Back

Universitas Raharja Dukung Penguatan AI Nasional pada Pengukuhan Prof Husni Teja Sukmana

Pengukuhan Prof Husni Teja Sukmana menjadi momen akademik penting yang menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan bangsa di era digital. Acara pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan dihadiri oleh berbagai tokoh akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Universitas Raharja turut hadir sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pencapaian akademik nasional. Delegasi Universitas Raharja diwakili oleh Dr. Po. Abas Sunarya., M.Si, Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja., MTI., MM., SMIEEE, serta Prof. Dr. Ir. Henderi, M.Kom. Kehadiran para pimpinan dan profesor Universitas Raharja mencerminkan komitmen institusi dalam memperkuat sinergi akademik dan kolaborasi keilmuan lintas perguruan tinggi.

Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dengan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peran AI Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI.” Orasi tersebut menjadi sorotan utama karena relevansinya yang sangat kuat dengan perkembangan teknologi global serta tantangan nasional yang dihadapi Indonesia saat ini.

Dalam paparannya, Prof. Husni menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak lagi sekadar dipahami sebagai teknologi pendukung, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis negara. Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk melindungi kedaulatan nasional, khususnya dalam aspek keamanan data, stabilitas informasi, dan integritas sistem digital pemerintahan.

“AI bukan hanya alat teknologi, tetapi juga instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan, keamanan data, dan integritas negara. Pengembangan riset AI harus diarahkan agar memberi manfaat nyata bagi bangsa, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di era digital,” ujar Prof. Husni dalam orasi ilmiahnya.

Lebih lanjut, Prof. Husni menyoroti pentingnya kemandirian riset dan pengembangan AI berbasis kepentingan nasional. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus berperan aktif sebagai produsen inovasi yang mampu menciptakan solusi digital sesuai dengan nilai, budaya, dan kebutuhan bangsa.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Raharja dalam mengembangkan pendidikan, riset, dan inovasi berbasis teknologi informasi. Kehadiran jajaran akademisi Universitas Raharja dalam pengukuhan ini menjadi simbol dukungan terhadap penguatan ekosistem riset AI yang berorientasi pada kepentingan nasional dan pembangunan berkelanjutan.

Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja., MTI., MM., SMIEEE menyampaikan bahwa sinergi antarperguruan tinggi sangat diperlukan untuk mendorong lahirnya inovasi teknologi yang berdampak luas. Kolaborasi akademik, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa mengabaikan kepentingan bangsa.

Sementara itu, Dr. Po. Abas Sunarya., M.Si dan Prof. Dr. Ir. Henderi, M.Kom. juga menegaskan pentingnya peran dosen dan peneliti dalam mengawal perkembangan AI agar tetap berada dalam koridor etika, hukum, dan nilai kebangsaan.

Pengukuhan Prof. Husni Teja Sukmana tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga momentum reflektif bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia. Orasi ilmiah yang disampaikan memberikan pesan kuat bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kemampuan akademisi dan institusi pendidikan dalam mengelola teknologi secara bertanggung jawab.

Melalui acara ini, Universitas Raharja dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan peran aktifnya dalam membangun peradaban digital yang berdaulat, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Pengukuhan ini diharapkan mampu menginspirasi generasi akademisi untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi Indonesia.

Leave A Reply