Back

REGRESI BERGANDA TIGA PREDIKTOR

BAB XVII

 REGRESI BERGANDA TIGA PREDIKTOR

Kualitas tak pernah kebetulan. Kualitas selalu hasil dari kemauan yang

tinggi, upaya yang tuntas, arahan yang cerdik, eksekusi yang terampil.

Kualitas melambangkan pilihan bijak dari banyak alternatif.

 

William A. Foster

 

Pembahasan Materi

Bab ini membahas tentang pengertian analisis regresi tiga prediktor, persamaan regresi tiga prediktor: Ŷ =  +  +  + , rumus untuk menyelesaikan persamaan ada dua: rumus eliminasi, rumus Cramer dan aturan Sarrus, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, uji signifikansi koefisien korelasi ganda, korelasi parsial, uji signifikansi koefisien korelasi parsial, dan analisis regresi komponen utama.

  • Regresi Berganda Dengan 3 Prediktor

Regresi berganda dengan 3 prediktor digunakan untuk memprediksi suatu hubungan antara tiga variabel bebas (prediktor) dengan satu variabel terikat. Misalnya kita ingin mengetahui seberapa besar keeratan hubungan variabel Y yang dapat diprediksikan oleh tiga variabel independen ,  dan  . Langkah-langkah analisis datanya sebagai berikut :

  1. Model regresi Ŷ        =  +  +  +
  2. Mencari , dan                   =  +    +  

 =  +   +  

 =  +    +

Catatan:                                                = Ȳ –  –  

      Untuk menentukan                         =  –

                                             = – Ȳ

  1. Analisis Jumlah Kuadrat dan Derajat Bebas Sumber Varian
    1. Jumlah Kuadrat Total (JKT)

JKT =                                                             

Derajat Bebas Total (db(T))             db(T) = n-1

  1. Jumlah Kuadrat Regresi (JK Reg)

JKT (Reg) = +         

Derajat Bebas Regresi (db(Reg))           db(b/a) = k-2

 

  1. Jumlah Kuadrat Sisa (JKS)

JKS = JKT – JK (Reg)                                   

Derajat Bebas Sisa (dbS)         db(S) = n – k – 1

  1. Rerata Jumlah Kuadrat (RJK)

            Rerata Jumlah Kuadrat Regresi (RJK(Reg))

           

            Rerata Jumlah Kuadrat Sisa (RJKS)

          

  1. Uji Signifikasi Persamaan Regresi Ganda Y atas X1 dan X2

                            

  1. Uji Signifikansi Koefisien Regresi Ganda Y atas X1, X2, dan X3
  2. Koefisien Korelasi Ganda

         

  1. Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Ganda

          

       

  1. Koefisien Determinasi

          

  1. Signifikansi Koefisien Persamaan Regresi Ganda
  2. Galat Baku Taksiran

         

  1. Menentukan determinan dengan matrik korelasi

          

  1. Menentukan matrik minor dan kofaktor

           Jika A adalah matriks kuadrat, maka minor aij dinyatakan oleh Mij adalah submatriks A yang didapat dengan jalan menghilangkan baris ke-i dan kolom ke-j. Kofaktor aij dinyatakan oleh Cij didefinisikan sebagai: Cij =(-1)i+j.Ma

       

  1. Menentukan Adjoint R (Adj(R)) dan Invers Matrik R (R-1)

            

          

  1. Menentukan rij

           Nilai r ij ditentukan dengan mengambil diagonal matrik R-1

  1. Menentukan Ri2

           Nilai Ri2 ditentukan dengan rumus Ri2 =  

  1. Menghitung

        

  1. Uji signifikansi koefisien X1 dan X2

             

           ttabel

  1. Korelasi Parsial dan Uji Signifikansi Korelasi Parsial
  2. Koefisien korelasi antara X1 dan Y dengan mengontrol pengaruh X2

             

           Uji signifikansi Koefisien Korelasi Parsial

         thitung =  

           ttabel

  1. Koefisien korelasi antara X1 dan Y dengan mengontrol pengaruh X3

             

              Uji signikansi Koefisien Korelasi Parsial

         thitung =

           ttabel

 

 

  1. Koefisien korelasi antara X1 dan Y dengan mengontrol pengaruh X2 dan X3

 ry123 =

 Uji signifikansi koefisien kolerasi parsial

 t hitung =

 t tabel  = (a;  n-k-1)

Contoh 1.

Diketahui empat kumpulan data berdistribusi normal dengan 1 variabel terikat (Y) dan 3 variabel bebas (X1, X2, dan X3)

          Tabel 17.1. Contoh Analisis Regresi Berganda dengan Tiga Prediktor

Variabel

Data Penelitian

X1

12

19

16

16

23

16

23

16

30

26

X2

71

71

78

81

81

84

31

84

94

64

X3

36

36

47

43

50

47

19

43

57

36

Y

10

10

11

11

12

11

7

11

13

10

 

  1. Tentukan persamaan regresi ganda Y atas X1, X2, dan X3
  2. Uji signifikansi koefisien regresi ganda Y atas X1, X2, dan X3
  3. Uji signifikansi koefisien persamaan regresi Y atas X1, X2, dan X3
  4. Uji signifikansi koefisien korelasi ganda Y atas X1, X2, dan X3
  5. Uji signifikansi koefisien korelasi parsial
  6. Tentukan peringkat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawab:

Menyusun data pada soal di atas ke dalam tabel penolong sebagai berikut:

 

Data Penelitian

Jumlah

Mean

X1

12

19

16

16

23

16

24

16

30

28

200

20

X2

71

71

78

81

81

84

31

84

94

65

740

74

X3

36

36

47

43

50

47

18

42

57

34

410

41

Y

10

10

11

11

12

12

7

12

14

11

110

11

x1

-8

-1

-4

-4

3

-4

4

-4

10

8

0

 

x2

-3

-3

4

7

7

10

-43

10

20

-9

0

 

x3

-5

-5

6

2

9

6

-23

1

16

-7

0

 

y

-1

-1

0

0

1

1

-4

1

3

0

0

 

x12

64

1

16

16

9

16

16

16

100

64

318

 

x22

9

9

16

49

49

100

1849

100

400

81

2662

 

x32

25

25

36

4

81

36

529

1

256

49

1042

 

y2

1

1

0

0

1

1

16

1

9

0

30

 

x1x2

24

3

-16

-28

21

-40

-172

-40

200

-72

-120

 

x1x3

40

5

-24

-8

27

-24

-92

-4

160

-56

24

 

x2x3

15

15

24

14

63

60

989

10

320

63

1573

 

x1y

8

1

0

0

3

-4

-16

-4

30

0

18

 

x2y

3

3

0

0

7

10

172

10

60

0

265

 

x3y

5

5

0

0

9

6

92

1

48

0

166

 

 

  1. Menentukan persamaan regresi ganda Y atas X1, X2, dan X3.
  2. Model regresi  = aa + a1x1 + a2x2  + a3 3

2.. Mencari a0, a1 dan a2

 a1  + a2  + a3                     

 18      = 318 a1 – 120 a2 + 24 a3

 a1  + a2  +a3                                         

 265    = 120 a1 + 262 a2 + 1573 a3

 a1  +a2 +a3                         

 166    = 24 a1 + 1573 a2 + 1042 a3

Menggunakan aturan Sarrus diperoleh nilai D sebagai berikut:

D  =  

 

D  =  (318 x 2662 x 1042) + ((-120) x 1573 x 24) + (24 x (-120) x 1573) – (24 x 2662 x 24)) –

        (1573 x 1573 x 318) + (1042 x (-120) x (-120))

     =  69634458

D1

        =  (18 x 2662 x 1042) + (-120 x 1573 x 166) + (24 x 265 x 1573) – (24 x 265 x 1573) – (166 x 2662 x 24)  – (1573 x 1573 x 18) – (1042 x 265 x (-120))

        = 6590862

D2     

        =  (318 x 265 x 1042) + (18 x 1573 x 24) + (24 x (-120) x 166) – (24 x 265 x 24) –

         (166 x 1573 x 318) – (1042 x (-120) x18)

     = 7073352

D3 =     

     =  (318 x 2662 x 165) + (-120 x 265 x 24) + (18 x (-120) x 1573) – (24 x 2662 x 18) – (1573 x 265 x 318) – (166 x (-120) x (-120)

     = 263682

Selanjutnya untuk menghitung a1, a2, a3 dan a0 menggunakan rumus :

a1 =  =  = 0, 09565

a2 =  =  = 0, 101578

a3 =  =  = 0, 0037866

a0 =  – a1  – a2  – a3  

a0 = 11 – (0,09565 x 20) – (0,101578 x 74) – (0,0037866 x 41) = 1,435

Dengan demikian model persamaan regresi linernya dapat ditulis :

 = a1x1 + a2x2 + a3x3 = 1.435 + 0,095 x1 + 0,12 x2 + 0,004 x3

Analisis jumlah kuadrat dan derajat bebas sumber varian adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah kuadrat total (JKT)

JKT =  = 30           

Derajat bebas total      db(T) = n – 1 = 10 – 1 = 9

  1. Jumlah kuadrat regresi (JK Reg)

JK(Reg) =  a1  y + a2  y + b3  y

JK(Reg) =  (0,095 x 18) + (0,102 x 265) + (0,004 x 166)                                  

JK(Reg) = 29,404

Derajat bebas regresi         db(Reg) = k =3

  1. Jumlah Kuadrat Sisa (JKS)

JKS = JKT – JK (Reg) = 30 – 29,404 = 0,6

Derajat bebas sisa (dbS)

db(S) = n – k – 1 = 10 – 3 – 1 = 6

  1. Rerata Jumlah Kuadrat (RJK)

Rerata Jumlah Kuadrat Regresi (RJK(Reg))

RJK(Reg) =  =  = 9,8

Rerata Jumlah Kuadrat Sisa (RJKS)

RJKS =  =  = 0,1

  1. Uji Signifikansi Koefisien Regresi Ganda Y atas X1, X2 dan X3

FHitung

FTabel (α ;        FTabel (0,05;  ) = 4,76

  1. Koefisien Korelasi Ganda

=  =  = 0,98

  1. Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Ganda

FHitung

FTabel (α ;       FTabel (0,05;  ) = 4,76

  1. Koefisien Determinasi

KD =  X 100% = 0,98 x 100% = 98%

Jadi 98% variasi pada variabel terikat dapat dijelaskan oleh variable X1, X2, X3

  1. Pengujian Signifikansi Koefisien Persamaan Regresi Ganda
  2. Galat Baku Taksiran

 =

 

  1. Menentukan determinan dengan matrik korelasi

R =  = 

Menggunakan metode Saruss seperti pada contoh sebelumnya, maka akan diperoleh Determinan R = 0,99 – 0,902 = 0,088

  1. Menentukan matrik minor dan kofaktor

Matrik Minor

 

Kofaktor  dinyatakan oleh  didefinisikan sebagai:  =

Contoh Kofaktor  1 x (- 0,1622) = – 0,1622, dengan cara yang sama diperoleh:

Adjoint R (Adj(R))

=   =

 

 

Invers Matrik R ( )

 

=  

Untuk menentukan rij dapat juga dilakukan dengan menggunakan Ms Excell dengan langkah-langkah sebagai berikut (Edi Riadi, 2015) :

  • Menyusun matrik korelasi kedalam sel Excell seperti berikut:

 

A

A

A

1

1

-0,13

0,04

2

-0,13

1

0,94

3

0,04

0,94

1

 

  • Memilih salah satu sel yang kosong, misalnya A5
  • Mengetikkan Fungsi Excel untuk menghitung inverse matrix, yaitu = Minverse(A1:C3) pada sel A5, kemudian enter maka akan diperoleh hasil sebesar 1,320866
  • Kemudian memilih kembali sel A5 dan memilih 3 baris lagi ke bawah dan 3 kolom lagi ke kanan sesuai dengan ukuran matriks yang akan di-inverse, jadi sel yang terpilih berada dalam rentang A5:C7
  • Kemudian Tekan F2, maka akan muncul tulisan = MINVERSE(A1:C3)
  • Setelah itu Tekan Ctrl + Shift + Enter

Selesai dan lihat hasilnya, maka hasilnya kurang lebih seperti di bawah ini

1,320866

1,901866

-1,84059

1,901866

11,33949

-10,7258

-1,84059

-10,7258

11,16587

 

Terlihat hasil rij dari Ms Excell sama dengan cara manual, hanya berbeda sedikit pada digit ke empat dan seterusnya. Hal ini disebabkan karena pembulatan dalam perhitungan manual, sedangkan Ms Excell tidak dibulatkan karena ketelitiannya sampai 8 digit di belakang koma.

  1. Menentukan r ij

Nilai r ij ditentukan dengan mengambil diagonal matrik R-1, dengan demikian maka

r11 = 1,32          r22 = 11,34             r33 = 11,17

 

  1. Menentukan

Nilai  ditentukan dengan rumus  = 1 –

R12

R22

R32

  1. Menghitung

 

 

 

  1. Uji signifikansi koefisien X1, X2, dan X3

 =  (0,05; 6) = 2,45 sedangkan  (0,01; 6) = 3,71

  1. Korelasi Parsial dan Uji Signifikansi Korelasi Parsial

Tentukan koefisien korelasi antar variabel dengan rumus dan perhitungan sebagai berikut:

 =  = 0,184289

 =  = 0,937737

 =  = 0,93888

 =  = – 0,13043

 =  = 0,041693

 =  = 0,944476

r1y =0,184289       ↔     r1y2 = 0,034

r2y = 0,937737      ↔     r2y2 = 0,879

r3y = 0,938888      ↔     r3y2 = 0,881

r12 = -0,13043       ↔    r122 = 0,017

r13 = 0,041693      ↔     r132 = 0,0017

r23 = 0,944476      ↔     r232 = 0,892

  1. Koefisien Korelasi antara X1 dan Y dengan mengontrol pengaruh X2

R1.2 =  =  = 0,887

Uji signifikansi koefisien korelasi parsial

Fhitung =  =  = 2,356

Ttabel (a; n-k-1) ↔ ttabel (0,95; 10-2-1) ↔ ttabel (0,95;7) = 1,90

  1. Koefisien korelasi antara X1 dan Y dengan mengontrol pengaruh X3(ry1.3)

R1.3 =  =  = 0,419

Uji signifikasi koefisien korelasi parsial

thitung =  =  = 1, 22

ttabel (a;n-k-1) ↔ ttabel (0,95;10-2-1) ↔ ttabel (0,95;7) = 1,90

  1. Koefisien korelasi antara X1 dan Y dengan mengontrol pengaruh X2 dan X3

Ry1.23 =

Ry3.2 = =  = 0,468

Ry13.2 = =  = 0,655

Ry1.23 = =  = 0,869

Uji signifikasi koefisien korelasi parsial

thitung =    =  = 4, 3

ttabel (a;n-k-1) ↔ ttabel (0,95; 10-2-1) ↔ ttabel (0,95; 7) = 1,90

 

  • Regresi Berganda 3 Prediktor Rumus Eliminasi

Contoh untuk penerapan rumus eliminasi. Misalkan peneliti ingin menguji prediktor jumlah rotasi kerja (X1), persepsi tentang upah (X2), dan masa kerja (X3) untuk memprediksikan kriterium besarnya produktivitas kerja karyawan (Y). Data yang didapatkan dimasukkan dan langsung diolah dalam tabel kerja analisis regresi tiga prediktor seperti tabel 17.2 berikut ini.

Tabel 17.2. Tabel Kerja Analisis Regresi 3 Prediktor

X1

X2

X3

Y

X12

X22

X32

Y2

X1X2

X1X3

X1Y

X2X3

X2Y

X3Y

7

5

8

6

49

25

64

36

35

56

42

40

30

48

6

5

7

5

36

25

49

25

30

42

30

35

25

35

8

6

8

7

64

36

64

49

48

64

56

48

42

56

7

7

7

8

49

49

49

64

49

49

56

49

56

56

4

3

5

4

16

9

25

16

12

20

16

15

12

20

32

26

35

30

214

144

251

190

147

231

200

187

165

215

 

Berdasarkan harga-harga yang terdapat pada tabel 17.2 secara berturut-turut dapat dihitung hal-hal sebagai berikut.

  1. Menghitung harga-harga deviasi
  2. Ʃx12 = ƩX12 – (ƩX1)2 / N

                      = 214 – (32)2 / 5

  = 9,2

  1. Ʃx22 = ƩX22 – (ƩX2)2 / N

                     = 144 – (26)2 / 5

               = 8,8

  1. Ʃx32 = ƩX32 – (ƩX3)2 / N

                     = 251 – (35)2 / 5

               = 6

 

  1. Ʃy2    = ƩY2 – (ƩY2)2 / N

                       = 190 – (30)2 / 5

                 = 10

  1. Ʃx1y = ƩX1Y – (ƩX1)(ƩY) / N

                       = 200 – (32)(30) / 5

                 = 8

  1. Ʃx2y = ƩX2Y – (ƩX2)(ƩY) / N

                        = 165 – (26)(30) / 5

                  = 9

  1. Ʃx3y = ƩX3Y – (ƩX3)(ƩY) / N

                       = 215 – (35)(30) / 5

                 = 5

  1. Ʃx1x2 = ƩX1X2 – (ƩX1)(ƩX2) / N

                        = 174 – (32)(26) / 5

                  = 7,6

  1. Ʃx1x3 = ƩX1X3 – (ƩX1)(ƩX3) / N

                        = 231 – (32)(35) / 5

                        = 7

  1. Ʃx2x3 = ƩX2X3 – (ƩX2)(ƩX3) / N

                       = 187 – (26)(35) / 5

                       = 5

  1. Memasukkan harga-harga deviasi ke dalam persamaan-persamaan berikut ini.
  2. Ʃx1y = b. Ʃx12 + c. Ʃx1x2 + d. Ʃx1x3

      8          = b. 9,2 + c. 7,6 + d. 7

  1. Ʃx2y = b. Ʃx1x2 + c. Ʃx12 + d. Ʃx2x3

      9          = b. 7,6 + c. 8,8 + d. 5

  1. Ʃx3y = b. Ʃx1x3 + c. Ʃx2x3 + d. Ʃx32

5          = b. 7 + c. 5 + d. 6

  1. Memisahkan koefisien regresi d dari pasangannya, sehingga persamaannya menjadi :
  2.          =  b  + c  + d

              1,143 = b. 1,143 + c. 1.086 + d

 

  1.        = b  + c  + d

              1,8     = b. 1,52 + c. 1,67 + d

  1.          =  b. + c  ­+ d

         0,83   =  b. 1,167 + c. 0,83 + d

  1. Melakukan pengurangan pada persamaan butir 3, yaitu 3a – 3b dan 3b – 3c, sehingga hasilnya sebagai berikut :

1,143

=

b.1,314

+

c.1,086

+

d

 

 

1,8

=

b.1,52

+

c.1,76

+

d

 

 

-0,657

=

b.-0,206

+

c.-0,674

+

 

 

 

  1.  

 

 

1,8

=

b.1,52

+

c.1,76

+

d

 

 

0,83

=

b.1,167

+

c.0,83

+

d

 

 

0,97

=

b.-0,353

+

c.-0,93

+

 

 

 

            b.

 

 

  1. Memisahkan koefisien regresi c dari pasangannya sehingga persamaannya menjadi :
  2.    = b.  + c

                      0,975  = b.0,306 + c

  1.     = b.  + c

                       1,043= b.0,38 + c

  1. Melakukan pengurangan pada persamaan butir 5, yaitu 5a – 5b sehingga hasilnya sebagai berikut :

0,975

=

b.0,306

+ c

 

 

1,043

=

b.0,38

+ c

 

 

-0,068

=

b.-0,074

 

 

 

  1. Menemukan koefisien regresi b meggunakan persamaan butir 6, yaitu -0,068 = b.-0,074, sehingga dapat diperoleh hasil sebagai berikut :

                 b  = 

                     =   0,9

  1. Menemukan koefisien regresi c menggunakan persamaan 5b, yaitu 1,043 = b.0,38 + c, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

                 1,043    =  (0,9)(0,38) + c

                 c           =  1,043 – (0,9)(0,38)

                             =  0,7

  1. Menemukan koefisien regresi d dengan menggunakan persamaan 3c, yaitu 0,83 = b.1,167 + c.0,83 + d, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

                 0,83      =  (0,9)(1,167) + (0,7)(0,83) + d

                 0,83      =  1,05 + 0,58 + d

                 d           = 0,83 – 1,63

                             = – 0,8

  1. Menemukan intersep a dengan menggunakan harga rata-rata 1 = 6,4, 2 = 5,2, 3 = 7, = 6, b = 0,9, c = 0,7 dan d = – 0,8

                 a           = – b 1 – c 2 + d 3

                             = 6 – (0,9)(6,4) – (0,7)(5,2) – (-0,8)(7)

                             = 2,2

  1. Sehingga persamaan regresi Y = a + bX1 + cX2 + dX3 dapat dituliskan sebagai berikut:

                 Y = 2,2 + 0,9X1 + 0,7X2 – 0,8X3

           Arti dari persamaan regresi ini adalah bahwa rata-rata skor kriterium Y diperkirakan akan mengalami perubahan sebesar 0,9 untuk setiap unit perubahan yang terjadi pada X1, berubah sebesar 0,7 untuk setiap unit perubahan pada X2, dan berubah sebesar – 0,8 untuk setiap perubahan yang terjadi pada X3.

  1. Menghitung koefisien determinan (R2)

                 R2  

                       = (0,9.8) + (0,7.9) + (-0,8.5)

                       = 0,95

      Arti dari koefisien determinan R2 = 0,95 adalah bahwa 95% dari variasi yang terjadi pada kriterium Y disebabkan oleh pengaruh prediktor X1, X2, dan X3 secara bersama-sama, sedangkan sisanya 0,05% disebabkan oleh pengaruh variabel lain yang tidak diteliti dan diklasifikasikan sebagai residu.

  1. Menemukan harga Freg dan melakukan uji signifikansi

            Freg  =    

                =  

                    =  6,33

 

Berdasarkan harga Freg yang di peroleh yaitu sebesar 6,33 dan dengan menggunakan dbreg = 3 dan dbres = 1 maka didalam tabel nilai-nilai F didapatkan harga F teoritis sebesar 216 pada taraf 5% dan 5403 pada taraf 1%. Dari hasil-hasil ini dapat dibuktikan bahwa harga F empirik berada di bawah harga F teoritiknya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa persamaan regresi yang ditemukan tidak signifikan apabila digunakan untuk membuat dasar ramalan. Artinya produktivitas kerja karyawan tidak dapat diramalkan dari prediktor-prediktor jumlah rotasi kerja, persepsi tentang upah dan masa kerja karyawan. Oleh karena tidak signifikan, maka kita tidak perlu meneruskannya untuk melakukan perhitungan pada sumbangan relatif (SR) maupun sumbangan efektif (SE) masing-masing prediktor terhadap kriteriumnya.

  • Regresi Berganda 3 Prediktor Menggunakan Rumus Crammer dan Sarrus

            Prosedur penghitungan analisis regresi tiga prediktor dengan menggunakan rumus eliminasi dapat disederhanakan apabila menggunakan rumus Crammer dan Sarrus. Dasar rumus Crammer dan Sarrus adalah menyelesaikan perhitungan-perhitungan dengan menggunakan fungsi matriks dan determinan. Crammer dan Sarrus adalah matematikawan sehingga rumus-rumusnya mendasarkan diri pada penyelesaian matematis. Kita menuliskan kembali persamaan-persamaan untuk analisis regresi tiga prediktor seperti yang terdapat pada bagian sebelumnya yaitu :

                             Ʃx1y    =  b. Ʃx12 + c. Ʃx1x2 + d. Ʃx1x3

                                       Ʃx2y    =  b. Ʃx1x2 + c. Ʃx2 + d. Ʃx2x3

                                       Ʃx3y    =  b. Ʃx1x3 + c. Ʃx2x3 + d. Ʃx32

Dengan menggunakan rumus Crammer persamaan-persamaan tersebut diubah menjadi matriks sehingga koefisien regresi b, c, dan d dapat di hitung sebagai berikut:

                             b = 

                       c = 

 

                                      d = 

Untuk menyelesaikan perhitungan matriks ini dengan menggunaka rumus determinan Sarrus kita harus menambah 2 kolom harga di sebelah kiri matriks dengan menggunakan harga-harga kolom pertama dan kedua. Misalnya kalau matriks tersebut kita sederhanakan sebagai berikut :

                              =  

Maka apabila ditambahkan 2 kolom harga di sebelah kiri matriks dengan menggunakan dua kolom harga pertama dan harga kedua maka matriks akan berubah menjadi :

                        =       

Cara yang ditempuh untuk menghitung harga-harga matriks tersebut adalah dengan melakukan perkalian diagonal pada unsur-unsur matriks dengan status minus (-) apabila perkalian ini menaik, plus (+) apabila perkalian menurun. Apabila matriks itu kita tuliskan dalam bentuk operasionalisasi sederhana maka akan kita dapatkan cara sebagai berikut :

                             = 

Dari harga-harga deviasi yang sudah ditemukan berdasarkan tabel 17.2 maka fungsi determinan Sarrus dapat dihitung sebagai berikut :

                             b =

 

                                 =

                                 =  

                                 =   

                           =     =  0,9

                             c = 

                         =  

                         = 

                         = 

                         =       =  0,7

d = 

                           =  

                           =  

                           =  

                                  =        = – 0,8

Untuk menghitung intersep a digunakan rumus sebagai berikut :

           a  = – b. 1 – c. 2 – d. 3

                         = 6 – (0,9.6,4) – (0,7.5,2) – (-0,8.7)

                   =  2,2

Sehingga persamaan regresi yang ditemukan dapat dituliskan sebagai berikut :

                 Y = 2,2 + 0,9X1 + 0,7X2 – 0,8X3

Persamaan regresi yang diperoleh melalui rumus Crammer dan Sarrus ini menghasilkan harga-harga yang sama dengan persamaan regresi yang dihitung dengan menggunakan rumus eliminasi. Dari segi waktu rumus Crammer dan Sarrus merupakan rumus yang lebih efisien bila dibandingkan dengan rumus eliminasi, hanya untuk menggunakan rumus Crammer dan Sarrus mempersyaratkan sedikit pengetahuan tentang dasar-dasar kerja matematik dan lebih khusus lagi pada pemahaman fungsi matriks dan determinan (Winarsunu, 2002).

  • Pengujian Asumsi Multikolinieritas

Multikolineritas adalah terjadinya hubungan liniear antara variabel bebas dalam suatu model regresi linier berganda (Gujarati, 2003). Hubungan linier antara variabel bebas dapat terjadi dalam bentuk hubungan linier yang sempurna (perfect) dan hubungan yang kurang sempurna (imperfect). Salah satu cara pengujian multikolineritas yang umum digunakan adalah pengujian Variance Inflation Factor (VIF) dengan langkah-langkah berikut (Edi Riadi, 2015):

  1. Menghitung nilai korelasi antar variabel bebas (r)
  2. Mengkuadratkan nilai korelasi antar variabel bebas (r2)
  3. Menghitung nilai tolerance (Tol) dengan rumus (1-r2)
  4. Menghitung nilai VIF dengan rumus 1/TOL
  5. Jika VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinier

Contoh pengujian asumsi multikolinieritas berdasarkan data pada tabel 17.1 dilakukan sebagai berikut :

  1. Menghitung nilai korelasi antar varibel bebas (r)

r12 = =  = – 0,13043

r13 = =  = 0,041693

r23 = =  = 0,944476

  1. Mengkuadratkan nilai korelasi antar variabel bebas (r2)

r12     = 0, 13043         ↔        r122 = 0,017

r13     = 0,041693        ↔        r132 = 0,0017

r23     = 0,944476        ↔        r232 = 0,892

  1. Menghitung nilai tolerance (Tol) dengan rumus (1-r2)

Tol r12 = 1 – 0,017  = 0,983

Tol r13 = 1 – 0,0017 = 0,9983

Tol r23 = 1 – 0,892  = 0,108

  1. Menghitung nilai VIF dengan rumus 1/TOL

VIF 12 = 1/0,983 = 1,0173

Karena VIF antara X1 dengan X2 < 10, maka dapat disimpulkan bahwa antara X1 dengan X2 tidak terjadi mulikolinieritas

VIF 13 = 1/0,9983 = 1,0017

Karena VIF antara X1 dengan X3 < 10, maka dapat disimpulkan bahwa antara X1 dengan X3 tidak terjadi mulikolinieritas

VIF 23 = 1/0,108 = 9,26

Karena VIF antara X2 dengan X3 < 10, maka dapat disimpulkan bahwa antara X2 dengan X3 tidak terjadi mulikolinieritas.

  • Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas

            Heteroskedastisitas adalah variansi dari error model regresi tidak konstan atau variansi antar error yang satu dengan yang lain berbeda. Selanjutnya untuk mengetahui apakah pola variabel error mengandung heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan Uji Glejser. Langkah-langkah uji Glejser dapat dilakukan sebagai berikut (Edi Riadi, 2015):

  1. Meregresikan variabel (X) terhadap variabel terikat (Y).
  2. Menghitung nilai prediksinya.
  3. Menghitung nilai residualnya.
  4. Memutlakkan nilai (menentukan nilai mutlak) residualnya.
  5. Meregresikan variabel bebas terhadap nilai mutlak residualnya.
  6. Jika signifikan berarti terjadi gejala heteroskedastisitas dan sebaliknya jika tidak signifikan berarti terjadi gejala heteroskedastisitas.

Contoh untuk melakukan pengujian asumsi heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan bantuan tabel penolong sebagai berikut:

Tabel 17.3. Tabel Penolong Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas

Sampel

X1

X2

X3

Y

Ȳ

│Ȳ – Y│

1

12

71

36

10

11,239

1,239

2

19

71

36

10

11,904

1,904

3

16

78

47

11

12,503

1,503

4

16

81

43

11

12,847

1,847

5

23

81

50

12

13,54

1,54

6

16

84

47

12

13,223

1,223

7

24

31

18

7

7,507

0,507

8

16

84

42

12

13,203

1,203

9

30

94

57

14

15,793

1,793

10

28

65

34

11

12,031

1,031

 

Selanjutnya tinggal regresikan dimana residual Ȳ-Y sebagai variabel terikat sedangkan variabel X1, X2 dan X3 sebagai variabel prediktor sebagai berikut:

Sampel

X1

X2

X3

│Ȳ- Y │

1

12

71

36

1,239

2

19

71

36

1,904

3

16

78

47

1,503

4

16

81

43

1,847

5

23

81

50

1,54

6

16

84

47

1,223

7

24

31

18

0,507

8

16

84

42

1,203

9

30

94

57

1,793

10

28

65

34

1,031

 

Dengan cara yang sama seperti pada contoh regresi berganda dengan 3 prediktor di atas maka diperoleh persamaan regresi berganda seperti berikut :

 =  +  +  +  = 0,0000382 + 0,000351  + 0,184  + 0,000213  

Dengan cara yang sama lakukan analisis jumlah kuadrat dan derajat bebas varian dan determinan matrik, minor dan kofaktor seperti contoh sebelumnya maka diperoleh besaran – besaran sebagai berikut :

JKT           = 1,664                    

JKReg    = 0,914                         = 1,367613862 ;

JKS           = 0,749                      = 12, 64512

 = 0,125                         = 12,45166.

Sehingga nilai t berdasarkan koefisien persamaan regresi dapat ditentukan sebagai berikut :

      =  =    = 0,001096

 =  =  =  = 0,1889

 =  =  =  = 0,00022

 (a; n-k-1) ó  (0,05; 6) = 2,45 sedangkan  (0,01; 6) = 3,71

Kesimpulan

Karena koefisien regresi baik , , dan  seluruhnya lebih kecil dari t tabel berarti koefisien , , dan  tidak signifikan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

  • Uji Asumsi Autokorelasi

Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi anatar satu variabel error dengan variabel error yang lain. Autokoreksi seringkali terjadi pada data time series, sedangkan pada penelitian cross sectional jarang terjadi. Selanjutnya untuk mendeteksi adanya autokorelasi dalam model regresi linier berganda dapat digunakan metode Durbin-Watson. Adapun langkah-langkah Uji autokorelasi menggunakan metode Durbin-Watson dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

  1. Meregresikan variabel bebas (X) terhadap variabel langsung (Y).
  2. Menghitung nilai prediksinya.
  3. Menghitung nilai residualnya.
  4. Mengkuadratkan nilai residualnya.
  5. Mundurkan waktu 1 periode dengan cara menurunkan nilai resiudalnya.
  6. Kurangkan nilai residualnya dengan point 5) di atas.
  7. Masuk hasil perhitungan di atas, kemudian masukan ke dalam rumus Durbin-Watson

Dengan menganggap data pada contoh kasus di atas sebagai data time series, kemudian membuat tabel penolong seperti berikut:

        Tabel 17.4. Contoh Uji Autokorelasi dalam Bentuk Time Series Data

X1

X2

X3

Y

 

E

  

(e – )

(e –

12

71

36

10

11,239

-1,239

1,5351

 

 

 

19

71

36

10

11,904

-1,904

3,6252

-1,2390

-0,6650

0,4422

16

78

47

11

12,503

-1,503

2,2590

-1,9040

0,4010

0,1608

16

81

43

11

12,847

-1,847

3,4114

-1,5030

-0,3440

0,1183

23

81

50

12

13,54

-1,54

2,3716

-1,8470

0,3070

0,0942

16

84

47

12

13,223

-1,223

1,4957

-1,5400

0,3170

0,1005

24

31

18

7

7,507

-0,507

0,2570

-1,2230

0,7160

0,5127

16

84

42

12

13,203

-1,203

1,4472

-0,5070

-0,6960

0,4844

30

94

57

14

15,793

-1,793

3,2148

-1,2030

-0,5900

0,3481

28

65

34

11

12,031

-1,031

1,0630

-1,7930

0,7620

0,5806

Jumlah

20,6802

Jumlah

2,8419

 

Keterangan :

   =  +  +  +  = 1,435 + 0,095 (12) + 0,12 (71) + 0,003 (36) = 11,239

e    = Y-    = 10 – 11,239 = -1,239

  =  = 1,5351

 = e mundur satu periode

(e – )    = -1,904 – (-1,2390) = -0,665

 –  = 0,4422

Dengan cara yang sama lengkapilah tabel seperti di atas, kemudian jumlahkan kolom  dan kolom  – . Selanjutnya hitung nilai Durbin Watson (DW) dengan rumus :

DW =  =  = 0,137

Konsultasikan nilai Durbin Watson tersebut ke dalam tabel Durbin Watson sebagai berikut :

Dari tabel Durbin Watson dengan n = 10, banyak variabel bekas (k) = 3, a = 5% diperoleh dL = 0,5253, dU = 2,0163, (4 – dU) = 1,9837, dan (4 – dL) = 3,4747. Kemudian konsultasikan dengan kriteria pengujian Durbin Watson sebagai berikut :

  DW = 0,137

 

 


  

     0            dL          dU            2         4 – dU     4 – dL       4   

Kriteria Batas Kritis

Kesimpulan

0 < d <

Ada autokorelasi positif

 ≤ d ≤ du

Autokorelasi tidak jelas

4 –  < d < 4

Ada auto korelasi negative

4 – du ≤ d ≤ 4 –

Autokorelasi tidak jelas

du < d < 4 – du

Tidak ada autokorelasi

 

Kesimpulan 

Karena nilai DW = 0,137 berada diantara 0 < d <  atau diantara 0 dan batas bawah atau    lower bound (dL = 0,5253), berarti ada autokorelasi positif.

  • Analisis Regresi Komponen Utama

            Analisis regresi komponen utama biasanya digunakan dalam penelitian korelasional yang melibatkan banyak variabel bebas di mana secara empiris variabel-variabel tersebut saling berhubungan (tergantung). Dalam kasus semacam ini maka analisis regresi multipel bukan merupakan metode analisis yang tepat. Hal ini karena asumsi dasar dalam regresi multipel tidak terpenuhi, misalnya asumsi tentang tidak terjadinya multikolinearitas (multicolllinearity) di antara variabel-variabel bebas. Menurut Vincent Gaspersz (2005), dalam kasus terjadi multikolinearitas yang tinggi di antara variabel bebas maka teknik pendugaan berdasarkan metode kuadrat terkecil menjadi tidak dapat lagi diandalkan karena akan menimbulkan masalah yang serius seperti koefisien korelasi parsial atau koefisien persamaan regresi multipel menjadi tidak signifikan secara statistik.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan teknik analisis lain, salah satu metode yang tepat adalah model regresi komponen utama (principal component regression model). Esensi dari analisis regresi komponen utama merupakan kombinasi antara Analisis Komponen Utama (AKU) dengan analisis regresi. AKU digunakan sebagai analisis perantara yang selanjutnya akan dianalisis dengan regresi untuk mendapatkan hasil akhir. Keunggulan teknik komponen utama dalam analisis regresi adalah di samping untuk mengatasi masalah multikolinearitas juga dapat meningkatkan presisi pendugaan parameter model regresi melalui peningkatan derajat bebas (db) galat atau error.

            AKU pada dasarnya bertujuan untuk menyederhanakan variabel yang diamati dengan mereduksi dimensinya. Cara ini dilakukan dengan jalan menghilangkan korelasi di antara variabel bebas melalui transformasi variabel asal ke variabel baru yang tidak berkorelasi. Misalkan variabel baru (Xi) sebagai komponen utama hasil transformasi dari variabel asal Xo yang modelnya dinyatakan dalam bentuk matriks: Xi = AXo, di mana A adalah matriks yang melakukan transformasi terhadap variabel Xo sehingga diperoleh vektor komponen Xi. Komponen utama adalah kombinasi linear yang dibobot dari variabel asal yang nantinya dapat menjelaskan variasi data dalam persentase terbesar (Kadir, 2015). Persamaan komponen utama dapat dinyatakan dengan: Xi = a11 X1 + a21 X2 + ………. + api Xp atau Xi = ai Xo, di mana pembobot ai adalah vektor normal, dan aia0 = 1, dipilih sehingga varians komponen utama menjadi maksimum. Varians komponen utama dinyatakan sebagai Sxi2 = aiSa0, vektor pembobot ai adalah koefisien pembobot variabel asal untuk komponen utama ke-i, dari matriks varians-kovarians yang diduga dengan matriks S berikut: S = .

            Matriks varians-kovarians S ini digunakan untuk variabel dengan satuan pengukuran yang sama. Jika variabel yang diamati tidak mempunyai satuan yang sama (uncomparable), perlu dibakukan dengan skor baku z dengan formula: Zi = . Dengan demikian, persamaan model komponen utama ke-i dengan skor baku, dapat dinyatakan sebagai: Xi = a1Z. Di mana vektor pembobotan yang merupakan koefisien pembobot variabel baku Z untuk komponen utama ke-i yang diturunkan dari matriks korelasi penduga dari matriks R.

            Untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel asal dengan komponen utama digunakan koefisien korelasi, yaitu koefisien korelasi antara variabel ke-i dan komponen utama ke-j. Untuk komponen utama yang diturunkan dari matriks varians-kovarians dihitung dengan rumus  rix = rij = , sedangkan komponen utama yang diturunkan dari matriks korelasi R. Koefisien korelasi antara variabel baku ke-i dan komponen utama ke-j dihitung dengan rumus berikut: rZiX = rijj)½, di mana λj diperoleh dengan cara sebagai berikut (Kadir, 2015).

            Diketahui SX12 = a1Sa0 dengan syarat a1a0 = 1 atau a1a0 – 1 = 0, selanjutnya dibentuk fungsi Lagrange, dengan persamaan: L = a1Sa0 – λ(a1a0 – 1). Fungsi tersebut diturunkan terhadap vektor a1, yaitu:  = a0S – λ a0 = a0 (S – λI) = 0. Dengan demikian, untuk memperoleh vektor koefisien pembobot komponen utama X1 yang memaksimumkan varians utama SX12 dengan syarat a1a0 = 1, harus diselesaikan persamaan linear (persamaan Eigen) berikut: a0 (S – λI) = 0, di mana:

S   = matriks varians-kovarians,

λ   = adalah nilai eigen atau akar ciri dari matriks S,

a0  = vektor eigen yang bersesuaian dengan nilai eigen λ, dan

I   = matriks identitas.

            Agar persamaan Eigen a0 (S – λI) = 0 menghasilkan solusi yang tidak sama dengan nol untuk nilai a0 yang tidak trivial, maka matriks a0 (S – λI) = 0 haruslah merupakan matriks singuler, hal ini dipenuhi jika determinan dari matriks tersebut sama dengan nol atau | S – λI | = 0. Penentuan nilai eigen dari p buah nilai eigen yang ada, untuk digunakan dalam komponen utama pertama dilakukan dengan menggandakan sistem persamaan:

a0 (S – λI) = 0

ó Sa0 – λ Ia0 = 0

ó Sa0 = λ Ia0 (kedua ruas dikalikan dengan a1) sehingga menjadi:

ó a1Sa0 = a1 λ Ia0

ó a1Sa0 = a1 λ Ia0 (a1a0 = 1)

ó a1Sa0 = (a1a0) I λ = λ (diketahui SX12 = a1Sa0) maka:

ó λ = SX12 = a1Sa0

            Berdasarkan persamaan tersebut, agar varians komponen utama maksimum haruslah dipilih nilai eigen terbesar dari matriks S. Selanjutnya dengan prosedur sama dapat dibentuk komponen utama kedua (X2) dan seterusnya. Peranan atau sumbangan komponen utama tertentu Xi ditentukan oleh besarnya presentase keragaman total yang dapat dijelaskan oleh komponen utama ke-i. Untuk komponen utama dari matriks S peranan atau sumbangan dinyatakan sebagai rasio antara nilai eigen dan banyaknya variabel asal atau dapat dinyatakan sebagai: Sumbangan komponen utama Xi =  (p banyaknya variabel bebas).

            Dengan demikian, analisis regresi komponen utama tidak lain adalah analisis regresi dari variabel tak bebas (Y) atas komponen utama (X) yang tidak saling berkolerasi, di mana setiap komponen utama merupakan kombinasi linear dari semua variabel bebas yang telah dispesifikasikan sejak awal. Oleh karena semua variabel bebas dalam analisis komponen utama adalah komponen-komponen yang tidak saling berkorelasi, maka tidak ada lagi masalah multikolinearitas di antara variabel-variabel bebas tersebut, sehingga memudahkan untuk melakukan pendugaan parameter model regresi (Kadir, 2015). Hal ini berarti bahwa teknik komponen utama adalah suatu teknik untuk mengatasi masalah multikolinearitas dalam analisis regresi yang melibatkan banyak variabel bebas.

Contoh 1

Data hasil penelitian tentang pengaruh Pengetahuan Metodologi (X1), Pengetahuan Statistika (X2), dan Penguasaan Substansi Bidang Ilmu (X3) terhadap Kualitas Tesis (Y) dari 10 mahasiswa yang dipilih acak dan disajikan pada tabel berikut.

Tabel 17.5. Skor Hasil Data X1, X2, X3, dan Y

No

X1

X2

X3

Y

1

21

52

8

6

2

23

60

9

7

3

22

65

11

7

4

24

68

13

8

5

19

55

7

6

6

25

72

14

8

7

26

75

16

8

8

28

76

18

9

9

24

62

14

7

10

23

62

10

6

 

23,5

6,47

12,0

7,20

SD

2,55

8,10

3,59

1,03

 

            Dengan menggunakan analisis yang sama seperti analisis regresi ganda 3 prediktor, diperoleh hasil analisis awal berturut-turut dirangkum sebagai berikut.

  1. Persamaan regresi ganda Ŷ = 0,234 + 0,081X1 + 0,065X2 + 0,069X3.
  2. Analisis Varians Regresi

 

Sumber

JK

db

RJK

Fhitung

Ftabel

α = 0,05

Regresi

8,253

3

2,751

12,253˙

4,76

Sisa

1,347

6

0,225

Total

9,6

9

 

Dari tabel diperoleh Fhitung > Ftabel atau H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh secara simultan variabel X1, X2, dan X3 terhadap Y.

  1. Koefisien korelasi ganda

Hasil perhitungan diperoleh Ry.12 = 0,927 dengan Fhitung = 12,253 > Ftabel = 4,76 atau H0 ditolak pada α = 0,05. Hal ini berarti koefisien korelasi ganda antara X1, X2, dan X3 secara bersama-sama dengan Y signifikan. Sehingga diperoleh koefisien determinasi sebesar (R­y.12)2 x 100% = 0,860 x 100% atau 86 % variasi nilai Y dapat dijelaskan oleh X1, X2, dan X3 secara bersama-sama.

  1. Koefisien persamaan regresi ganda dan korelasi parsial

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Standardized

T

Sig.

Correlations

Collinearity

Coefficients

Coefficients

Statistics

B

Std.

Beta

Zero-

Partial

Part

Tolerable

VIF

Error

order

1

(Constant)

,234

3,308

 

,071

,946

 

 

 

 

 

 

X1

,081

,197

,201

,413

,694

,886

,166

,063

,099

10,136

 

X2

,065

,050

,512

1,303

,240

,911

,470

,199

,151

6,614

 

X3

,069

,156

,239

,440

,676

,899

,177

,067

,079

12,592

  1. Dependent Variable: Y

Tampak dari tabel p-value untuk koefisien: b1 = 0,694, b2 = 0,240, dan b3 = 0,676 semuanya > 0,05 atau pengaruh masing-masing (parsial) variabel X1, X2, X3 terhadap Y tidak signifikan. Selanjutnya semua koefisien parsial juga tidak signifikan. Angka VIF variabel X1 = 10,136 > 10, variabel X2 = 6,614 <10, dan variabel X3 = 12,592 > 10, yang berarti pada variabel X1 dan X3 terjadi multikolinearitas (kriteia VIF < 10). Dari hasil uji signifikansi koefisien persamaan regresi, koefisien korelasi parsial, dan uji VIF, secara umum menunjukkan telah terjadi multikolinearitas di antara variabel bebas X1, X2, dan X3. Sehingga walaupun hasil pengujian regresi dan koefisien kolerasi ganda memberikan hasil yang signifikan, namun untuk kasus di mana terjadi multikolinearitas maka metode analisis regresi ganda (multiple) menjadi tidak tepat lagi. Oleh karena itu, analisis yang lebih tepat untuk digunakan adalah regresi komponen utama. Adapun  langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut (Kadir, 2015: 220-225).

  1. Menentukan Skor Baku Variabel Dasar

Berdasarkan rata-rata dan simpangan baku pada contoh 8.4 dihitung skor baku Z1, Z2, dan Z3 sebagai berikut.

Z1 =  ,  Z2 =  ,  Z3

Sehingga, skor baku dari variabel bebas X1, X2, X3 menjadi Z1, Z2, dan Z3.

      Tabel 17.6. Skor Hasil Perhitungan Z1, Z2, dan Z3

No

Z1

Z2

Z3

1

-0.9806

-1.5684

-1.1142

2

-0.1961

-0.5804

-0.8356

3

-0.5883

0.0370

-0.2785

4

0.1961

0.4075

0.2785

5

-1.7650

-1.1979

-1.3927

6

0.5883

0.9015

0.5571

7

0.9806

1.2720

1.1142

8

1.7650

1.3955

1.6713

9

0.1961

-0.3334

0.5571

10

-0.1961

-0.3334

-0.5571

 

Correlations

 

Z1

Z2

Z3

Z1

Pearson Correlation

1

.896**

.947**

 

Sig. (1-tailed)

 

.000

.000

 

N

10

10

10

Z2

Pearson Correlation

.896**

1

.947**

 

Sig. (1-tailed)

.000

 

.000

 

N

10

10

10

Z3

Pearson Correlation

.947**

.917**

1

 

Sig. (1-tailed)

.000

.000

 

 

N

10

10

10

 

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Dari hasil analisis di atas diperoleh koefisien antar variabel Z, yaitu: r12 = 0,896, r13 = 0,947, dan r23 = 0,917. Sehingga dapat dibentuk matriks korelasi.

  1. Matriks Korelasi dan Penggandaan Matriks Korelasi

R   =  =

Penggandaan matriks R:

R²  = R.R    =  

   =

R4  = R². R² =

                    =

Menentukan vektor awal (a0), dengan formula: a0R², di mana a0 = [1,1,1], sehingga:

a0R²   =  ( 1 1 1 )

          =  (8,0756   7,9866   8,1358) dan

a0R4   =  ( 1 1 1 )

          =  (65,1421   64,4228   65,6276)

  1. Melakukan Proses Iterasi

Iterasi pertama:

a0R² dibagi dengan elemen terbesar matriks a0R², yaitu 8,1358.

 =  = (0,9926   0,9217   1,0000)

Iterasi kedua:

a0R4 dengan elemen terbesar matriks a0R4, yaitu 65,6276.

 =  = (0,9926   0,9217   1,0000)

Karena hasil iterasi pertama dan kedua memperoleh hasil yang sama maka proses iterasi dapat dihentikan.

 

  1. Menentukan Persamaan Komponen Utama

Hasil iterasi yang telah diperoleh dinormalkan agar berlaku persamaan a0a1 = 1. Teknik penormalan vektor menggunakan rumus: aij = Sehingga vektor normal hasil iterasi (0,9926   0,9217   1,0000) ditentukan sebagai berikut.

a11 =  = 0,5780

a21 =  = 0,5717

a31 =  = 0,5823

Sehingga vektor normal yang dimaksudkan adalah (0,5780   0,5717   0,5823). Berdasarkan vektor normal hasil iterasi disusun persamaan komponen utama berikut.

Xt = 0,5780 Z1 + 0,5717 Z2 + 0,5823 Z3.

  1. Menentukan Nilai Eigen dan Sumbangan Komponen Utama

Vektor ciri (vektor eigen) normal harus memenuhi persamaan linear berikut.

0,5780 (1 – λ) + 0,5717 r12 + 0,5823 r13 = 0

0,5780 – 0,5780λ + 0,5717 (0,896) + 0,5823 (0,947) = 0

0,5780λ = 1,6416814 ó λ = 2,840279, sehingga dapat ditentukan nilai dari:

Sx12 = λ = 2,840279

Dapat disimpulkan bahwa komponen utama pertama dapat menjelaskan sebesar (Xi) =  =  = 0,947 atau 94,70% variansi total kualitas tesis buatan mahasiswa (Y).

  1. Mengukur Tingkat Keeratan Hubungan Variabel Asal dan Komponen Utama

Selanjutnya dapat diukur keeratan hubungan antara masing-masing variabel Z1, Z2, dan Z3 dengan komponen utama Xt melalui formula berikut.

rZi X = rij = aijj)½ = aij

Diketahui: a11 = 0,5780, a21 = 0,5717, a31 = 0,5823 dan λ = 2,840279

rZ1 X = r11 = a11  = (0,5780) ( ) = 0,9741 (korelasi Z1 dan Xt)

rZ2 X = r21 = a21  = (0,5717) ( ) = 0,9635 (korelasi Z2 dan Xt)

rZ1 X = r11 = a11  = (0,5823) ( ) = 0,9814 (korelasi Z3 dan Xt)

Dari koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa semua variabel asal mempunyai hubungan yang sangat erat dengan komponen utama Xt. Tampak pula arah koefisien korelasi dan koefisien pembobot adalah positif, hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai variabel bebas/asal akan makin tinggi pula skor komponen utama. Dengan demikian, kualitas tesis mahasiswa dapat ditingkatkan berdasarkan variasi skor komponen utama (Xt). Hubungan varians komponen utama Xt, λ, dan koefisien korelasi rzix adalah:

λ = Sx1² = (rz1X)² + (rz2X)² + (rz3X)² = (0,9741)² + (0,9635)² + (0,9814)² = 2,840279.

  1. Melakukan Analisis Regresi Komponen Utama

Untuk menentukan persamaan regresi komponen utama terlebih dahulu ditentukan skor dari komponen utama (Xt). Hasil perhitungan disajikan sebagai berikut.

Tabel 17.7. Skor Hasil Analisis Komponen Utama (Xt)

No

Z1

Z2

Z3

Xt

1

-0.9806

-1.5684

-1.1142

-2.1122

2

-0.1961

-0.5804

-0.8356

-0.9318

3

-0.5883

0.0370

-0.2785

-0.4811

4

0.1961

0.4075

0.2785

0.5085

5

-1.7650

-1.1979

-1.3927

-2.5160

6

0.5883

0.9015

0.5571

1.1799

7

0.9806

1.2720

1.1142

1.9428

8

1.7650

1.3955

1.6713

2.7912

9

0.1961

-0.3334

0.5571

0.2471

10

-0.1961

-0.3334

-0.5571

-0.6284

 

Catatan:

Misalkan subjek no 1 dengan Z1 = -0.9806, Z2 = -1.5684, Z3 = -1.1142, disubtitusi ke persamaan komponen utama Xt = 0,5780 Z1 + 0,5717 Z2 + 0,5823 Z3 = 0,5780 (-0,9806) + 0,5717 (-1.5684) + 0,5823 (-1.1142) = -2.1122.

Selanjutnya akan dilakukan dianalisis regresi sederhana antara skor komponen utama (Xt) dengan variabel tak bebas (Y), berdasarkan data berikut.

Tabel 17.8. Hasil Perhitungan Data Regresi Y atas Xt

No

Xt

Y

1

-2.1122

6

2

-0.9318

7

3

-0.4811

7

4

0.5085

8

5

-2.5160

6

6

1.1799

8

7

1.9428

8

8

2.7912

9

9

0.2471

7

10

-0.6284

6

 

Hasil analisis dengan program SPSS, diperoleh beberapa output SPSS berikut.

Coefficientsa

Model

Unstandarized Coefficients

Standardized

Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

Xt

7.200

.133

 

54.251

.000

.566

.083

.924

6.819

.000

  1. Dependent Variable: Y

ANOVAb

Model

Sum of

Squares

df

Mean

Square

F

Sig.

1

Regression

8.191

1

8.191

46.503

.000a

 

Residual

1.409

8

.176

 

 

 

Total

9.600

9

 

 

 

  1. Predictors: (Constant), Xt
  2. Dependent Variable: Y

Dari tabel Coefficients dapat ditulisakan regresi: Ŷ = 7,20 + 0,566 . Selanjutnya bila persamaan komponen utama  = 0,5780  + 0,5717  + 0,5823  disubtitusi ke persamaan regresi tersebut, maka diperoleh persamaan regresi Y atas , yaitu: 

Ŷ = 7,20 + 0,566 (0,5780  + 0,5717  + 0,5823 ).

Sehinggga persamaan regresi komponen utama yang dicari adalah :

Ŷ = 7,20 + 0,3272  + 0,3236  + 0,3296 .

Untuk menguji signifikansi koefisien persamaan regresi komponen utama, dilakukan perhitungan sebagai berikut.

  • Menentukan varians error: 2 =
  • Menentukan varians kesalahan baku koefisien regresi komponen utama:

var  = 2  ⇔ s  = )

(m = 1, karena hanya satu buah komponen utama)

var 2    = (0,01833)  = 0,002156 ⇔ s ) = 0,04643

var 2    = (0,01833)  = 0,002109 ⇔ s ) = 0,04592

var 2    = (0,01833)  = 0,002188 ⇔ s ) = 0,04678

  • Menentukan dengan formula: t(bi) =

t  =  =  = 7,0472

t  =  =  = 7,0470

t  =  =  = 7,0457

Sebagai pembanding  dengan db(residu) = 8, atau  = 1,86 atau semua nilai  dari koefisien regresi >  atau  ditolak.

  • Menyusun tabel regresi komponen utama

Tabel 17.9. Persamaan Regresi Ŷ = 7,20 + 0,3272  + 0,3236  + 0,3296

Variabel

(Zi)

Koefisien

Regresi (bi)

Galat

Baku (

t-hitung

t(bi)

t-tab

 = 0,05

Simpulan

Z1

0,3272

0,04643

7,047

1,86

Signifikan

Z2

0,3236

0,04592

7,047

1,86

Signifikan

Z3

0,3296

0,04678

7,046

1,86

Signifikan

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa, koefisien yang didasarkan pada analisis regresi komponen utama bersifat nyata atau signifikan. Dengan demikian, teknik analisis regresi komponen utama yang menghasilkan persamaaan regresi: Ŷ = 7,20 + 0,3272  + 0,3236  + 0,3296  dapat memuaskan secara statistik dan teoritis. Selanjutnya persamaan regresi komponen utama dengan prediktor terbentuk variabel baku dapat diubah kembali menjadi regresi komponen utama dengan prediktor variabel asli (X1, X2, X3), melalui proses substitusi.

=  ,  =  , dan  =  

Pada persamaan

Ŷ = 7,20 + 0,3272.  + 0,3236.  + 0,3296.  

Sehingga diperoleh:

Ŷ = 7,20 + 0,1283  + 0,03995  + 0,09181

Ŷ = 0,498 + 0,1283 + 0,03995  + 0,09181

  • Menghitung Elastisitas

Untuk mengetahui sejauh mana tingkat responsi (sensitivitas) dari variabel tak bebas terhadap perubahan dalam variabel bebas dari persamaan regresi komponen utama dapat dihitung elastisitas rata-rata variabel tak bebas terhadap setiap variabel bebas, melalui rumus :

 =  =  ( ), di mana telah dihitung pada contoh sebelumnya masing-masing:

X1 = 23,5, X2 = 6,47, X3 = 12,0 dan Y = 7,20.

Sehingga hasil perhitungan disarikan sebagai berikut.

Tabel 17.10. Elastisitas Variabel (Y) atas Variabel (Xi)

Variabel

(Xi)

Koefisien

Regresi (bi)

Nilai Rata-

Rata ( )

Elastisitas

(Ei)

Peringkat

X1

0,1283

3,2639

0,4188

1

X2

0,0400

8,9861

0,3594

2

X3

0,0918

1,6667

0,1530

3

 

Catatan :

Elastisitas untuk koefisien regresi b1 =0,1283 adalah

   = = 3,3639,    E1 = b1 ( ) = (0,1283)(3,2639) = 0,4188

Dari tabel di atas, terlihat bahwa elastisitas terbesar terjadi pada Variabel Pengetahuan Metodologi (X1), yang bermakna bahwa variabel Kualitas Tesis Mahasiswa (Y) lebih sensitif terhadap variabel Pengetahuan Metodologi (X1). Koefisien elastisitas untuk variabel Pengetahuan Metodologi (X1) adalah 0,4188 yang dapat diinterpretasikan bahwa bila Pengetahuan Metodologi bertambah 1% maka Kualitas Tesis Mahasiswa (Y), meningkat sebesar 0,4188%.

Rangkuman

Regresi berganda dengan tiga prediktor digunakan untuk memprediksi suatu hubungan antara tiga variabel bebas (prediktor) dengan satu variabel terikat. Persamaannya adalah: Ŷ =  +  +  + . Prosedur penghitungan analisis regresi tiga prediktor dengan menggunakan rumus eliminasi dapat disederhanakan apabila menggunakan rumus Crammer dan Sarrus. Dasar rumus Crammer dan Sarrus adalah menyelesaikan perhitungan-perhitungan dengan menggunakan fungsi matriks dan determinan. Multikolineritas adalah terjadinya hubungan liniear antara variabel bebas dalam suatu model regresi linier berganda. Hubungan linier antara variabel bebas dapat terjadi dalam bentuk hubungan linier yang sempurna (perfect) dan hubungan yang kurang sempurna (imperfect). Pengujian multikolineritas yang umum digunakan adalah pengujian Variance Inflation Factor (VIF).

Heteroskedastisitas adalah variansi dari error model regresi tidak konstan atau variansi antar error yang satu dengan yang lain berbeda. Selanjutnya untuk mengetahui apakah pola variabel error mengandung heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan Uji Glejser. Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi antara satu variabel error dengan variabel error yang lain. Autokoreksi seringkali terjadi pada data time series, sedangkan pada penelitian cross sectional jarang terjadi. Selanjutnya untuk mendeteksi adanya autokorelasi dalam model regresi linier berganda dapat digunakan metode Durbin-Watson. Analisis regresi komponen utama biasanya digunakan dalam penelitian korelasional yang melibatkan banyak variabel bebas di mana secara empiris variabel-variabel tersebut saling berhubungan (tergantung).

Evaluasi Mandiri

  1. Data hasil penelitian tentang pengetahuan metodologi penelitian (X1), Kualitas Bimbingan (X2), Pengalaman Meneliti (X3) dan Kualitas Disertasi Mahasiswa (Y), disajikan sebagai berikut.

No.

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

X1

12

8

9

10

9

9

10

8

8

10

7

6

10

11

9

X2

16

13

13

15

16

9

16

9

21

19

11

8

13

23

11

X3

21

22

22

24

25

21

23

19

27

29

17

31

16

20

21

Y

8

7

8

8

8

7

8

6

9

9

6

10

5

7

7

 

  1. Cari persamaan regresi Y atas X1, X2, dan X3 !
  2. Susun hipotesis statistik, kemudian lakukan pengujian (uji-β) signifikansi persamaan regresi Y atas X1, X2, dan X3, baik secara parsial dan secara simultan !
  3. Data hasil penelitian tentang penguasaan kosa kata (X1). Pemahaman tema (X2), pengtahuan Tata Bahasa (X3), dan Kemampuan Menulis Siswa SMA (Y), disajikan sebagai berikut.

No

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

X1

3

3

5

4

6

5

7

4

8

2

X2

2

3

4

5

6

6

7

6

8

9

X3

4

3

5

4

6

5

7

4

8

4

Y

5

6

7

7

8

8

9

7

10

6

  1. Tuliskan persamaan/model regresi linear ganda!
  2. Tuliskan hipotesis statistik (satu arah dan 2 arah), kemudian lakukan uji signifikansinya melalui uji-β, tafsirkan!
  3. Hitunglah besarnya pengaruh X1, X2, dan X3 terhadap Y, tafsirkan!
  4. Data hasil penelitian tentang Panjang Tungkai (X1), Ketahanmalangan (X2), Motivasi berprestasi (X3), dan kecepatan lari atlet jarak pendek (Y), disajikan sebagai berikut.

No.

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

X1

16

16

14

18

16

16

18

12

14

18

12

10

20

18

20

X2

10

12

12

14

15

8

15

8

20

18

10

7

22

12

15

X3

20

21

21

23

24

20

22

18

26

28

16

15

30

19

20

Y

60

70

60

70

70

60

70

50

80

80

50

40

90

60

70

 

Pertanyaan:

  1. Tuliskan persamaan/model regresi linear ganda.
  2. Tuliskan hipotesis statistik (satu arah dan 2 arah), kemudian lakukan uji signifikansinya melalui uji-β, tafsirkan!
  3. Hitunglah besarnya pengaruh X1, X2, dan X3 terhadap Y, tafsirkan!
  4. Data hasil penelitian tentang pengetahuan metodologi (X1), pengetahuan statistika (X2), pengetahuan substansi bidang ilmu (X3), dan kualitas tesis buatan mahasiswa (Y), disajikan sebagai berikut.

No.

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

X1

10

12

12

14

15

8

15

8

20

18

10

7

22

12

15

X2

20

21

21

23

24

20

22

18

26

28

16

15

30

19

20

X3

8

8

7

9

8

8

9

6

7

9

6

5

10

9

10

Y

6

7

6

7

7

6

7

5

8

8

5

4

9

6

7

 

  1. Cari persamaan regresi ganda Y atas X1, X2, dan X3 !
  2. Lakukan pengujian signifikansi regresi ganda Y atas X1, X2, dan X3 !
  3. Hitung koefisien korelasi ganda Y atas X1, X2, dan X3 serta uji signifikansinya !
  4. Berdasarkan tabel pada soal nomor 4 maka:
    1. Lakukan pengujian signifikansi koefisien persamaan regresi ganda Y atas X1, X2, dan X3 !
    2. Jika hasil uji signifikansi persamaan regresi pada bagian (d) tidak signifikansi, lakukan pengujian dengan langkah-langkah standar dalam analisis regresi komponen utama !
  5. Data hasil penelitian tentang Kompetensi Inti (X1), Kemampuan Manajerial (X2), Komitmen Mutu (X3), dan Penatakelolaan Perguruan Tinggi (Y), disajikan sebagai berikut.

No.

X1

X2

X3

Y

No.

X1

X2

X3

Y

No.

X1

X2

X3

Y

1

69

61

21

81

31

92

67

21

87

61

88

71

28

91

2

60

74

28

88

32

45

63

16

78

62

94

72

26

92

3

85

68

22

86

33

70

64

17

81

63

83

67

22

8

4

74

68

26

87

34

68

68

21

82

64

78

73

28

98

5

74

65

22

86

35

77

64

18

78

65

69

66

20

72

6

86

71

16

85

36

86

66

20

85

66

65

71

24

89

7

80

65

28

87

37

83

69

22

86

67

92

73

31

83

8

84

66

26

85

38

84

67

28

85

68

94

72

26

92

9

69

67

21

79

49

83

69

22

83

69

85

68

30

90

10

72

69

22

85

40

58

64

18

77

70

67

68

22

87

11

64

65

21

85

41

83

67

27

83

71

78

73

28

92

12

69

67

25

89

42

76

66

28

82

72

84

70

22

89

13

82

68

23

85

43

77

69

25

84

73

61

66

23

82

14

82

68

22

85

44

60

68

31

86

74

61

62

20

75

15

78

67

24

83

45

100

71

28

89

75

74

67

24

87

16

80

65

27

86

46

81

65

18

76

76

86

66

20

88

17

58

67

26

79

47

79

64

26

80

77

71

66

19

8

18

62

67

22

71

48

69

66

20

78

78

77

68

26

92

19

86

64

14

85

49

88

69

24

86

79

82

66

22

89

20

70

67

25

84

50

89

71

26

88

80

73

54

20

70

21

83

62

20

84

51

66

68

25

82

81

80

55

30

73

22

70

66

21

79

52

72

63

15

78

82

85

58

24

77

23

84

71

31

90

53

83

67

22

88

83

73

57

23

77

24

69

66

20

80

54

88

71

28

91

84

68

55

22

75

25

64

65

22

86

55

71

66

12

83

85

90

65

25

85

26

57

65

15

76

56

62

64

16

78

86

84

64

24

84

27

79

67

28

84

57

71

67

20

83

87

65

61

23

81

28

84

69

31

90

58

74

66

16

82

88

73

62

21

84

29

94

71

29

89

59

78

69

21

84

89

69

66

26

87

30

75

66

18

83

60

75

65

17

81

90

81

55

20

72

 

  1. Tuliskan persamaan/model regresi linear ganda (jamak)
  2. Tuliskan hipotesis statistik, kemudian lakukan uji signifikansi (keberartian) koefisien persamaan regresi melalui uji β (beta):
  3. Pengaruh positif Kompetensi Inti (X1) Terhadap Penatakelolaan Perguruan Tinggi (Y), tafsirkan!
  4. Pengaruh positif Kemampuan Manajerial (X2) Terhadap Penatakelolaan Perguruan Tinggi (Y), tafsirkan!
  5. Pengaruh positif Komitmen Mutu (X3) Terhadap Penatakelolaan Perguruan Tinggi (Y), tafsirkan!
  6. Pengaruh Kompetensi Inti (X1), Kemampuan Manajerial (X2), Komitmen Mutu (X3) secara simultan Terhadap Penatakelolaan Perguruan Tinggi (Y).
  7. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, berikan rekomendasi variabel mana yang seharusnya diprioritaskan (urutan variabel bebas) untuk memperbaiki Penatakelolaan Perguruan Tinggi !
  8. Diberikan data koefisien korelasi sebagai berikut.
 

Y

X1

X2

X3

Y

1,00

0,48

0,56

0,40

X1

 

1,00

0,69

0,59

X2

 

 

1,00

0,94

X3

 

 

 

1,00

 

  1. Tentukan korelasi parsil
  2. Tentukan korelasi parsil
  3. Berdasarkan soal nomor 7, tentukan korelasi parsil
  4. Peneliti akan menguji hubungan antara usia (X1), persepsi pada terapi (X2), dan kedalaman beragama (X3) dengan ketabahan menghadapi penyakit (Y) pada pasien paru-paru di Rumah Sakit Umum Tangerang. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :

 

X1

17

18

30

15

20

25

40

X2

10

12

20

9

13

15

21

X3

7

8

10

9

8

9

6

Y

5

6

8

7

6

7

4

 

  1. Hitunglah persamaan regresinya.
  2. Uji signifikansinya.
  3. Berdasarkan soal nomor 9 tentukan :
  4. Sumbangan relatif dan efektifnya !
  5. Koefisien korelasinya !
  6. Kesimpulan penelitian yang dihasilkan !

 

 

Perhatikanlah lebih saksama pada karakter Anda dibandingkan reputasi Anda, karena karakter Andalah yang menyatakan siapa diri Anda yang semestinya, sedangkan reputasi Anda hanyalah apa yang orang lain pikirkan mengenai Anda.

 

John Wooden

 

Leave A Reply