Profesor Henderi Mengikuti Ujian Insinyur Profesional
Melampaui Menara Gading: Ikhtiar Prof. Henderi Mengukuhkan Kompetensi Insinyur
TANGERANG – Integritas seorang pendidik sejati tidak hanya diukur dari deretan gelar akademik, melainkan dari sejauh mana ia mampu menyelaraskan teori dengan standar industri yang dinamis. Prinsip inilah yang ditunjukkan oleh Prof. Henderi saat beliau memutuskan untuk mengikuti ujian Insinyur Profesional melalui BK Informatika (Badan Kejuruan Informatika) di bawah naungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Senen 04 Mei 2026.
Langkah ini tergolong istimewa. Pasalnya, di tengah kesibukan luar biasa sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Raharja, Prof. Henderi tetap merasa perlu mendapatkan rekognisi formal sebagai praktisi keinsinyuran yang tersertifikasi. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa bagi beliau, belajar adalah proses tanpa titik henti.
Arsitek Transformasi Digital di Luar Ruang Kuliah
Rekam jejak beliau bukan sekadar berada di balik meja dosen. Selain sebagai Guru Besar yang aktif mengajar, Prof. Henderi juga terlibat di berbagai project pengembangan sistem berbasis komputer. Beliau dikenal sebagai sosok strategis yang banyak mendukung pelaksanaan transformasi digital oleh berbagai instansi dan dunia industri, menjadikannya figur yang mampu menjembatani gap antara kurikulum kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Filosofi “Haus Belajar” di Balik Gelar Profesor
Mengamati antusiasme beliau, kolega dan praktisi TI sering menyebut bahwa Prof. Henderi selalu haus di dalam belajar dan mengembangkan diri. Gelar Profesor tidak lantas membuatnya berhenti mengejar pembaruan ilmu. Baginya, sertifikasi Insinyur Profesional melalui BK Informatika adalah bentuk pertanggungjawaban moral seorang akademisi terhadap dunia teknik dan industri.
“Seorang Guru Besar harus menjadi lokomotif perubahan. Ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan bahwa akademisi harus memiliki standar kompetensi yang diakui secara industri agar mampu membimbing generasi muda menuju kedaulatan digital,” ungkap salah satu pengamat pendidikan tinggi di Banten.
Keberhasilan Prof. Henderi dalam menempuh ujian profesional ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para dosen muda dan mahasiswa. Beliau telah memberikan pelajaran berharga: bahwa kepakaran sejati lahir dari kombinasi antara kedalaman ilmu akademik dan ketajaman praktik profesional#ProfHen.

