Back

Metaverse in Education: Mendorong Pembelajaran Imersif dan Kolaboratif di Universitas Raharja

Tangerang, 23 Juli 2025— Dunia pendidikan terus mengalami transformasi digital yang revolusioner, salah satunya melalui kehadiran teknologi metaverse. Sebagai universitas yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, Universitas Raharja, khususnya Program Studi Sistem Informasi (Prodi SI), mulai menjajaki dan mengembangkan pemanfaatan metaverse dalam pembelajaran.

Metaverse adalah lingkungan virtual tiga dimensi yang memungkinkan interaksi antar pengguna secara real-time dengan avatar digital. Di dunia pendidikan, teknologi ini menghadirkan peluang untuk menciptakan pengalaman belajar yang imersif, kolaboratif, dan interaktif, sehingga mampu menjawab tantangan pembelajaran konvensional yang cenderung terbatas ruang dan waktu.

Mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya belajar teori teknologi informasi, tetapi juga dituntut untuk mengembangkan dan menerapkan solusi digital inovatif. Teknologi metaverse menawarkan platform riset dan pengembangan (R&D) yang sangat cocok untuk:

  • Simulasi interaktif sistem informasi
  • Pengembangan virtual classroom
  • Proyek kolaborasi berbasis dunia virtual
  • Desain UI/UX untuk ruang belajar imersif
  • Pelatihan keterampilan digital berbasis AR/VR

Kaprodi Sistem Informasi, Desy Apriani, menyatakan bahwa riset-riset terkait metaverse kini menjadi salah satu fokus utama Prodi SI. “Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta pengalaman belajar yang lebih dinamis melalui pemanfaatan platform metaverse,” ujarnya.

Langkah Strategis Universitas Raharja

  • Membangun Laboratorium Metaverse dan XR (Extended Reality)
  • Menyusun mata kuliah pilihan terkait Metaverse Development
  • Mengintegrasikan proyek PKM dan skripsi bertema metaverse
  • Menjalin kerjasama dengan industri teknologi AR/VR dan EdTech

Dengan ekosistem kampus yang terbuka dan inovatif, Universitas Raharja menargetkan menjadi salah satu pelopor Smart Campus berbasis metaverse di Indonesia. Hal ini juga selaras dengan semangat Kampus Merdeka, di mana mahasiswa bebas mengeksplorasi potensi digital dalam proses pembelajaran.

Leave A Reply