
Universitas Raharja Jadi Barometer Siswa SMA/SMK untuk Uji Kompetensi

Suasana kegiatan para siswa SMA/SMK tengah mengikuti Uji Kompetensi IT, di salah satu laboratorium Universitas Raharja. [Dok.Sam]
Kota Tangerang, (BantenKita) – Ratusan siswa SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Provinsi Banten mengikuti uji kompetensi di Laboratorium Universitas Raharja (UR), Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Raharja, Doctor PO Abas Sunarya.
Abas Sunarya mengatakan, meskipun Universitas Raharja bukan kampus besar, institusinya dikenal memiliki proses pembelajaran yang serius dan berbobot, khususnya di bidang teknologi informasi (IT). Hal itu dibuktikan dengan banyaknya sekolah yang datang secara bergilir untuk melaksanakan uji kompetensi di laboratorium kampus tersebut.
“Walaupun kampus kami tidak besar, mereka menilai proses belajar mengajar di sini serius dan berbobot. Sekolah-sekolah dari Banten datang bergiliran, seperti hari ini dari SMA 15 Kota Tangerang. Bahkan ada juga dari luar daerah, tetapi sebagian terpaksa kami tolak karena sudah sangat padat,” ujar Abas.
Ia menambahkan, peserta uji kompetensi datang dalam jumlah besar, mulai dari 100 hingga 200 siswa dalam satu rombongan. Menurutnya, fasilitas laboratorium Universitas Raharja telah memenuhi standar internasional.
“Mereka datang berombongan, ada yang 100 orang bahkan sampai 200 orang untuk uji kompetensi di laboratorium kami. Alhamdulillah, fasilitas yang ada sudah bertaraf internasional,” ungkap Abas yang juga menjabat Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Banten.
Abas menjelaskan, para siswa yang mengikuti uji kompetensi akan dinilai dan diberikan sertifikat sebagai bukti kemampuan di bidang IT. Ia menilai, penguasaan teknologi informasi saat ini menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Para murid nanti dinilai dan kita beri sertifikat. Ini membuktikan bahwa kemajuan IT menjadi kebutuhan primer. Siapa yang mengabaikan teknologi akan tertinggal,” katanya.
Lebih lanjut, Abas menegaskan bahwa visi Universitas Raharja bukan hanya meluluskan sarjana dalam jumlah besar, melainkan menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu terserap di dunia usaha dan dunia industri.

“Saya tidak bangga meluluskan banyak sarjana, tetapi melahirkan lulusan bermutu yang terserap di dunia industri, bisa berkarya, dan menjadi agen perubahan bagi keluarga, lingkungan, kota, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Tingginya animo sekolah untuk mengikuti uji kompetensi membuat pihak kampus kewalahan menampung peserta.
“Saat ini kami hampir kewalahan, karena sudah banyak sekolah yang mendaftar dan akan terus berdatangan,” ujarnya.
Abas berharap penguatan kompetensi IT sejak bangku sekolah dapat mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera pada 2045.
“Pada 2045, negeri kita harus sejahtera. Pemerintah, intelektual, pejabat, dan rakyat harus bergandengan tangan mencari solusi memajukan daerahnya masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peserta uji kompetensi, Dinda, mengaku kagum dengan fasilitas laboratorium Universitas Raharja yang dinilainya modern dan bertaraf internasional.
“Lab-nya keren, semuanya serba modern dan sudah bertaraf internasional. Kalau saya lulus nanti, saya ingin sekali kuliah di sini,” ujarnya.
Dinda juga mengaku senang dapat mengikuti uji kompetensi dengan perangkat teknologi yang menurutnya sangat memadai.
“Saya senang bisa mengikuti uji kompetensi dengan perangkat teknologi yang menurut saya sangat modern,” pungkasnya. (Sam)



