Back

Sehari di Hobbit Park & Melaka – SE Day 4

Hari keempat sangat luar biasa! Pada awal pagi, kami pergi ke Hobbit Park di Putrajaya, sebuah taman dengan tema yang sangat unik. Terinspirasi dari dunia “Shire” dari The Hobbit, rumah-rumah kecil ini memiliki pintu melingkar, dapur kecil, sumur, dan ayunan cantik. Suasananya seolah-olah berasal dari cerita, dan sangat cocok untuk foto-foto indah dan bersantai sambil menikmati udara segar di sekitar danau. Hiburan visual yang tenang yang berada di pusat kota.

Setelah puas berkeliling dan mengambil foto, kami pergi ke kota bersejarah Melaka. Melaka, UNESCO World Heritage Site, memiliki arsitektur kolonial yang masih hidup dan kuliner jalanan yang menarik, yang membuatnya seperti melewati waktu.

Kami tiba di pusat kota, di kawasan Dutch Square—atau Red Square—yang merupakan wajah kota yang paling ikonik. Semua bangunan di sana berwarna merah. Salah satunya adalah Stadthuys, sebuah gedung pemerintahan era Belanda yang dibangun pada tahun 1650 dan sekarang berfungsi sebagai museum sejarah. Dengan pintu besar dan jendela berkisi, bangunan ini memiliki gaya kolonial Belanda yang khas. 

Tak jauh dari sana adalah Menara Jam Merah, juga dikenal sebagai Malacca Clock Tower, yang dibangun oleh Tan Jiak Kim sebagai penghormatan kepada ayahnya pada tahun 1886. Mula-mula berwarna putih, menara ini kemudian diwarnai merah, sama seperti bangunan lain di plaza. 

Setelah jalan-jalan dan mengambil foto ala turis di antara deretan bangunan merah, perut mulai lapar. Untungnya, ada banyak penjual cendol, minuman dessert Malaysia yang terbuat dari es serut, santan, gula aren, dan pasta kacang merah. Jonker Street, yang terkenal dengan cendol dan makanan lokal lainnya, adalah tempat terbaik untuk dikunjungi.

Hari itu sangat melelahkan, tetapi setiap langkahnya membawa pengalaman yang berharga, seperti suasana magis di Hobbit Park, bekas sejarah Belanda di Melaka, dan rasa cendol di tengah kota landmark. 

Leave A Reply