Back

Prof. Dr. Henderi, M.Kom., Ikuti Ujian Kolokium Program Profesi Insinyur di ITI: Bahas Sistem Perawatan Perkeretaapian Berbasis TI

 

Tangerang Selatan – Dalam upaya mendukung peningkatan profesionalisme dan kontribusi nyata para akademisi di bidang rekayasa teknologi, Prof. Dr. Henderi, S.Kom., M.Kom., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Raharja, mengikuti ujian Kolokium Program Profesi Insinyur (PPI) di Institut Teknologi Indonesia (ITI), Tangerang Selatan, Banten, pada tanggal 20 Juli 2025.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Henderi mempresentasikan laporan praktik keinsinyurannya yang berjudul “Studi Kebutuhan Sistem Pengoperasian dan Perawatan Sarana dan Fasilitas Pendukung Perawatan Perkeretaapian Berbasis Teknologi Informasi.” Judul ini mencerminkan keterlibatan aktif beliau dalam pengembangan solusi berbasis teknologi informasi untuk mendukung sektor strategis nasional, khususnya perkeretaapian.

Dengan Nomor Induk Mahasiswa 2202502065, Prof. Henderi menempuh Program Profesi Keinsinyuran sebagai bentuk komitmennya dalam menerapkan keilmuan komputer dan sistem informasi pada konteks keinsinyuran yang lebih luas dan berdampak langsung terhadap kebutuhan infrastruktur Indonesia.

Ujian kolokium ini dipandu oleh dua penguji yang berpengalaman, yaitu Ir. Yustina Sri Suharini, S.T., M.T., IPM., dan Ir. Adi Setiawan, S.T., M.S., IPM., yang keduanya menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan pendekatan analitis Prof. Henderi dalam menyusun kebutuhan sistem operasional dan perawatan perkeretaapian yang kompleks.

Sebagai seorang Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Raharja dan praktisi sistem informasi, partisipasi Prof. Henderi dalam program PPI menunjukkan integrasi lintas disiplin yang semakin dibutuhkan di era Revolusi Industri 5.0. Di tengah kebutuhan nasional terhadap insinyur profesional yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga visioner secara sistemik, keikutsertaan akademisi senior seperti Prof. Henderi menjadi inspirasi bagi para dosen, peneliti, dan profesional muda lainnya, khususnya di Universitas Raharja dan Indonesia pada umumnya.

Melalui pengembangan sistem perawatan berbasis teknologi informasi ini, diharapkan perkeretaapian Indonesia dapat ditunjang oleh sistem operasional yang lebih efisien, adaptif, dan terukur. Keterlibatan insinyur yang memiliki latar belakang kuat di bidang digital menjadi kunci dalam menciptakan infrastruktur transportasi yang modern dan berkelanjutan.

Ujian kolokium ini tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga wujud nyata dari semangat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan nasional#ProfHen.

Leave A Reply