
Yudisium 150 Orang Lulusan, Universitas Raharja Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas
SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Rektor Universitas Raharja Tangerang Dr Po Abas Sunarya menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan integritas pendidikan tinggi dalam prosesi yudisium mahasiswa periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dari berbagai program studi. Acara digelar di Aula Lantai III pada Rabu (8/4/2026).
Dalam sambutannya, Abas Sunarya menyampaikan bahwa para peserta yudisium telah memenuhi seluruh persyaratan akademik yang ditetapkan kampus. Ia menjelaskan bahwa kelulusan para mahasiswa sebelumnya telah ditetapkan melalui sidang senat tertutup pada 30 Maret 2026.
“Pada sidang senat tertutup tanggal 30 Maret 2026, kami sudah membacakan kelulusan saudara secara lengkap, mulai dari nama, program studi hingga nomor ijazah nasional. Artinya hari ini saudara resmi dapat menggunakan gelar profesional, baik Ahli Madya, Sarjana, maupun Magister,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kelulusan para mahasiswa telah mendapatkan pengakuan secara nasional. Hal tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa penyelenggaraan pendidikan di Universitas Raharja berjalan sesuai standar akademik dan regulasi yang berlaku.
Menuru Abas, proses yudisium mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna penting sebagai penegasan bahwa seluruh proses pembelajaran telah dijalankan secara benar dan disiplin.
“Kedisiplinan, legalitas, dan prestasi akademik menjadi hal yang diakui oleh LLDikti maupun Dikti. Kita ingin menunjukkan bahwa pendidikan harus ditempuh dengan proses yang benar, bukan dengan jalan pintas,” katanya. Ia menilai, praktik pendidikan yang tidak sesuai standar justru berpotensi merugikan generasi muda di masa depan. Karena itu, Universitas Raharja berkomitmen menjadi contoh dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti setelah proses yudisium. Menurutnya, ikatan emosional antara lulusan dan almamater akan terus terjalin melalui berbagai kegiatan akademik maupun pengembangan karier.
Abas juga mengungkapkan bahwa universitas terus melakukan pengembangan program studi, salah satunya dengan membuka Program Studi Magister Manajemen yang mulai berjalan pada Januari 2026. “Program Magister Manajemen ini memang banyak diselenggarakan di berbagai kampus, tetapi kami merancangnya dengan ciri khas tersendiri. Baru dibuka beberapa waktu saja, sudah ada sekitar 10 mahasiswa yang mendaftar, bahkan dari hasil pertemuan di lingkungan pemerintah daerah juga muncul minat baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, kualitas lulusan menjadi fokus utama universitas. Meski jumlah lulusan setiap tahun berkisar 400–500 orang, tingkat penyerapan alumni di dunia kerja mencapai sekitar 90 persen Menurutnya, banyak alumni Universitas Raharja yang bekerja di instansi pemerintahan, sektor industri, hingga membangun usaha sendiri. “Yang membanggakan bukan sekadar jumlah lulusan yang banyak, tetapi bagaimana alumni kita mampu terserap di dunia kerja dan berkontribusi di berbagai bidang,” ujarnya.
Sementara berdasarkan laporan panitia yudisium, dari total 150 peserta yang dinyatakan lulus terdiri dari dua lulusan Program Diploma, 133 lulusan Program Sarjana, dan 15 lulusan Program Magister. Program sarjana didominasi oleh program studi di bidang teknologi dan bisnis, di antaranya Sistem Informasi, Teknik Informatika, Akuntansi, hingga Manajemen Ritel.
Mayoritas lulusan juga memperoleh predikat kelulusan pujian. Pada program sarjana, sebanyak 96 mahasiswa atau sekitar 72,2 persen meraih predikat cum laude. Dengan pelaksanaan yudisium tersebut, Universitas Raharja kini telah memiliki total 7.486 alumni sejak berdiri pada tahun akademik 2000–2001, yang terdiri dari 1.574 lulusan diploma, 5.691 lulusan sarjana, dan 221 lulusan magister. (made)



