenjangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. Untuk dapat melihat kesenjangan ini memang diperlukan rasa tanggap yang baik. Tidak semua orang dikaruniai kecermatan dalam tingkat tinggi. Untuk encapai tingkat tanggap yang tinggi diperlukan latihan berdiskusi ilmiah dengan kawan atau kegiatan-kegiatan ilmiah yang lain.
- Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dimaksudkan agar peneliti mendapatkan sejumlah masalah yang dapat diteliti, yang diturunkan dari masalah pokoknya. Identifikasi masalah harus dilakukan secara realistis, beralasan, dianggap penting untuk ditindaklanjuti, dan dianggap mampu untuk dilaksanakan. Ternyata, jika diperhatikan, masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan banyak dan beragam, begitu pula pada riset ilmu komputer pada umumnya. Penulisan indentifikasi masalah pada umumnya disajikan dalam bentuk kalimat Tanya (Husein Umar, 2003).
- Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasi akan diteliti. Masalah yang dapat diidentifikasikan untuk suatu penelitian tidak sedikit jumlahnya. Padahal dalam kegiatan ilmiah berlaku semacam asas bahwa bukan kuantitas jawaban yang menentukan mutu keimuan, tetapi kualitas jawabannya. Oleh karena itu, sebuah penelitian lebih baik menghasilkan satu-dua buah hipotesis yang teruji dan terandalkan, daripada sejumlah hipotesis penelitian yang hasilnya kurang dapat dipertanggungjawabkan.
- Rumusan Masalah
Bagian ini merupakan hal yang penting untuk mendapatkan perhatian, sebab bagian ini sebenarnya merupakan pintu bagi pembacanya untuk dapat masuk ke bagian selanjutnya. Oleh karena itu harus ditulis semenarik mungkin, namun juga harus diperhatikan pula susunan paragrafnya, agar suatu permasalahan dapat diuraikan secara runtut dan fokus dengan dihasilkannya kata akhir suatu permasalahan yang dapat ditangkap dan dimengerti oleh pembaca secara jelas. Rumusan masalah sebaiknya ditulis dengan menggunakan kalimat pertanyaan.
- Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis maupun disertasi, yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar magister atau doktor), tetapi tujuan di sini berhubungan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. Dalam menyusun tujuan penelitian disesuaikan dengan urutan tujuan menurut kepentingan secara umum, baru diikuti dengan tujuan secara khusus. Kemudian hal yang harus dilakukan setelah menyelesaikan bagian ini adalah memeriksa konsistensi setiap tujuan yang dibahas, baik dalam desain penelitian, analisis data, dan bagian mengenai temuan. Apabila masalah penelitian menunjukkan pertanyaan mengenai apa yang tidak diketahui oleh peneliti untuk dicari jawabannya melalui kegiatan penelitiannya, maka tujuan penelitian menyebutkan tentang apa yang ingin diperoleh. Oleh karena itu, antara masalah dengan tujuan penelitian terdapat hubungan rumusan yang sangat erat.
- Kegunaan Hasil Penelitian
Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaannya apa. Kegunaan hasil penelitian ini ada dua hal (Sugiyono, 2011): kegunaan untuk mengembangkan ilmu atau kegunaan teoretis, dan kegunaan praktis yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada objek yang diteliti.
- Literature Review
Pembahasan dalam bagian ini sebaiknya dimulai dengan membahas mengenai literature dan kepustakaan yang berkaitan dan data sekunder yang relevan dari sudut prespektif yang komprehensif, kemudian baru pada kajian-kajian yang lebih khusus yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang, pendapat penguasa, tetapi teori-teori yang benar-benar telah teruji kebenarannya. Jumlah teori yang dikemukakan bergantung pada variabel yang diteliti. Kalau variabel yang diteliti ada lima, maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima.
- Tinjauan Penelitian yang Relevan
Bagian ini melihat kembali semua penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya ataupun yang sedang dilakukan, yang memiliki hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Pengumpulan tersebut meliputi berbagai hal seperti data-data, laporan dan hasil penelitian. Tinjauan penelitian yang relevan sebenarnya merupakan perluasan latar belakang historis yang diajukan sebelumnya dalam perumusan masalah. Tinjauan ini mengkritisi secara singkat kajian dan penelitian yang berkaitan dengan topik yang diusulkan. Bilamana diperlulkan penelitian di bidang lain yang ada hubungannya dengan topik penelitian juga disebutkan.
- Hipotesis Penelitian
Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kajian pustaka atau kerangka berpikir. Seberapa banyak penelitian berhasil membuktikan hipotesis, sebanyak itu pula ia berhasil memberikan sumbangan kepada khasanah ilmu pengetahuan. Ia telah memperluas ilmu pengetahuan dengan ketentuan-ketentuan baru yang mungkin sekali akan digunakan sebagai acuan oleh orang lain.
- Metodologi Penelitian
Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis diperlukan metodologi penelitian. Dalam bagian metodologi ini peneliti diharapkan dapat menyebutkan kembali dengan jelas apa yang menjadi variabel penelitiannya. Penyebutan variabel ini dimaksudkan agar peneliti sendiri mantap dengan variabel yang akan diteliti sehingga pandangan hati dan pikirannya tertuju ke sana karena variabel penelitian merupakan sesuatu yang menjadi objek sasaran atau titik pandang dari kegiatan penelitian. Sesudah peneliti mantap dengan variabel yang dipilih, maka mereka dapat memilih instrument yang akan digunakan untuk mengumpulkan data, rencana tentang populasi dan teknik sampling yang dipilih, serta desain penelitian yang akan diambil. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan, apakah metode survei, metode eksperimen, metode kasus, atau metode penelitian dan pengembangan, atau action research. Metodologi ini sangat penting karena berhasil tidaknya, demikian juga tinggi rendahnya kualitas hasil penelitiannya sangat ditentukan oleh ketepatan peneliti dalam memilih metodologi penelitian.
- Populasi dan Sampel
Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu.
- Instrumen Penelitian
Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrument penelitian. Jumlah instrumen yang akan digunakan bergantung pada variabel yang diteliti. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima, maka akan menggunakan lima instrument. Daalm hal ini perlu dikemukakan instrument apa saja yang akan digunakan untuk penelitian, skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrument, prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrument.
- Desain Penelitian
Desain penelitian menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam terminologi teknis. Dalam hal ini harus mencakup antara lain tahapan yang akan dilakukan, informasi mengenai cara penarikan sampel bila diperlukan survey primer, berapa besarnya sampel, metode pengumpulan data, instrument penelitian, dan prosedur teknis penelitian lainnya (Kuncoro, 2009).
- Teknik Pengumpulan Data
Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliable. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket, wawancara, observasi) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Selain ini konsekuensi dari mencantumkan ke tiga teknik pengumpulan itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan objektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan, tetapi satu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien.
- Teknik Analisis Data
Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif, maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. Bentuk hipotesis mana yang diajukan akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Jadi sejak membuat rancangan, maka teknik analisis data sudah ditentukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu yang dijawab, maka sulit membuat generalisasi, sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan, tidak berlaku untuk populasi. Dalam menjelaskan maksud analisis data ini, dapat digunakan beberapa trik pendukung misalnya penggunaan grafik dan contoh tabel.
- Bentuk Laporan
Format laporan yang akan ditampilkan sebagai bentuk akhir penyampaian hasil penelitian juga perlu dijelaskan dalam usulan penelitian ini. Bagian ini juga memuat antara lain kesimpulan statistic, hasil temuan, rekomendasi, rencana kegiatan, model, rencana strategi, dan sebagainya yang merupakan contoh dari bentuk hasil.
- Kualifikasi Penelitian
Latar belakang peneliti perlu dijelaskan dalam usulan penelitian. Dengan demikian pada bagain ini akan menyebutkan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan proses penelitian ini. Alangkah baiknya apabila disertai dengan data pribadi atau curriculum vitae dari peneliti. Seberapa jauh kualifikasi, latar belakang pendidikan, pengalaman masing-masing anggota tim peneliti perlu ditonjolkan (Kuncoro, 2009).
- Anggaran Penelitian
Penyusunan anggaran sangat diperlukan dalam rangka pendanaan penelitian. Dalam penelitian harus diketahui secara benar pos-pos apa saja yang dianggarkan dalam pelaksanaan penelitian. Jumlah biaya yang diperlukan sangat bergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya, tingkat resiko kegiatan yang dilakukan, jarak tempat tinggal peneliti dengan tempat penelitian, serta lamanya penelitian dilakukan. Biaya penelitian pada umumnya 60% digunakan untuk tenaga dan 40% untuk penunjang seperti bahan, alat, transport, sewa alat-alat komputer.
- Jadwal Penelitian
Jadwal ini perlu dibuat untuk memperlihatkan gambaran mengenai kapan dan berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap langkah dalam penelitian. Misalnya tahap survey, pembuatan kuesioner, pengumpulan data primer maupun sekunder, analisis data dan penulisan laporan. Di sisi lain jadwal ini merupakan dead line (target waktu) bagi peneliti yang bersangkutan untuk dapat melaksanakan dan menyelesaikan penelitian. Jadwal dapat ditampilkan dalam bentuk diagram atau tabel waktu. Dalam jadwal berisi kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan berapa lama akan dilakukan.
- Daftar Pustaka
Semua kegiatan penelitian memerlukan referensi atau kepustakaan dari banyak sumber. Salah satu cara untuk dapat mempertanggungjawabkan penggunaannya dan menghindari unsure penjiplakan, maka diperlukan daftar pustaka.
- Lampiran-Lampiran
Lampiran ditujukan untuk memuat hal-hal yang perlu dijelaskan dalam penelitian. Hal ini dilakukan karena apabila hal-hal ini dicantumkan dalam bagian utama usulan penelitian akan banyak memakan tempat dan tampilannya menjadi tidak menarik. Oleh karena itu, disediakan tempat khusus untuk membuatnya. Lampiran dapat meliputi daftar istilahj, instrument pengukuran, surat keputusan, undang-undang, dan lain sebagainya.
- Evaluasi Proposal Penelitian
Suatu usulan penelitian dapat dievaluasi secara formal maupun tidak formal. Evaluasi formal didasarkan pada kriteria yang dibuat oleh sponsor berdasarkan kebutuhah mereka sebelum mereka menilai. Poin penilaian di tiap bagian proposal menunjukkan sejauh mana proposal itu dinilai menurut kriteria penilai. Setelah dievaluasi poin tadi diakumulasikan sehingga dapat menentukan usulan mana yang dapat diterima. Evaluasi secara tidak formal penilaiannya didasarkan pada sejauh mana usulan tersebut sesuai dengan kebutuhan suatu proyek beserta kriterianya, tanpa harus direkomendasikan secara baik.
Beberapa faktor perlu diperhatikan agar suatu usulan dapat cepat mendapat perhatian pihak sponsor. Pertama, proposal harus ditampilkan secara rapi, terstruktur, terorganisasi. Kedua, topik utama dari proposal hendaknya dapat ditemukan dan dipahami dengan cepat dan mudah. Untuk itu proposal harus memiliki panduan yang spesifik. Aspek penting dalam teknik penulisan proposal adalah:
- Perumusan masalah harus mudah dipahami.
- Desain penelitian hendaknya memiliki skema dan didasarkan atas metodologi yang jelas.
- Mengemukakan pentingnya penelitian tersebut dengan baik agar sponsor tertarik untuk memberikan dukungan.
- Bagian objektif dan hasil penelitian hendaknya dapat mengkomunikasikan hasil konkrit yang akan diperoleh dan kegunaannya secara tepat dari hasil studi yang akan dilakukan.
Dalam pengembangan dari setiap proposal penelitian, perlu dilakukan evaluasi baik secara implisit maupun eksplisit. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut (Kuncoro, 2009):
Cakupan Evaluasi | Poin yang Dinilai |
Perumusan masalah |
|
Strategi dan metode penelitian |
|
Perkiraan hasil penelitian |
|
Anggaran dan jadwal penelitian |
|
Latar belakang peneliti |
|
Skor evaluasi keseluruhan |
|
Rangkuman
Proposal penelitian adalah suatu usulan yang diajukan oleh seseorang atau suatu badan atau organisasi atau perusahaan untuk menghasilkan suatu output tertentu atau memberikan jasa penelitian kepada sponsor atau pendukung. Proposal penelitian merupakan komunikasi formal antara manajer (pihak yang meminta proposal) dengan peneliti (pihak yang membuat proposal). Secara umum, proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti peneliti untuk melakukan penelitian. Proposal atau sering disebut juga sebagai usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Tujuan umum proposal penelitian adalah memberitahukan secara jelas tentang tujuan penelitian, siapa yang akan ditemui, serta apa yang akan dilakukan atau dicari di lokasi penelitian.
Sistematika proposal penelitian terdiri dari: halaman judul, ringkasan eksekutif, daftar isi, pengantar, abstrak, latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, kegunaan hasil penelitian, literature review, tinjauan penelitian yang relevan, hipotesis, metode penelitian, pengambilan sampel dan populasi, instrument penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, bentuk laporan, kualifikasi peneliti, anggaran penelitian, jadwal, daftar pustaka, dan lampiran serta evaluasi proposal penelitian.
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Basuki, S. 2010. Metode Penelitian. Edisi 2. Jakarta: Penerbit Penaku.
Gay, L. R., & Diehl, P. L. 1996. Research Methods for Business and Management. Singapore: Simon & Schuster Ltd.
Howard, K. and Sharp, J.A. 2003. The Management of a Student Research Project. Aldershot: Gower.
Husein Umar, 2003. Metode Riset Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kuncoro, M. 2009. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi: Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis. Edisi 3. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Trianto, 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Zigmund, W. G. 2000. Business Research Method. 6rd Ed. Forth Worth: Harcourt Inc.
Hindarilah penggunaan kata-kata dan gambaran negatif di dalam pikiran karena
pikiran negatif akan menarik lebih banyak hal negatif ke dalam diri kita. Sebaliknya,
gunakan selalu pikiran positif yang akan menarik lebih banyak hal positif.
- Yunus S.B



