BERBAGAI RAGAM PENELITIAN
Kejadian-kejadian dalam hidup kita bukanlah yang membentuk hidup kita, tetapi pikiran
kitalah yang memberikan arti bagi setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita.
Anthony Robbins
Pembahasan Materi
Bab ini membahas tentang berbagai ragam penelitian. Jenis-jenis penelitian berdasarkan pendekatan: penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian berdasarkan fungsinya: penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian evaluasi. Berdasarkan tujuan: penelitian deskriptif, prediktif, eksplanatif, eksperimen, ex post facto, penelitian partisipasi, dan penelitian pengembangan. Berdasarkan sifat dan tujuannya: penelitian opini, penelitian empiris, dan penelitian arsip. Ragam penelitian ditinjau dari karateristik masalah yang diteliti: penelitian sejarah, penelitian kasus dan lapangan, penelitian korelasional, dan penelitian kausal komparatif. Berdasarkan cara penelitian: penelitian tindakan dan penelitian survei. Berdasarkan teknik pengukuran dan analisis data: penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif dan penelitian kombinasi.
- Pendahuluan
Sangat mungkin bagi peneliti untuk melakukan penyelidikan yang bermanfaat, walaupun tidak memiliki pengetahuan mendetail tentang berbagai pendekatan atau bentuk penelitian. Namun, pengetahuan tentang berbagai pendekatan memberikan wawasan lain tentang perencanaan peneliti tentang kepustakaan. Satu persoalan berkaitan dengan membaca laporan penelitian adalah terminology. Para peneliti menggunakan istilah dan sering juga menggunakan jargon yang mungkin tidak dipahami orang lain. Inipun bisa terjadi pada bidang apa saja, di mana bahasa khusus dikembangkan untuk memudahkan komunikasi antar personal. Dengan demikian sebelum peneliti mempertimbangkan berbagai tahap perencanaan dan pelaksanaan penelitian, mungkin perlu juga mempertimbangkan ciri-ciri utama bentuk penelitian tertentu yang disusun dan dilaporkan secara baik.
Bentuk, tradisi, dan pendekatan yang berbeda menggunakan metode yang berbeda pula dalam pengumpulan data. Namun tidak ada pendekatan yang menentukan atau otomatis menolak metode tertentu. Peneliti kuantitatif mengumpulkan fakta dan menyelidiki hubungan satu perangkat fakta dengan fakta lain. Mereka menggunakan teknik yang menghasilkan kesimpulan yang dapat dikuantitaskan dan jika memungkinkan dapat digeneralisasikan. Sedangkan peneliti yang menggunakan perspektif kualitatif lebih memusatkan diri untuk memahami persepsi individu tentang dunia. Mereka berupaya mencari wawasan ketimbang persepsi statistik tentang dunia. Mereka meragukan apakah fakta sosial itu ada dan mempertanyakan apakah pendekatan keilmuan dapat digunakan ketika berkaitan dengan manusia. Meski demikian, ada kesempatan ketika para peneliti kualitatif mendasarkan diri pada bentuk teknik kuantitatif dan sebaliknya.
Judith Bell (2006: 4) menulis bahwa pengklasifikasian pendekatan menjadi kuantitatif atau kualitatif, etnografi, survei, penelitian tindakan, atau apapun, tidak berarti bahwa sekali sebuah pendekatan dipilih, peneliti tidak boleh bergerak dari metode yang berkaitan dengan bentuk pendekatan tersebut. Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing cocok dengan konteks tertentu pula. Pendekatan yang digunakan dan metode pengumpulan data yang dipilih bergantung dengan sifat telaahan dan tipe informasi yang dibutuhkan.
Tidak mungkin dalam beberapa halaman ini mampu memberikan informasi yang memadahi tentang beberapa bentuk penelitian yang tersusun rapi. Namun sedikitnya penjelasan berikut akan memberikan dasar bacaan lebih lanjut dan mungkin memberikan pemikiran tentang pendekatan yang mungkin ingin peneliti gunakan dalam penyelidikan peneliti sendiri.
- Ragam Penelitian Berdasarkan Pendekatan
Berdasarkan pendekatan, secara garis besar dibedakan dua macam penelitian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Keduanya memiliki asumsi, karakteristik dan prosedur penelitian yang berbeda (Sugiyono, 2005).
- Asumsi tentang Realita
Penelitian kuantitatif didasarkan atas konsep positivism yang bertolak dari asumsi bahwa realita bersifat tunggal, fixed, stabil, lepas dari kepercayaan dan perasaan-perasaan individual. Realita terdiri atas bagian dan unsur yang terpisah satu sama lain dan dapat diukur dengan menggunakan instrument. Penelitian kualitatif didasari oleh konsep konstruktivisme, yang memiliki pandangan bahwa realita bersifat jamak, menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisah. Realita bersifat terbuka, kontekstual, secara sosial meliputi persepsi dan pandangan-pandangan individu dan kolektif, diteliti dengan menggunakan manusia sebagai instrument.
- Tujuan Penelitian
Penelitian kuantitatif bertujuan mencari hubungan dan menjelaskan sebab-sebab perubahan dalam fakta-fakta sosial yang terukur. Penelitian kualitatif lebih diarahkan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari perspektif partisipan. Ini diperoleh melalui pengamatan partisipatif dalam kehidupan orang-orang yang menjadi partisipan.
- Metode dan Proses Penelitian
Penelitian kuantitatif memiliki serangkaian langkah-langkah atau prosedur baku yang menjadi pegangan para peneliti. Penelitian kualitatif menggunakan strategi dan prosedur penelitian yang sangat fleksibel. Penelitian kualitatif menggunakan rancangan penelitian terbuka (emergent design) yang disempurnakan selama pengumpulan data. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian tertutup, sudah tersusun sempurna sejak awal.
- Kajian Khas
Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian eksperimental atau korelasional sebagai kajian khasnya (protypical studies) untuk mengurangi kekeliruan, bias, variabel-variabel ekstraneus. Penelitian kualitatif menggunakan kajian etnografis untuk memahami keragaman perspektif dalam situasi yang diteliti, sebagai ciri khasnya. Dalam penelitian kuantitatif bias dan subjektivitas sangat dihindari, sedang dalam penelitian kualitatif hal-hal subjektif termasuk yang diperhitungkan dalam pengumpulan dan analisis data.
- Peranan Peneliti
Dalam penelitian kuantitatif peneliti terlepas dari objek yang diteliti, malah dicegah jangan sampai ada hubungan atau pengaruh dari peneliti. Dalam penelitian kualitatif peneliti lebur (immersed) dengan situasi yang diteliti. Peneliti adalah pengumpul data, orang yang ahli dan memiliki kesiapan penuh untuk memahami situasi, ia peneliti sekaligus sebagai instrument. Penelitian kualitatif disebut juga “penelitian subjektif” (disciplined subjectivity) atau “penelitian reflektif” (reflexivity), peneliti melakukan pengujian sendiri secara kritis (critical self examination) selama proses penelitian.
- Pentingnya Konteks dalam Penelitian
Penelitian kualitatif sebaliknya meyakini pengaruh situasi terhadap hal yang dicermati. Seorang peneliti sosial tidak akan dapat memahami perilaku manusia tanpa memahami kerangka kehidupan dari situasi di mana orang-orang itu berada. Mereka berpikir, berperasaan dan berbuat dalam konteks kerangka kehidupannya. Penelitian kualitatif mengembangkan generalisasi dalam kesatuan konteks. Penelitian kuantitatif dan kualitatif mempunyai asumsi dan pijakan-pijakan filosifis dan konsep yang berbeda. Beberapa peneliti memandang keduanya merupakan dua ekstrim yang sangat popular. Dewasa ini beberapa ahli mempunyai pandangan lain, bahwa keduanya bukan mustahil untuk bisa dipertemukan bahkan disatukan. Perbedaan antara kedua pendekatan bukan hal yang absolut. Para peneliti berpengalaman dapat memadukan kedua pendekatan tersebut, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk meneliti sesuatu masalah penelitian (Sugiyono, 2005).
- Ragam Penelitian Berdasarkan Fungsinya
Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek. Pernyataan sederhana ini banyak mengundang pertanyaan. Apakah penelitian dapat mengembangkan batang ilmu? Bagaiamana mungkin pengetahuan ilmiah yang bersifat tidak praktis dapat memperbaiki praktik teknologi informasi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan hal baru, selalu muncul terhadap fungsi penelitian. Pemahaman tentang bagaimana penelitian berperan dalam mengembangkan pengetahuan dan memperbaiki praktik teknologi informasi dikaitkan dengan perbedaan jenis-jenis penelitian berkenaan dengan fungsinya. Secara umum dan mendasar dapat dibedakan tiga macam penelitian, yaitu penelitian dasar atau basic research, penelitian terapan atau applied research dan penelitian evaluasi atau evaluative research (Suwarsih, 2006).
Penelitian dasar mempunyai andil yang sangat besar dalam mengembangkan batang ilmu pengetahuan atau “a scientific body of knowledge”. Generalisasi merupakan perluasan temuan suatu penelitian sebagai pengetahuan bagi populasi dan situasi lain. Temuan-temuan penelitian dasar dapat memperkaya teori. Penelitian terapan dan evaluatif ditujukan untuk meneliti praktik, meneliti penerapan teori atau mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan. Hasil-hasil penelitian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki praktik pendidikan.
- Penelitian Dasar
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research), diarahkan pada pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik. Penelitian dasar menurut Dane (2006) adalah penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan atau teknologi dasar. Menurut D.R. Cooper C.W. Emory (2007) penelitian dasar adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil atau suatu aktifitas. Julian Branen (2008) menyatakan bahwa penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penelitian ini memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan dan pengujian teori-teori. Bertolak dari suatu teori, prinsip dasar atau generalisasi, penelitian dasar diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan dan memprediksi fenomena-fenomena alam dan sosial. Teori bisa didukung atau tidak didukung oleh pengalaman. Teori yang didukung oleh kenyataan-kenyataan empiris disebut hukum ilmu (scientific law).
Hukum ilmiah merupakan suatu generalisasi yang dapat menjelaskan kasus-kasus individual. Dalam generalisasi terkandung abstraksi yang merupakan salah satu kekuatan dari ilmu, dan abstraksi ini ditarik dari kenyataan-kenyataan sehari-hari. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Para ilmuwan berperan mengembangakn pengetahuan dan tidak perlu selalu memiliki implikasi praktis. Hasil-hasil penelitian dasar mempengaruhi kehidupan praktis setelah periode waktu tertentu, sebab pengetahuan baru akan memberikan tantangan terhadap nilai dan dogma-dogma yang telah terbentuk. Pengetahuan baru secara tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran dan persepsi orang, yang akibatnya bisa mempengaruhi atau tidak mempengaruhi perbuatan. Tujuan penelitian dasar adalah: pertama menambah pengetahuan kita dengan prinsip-prinsip dasar dan hukum-hukum ilmiah, dan kedua meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah.
Tujuan dan manfaat penelitian dasar adalah : 1. Sebagai pengembangan dan evaluasi terhadap konsep-konsep teoretis. 2. Dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori. Penelitian dasar selanjutnya dapat diklasifikasikan bedasarkan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan teori yaitu: 1. Penelitian Deduktif. Adalah tipe penelitian yang bertujuan menguji (testing) hipotesis melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu. 2. Penelitian Induktif. Merupakan tipe penelitian yang mempunyai tujuan mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta. Tipe penelitian ini menekankan pada pengungkapan fakta.
- Penelitian Terapan
Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian dasar berfungsi menghasilkan pengetahuan untuk mencari solusi tentang masalah-masalah umum, penelitian terapan berfungsi mencari mencari solusi tentang masalah-masalah dalam bidang tertentu. Menurut Brannen (2008) penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati–hati, sistematis, dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan digunakan segera untuk keperluan tertentu. Sementara E.G Carminies dan R.A Zeller (2005) berpendapat penelitian terapan adalah penelitian yang menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan masalah tertentu J.W. Creswell (2004) mengidentifikasi penelitian terapan sebagai penelitian yang menyangkut teori untuk memecahkan permasalahan tertentu.
Indriantoro (2006) menyatakan bahwa tujuan penelitian ini adalah menjawab pertanyaan spesifik dalam rangka menentukan kebijakan, tindakan, atau kinerja tertentu. Sementara manfaat penelitian adalah pembuatan keputusan dalam memecahkan masalah–masalah pragmatis J.W Creswell (2004) membagi tiga macam penelitian terapan, yaitu:
- Penelitian Evaluasi. Penelitian evaluasi (evaluation research) adalah penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan.
- Penelitian dan Pengembangan. Penelitian yang bertujuan mengembangkan produk agar mempunyai kualitas lebeih tinggi.
- Penelitian Tindakan. Penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.
Penelitian ini menguji manfaat dari teori-teori ilmiah, mengetahui hubungan empiris dan analitis dalam bidang-bidang tertentu. Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan yang bersifat umum, bukan rekomendasi yang merupakan tidakan langsung. Penelitian terapan seperti halnya penelitian dasar bersifat abstrak dan umum dalam bidang tertentu, menggunakan bahasa yang lazim dalam bidang tersebut. Penelitian ini difokuskan pada pengetahuan teoretis dan praktis dalam bidang tertentu, bukan pengetahuan yang bersifat universal. Hasil penelitian terapan menambah pengetahuan yang berbasis penelitian dalam bidang-bidang tertentu. Dampak dari penelitian terapan terasa setelah periode waktu tertentu. Setelah sejumlah hasil studi dipublikasikan dan dibicarakan dalam periode waktu tertentu, pengetahuan tersebut akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktek baru serta mendorong pengembangan metodologi.
- Penelitian Evaluasi
Penelitian evaluasi (evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit (site) tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, ataupun lembaga. Penelitian ini dapat menilai manfaat atau kegunaan, sumbangan dan kelayakan dari sesuatu kegiatan dalam satu unit. Apakah suatu kegiatan, program atau pekerjaan memberikan manfaat, sumbangan atau hasil seperti yang diharapkan? Apakah sesuatu kegiatan, program atau pekerjaan layak dilihat dari segi biaya, biaya pengembangan, implementasi dan penyebaran, biaya untuk bahan-bahan, tempat, pengembangan staf, dukungan masyarakat.
Penelitian evaluasi berbeda dengan evaluasi formal. Evaluasi formal bisa dilakukan oleh para peneliti atau pelaksana dalam bidangnya, tidak membutuhkan latihan-latihan khusus. Untuk dapat melakukan penelitian evaluasi membutuhkan latihan khusus dalam beberapa disiplin ilmu, metodologi dan keterampilan berhubungan dan komunikasi secara interpersonal. Penelitian evaluasi yang bersifat komprehensif membutuhkan data kuantitatif dan kualitatif dari beberapa studi terkait yang dilaksanakan dalam berbagai tahapan kegiatan.
Pelaksanaan penelitian evaluasi membutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa praktis sesuai dengan situasi yang diteliti, tetapi juga terfokus pada segi-segi yang berarti bagi para penentu kebijakan. Penelitian evaluasi membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan. Hasil-hasil penelitian evaluasi kurang bersifat generalisasi, sebab evalualsi lebih terkait dengan kegiatan yang berlangsung dalam unit tertentu. Penelitian evaluasi dapat menambah pengetahuan tentang kegitan tertentu, dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut. Sejumlah penelitian evaluasi dalam kegiatan sejenis yang dilaksanakan dalam unit-unit yang berbeda dapat menambah pengetahuan dalam bidang aplikatif.
Ada dua macam penelitian evaluasi yaitu penelitian tindakan (action research) dan penelitian kebijakan (policy study). Penelitian tindakan dilakukan oleh para pelaksana untuk memecahkan masalah yang dihadapi atau memperbaiki suatu pelaksanaan suatu kegiatan. Guru melakukan penelitian tindakan untuk memecahkan masalah atau meningkatkan program pengajarannya (Moleong, 2004).
Para petugas pemasaran melakukan penelitian tindakan untuk memecahkan masalah yang memperbaiki layanan pemasaran. Penelitian tindakan yang dewasa ini banyak dilakukan adalah penelitian tindakan kolaboratif (collaborative action research). Dalam penelitian ini para pelaksana bekerjasama dengan konsultan atau peneliti luar untuk merancang dan melaksanakan penelitiannya. Penelitian tindakan menekankan baik pada proses maupun hasil dari perubahan-perubahan strategi dan teknik yang digunakan.
Analisis kebijakan mengevaluasi kebijakan pemerintah untuk membantu para penentu kebijakan memberi rekomendasi-rekomendasi yang praktis. Penelitian kebijakan memfokuskan kajiannya pada kebijakan yang lalu atau yang berlaku sekarang, dan diarahkan untuk: (1) meneliti formulasi kebijakan, sasarannya siap-siap saja, (2) menguji pelaksanaan suatu program terkait dengan sesuatu kebijakan, (3) menguji keefektivan dan keefisienan kebijakan. McMillan dan Schumacher (2001) membedakan penelitian dasar, terapan dan evaluasi berdasarkan bidang penelitian, tujuan, tingkat generalisasi dan penggunaan hasilnya. Perbedaan-perbedaan tersebut digambarkan dalam tabel 5.1 berikut.
Tabel 5.1. Perbedaan antara Penelitian Dasar, Terapan dan Evaluasi
Penelitian Dasar | Penelitian Terapan | Penelitian Evaluative | |
Bidang penelitian | Penelitian bidang fisik, perilaku, dan sosial | Bidang aplikasi: kedokteran, rekayasa, pendidikan | Pelaksanaan berbagai kegiatan, program pada berbagai tempat & lembaga |
Tujuan | Menguji teori, dalil, prinsip dasar. Menentukan hubungan empiris antar fenomena dan mengadakan generalisasi analisis | Menguji kegunaan teori dalam bidang tertentu. Menentukan hubungan empiris dengan generalisasi analitis dalam bidang tertentu | Mengukur manfaat, sumbangan dan kelayakan program atau kegiatanj tertentu. |
Tingkat Generalisasi | Abstrak, umum | Umum tetapi dalam bidang tertentu | Konkrit, spesifik dalam aspek tertentu. Diterapkan dalam praktik aspek tertentu |
Penggunaan hasil | Menambah pengetahuan ilmiah dari prinsip-prinsip dasar dan hukum tertentu. Meningkatkan metodologi dan cara-cara Pencarian | Menambah pengetahuan yang didasarkan penelitian dalam bidang tertentu. Meningkatkan penelitian metodologi dalam bidang tertentu | Menambah pengetahuan yang didasarkan penelitian ttg praktik tertentu. Meningkatkan penelitian dan metodologi ttg praktik tertentu. Membantu dalam penentuan keputusan dalam bidang tertentu. |
- Berdasarkan Sifat dan Jenis Data
Berdasarkan sifat dan tujuannya, ada 3 jenis penelitian di tinjau dari jenis data yaitu: Pertama, penelitian opini (opinion research). Penelitian opini adalah penelitian terhadap fakta opini atau pendapat orang (responden). Data yang diteliti dapat berupa pendapat rsponden secara individu atau kelompok. Tujuan penelitian opini adalah menyelidiki pandangan, atau penilaian responden terhadap masalah tertentu yang berupa tanggapan respoden terhadap diri responden atau kondisi lingkungan dan perubahannya. Kedua, penelitian empiris (emprical research). Penelitian empiris adalah penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pegalaman. Penelitian empiris umumnya lebih menekankan pada penyelidikan aspek perilaku terhadap opini. Objek yang diteliti lebih ditekankan pada kejadian sebenarnya daripada presepsi orang mengenai kejadian studi kasus dan lapangan serta penelitian eksperimen merupakan contoh tipe penelitian ini.
Ketiga, penelitian arsip (archival research). Penelitian arsip adalah penelitian terhadap fakta tertulis (dokumen) atau berupa arsip data. Dokumen arsip yang diteliti berdasarkan sumbernya dapat berasal dari internal (arsip dan catatan orisinal yang di peroleh suatu organisasi) atau berasal dari data eksternal, yaitu publikasi data yang diperoleh melalui melalui orang lain.
- Ragam Penelitian Berdasarkan Tujuannya
Selain berdasarkan pendekatan dan fungsinya, penelitian juga dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Berdasarkan tujuan dibedakan antara penelitian deskriptif, prediktif, eksplanatif, penelitian eksperimen, penelitian ex post facto, penelitian partisipasi, dan penelitian pengembangan.
- Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (descriptive research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Penelitian deskriptif adalah penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau pendapat terhadap individu, dari suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan, ataupun prosedur. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa adanya. Penelitian deskriptif dapat berkenaan dengan kasus-kasus tertentu atau sesuatu populasi yang cukup luas.
Tujuan adalah menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status subjek yang diteliti. Dalam penelitian deskriptif dapat digunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, penggambaran keadaan secara naratif kualitatif. Penelitian deskriptif dapat dilakukan pada saat ini atau dalam kurun waktu yang singkat, tetapi dapat juga dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Penelitian yang berlangsung saat ini disebut penelitian deskriptif, sedang penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang disebut penelitian longitudinal. Sementara menurut Cooper, H.M. (2007) penelitian deskriftif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetaui nilai variabel mandiri, baik suatu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpresentasikan objek apa adanya (Creswell, 2004). Penelitian ini sering disebut penelitian non-eksperimen karena peneliti tidak melakukan kontrol dan tidak memanipulasi variabel penelitian. Tujuan penelitian deskriptif adalah menggambarkan secara sistematis fakta, objek, atau subjek apa adanya dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat. Macam-macam penelitian deskriptif: 1. Penelitian laporan diri (self report research). 2. Studi perkembangan (developmental study). 3. Studi kelanjutan (follow up study). 4. Studi sosiometri (sociometri study).
- Penelitian Prediktif
Penelitian prediktif (predictive research). Studi ini ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. Penelitian deskriptif dilakukan melalui penelitian yang bersifat korelasional (correlational studies) dan kecenderungan (trend studies). Melalui penelitian korelasional, selain dapat dicari korelasi antara dua atau lebih dari dua variabel juga dapat dihitung regresinya. Melalui perhitungan regresi ini, baik regresi parsial maupun multiple dapat diprediksi dampak atau kontribusi dari satu atau lebih dari satu variabel terhadap variabel lainnya.
Penelitian prediktif juga dapat dilakukan melalui studi kecenderungan. Dengan melihat perkembangan selama jangka waktu tertentu, pada saat ini atau saat yang lalu dapat dilihat kecenderungannya pada masa yang akan datang. Prediksi tentang jumlah penduduk lima atau sepuluh tahun yang akan datang bisa dihitung berdasarkan perkembangan penduduk selama lima sampai sepuluh tahun yang lalu. Penelitian prediktif bertujuan untuk menggeneralisasi hasil analisis dengan memprediksi fenomena tertentu atas dasar hipotesis, dan hubungan umum. Solusi untuk masalah dalam studi tertentu akan berlaku untuk masalah serupa di tempat lain, jika penelitian prediktif dapat memberikan solusi, berlaku yang kuat didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang penyebab yang relevan.
Penelitian prediktif menurut Edi Riadi (2015: 6) bertujuan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. Penelitian deskriptif dilakukan melalui penelitian yang bersifat korelasional dan kecenderungan. Melalui penelitian korelasional, selain dapat dicari korelasi antara dua atau lebih dari dua variabel juga dapat dihitung regresinya. Melalui perhitungan regresi ini, baik regresi parsial maupun multiple dapat diprediksi dampak atau lebih dari satu atau lebih dari satu variabel terhadap variabel lainnya. Contoh: prediksi tentang jumlah penduduk lima atau sepuluh tahun yang akan datang bisa dihitung berdasarkan perkembangan penduduk selama lima sampai sepuluh tahun yang lalu.
- Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanasi bertujuan menggambarkan suatu generalisasi atau menjelaskan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Oleh karena itu, penelitian eksplanasi menggunakan hipotesis. Untuk menguji hipotesis, digunakan statistik ineferensial. Untuk pengembangan dan penyempurnaan teori penelitian eksplanasi memiliki kredibilitas lebih baik daripada deskriptif yaitu kredibilitas dengan mengukur dan menguji hubungan sebab-akibat dari dua atau beberapa variabel dengan menggunakan analisis statistik inferensial.
Penelitian eksplanatori dilakukan ketika belum ada atau belum banyak penelitian dilakukan terhadap masalah yang bersangkutan. Contohnya yang sudah dilakukan oleh Machfoedz, Mas’ud berjudul Survey Minat Mahasiswa untuk Mengikuti ujian TOEFL di Raharja. Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antara fenomena atau variabel. Dalam kehidupan kita menghadapi banyak hal, fakta, kegiatan, peristiwa, perkembangan, konflik, dan lain sebagainya., yang dalam penelitian kita sebut sebagai variabel. Variabel dalam teknologi informasi bisa berupa dosen mengajar, membimbing, mengevaluasi, mahasiswa belajar, mengerjakan tugas, bolos, lulus ujian, buku kurang, kelas sempit, pengusaan teknologi informasi, penggunaan internet, dan lain sebagainya.
Pada suatu saat mungkin peneliti memandang variabel-variabel tersebut tidak punya arti apa-apa, tetapi pada saat lain peneliti melihatnya sebagai hal yang membingungkan, tidak jelas atau semrawut. Penelitian eksplanatif mencoba mencari kejelasan hubungan antara hal tersebut. Hubungan tersebut bisa berbentuk hubungan korelasional atau saling hubungan, sumbangan atau kontribusi satu variabel terhadap variabel lainnya ataupun hubungan sebab akibat. Hubungan-hubungan tersebut dikaji dalam penelitian korelasional, dan penelitian eksperimental. Hubungan juga dapat dilihat dari perbedaan yang melatarbelakanginya, yang dapat diungkap melalui penelitian kausal komparatif.
- Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang benar-benar dapat menguji hipotesis mengenai hubungan sebab akibat. Selanjutnya Gay (1998) mengatakan bahwa metode eksperimen dapat mewakili pendekatan yang paling sahih dalam memecahkan masalah, baik secara praktis maupun secara teori. Dipihak lain Donald Ary (2004) menambahkan bahwa umumnya penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang paling tangguh (sophisticated) dalam pengujian hipotesis. Mill mengekspresikan metode eksperimen dalam bahasa logis yang disebutnya sebagai perbedaan (method of difference).
Ini berarti bahwa pengaruh variabel tunggal dapat diterapkan pada suatu keadaan yang dapat ditaksir. Dalam penelitian ini, paling sedikit dapat dilakukan dalam satu kondisi yang dapat dimanipulasikan, sementara kondisi lain dianggap konstan dan kemudian pengaruh perbedaan kondisi atau variabel tersebut dapat diukur. Suharsimi (2010: 9) memberikan penjelasan tentang penelitian eksperimen di mana peneliti sengaja membangkitkan timbulnya sesuatu kejadian atau keadaan, kemudian diteliti bagaimana akibatnya. Dengan kata lain, eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua factor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu.
Perbedaan mendasar penelitian noneksperimental dan eksperimental terletak pada pemberian manipulasi (perlakukan atau treatment) terhadap variabel bebas (independent). Penelitian eksperimental mencoba agar sesuatu dapat terjadi pada variabel terikat melaui serangkaian treatment atau perlakuan sebagai variabel bebas atau variabel penyebab. Dengan demikian penelitian eksperimental meneliti hubungan kausal (cause-effect relationship) di mana variabel terikat merupakan variabel terikat sedangkan variabel bebas merupakan variabel penyebab.
Dalam penelitian eksperimental menurut Edi Riadi (2015: 8) yang harus diperhatikan peneliti adalah masalah kehadiran variabel asing atau pengganggu (exstraneous variables) yang harus dikontrol secara ketat. Pemahaman tentang variabel ekstraneous ini sangat penting karena variabel ini dapat mengancam atau membingungkan dalam menjelaskan pola hubungan kausal variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika variabel exstraneous ini tidak dikontrol ketat, maka variabel ini akan mengakibatkan invaliditas internal (internal invalidity). Donald Campbell dan Julian Stanley (1963) dalam Edi Riadi (2015) terdapat 7 variabel ekstraneous yang dapat mengganggu validitas internal diantaranya:
- History (pengaruh kondisi lingkungan luar terhadap partisipan selama berlangsungnya eksperimen).
- Maturation (perubahan yang disebabkan perubahan fisik alamiah selama percobaan).
- Selection (kekeliruan dalam proses seleksi partisipan).
- Testing (sensitisasi karena adanya pretest).
- Instrumentation (kekeliruan yang disebabkan oleh alat ukur).
- Regression (kecenderungan pada skor ekstrim untuk berubah ke hasil yang lebih baik ketika diadakan test ulang).
- Mortality (perubahan dalam suatu kelompok karena partisipan atau responden mengundurkan diri dari penelitian).
Sedangkan variabel luar yang dapat mengganggu validitas eksternal di antaranya: the reactive effect of testing (efek reaktif dari tes), the interaction of treatment and subject (subject dapat bereaksi terhadap perlakuan yang tidak dapat prediksi), the interaction of testing and subject (subjek dapat bereaksi terhadap tes yang tidak dapat diprediksi), dan multiple treatment interference (interferensi dari beberapa perlakuan). Secara garis besar jenis-jenis penelitian eksperimental berdasarkan reancangannya dapat dibagi menjadi tiga weak experimental design, true experimental design dan quasi experimental design.
- Penelitian Ex Post Facto
Ex post facto berarti setelah kejadian. Secara sederhana, dalam penelitian ex post facto, peneliti menyelidiki permasalahan dengan mempelajari atau meninjau variabel-variabel. Variabel terikat dalaam penelitian seperti ini segera dapat diamati dan persoalan utama peneliti selanjutnya adalah menemukan penyebab yang menimbulkan akibat tersebut. Kerlinger (2002) mendefinisikan ex post facto sebagai pencarian empirik yang sistematik dalam ilmuwan tidak dapat mengontrol langsung variabel bebas karena peristiwanya telah terjadi atau karena menurut sifatnya tidak dapat dimanipulasi.
Kesimpulan-kesimpulan tentang hubungan antara variabel dilakukan, tanpa interferensi secara langsung sesuai dengan variasi variabel bebas dan variabel terikat. Gay (2002) mengatakan bahwa dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk menentukan sebab, atau alasan adanya perbedaan dalam tingkah laku atau status kelompok individu. Dalam artian, peneliti mengamati bahwa kelompok-kelompok yang berbeda pada beberapa variabel dan kemudian ia berusaha untuk mengidentifikasi faktor utama penyebab perbedaan tersebut.
- Penelitian Partisipatori
Bonnie J. Cain, penulis buku Parsticipatory Research : Research with Historical Consciousness, mengatakan bahwa definisi yang semakin luas diektahui tentang penelitian partisipatori adalah dalam istilah yang berciri negatif dan juga dalam tindakan atau parktik yang ingin kita hindari atau yang ingin diatasi. Metodologi dan definisi tersebut belum demikian jelas siapa pencetusnya. Beberapa ahli menyarankan bahwa lebih berguna melihat penelitian partisipatori sebagai masalah yang ditujukan untuk mengumpulkan pengetahuan baru dengan orang-orang (sebagai partisipan) yang mampu menetapkan pengetahuan tersebut.
- Penelitian dan Pengembangan
Metode penelitian dan pengembangan atau dalam istilah bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu , dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut (Putra, 2011). Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal. Penelitian Hibah Bersaing ini (didanai oleh Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi), adalah penelitian yang menghasilkan produk, sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan.
Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik serta ilmu-ilmu Teknologi Informasi. Hampir semua produk teknologi diproduksi dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan pada industri merupakan ujuang tombak dari suatu industri dalam menghasilkan produk-produk baru yang dihasilkan pasar. Hampir 4 % biaya yang digunakan untuk penelitian dan pengemabangan, bahkan untuk industri farmasi dan komputer lebih dari 4 %. Dalam bidang sosial dan pendidikan peranan penelitian ini masih sangat kecil.
- Ragam Penelitian Berdasarkan Karakteristik Masalah
Kualitas penelitian dapat ditentukan oleh luas dan dalamnya permasalahan yang dihadapi. Banyaknya rumusan masalah menjadi salah satu indikator luas dan dalam permasalahan. Namun, tidaklah berarti makin banyak rumusan masalah, makin berkualitas penelitian. Jika pemikiran peneliti hanya mengenai sebuah masalah maka tidak perlu menjabarkannya dalam banyak rumusan masalah. Rumusan masalah sebaiknya konsisten atau paling tidak relevan dengan latar belakang masalah. Rumusan masalah hendaknya memuat variabel yang akan diteliti dan teridentifikasi dengan jelas serta diperkirakan ada alternatif penyelesaiannya. F. Hair et al (2008) membagi penelitian ditinjau dari karateristik masalah yang diteliti sebagai berikut.
- Penelitian Historis (Historical Research)
Penelitian sejarah adalah pengumpulan yang sistematik dan evaluasi yang objektif dari data yang berkaitan dengan kejadian-kejadian di masa lampau untuk menguji hipotesis sehubungan dengan sebab-akibat atau kecenderungan kejadian- kejadian tersebut yang dapat membantu menerangkan kejadian masa kini dan mengantisipasi kejadian masa yang akan datang. Salah satu jenis penelitian yang mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia adalah penelitian sejarah. Penelitian sejarah atau historical research is a systematic collection and objective evaluation of data related to past occurrences in order to test hypotheses concerning causes,effect, or trends of these events that may help to explain present events and anticipate future events (Gay, 2002: 145).
Penelitian historis adalah penelitian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena masa lalu yang meliputi kegiatan penyelidikan, pemahaman, dan penjelasan keadaan yang telah lalu. Sementara J.S Carrol, dan E.J Johnson dalam Sangaji (2010) menjelaskan penelitian historis adalah penelitian yang berkenaan dengan analsis logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung dimasa lalu. Tujuan penelitian sejarah adalah melakukan rekonstruksi fenomena masa lalu secara sistematis, obyektif, dan akurat untuk menjelaskan fenomena masa sekarang aau mengantisipasi fenomena masa yang akan datang.
Penelitian ini penting terutama dalam menggambarkan atau memotret keadaan atau kejadian masa lalu yang kemudian digunakan untuk menjadi proses pembelajaran masyarakat sekarang. Langkah yang harus diikuti dalam melaksanakan penelitian sejarah pada pokoknya sama seperti jenis penelitian yang lain, yaitu: pendefinisian masalah, perumusan hipotesis (atau pertanyaan yang harus dijawab), pengumpulan data secara sistematis, evaluasi data secara objektif, dan konfirmasi dan diskonfirmasi dari hipotesis.
- Penelitian Studi Kasus Lapangan (Case and Field Study)
Penelitian studi kasus dan lapangan adalah penelitian dengan karateristik masalah yang berkaitan dengan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari subjek yang di teliti serta interaksinya dengan lingkungan. Tujuan studi kasus adalah melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai subjek tertentu untuk memberikan gambaran lengkap mengenai subjek tertentu. Studi kasus atau case study merupakan sebuah metode penelitian yang dilakukan secara intensif, rinci, dan mendalam mengenai suatu kasus, gejala sosial, atau unit sosial tertentu yang spesifik. Kasus dalam hal ini dapat dimaknai sebagai sebuah konsep, aktivitas, waktu, benda (hasil karya seseorang), kebijakan, kelas sosial, organisasi, Negara, wilayah, atau fenomena lain yang spesifik.
Nanang Martono (2015: 295) menjelaskan bahwa studi kasus memfokuskan diri untuk menggambarkan kasus tersebut dan menganalisisnya sehingga dapat menghasilkan temuan-temuan baru. Studi kasus merupakan sebuah upaya pencarian pengetahuan secara empiris dengan cara menyelidiki fenomena dalam konteks kehidupan nyata. Tujuannya untuk memberikan analisis konteks dan proses yang menerangi isu-isu teoritis yang dipelajari. Studi kasus merupakan bagian penelitian kualitatif yang berupaya melibatkan dan melaporkan kompleksitas kegiatan sosial.
- Penelitian Korelasional (Correlational Research)
Penelitian korelasional adalah tipe penelitian dengan karateristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variabel atau lebih. Tujuan penelitian korelasi adalah menentukan apakah terdapat asosiasi antara dua variabel atau lebih serta seberapa jauh korelasi yang ada di antara variabel yang diteliti. Tipe penelitian ini menekankan pada penentuan tingkat hubungan yang dapat pula digunakan untuk melakukan prediksi. Penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan data untuk menentukan ada atau tidaknya berhubungan antara dua variabel atau lebih dan seberapakah tingkat hubungannya. Di sini, tingkat hubungan dinyatakan sebagai suatu koefisien korelasi.
Jika ada hubunagn dari dua variabel, itu berarti bahwa nilai-nilai suatu kelompok pada satu ukuran dapat diasosiasikan dengan nilai-nilai pada ukuran yang lain. Pada kenyataannya, meskipun ada hubungan antara variabel-variabel tidak berarti bahwa variabel yang satu adalah penyebab variabel yang lain. Penelitian korelasi memungkinkan pembuatan suatu prakiraan bagaimanakah hubungan antara dua variabel (Hamid Darmadi, 2011: 166). Jika dua variabel mempunyai hubungan yang erat, koefisien korelasi akan diperoleh hampir 1,00 (atau – 1,00). Jika dua variabel hampir tidak mempunyai hubungan, akan diperoleh koefisien hampir 0,00, makin erat hubungan antara dua variabel, prakiraan yang dibuat berdasarkan hubungan tersebut semakin tepat.
- Penelitian Kausal Komperatif (Causal-Comprative Research)
Penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terkait, di samping mengukur kekuatan hubungannya. Penelitian ini merupakan tipe penelitian ex post facto, yaitu penelitian terhadap data yang dikumpulkan setelah terjadinya suatu fakta atau peristiwa. Tujuannya adalah peneliti dapat mengidentifikasi fakta atau peristiwa tersebut sebagai variabel yang dipengaruhi (variabel dependen) dan melakukan penyelidikan terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi (variabel independen).
- Ragam Penelitian Berdasarkan Cara Penelitian
- Penelitian Tindakan (Action Research)
Operation research (action research) yang lebih dikenal dengan penelitian tindakan adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja mengenai sesuatu yang sedang ia laksanakan tanpa mengubah sistem pelaksanaannya (Sopiah & Sangadji, 2010). Penelitian tindakan menurut Kemmis dan Mc Taggart (2002) dalam (Sekaran, 2003) adalah action research is tehe way group of people can organize the conditions under which they can learn from their own experiences and make their experiences accessible to other. Penelitian tindakan adalah cara suatu kelompok atau seseorang mengorganisasi suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuatnya dapat diakses oleh orang lain.
Tujuan penelitian tindakan adalah: 1. Merupakan salah satu cara strategis memperbaiki layanan maupun hasil kerja dalam suatu lembaga. 2. Mengembangkan rencana tindakan guna meningkatkan apa yang telah dilakukan sekarang. 3. Mewujudkan proses penelitian yang mempunyai manfaat ganda baik bagi peneliti yang dalam hal ini mereka memperoleh informasi berkaitan dengan permasalahan maupun pihak subjek yang diteliti dalam mendapatkan manfaat langsung adanya tindakan nyata. 4. Tercapainya konteks pembelajaran dari pihak yang terlibat, yaitu para peneliti dan subjek yang di teliti. 5. Timbulnya budaya meneliti yang terkait prinsip sambil bekerja dapat melakukan penelitian di bidang yang ditekuni. 6. Timbulnya kesadaran para subjek yang diteliti sebagai akibat adanya tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas. 7. Diperolehnya pengalaman nyata yang berkaitan erat dengan usaha peningkatan kualitas sera profesiaonal maupun akademik.
- Penelitian Survei (Survey Research)
Penelitian survei merupakan tipe penelitian yang menggunakan angket sebagai sumber data utama. Penelitian survei sebenarnya masih lebih tepat merupakan salah satu dari jenis penelitian deskriptif (Cohen dan Nomion, 1982) menulis: Survey gathers data at a particular point in time with the intention of a) describing the nature of existing conditions, or b) identifying standards against which existing condition can be compared, or c) determining the relationships that exist between specific events. Penelitian survei merupakan kegiatan penelitian yang mengumpulkan data pada saat tertentu dengan tiga tujuan penting, yaitu: a. Mendeskripsikan keadaan alami yang hidup saat itu. b. mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk dibandingkan, dan c. Menentukan hubungan sesuatu yang hidup di antara kejadian spesifik.
Penelitian survei seperti tersebut di atas, di samping merupakan model penelitian yang paling banyak digunakan oleh para peneliti sosial, juga banyak digunakan dalam penelitian pendidikan. Dalam penelitian sosial banyak model yang masih tergolong sebagai model penelitian survei, misalnya survei penduduk, survei ballot atau survei pemungutan suara menjelang pemilihan umum. Model penelitian ini merupakan metode paling baik guna memperoleh dan mengumpulkan data asli (original data) untuk mendeskripsikan keadaan populasi. Oleh karena itu, banyak Negara termasuk pemerintah Indonesia, pada setiap sepuluh tahunan juga melakukan penelitian survei untuk menentukan status melalui sensus penduduk. Dari hasil survei tersebut pemerintah dapat melakukan pengelompokan data penduduk menurut kriteria yang diperlukan seperti kriteria umur, jenis kelamin, dan jenis pekerjaan yang dimiliki. Semua data yang sudah dikelompokkan secara rinci tersebut menjadi data induk yang sangat bermanfaat dalam memberikan masukan kepada para perencana pembangunan. Oleh karena sedemikian penting hasil survei tersebut, maka penelitian survei sering disebut sebagai penelitian sensus.
Penelitian dengan menggunakan model survei juga merupakan metode yang bagus guna mengukur sikap dan orientasi penduduk dalam populasi besar terhadap suatu kasus sosial. Dalam bidang pendidikan, pelaksanaan penelitian survei mungkin bervariasi dalam hal tingkat kompleksitasnya, dari yang hanya dengan menggunakan teknik analisis frekuensi sederhana sampai dengan penggunaan perhitungan analisis hubungan anatar variabel kompleks.
- Berdasarkan Pengukuran dan Analisis Data
- Penelitian Kualitatif (Qualitative Research)
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berupaya menganalisis kehidupan sosial dengan menggambarkan dunia sosial dari sudut pandang atau interpretasi individu (informan) dalam latar alamiah. Dengan kata lain, penelitian kaulitatif berupaya memahami bagaimana seorang individu melihat, memaknai atau menggambarkan dunia sosialnya. Pemahaman ini merupakan hasil interaksi sosialnya. Memahami merupakan esensi dari penelitian kualitatif. Secara sederhana, proses memahami sangat mudah diucapkan, tetapi sesungguhnya sangat sulit untuk dilakukan dengan sebenar-benarnya.
Memahami membutuhkan syarat-syarat khusus yang mendukung. Pertama, seorang peneliti harus mampu melebur menjadi satu dengan subjek atau kelompok subjek yang diteliti dan hal tersebut memerlukan suatu keterampilan tertentu, seperti keterampilan bersosialisasi, keterampilan berkomunikasi, keterampilan membangun relasi, dan masih banyak lagi keterampilan yang berkaitan dengan berhubungan dan membina hubungan dengan orang lain. Seseorang yang bersifat egois dan cenderung untuk selalu ingin menang sendiri akan sulit jika harus melakukan pendekatan dengan subjek penelitian untuk melakukan penelitian kualitatif. Kedua, seorang peneliti harus mampu berpijak didua tempat, yaitu kapan ia berfungsi sebagai peneliti dan kapan ia harus berfungsi sebagai bagian dari subjek dan lingkungan alaminya. Ketiga, kekuatan dari penelitian kualitatif terletak pada pemaparan yang sempurna dan menarik pembaca untuk seakan-akan turut serta dalam cerita yang ditulisnya tersebut. Seorang peneliti kualitatif mampu memberikan roh dalam tulisannya, sehingga tulisan tersebut seakan hidup dipikiran pembacanya. Kemampuan menulis tersebut merupakan hal yang perlu dimiliki oleh peneliti kualitatif.
- Penelitian Kuantitatif (Quantitative Research)
Menurut Nanang Martono (2015: 215), penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, yaitu sebuah metode penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena atau gejala sosial secara kuantitatif atau menganalisa bagaimana fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Metode kuantitatif yang biasanya menggunakan logika deduktif berupaya mencari keteraturan dalam kehidupan manusia, dengan meisahkan dunia sosial menjadi komponen-komponen empiris yang disebut variabel.
Variabel tersebut dapat direpresentasikan secara numeric sebagai frekuensi atau tingkat. Hubungan antarvariabel tersebut juga dapat dieksplorasi dengan teknik statistik, dan diakses melalui penelitian yang memperkenalkan rangsangan dan pengukuran sistematis. Metode ini mendasarkan penelitian pada penyelidikan jumlah atau frekuensi suatu kejadian atau fenomena. Dalam penelitian sosial, metode kuantitaif diterapkan dalam empat metode yaitu: survei, eksperimen, analisis isi kuantiatif, dan analisis data sekunder. Umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan populasi yang luas dengan variabel yang terbatas.
- Metode Penelitian Kombinasi
Metode penelitian kombinasi menurut Sugiyono (2011: 404) adalah suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable dan objektif. Data yang komprehensif adalah data yang lengkap yang merupakan kombinasi antara data kuantitatif dan kualitatif. Data yang valid adalah data yang memiliki derajat ketepatan yang tinggi antara data yang sesungguhnya terjadi dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.
Melalui kombinasi dua metode, maka data yang diperoleh dari penelitian akan lebih valid, karena data yang kebenarannya tidak dapat divalidasi dengan metode kuantitatif akan divalidasi dengan metode kualitatif atau sebaliknya. Data yang reliable adalah data yang konsisten dari waktu ke waktu, dan dari orang ke orang. Dengan menggunakan metode kombinasi maka reliabilitas data akan dapat ditingkatkan, karena reliabilitas data yang tidak dapat diuji dengan metode kuantitatif atau sebaliknya. Dengan menggunakan metode kombinasi, maka data yang diperoleh dengan metode kualitatif yang bersifat subjektif dapat ditingkatkan objektivitasnya pada sampel yang lebih luas dengan metode kuantitatif. Secara lengkap perbedaan karakteristik metode kuantitatif, kualitatif dan metode kombinasi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut (Sugiyono, 2011: 26-28).
Tabel 5.2. Karakteristik Metode Kuantitatif, Kualitatif dan Metode Kombinasi
Karakteristik | Metode Kuantitatif | Metode Kualitatif | Metode Kombinasi |
Desain |
|
| Untuk model sequential explanatory proposal sudah lebih jelas. |
Tujuan |
|
| Untuk model sequential explanatory tujuannya adalah menemukan pola dan menguji hipotesis yang ditemukan dalam penelitian kualitatif |
Teknik Pengumpulan Data |
|
| Test, kuesioner, participant observation, in depth interview, dokumentasi, triangulasi |
Instrumen Penelitian |
|
| Tes, angket, instrument terstandar, buku catatan, camera, tape recorder, dan lain-lain |
Data |
|
| Data kuantitatif hasil pengukuran dan kualitatif hasil pengamatan. |
Sampel |
|
| Untuk model sequential explanatory, sampel bisa besar dan representatif |
Analisis |
|
| Analisis data kualitatif dan kualitatif |
Hubungan dengan Responden |
|
| |
Usulan Desain |
|
| Untuk penelitian kombinasi model sequential exploratory, usulan desain bisa bersifat sementara tetapi untuk model sequential explanatory usulan desain sudah rinci. |
Kapan penelitian selesai | Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan | Setelah tidak ada data yang dianggap baru atau jenuh | Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan dan setelah tidak ada data yang dianggap bafru lagi atau jenuh. |
Kepercayaan terhadap hasil penelitian | Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen | Pengujian kredibilitas, dependabilitas, proses dan hasil penelitian. | Pengujian validitas dan reliabilitas instrument, pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian kualitatif. |
Dalam pemilihan metodologi penelitian, selain mempertimbangkan metodologi terdahulu yang digunakan dalam penelitian sejenis, juga akan sangat dipengaruhi dengan batasan sumberdaya – yaitu waktu dan dana – yang dimiliki oleh peneliti. Kompromi diantaranya akan menghasilkan sesuatu antara yang ideal dan yang praktis. Metodologi sangat penting dalam sebuah penelitian karena metodologi akan digunakan sebagai (Semiawan, 2007):
- Aturan komunikasi. Metodologi merupakan alat komunikasi sesama peneliti untuk berbagi pengalaman dalam melakukan penelitian. Ketika peneliti menuliskan metodologi yang digunakan secara jelas, dapat diakses oleh peneliti lain, maka keunggulan replikasi penelitian dan validasi temuan penelitian dapat dilakukan.
- Aturan penalaran. Meskipun observasi empiris sangat fundamental dalam penelitian ilmiah, namun fakta, data dan bukti yang ditemukan tidak bisa berbicara dengan cara sendirinya. Karenanya dalam hal ini dibutuhkan logika untuk menarik inferensi yang reliabel berdasar fakta hasil observasi.
- Aturan intersubjektivitas. Karena kemungkinan adanya subjektivitas terlibat dalam penelitian, maka dengan metodologi yang jelas, validasi bisa dilakukan oleh peneliti lain untuk menjamin obyektivitas empiris. Hal ini berarti ada hubungan saling bergantung antara obyektivitas dan validasi.
- Dasar pembenaran menuntut pengaturan kerja ilmiah yang diarahkan pada perolehan derajat kepastian sebesar mungkin. Pernyataan harus didasarkan pada pemahaman apriori dan yang juga didasarkan atas hasil kajian empirik, dua cara berpikir ilmiah yang harus dapat digunakan dalam penelitian ilmiah.
- Sistematis menunjuk pada susunan pengetahuan yang didasarkan pada penyelidikan ilmiah yang terencana, teratur, dan terarah; sistemis menunjuk pada keterhubungannya yang merupakan suatu kebulatan melalui komparasi dan generalisasi.
Rangkuman
Pengklasifikasian pendekatan menjadi kuantitatif atau kualitatif, etnografi, survei, penelitian tindakan, atau apapun, tidak berarti bahwa sekali sebuah pendekatan dipilih, peneliti tidak boleh bergerak dari metode yang berkaitan dengan bentuk pendekatan tersebut. Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing cocok dengan konteks tertentu pula. Pendekatan yang digunakan dan metode pengumpulan data yang dipilih bergantung dengan sifat telaahan dan tipe informasi yang dibutuhkan.
Jenis-jenis penelitian berdasarkan pendekatan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Keduanya memiliki asumsi, karakteristik dan prosedur penelitian yang berbeda. Penelitian berdasarkan fungsinya adalah penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian evaluasi. Berdasarkan tujuan dibedakan antara penelitian deskriptif, prediktif, eksplanatif, eksperimen, ex post facto, penelitian partisipasi, dan penelitian pengembangan. Berdasarkan sifat dan tujuannya, ada 3 jenis penelitian di tinjau dari jenis data yaitu: penelitian opini, penelitian empiris, dan penelitian arsip. Ragam penelitian ditinjau dari karateristik masalah yang diteliti: penelitian sejarah, penelitian kasus dan lapangan, penelitian korelasional, dan penelitian kausal komparatif. Berdasarkan cara penelitian, yaitu penelitian tindakan dan penelitian survei. Berdasarkan teknik pengukuran dan analisis data, yaitu penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif dan penelitian kombinasi.
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bell, Judith. 2006. Doing Your Research Project: Melakukan Proyek Penelitian Secara Mandiri. Terjemahan: Jacobus Embu Lato. Jakarta: Penerbit Indeks.
Edi Riadi. 2015. Metode Statistika Parametrik & Nonparametrik: Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Mandiri.
Gay, L. R. 2002. Educational Research : Competencies for Analysis and Application, Third Edition, Toronto: Merrill Publishing Company.
Hair, F. Jr, Rolph, E.A. Ronald, L.T. dan William, G.B. 2008. Multivariate Data Analysis. Fifth Edition. New Jersey: Prentice Hall International, Inc.
Hamid Darmadi. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Hermawan, A. 2006. Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif, Jakarta: Grafindo.
Kerlinger, F.N. 2002. Asas-asas Penelitian Behavioral, Terj. Landung R Simatupang, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Moleong, Lexy. G. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Nusa Putra. 2011. Research dan Development: Suatu Pengantar Penelitian dan Pengembangan, Jakarta: Rajawali Press.
Sopiah, Etta Mamang Sangadji. 2010. Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis Dalam Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.
Setiap orang mempunyai kecenderungan menggunakan salah satu belahan otaknya yang lebih dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas, tetapi keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran
Andhyka P. Sedyawan



