Bintang Nandana Henry – Day 1 SE UCIC
Usai rangkaian doa bersama selesai dilaksanakan, seluruh mahasiswa kemudian diarahkan untuk melakukan sesi foto bersama. Pada kesempatan ini, para mahasiswa berbaris dengan rapi sambil memegang spanduk bertuliskan Student Faculty Cultural Exchange yang menjadi simbol sekaligus identitas kegiatan. Kegiatan foto bersama ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi resmi, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi kebanggaan serta semangat kebersamaan yang terjalin di antara mahasiswa dan civitas akademika Universitas Raharja. Momen tersebut diharapkan dapat menjadi kenangan yang berharga serta pengingat akan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan akademik maupun budaya.
Setelah sesi dokumentasi selesai, mahasiswa dengan tertib diarahkan menuju bus yang telah disiapkan oleh panitia. Proses naik ke dalam bus dilakukan secara teratur, satu per satu, sesuai dengan arahan dari petugas lapangan agar tidak menimbulkan kerumunan. Suasana penuh antusiasme tampak jelas dari wajah para mahasiswa, mengingat kegiatan ini merupakan salah satu kesempatan langka untuk mengikuti program pertukaran budaya sekaligus memperluas wawasan di luar lingkungan kampus. Dengan demikian, keberangkatan dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditentukan, dalam kondisi tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
Setelah doa bersama selesai, kami berkumpul untuk foto bersama sambil memegang spanduk student faculty cultural exchange sebelum naik bis.
Perjalanan menuju lokasi kegiatan ditempuh menggunakan bus, dengan estimasi waktu kurang lebih empat jam. Waktu tempuh tersebut sudah termasuk jeda istirahat di rest area yang telah ditentukan oleh panitia. Selama perjalanan, mahasiswa duduk dengan tertib di dalam bus, sambil menikmati suasana kebersamaan yang tercipta. Beberapa mahasiswa memanfaatkan waktu untuk berbincang dan saling bertukar cerita, sementara yang lain memilih beristirahat agar tetap segar ketika tiba di lokasi.
Ketika bus singgah di rest area, mahasiswa diberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak, menggunakan fasilitas umum, membeli makanan ringan, ataupun sekadar meregangkan tubuh. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik seluruh peserta tetap prima, sehingga perjalanan dapat dilanjutkan dengan nyaman. Setelah waktu istirahat selesai, seluruh mahasiswa kembali diarahkan masuk ke dalam bus dengan tertib, kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama dengan penuh semangat.
2.1 Persiapan Menuju ICCIT 2025
Sampai di Cirebon
Sesampainya di Cirebon, rombongan terlebih dahulu diarahkan untuk singgah di salah satu restoran khas daerah. Hal ini dilakukan agar para peserta dapat beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan panjang sekaligus menikmati sajian kuliner tradisional setempat. Tentu akan terasa kurang lengkap apabila berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi makanan khasnya.
Pada kesempatan tersebut, hidangan yang disajikan adalah Empal Gentong, salah satu kuliner ikonik Cirebon yang terkenal dengan cita rasanya yang khas dan kaya rempah. Para mahasiswa tampak antusias menyantap hidangan ini, karena selain memberikan pengalaman baru di bidang budaya, mereka juga dapat merasakan secara langsung keunikan kuliner lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Suasana kebersamaan semakin terasa hangat, dengan percakapan ringan yang mengiringi waktu makan bersama sebelum melanjutkan perjalanan ke UCIC.
Sesampainya di Cirebon, Bintang langsung mengeluarkan beberapa perlengkapan yang sudah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran dokumentasi kegiatan. Peralatan tersebut antara lain gimbal, kamera, drone, serta perangkat pendukung lainnya yang akan digunakan untuk merekam setiap momen penting selama rangkaian acara berlangsung.
Selain menyiapkan perlengkapan dokumentasi, Bintang juga turut membantu dalam proses mengeluarkan barang-barang operator dari bagasi bus. Dengan begitu, seluruh kebutuhan teknis dapat tertata dengan rapi dan siap digunakan sesuai keperluan. Bagi Bintang, keterlibatan dalam proses ini menjadi bentuk kontribusi nyata agar dokumentasi kegiatan berjalan dengan maksimal serta mendukung kelancaran seluruh acara.
Persiapan kegiatan terus berlangsung sejak siang hingga menjelang malam hari. Seluruh SAI bekerja dengan penuh dedikasi, saling membantu dan berkoordinasi agar setiap kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik. Berbagai tugas, mulai dari penataan perlengkapan, pengecekan dokumentasi, hingga persiapan teknis lainnya, dilakukan dengan sungguh-sungguh demi memastikan kelancaran pelaksanaan International Conference on Creative Innovation and Technology (ICCIT) 2025.
Suasana persiapan terasa cukup padat, namun tetap dijalani dengan semangat kebersamaan. Masing-masing dari kami berusaha memberikan kontribusi terbaik agar tidak ada hal yang terlewat. Waktu terasa berjalan begitu cepat hingga akhirnya jarum jam menunjukkan pukul 20.30 WIB. Pada saat itu, panitia memutuskan bahwa seluruh peserta dan tim bersiap untuk melakukan check-in ke hotel yang telah disediakan.Setelah proses check-in selesai, kami menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Istirahat malam ini menjadi hal yang sangat penting, mengingat agenda kegiatan esok hari sudah menanti dan tentunya membutuhkan kondisi tubuh yang prima serta fokus yang maksimal.
