Petualangan Hari Keempat dari Putrajaya ke Melaka Menyusuri Ikon dan Budaya
Hari ini dimulai cepet banget, jam 8 pagi Elisa udah naik bus menuju Putrajaya adalah pusat pemerintahan Malaysia yang rapih dan modern. Disana kami berkunjung ke Hobbit Park, yang punya rumah-rumah mungil ala Hobbit lengkap dengan nuansa taman yang instagramable . Gak jauh dari situ, mereka melewati Millennium Monument, sebuah monumen berbentuk obelisk mirip rocket, setinggi 68 meter, yang diukir untuk menandai periode penting dalam sejarah Malaysia; kalau dilihat dari atas, bentuknya kayak bunga hibiscus lambang nasional mereka.

Dari Putrajaya, perjalanannya lanjut ke Melaka sekitar 2 jam, dan cuacanya benar-benar terik banget. Setibanya di Melaka, Elisa langsung terpukau sama Stadthuys, bangunan merah ikonik di kawasan Dutch Square, yang dikenal sebagai “Red Square” karena warna mencoloknya yang memukau. Banyak becak yang dihias lucu-lucu juga berseliweran di sekitar situ, bikin suasana makin hidup dan penuh warna.

Cuaca panas bikin Elisa dan teman-teman berteduh sejenak. Tiba-tiba, ada pertunjukan public dance yang seru banget apa daya, Elisa langsung ikutan joget! Mulai dari dance like Jennie sampai poco-poco, suasananya langsung cair dan penuh tawa. Setelah itu, mereka naik ke St. Paul’s Church, gereja tertua di Malaysia dan Asia Tenggara, dibangun tahun 1521 oleh Portugis sebagai kapel, lalu pernah digunakan oleh Belanda, dan bahkan jadi gudang mesiu masa kolonial Inggris. Di situ, Elisa bisa lihat sisa-sisa reruntuhan gereja, makam sementara St. Francis Xavier, serta bekas makam bangsawan di dinding bikin suasananya jadi syahdu dan penuh makna .


