Day 3 Student Exchange: Exploring History, Art, and City Life
Hari ketiga program student exchange terasa begitu berbeda dibanding dua hari sebelumnya, karena kali ini agenda kami bukan lagi belajar di kelas atau laboratorium, melainkan menjelajahi berbagai tempat menarik di luar kampus yang penuh dengan pengalaman baru. Pagi itu, tepat pukul delapan, rombongan kami berangkat dari IIUM menuju Stasiun LRT Gombak. Dari sana, perjalanan berlanjut dengan menaiki kereta menggunakan akses kartu KL Rapid, sebuah kartu transportasi umum yang praktis dan modern. Perjalanan dengan LRT memberi sensasi tersendiri, karena sepanjang jalur aku bisa melihat pemandangan kota Kuala Lumpur dari balik kaca jendela kereta. Gedung-gedung tinggi dengan arsitektur modern tampak berdiri megah, menara-menara kota menjulang anggun, dan lalu lintas yang rapi memberi nuansa berbeda dari suasana di Indonesia. Sesekali, mataku tertuju pada landmark khas kota yang membuatku semakin bersemangat, seolah perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga kesempatan untuk menyerap atmosfer kota Kuala Lumpur yang dinamis.

Destinasi pertama kami adalah Berly’s Wonderland yang terletak di kawasan Seri Kembangan. Begitu tiba di depan bangunannya, aku langsung terpukau dengan desain fasadenya yang tampak estetik dengan ornamen dan hiasan khas cokelat. Suasananya hangat, manis, dan membuat penasaran untuk segera masuk ke dalam. Setelah melangkah ke area dalam, aku menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar toko cokelat. Tempat ini juga memiliki museum yang menampilkan sejarah panjang cokelat sejak zaman dahulu, lengkap dengan lukisan, peralatan tradisional, serta replika berbagai bentuk cokelat dari masa ke masa. Rasanya seperti berjalan mundur ke dalam waktu, melihat bagaimana sesuatu yang kini begitu umum ternyata punya perjalanan sejarah yang kaya.
Bagian yang paling membuatku kagum adalah saat kami diperlihatkan secara langsung proses pembuatan cokelat. Dari balik kaca transparan, aku bisa menyaksikan bagaimana para pekerja mengolah biji kakao hingga menjadi cokelat siap saji. Mereka bekerja dengan penuh ketelitian, langkah demi langkah dilakukan dengan hati-hati sehingga hasilnya tampak sempurna, dan pabriknya tetap terjaga kebersihannya. Momen itu membuatku benar-benar menghargai setiap potongan cokelat yang selama ini mungkin terasa sederhana, tetapi sebenarnya memiliki proses panjang yang penuh perhatian. Tidak heran jika setelah tur selesai, banyak dari kami, termasuk aku, akhirnya membeli berbagai varian cokelat dengan rasa dan bentuk yang beragam sebagai oleh-oleh, sekaligus kenangan dari tempat unik ini.

Setelah puas di Berly’s Wonderland, perjalanan dilanjutkan menuju salah satu ikon paling terkenal di Malaysia, yaitu Petronas Twin Towers beserta KLCC Park yang berada di sekitarnya. Begitu tiba, aku langsung mendongak tinggi, dan di hadapanku berdiri megah menara kembar yang tampak luar biasa dengan ketinggian yang menjulang. Menara ini dirancang oleh arsitek ternama Cesar Pelli, memadukan unsur arsitektur Islam modern dengan fungsi utamanya sebagai kantor pusat Petronas, perusahaan minyak nasional Malaysia. Rasanya sangat berbeda melihat langsung dari dekat, karena menara ini benar-benar tampak gagah sekaligus elegan, jauh lebih menakjubkan daripada hanya melihatnya lewat foto atau video.
Kami kemudian masuk ke dalam Suria KLCC Mall dan menyempatkan diri untuk mengunjungi galeri seni yang ada di sana. Galeri ini menampilkan beragam karya yang sangat menarik, mulai dari lukisan dengan berbagai gaya, patung-patung penuh detail, instalasi artistik yang kreatif, hingga ruang mini cinema yang memberi pengalaman seni yang berbeda. Setiap sudut galeri seakan mengajak untuk merenung dan mengapresiasi karya para seniman yang dituangkan dengan penuh makna. Setelah itu, kami berjalan-jalan ke KLCC Park, sebuah taman kota yang luas dan rindang, tepat di samping menara kembar. Suasananya sejuk dengan pepohonan hijau dan pemandangan air mancur, membuatnya terasa kontras namun indah berpadu dengan gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya. Dari titik tertentu di taman ini, menara Petronas terlihat semakin anggun, menciptakan pemandangan yang menakjubkan sekaligus menenangkan.
Menjelang malam, setelah puas menikmati suasana kota dan mengambil banyak momen berharga, kami pun kembali ke asrama di IIUM untuk beristirahat. Hari ketiga ini benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda, karena tidak hanya belajar dari kelas atau laboratorium, tetapi juga belajar dari perjalanan itu sendiri. Melihat sejarah cokelat, mengagumi arsitektur megah, hingga menikmati keindahan karya seni dan ruang publik, semuanya terasa memperkaya pengalaman student exchange ini. Setiap langkah di hari ini seolah membuka wawasan baru tentang budaya, kreativitas, dan keindahan kota Kuala Lumpur yang berwarna.
