Back

Monev PKM Orange Box 2025: Inovasi Pengelolaan Limbah Berbasis IoT yang Siap Mendorong Perubahan

Inovasi Teknologi IoT Pengelolaan Limbah Anorganik menjadi tema utama dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Orange Box yang dilaksanakan pada 19 November 2025 di Universitas Raharja. Monev ini dipimpin oleh Okky Putra B. S.Kom., MM., M.T.I, dan dihadiri oleh tim pelaksana yang menyampaikan hasil implementasi kegiatan di Posyandu Cendrawasih RW 01, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Presentasi teknis dan capaian program dijelaskan oleh Ruli Supriati, S.Kom., MTI, selaku ketua pelaksana PKM Orange Box.

Dalam paparannya, bu Ruli menjelaskan bahwa Orange Box merupakan perangkat berbasis Internet of Things yang dirancang untuk membantu masyarakat melakukan pemilahan limbah secara otomatis. Teknologi ini mengenali perbedaan antara sampah organik dan anorganik melalui sistem sensor, kemudian menyalurkannya ke wadah terpisah. Mekanisme tersebut mempermudah proses daur ulang dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tertata.

Salah satu keunggulan utama Orange Box adalah sumber energi mandiri yang bersifat ramah lingkungan. Perangkat ini ditenagai panel surya sebagai sumber daya utama. Ketika cuaca mendung atau hujan, Orange Box tetap berfungsi melalui aki yang digunakan sebagai bank energi. Dengan sistem ini, perangkat mampu beroperasi stabil tanpa ketergantungan listrik konvensional, sehingga sesuai untuk lingkungan masyarakat yang membutuhkan solusi efisien dan berkelanjutan.

Bu Ruli juga menjelaskan bahwa penerapan Orange Box di Poris Plawad, Kec. Cipondoh tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga efektivitas edukatif. Warga mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak awal, sekaligus mempelajari bagaimana teknologi IoT dapat membantu mengatasi permasalahan lingkungan. Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan literasi teknologi masyarakat serta menumbuhkan kesadaran terhadap gaya hidup berkelanjutan.

Dalam sesi evaluasi, pa Okky Putra memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan melalui Orange Box. Menurutnya, pendekatan teknologi dalam pengelolaan limbah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui proses daur ulang yang lebih terstruktur. Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut berpotensi diterapkan secara lebih luas jika dikembangkan dengan model yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pa Okky juga menyoroti bahwa kegiatan Monev menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program PKM. Melalui sesi ini, berbagai catatan penguatan disampaikan, termasuk pengembangan fitur digital, pembaruan sistem energi, serta perluasan edukasi agar manfaat Orange Box dapat dirasakan lebih banyak warga. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan inovasi sosial berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Kegiatan Monev PKM Orange Box menunjukkan komitmen Universitas Raharja dalam menghadirkan solusi inovatif yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dengan menggabungkan teknologi IoT, energi terbarukan, dan pendekatan edukatif, Orange Box hadir sebagai perangkat praktis yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan lingkungan.

Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan, sehingga mampu memperluas jangkauan penggunaan dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan melalui inovasi teknologi yang aplikatif dan ramah lingkungan.

Leave A Reply