Back

BACAAN, REFERENSI DAN MANAJEMEN INFORMASI

Orang yang kuat dan berhasil tidak menjadi korban dari lingkungannya. Ia menciptakan 

kondisi yang menyenangkan. Kekuatan dan energinya yang tidak dapat dipisahkan 

memaksa sesuatu untuk berubah menjadi seperti yang dia inginkan. 

Orison Swett Marden

 

Pembahasan Materi

Bab ini membahas tentang bahan bacaan, pembuatan catatan dan menghindari dari plagiat, referensi dengan menggunakan Sistem Harvard untuk jurnal, buku, dan artikel. Cara pengutipan artikel baik CD maupun internet, penulisan, editing, penyimpanan referensi secara elektronik, menulis daftar pustaka, dan kutipan. Manajemen informasi: pencarian kepustakaan, pencarian kepustakaan melalui komputer, pasford dan nama pemakai, dan pedoman internet.  

  • Bacaan

Idealnya, kegiatan bacaan Anda seharusnya dimulai sejak awal pendidikan. Jika bekerja dengan skala waktu yang ketat (dan Anda mengalaminya, bahkan jika memiliki kesempatan mengikuti program doktor selama tiga tahun penuh), cobalah untuk  mendisiplinkan diri untuk menjamin bahwa membaca tidak menghabiskan lebih banyak waktu ketimbang yang diizinkan untuk tujuan itu. Lebih gampang mengatakan daripada melakukannya, karena ketika mulai bekerja berdasarkan topik, Anda tidak pernah yakin apa yang mungkin penting dan apa yang mungkin tidak relevan. Bahkan jika Anda sangat mendisiplinkan diri dalam membaca dan bertahan terhadap godaan, Anda bisa saja melenceng dari sana karena sejumlah buku yang sangat menarik atau artikel-artikel yang mungkin tidak dapat digunakan sama sekali dengan topik Anda (Judith Bell, 2006). Anda masih menemukan kesulitan membatasi kesempatan membaca sesuai waktu yang tepat. Jarang ada kemungkinan untuk mendapatkan buku dan artikel yang sesuai pada waktu Anda membutuhkannya. 

Namun, selalu ada publikasi baru yang mungkin nampaknya menjadi jawaban atas doa Anda dan yang harus Anda perhitungkan untuk dibaca. Satu hal yang harus selalu kita terima adalah bahwa kita tidak dapat melakukan semua hal. Kita harus melakukan yang terbaik yang kita mampu, sesuai waktu yang tersedia dan tidak menggunakan ‘semakin banyak bacaan diperlukan’ sebagai alasan untuk tidak sepenuhnya mulai menulis, dan melakukan apa yang perlu untuk mengembangkan penelitian. Penyelidikan apapun, meliputi membaca apa saja yang telah dituliskan orang tentang bidang minat Anda. Hal ini termasuk mengumpulkan informasi untuk mendukung atau menolak argumentasimu dan menuliskan temuan Anda. 

Membaca sejauh waktunya mengizinkan tentang topik Anda mungkin memberikan kepada Anda pemikiran, bukan saja tentang penelitian yang telah dilakukan orang lain, tetapi juga tentang pendekatan dan metode mereka dan ini penting, karena segala sesuatu yang Anda lakukan dari awal penelitian Anda merupakan persiapan laporan terakhir. Pengalaman menunjukkan bahwa terlepas dari betapa canggihnya kita pikir tentang diri kita sendiri sebagai pembelajar dan peneliti, kita semua perlu diingatkan tentang pentingnya melakukan pencatatan sistematis. Segera setelah kita mulai membaca, kita mulai mendata dan harus memasukkan semua rincian yang perlu. Pekan depan, bulan depan, ‘satu dari hari-hari ini’, ’ketika saya punya waktu satu menit’ tidak mungkin kita ingat satu per satu. 

Menurut Loraine Blaxter et.al (2006) ada sepuluh alasan membaca untuk riset: 1. Karena membaca memberi Anda ide-ide. 2. Karena Anda perlu memahami apa yang telah dilakukan oleh periset lain dalam bidang Anda. 3. Untuk memperluas perspektif Anda dan meletakkan kerja Anda dalam konteks. 4. Karena pengalaman pribadi yang langsung tidak akan pernah cukup. 5. Untuk meligimasi argument-argumen Anda. 6. Karena membaca menyebabkan Anda berubah pikiran. 7. Karena para penulis (dan Anda akan menjadi salah satunya) memerlukan membaca. 8. Sehingga Anda dapat secara efektif mengkritik apa yang telah dilakukan oleh orang lain. 9. Untuk belajar lebih banyak tentang metode-metode riset dan aplikasi mereka dalam praktik. 10. Dalam rangka menandai bidang-bidang yang belum pernah dirisetkan.



  • Pembuatan Catatan dan Menjaga Diri dari Plagiat

Ketika membaca, buatlah catatan tentang apa yang nampaknya akan menjadi masalah penting bagi Anda dan masalah-masalah itu. Anda seharusnya memperhatikan dengan teliti pengulangan tema, kategori, dan kata kunci yang menjadi sangat penting dalam upaya mencari bagan atau kerangka untuk penelitian Anda sendiri. Prioritas (dan masalah), tidak terelakkan lagi, akan berubah ketika Anda melanjutkan membaca. Anda mungkin melupakan sejumlah kategori awal Anda dan mengidentifikasikan hal lain, karena itu buatlah catatan, bahkan juga tentang kategori yang sebelumnya Anda tinggalkan. Anda tidak pernah tahu. Semua itu mungkin muncul lagi dalam bacaan Anda selanjutnya. 

Perhatikanlah pembuatan catatan Anda. Observasi perspektif khusus oleh seorang pengarang kerapkali melukiskan sebuah pemikiran yang mungkin ingin Anda hubungkan, atau bahkan kutip pada tahap lebih lanjut. Selalu Anda jelaskan dalam catatan Anda, manakah kutipan dan mana paraphrase Anda, atau ketika menulis proyek, Anda mungkin menemukan diri melakukan dosa plagiatisme. Plagiatisme adalah menggunakan kata-kata orang lain seakan-akan kata-katanya sendiri. Ingat bahwa semua sumber harus diakui, termasuk parafrase kata-kata orang lain dan dari pemikiran orang lain (Brown & Dowling, 1997). Masalah plagiatisme menjadi masalah utama di sekolah-sekolah dan pendidikan tinggi, akibat ketersediaan model jawaban atas ujian dan pertanyaan tugas melalui internet selama dibayar. 

Bagaimanapun, tanggung jawab akhir ada pada Anda sendiri, karena itu berhati-hatilah. Petunjuk-petunjuk itu terus diperbarui dan dengan demikian, pastikan Anda mendapatkan salinan versi terakhir, di mana semua kemungkinan disajikan dalam buku pegangan program akademis dan dalam kode praktik berkaitan dengan standar akademis. Maka, cara terbaik untuk memastikan Anda tidak pernah menggunakan pemikiran atau kata-kata orang lain sebagai milik Anda sendiri tanpa pengakuan adalah dengan berhati-hati dalam pembuatan catatan dan dalam mendata rincian referensi dengan tepat. Jika Anda membuat salinan kata-kata yang tepat, tambahkan koma berderet pada awal dan akhir rangkuman. Catatlah bab dan jumlah halamannya, tunjukkan dengan jelas bahwa Anda menghilangkan kata atau kata-kata apapun dalam teks dengan menambahkan tiga titik penuh. Simpanlah rangkuman itu pada tempat yang Anda bisa temukan jika membutuhkan sejumlah referensi silang. Jika Anda memiliki tambahan sejumlah rincian tentang sumbernya yang umum berlaku (staf perpustakaan akan menasihati Anda berkaitan dengan pengaturan hak asasi).

Ada satu hal yang perlu dicamkan dalam benak ketika membaca dan membuat catatan, misalnya perlu bertanya pada diri sendiri apakah Anda dapat mempercayai apa yang Anda baca. Ini memang selalu sulit, tetapi tanyakan pada diri sendiri apakah sumber bacaan lain mendukung sumber bacaan tertentu. Apa yang sebetulnya disebut dalam penelitian/laporan/dokumen lain dan apa bukti yang diberikan untuk mendukung temuan itu? Apa yang diketahui tentang pengarangnya? Apakah Anda mencurigai adanya bias? Jika demikian, mengapa? Apakah sumber itu benar-benar direferensikan sehingga dapat mengeceknya? 

Anda harus membuat catatan apa saja yang anda baca, termasuk sumber-sumber yang terbukti tidak menarik minat atau manfaat bagi anda. Orang lain tidak melakukannya dan menjelaskan kepada saya bahwa sesudah yang mereka pikir, memang bodoh membuat catatan atas sumber tidak berguna. Mereka tidak berniat menumpuk file mereka dengan sampah. Mereka mungkin memiliki pertimbangan dan Anda mungkin sepakat dengan mereka. Tetapi anda harus yakinkan diri anda bahwa ada sejumlah alasan mengapa memutuskan untuk melihat buku atau artikel pada kesempatan pertama (Fairbairn & Winch, 1998). Judul buku mungkin menarik, atau anda mungkin sudah membaca karya lain oleh pengarang yang sama yang mengesankan bagi anda. 

Yang mungkin terjadi kemudian adalah suatu saat pada masa yang akan datang, judul buku atau tulisan itu masih menarik dan pengarangnya masih tetap diingat karena menghasilkan karya berkualitas dalam konteks lain.  Anda mungkin juga menemukan referensi itu lagi, dan meminjamnya lagi. Anda mungkin akan melakukan peminjaman buku antar perpustakaan, dan sejumlah biaya dikeluarkan untuk itu. Semua ini hanya membuang waktu dan uang sehingga dalam penyelidikan, apakah itu kecil atau besar, tidak cukup waktu untuk melakukan segala hal yang harus dilakukan. Satu catatan anda tentang mengapa anda memutuskan untuk melakukan pekerjaan itu, yang memang tidak menarik, telah cukup memulihkan memori anda dan membuat anda mampu mengabaikan pemikiran khusus dari pendekatan itu. Kita semua mempunyai cara kerja sendiri dan Anda harus memutuskan apa praktik khusus Anda sendiri.

  • Referensi Dengan Sistem Harvard

Referensi menunjukkan bahwa tulisan yang disusun tidak seluruhnya merupakan gagasan sendiri, tetapi sebagian merupakan gagasan, informasi, dan bukti dari orang lain. Hal tersebut merupakan kekuatan bukan kelemahan. Jika orang lain telah melakukan penelitian atau memiliki pemikiran yang berharga, maka jangan ragu untuk menjadikannya referensi (Kuncoro, 2009). Jika berniat hanya membutuhkan setengah lusin buku referensi, maka satu carikan kertas mungkin mampu menjawab kebutuhan. Namun, seiring perkembangan penelitian, Anda mengumpulkan banyak sumber informasi sehingga sangat memerlukan sebuah sistem pendokumentasian yang teratur. Kegiatan ini dilakukan semenjak hari Anda mulai membaca (Judith Bell, 2006).

Ada beberapa cara yang secara umum dapat diterima berkenaan dengan pendokumentasian sumber dan informasi lain. Metode Harvard, misalnya, nama samaran pengarang dan tanggal, yang saya pergunakan dalam buku ini mempunyai sejumlah keuntungan dibandingkan metode lain. Cara itu menghindari adanya catatan kaki, yang terasa aneh bila dipergunakan karena semua sumber yang disebutkan dalam tulisan muncul pada tiap akhir halaman laporan dan bukannya bab demi bab. Hampir semua lembaga memiliki gaya tersendiri yang lebih disukai dan Anda diharapkan menggunakannya. Jika Anda dibiarkan untuk memutuskan sendiri, maka Anda perlu memikirkan manakah pilihan yang paling cocok. Para pengawas lain (dan penerbit lain) menggunakan cara berbeda. Perhatikan bagian bibliografi atau referensi pada bagian akhir sejumlah buku. Kesamaannya adalah Anda akan menemukan pendekatan yang berbeda walaupun masing-masing berisi informasi berikut.

 

  1. Untuk buku
  • Nama samaran pengarang dan nama depan atau inisialnya.
  • Tanggal penerbitan bukunya.
  • Judul (bergaris bawah atau berhuruf miring) dan edisi yang mana, jika perlu.
  • Tempat penerbitan.
  • Nama penerbit.

Sebagai contoh satu penulis:

May, Tim., 2001, Social Research: Issues, Methods and Process, 3rd ed. Buckingham, Open University Press.

Buku dengan lebih dari satu penulis:

McTaggart, D., Findlay, C. & Parkin, M., 1996, Economics, 2rd ed., Sydney, Addison-Wesley.

Seperti yang Anda lihat sendiri, contoh di atas adalah edisi ketiga buku yang dipublikasikan pada 1993 sehingga jumlah edisi harus dimasukkan. Edisi baru memasukkan sejumlah perbaikan yang signifikan disertai tulisan baru, sedangkan pencetakan ulang hanya memuat apa yang dituliskan buku atau sebelumnya, misalnya penerbitan lebih banyak buku dari publikasi aslinya. Hanya edisi baru yang pantas dicatat. Sepatah kata tentang pemberian tanda baca. Tidak ada alasan mengapa titik harus muncul sesudah judul atau 3rd ed’. Anda mungkin lebih suka menggunakan koma atau mengosongkannya. Atau Anda mungkin memutuskan lebih baik mengisi baris kedua sehingga nama pengarangnya tertulis lebih jelas. 

Jika demikian, Anda dapat menuliskan nama pengarang dengan huruf besar. Pikirkan dan putuskan pendekatan yang Anda gunakan, namun setiap referensi tunggal yang Anda dokumentasikan semenjak kini hingga seterusnya harus sama tetapi ingat, selalu mengecek pedoman organisasi Anda, sebelum melakukannya. Bila ada tiga atau lebih pengarang buku, format yang sama diterapkan hanya untuk satu pengarang, tetapi ada satu atau dua hal pantas dicatat. Ketika sumber dirujuk (dikutip) dalam tulisan laporanmu, tidak perlu memasukkan nama lengkap. Cukup menuliskan ‘Seperti May (2001: 42) mengatakan ….’ Saya senang menempatkan nomor halaman, karena tanpa itu Anda, akan menghabiskan banyak waktu dan kadang tidak mungkin menemukan di manakah kutipan itu muncul dalam buku, walaupun banyak pengarang menghapusnya.

Jika ada tiga atau lebih pengarang, biasanya digunakan ‘et al’. (dan kawan-kawan) untuk tulisan nama kedua dan seterusnya, walau sekali lagi, praktiknya memang beragam. Tidak ada titik sesudah ‘et’ (dan) karena ia merupakan kata yang lengkap, tetapi ada sesudah ‘al.’ (kawan-kawan) karena ia merupakan singkatan untuk kata Latin ‘alia’ (kawan-kawan). Referensi penuh muncul dalam daftar referensi alfabetis pada akhir laporan Anda. Jika seorang pengarang atau para pengarang mempunyai lebih dari satu publikasi pada tahun yang sama, maka akhiran ‘a’ dan ‘b’ sebaiknya ditambahkan sesudah tanggal publikasi. 

  1. Untuk Artikel Jurnal

Nama samaran pengarang, nama depan atau inisial serta tanggal publikasi sama seperti buku, tetapi kemudian Anda dituntut untuk memberikan:

  • Judul artikel (kadangkala dalam koma penyela, kadangkala tidak);
  • Judul jurnal dari mana artikel atau bab buku itu diambil (umumnya digarisbawahi atau diberikan huruf miring walaupun sekali lagi, tidak perlu);
  • Nomor isi jurnal, terbitan dan jumlah halaman.

Sebagai contoh, untuk artikel jurnal:

Whitehead, N. (2003) ‘Herbal Remedies: Integration Into Conventional Medicine’, Nursing Times, 99 (34): 30-33.

Nomor volume umumnya dibuat dalam huruf tebal dan nomor terbitan dibuat dalam kurung sesudah nomor volume. Nomor halaman artikel jurnal selalu dituliskan.

  1. Untuk Bab dalam Buku

Untuk bab sebuah buku, hal-hal yang dibahas pada baris-baris berikut akan sesuai:

Wragg, T. (2002) ‘Interviewing’, dalam M. Coleman dan A.R.J. Briggs (editor) Research Methods in Educational Leadership and Management. London: Paul Chapman Publishing.

Ini adalah bab dalam buku yang diedit Coleman dan Briggs. Dengan demikian, (editor) ditambahkan setelah nama mereka. Sesudah kata ‘dalam’ kesepakatannya adalah inisial sebaiknya ditempatkan sebelumnya, ketimbang sesudah nama samaran dicantumkan. Bagaimanapun, Anda ikutilah kesepakatan yang dipersyaratkan institusi Anda.

  1. Pengutipan Artikel Jurnal dan Materi dari CD-ROM atau Internet

Ingat bahwa jika membuat dokumentasi artikel jurnal elektronik maka selain memberi rincian nama lengkap seperti di atas, Anda juga perlu menunjukkan sumbernya diperoleh dari CD-ROM atau online. Sebagai contoh:

  • Nama pengarang;
  • Judul artikel (tidak bergaris bawah/berhuruf miring);
  • {CD-ROM} atau {online} dalam kurung besar;
  • Informasi jurnal (judul jurnal digarisbawahi atau berhuruf miring);
  • Tanggal artikel;
  • Diperoleh dari: atau dicari dari….nama penyedia jasa, URL website dan tanggal tulisan tersebut diakses. URL (universal resource locator lokasi sumber universal) merupakan alamat khusus server tempat dokumen disimpan.

Praktiknya mungkin sangat mudah, tetapi pemikiran utamanya adalah informasi yang cukup harus disiapkan sehingga peneliti dapat juga mengambil artikel dari database.

Sejumlah kutipan sumber elektronik memang cukup rumit. Jika perpustakaan Anda memberi panduan tentang bagaimana sebaiknya bahan-bahan didokumentasikan, maka ikutilah nasihat itu. Jika tidak ada panduan diberikan, sebaiknya mengecek Cite Them Right pada http: / / www.unn.ac.uk / central / isd/ cite /, yang dikeluarkan oleh Richard Pears dan Graham Shieldon dari Universitas Colombia (Judith Bell, 2006). Situs ini sangat mengagumkan, secara teratur diperbarui (dan kini dapat diakses gratis), memberikan bimbingan tentang bagaimana mengutip berbagai materi elektronik dan banyak materi lainnya, termasuk koresponden email, program komputer, database bibliografis, koran dan konferensi elektronik.



  1. Penulisan, Editing dan Penyimpan Referensi Secara Elektronik

Piranti lunak seperti EndNote, ProCite dan Reference Manager dapat diperoleh kini dan tak dapat diragukan lagi versi barunya terus bermunculan di pasar. Piranti itu memberikan berbagai keuntungan bagi para peneliti. Sebagai contoh, EndNote memberikan kepada kita fasilitas untuk membuat, menyimpan, mengorganisasi, mencari kembali, serta mengutip referensi dalam laporan penelitian. Perpustakaannya (databasenya) menyimpan lebih dari 30.000 referensi dan memungkinkan kita mencari dan mengelola database bibliografi secara online. Begitu kita mengetahui cara menggunakannya, kita akan mampu menghasilkan bibliografi sendiri dalam berbagai format dan jika cukup pintar, kita pun dapat menyisipkan grafik dalam teks. Larangan berkenaan dengan hak cipta (copyright) dan pemberian izin mungkin diberlakukan pada bahan yang diizinkan untuk dicetak (Loraine Blaxter, 2006). 

Namun, bahan yang lain mengizinkan kita mengambil dan menyimpan bahan-bahan itu langsung ke dalam dokumentasi kita sendiri. Kita bahkan boleh mengakses rangkuman jurnal artikel, teks surat kabar, disertasi, abstrak tesis doktor, buku dan makalah-makalah konferensi. Anda menemukan bahwa perpustakaan Anda menyediakan akses ke kampus dan mencadangkan bagi Anda satu system atau lebih. Jika demikian, Anda beruntung. Jangan pernah mengabaikan fasilitas yang sudah ada di depan pintu Anda, khususnya bila diberi gratis. Banyak peneliti adalah pekerja paruh waktu, berdiam atau bekerja cukup jauh dari perpustakaan utama akademis mereka (atau bahkan berbasis di luar negeri). Mereka hanya menghabiskan sedikit waktu atau bahkan tidak ada waktu sama sekali di kampus, sehingga perlu kemampuan untuk mampu mengakses piranti lunak itu di rumah.

Andaikan Anda dapat membuktikan bahwa Anda adalah seorang ‘pengguna akademis’ dan menginginkan akses pada database institusi Anda dan fasilitas lain dari rumah, maka hal itu mungkin bisa terwujud. Jika mereka tidak tahu, atau akses ke rumah tidak diizinkan. Cobalah Anda melihat lebih jauh, selalu melihat lebih jauh. Tanyakanlah ke salah satu petugas perpustakaan Anda. Anda harus selalu yakin petugas perpustakaan mengetahui segala-galanya dan mereka umumnya memang tahu. Mereka mengetahui aturannya dan akan menyampaikan kepada Anda apa yang termasuk didalamnya. Bagaimanapaun, walaupun izin penggunaan di rumah diberikan perpustakaan pada Anda, Anda perlu sesalu mewaspadai satu atau dua persyaratan dan barangkali juga biaya.

Sebagai contoh, Anda melihat bahwa piranti lunak pencari referensi dan online itu memakan cukup banyak tempat dalam hard drive Anda sehingga membutuhkan komputer yang cocok untuk pekerjaan. Anda mungkin harus meningkatkan kemampuan komputer Anda atau bahkan membeli yang baru seperti yang saya lakukan. Cara itu akan mahal, karena sebelum memutuskan melakukannya, periksa dulu persyaratan hardware  lebih dulu dengan satu pemasok piranti itu. Ketika memutuskannya, anda harus benar-benar memahami pembuatan referensi elektronik dan mendapat akses kepada database bibliografis. Anda pun harus berpikir optimis bahwa itu merupakan masalah mudah (straightforward) dan cukup cepat. Anda harus membaca brosur yang sangat membantu dan mengikuti kursus yang diadakan pihak perpustakaan, kemudian anda mempraktikkannya.

  1. Kutipan

Kutipan adalah penulisan pengarang yang diacu dalam badan tulisan. Kutipan mencantumkan nama keluarga penulis tahun penerbitan di dalam kurung. Nomor halaman juga dicantumkan jika Anda memakai uraian dengan kata-kata sendiri mirip dengan pendapat orang lain atau catatan. Beberapa pedoman dasar yang perlu diperhatikan (Mudrajad Kuncoro, 2009):

  1. Kutipan harus diletakkan di akhir kalimat, di dalam tanda baca. Contoh …..(Larsen, 2012). Atau Larsen (2012) menyatakan bahwa ……
  2. Kutipan dapat dilakukan dengan cara (Cooper, 2012) atau (Cooper, 2012: 23) atau Cooper (2012) atau Cooper (2012: 23).
  3. Jika terdapat dua atau lebih penulis, gunakan penghubung (&) di dalam kurung. Contoh (dunphy & Stace, 2012) atau Dunphy & Stace (2012).
  4. Jika terdapat tiga penulis atau lebih, penulisan pertama kali sebutkan semua penulis, kemudian untuk penulisan berikutnya cukup tuliskan nama penulis pertama diikuti dengan et.al. Contoh McTaggart et.al.
  5. Jika sebuah publikasi tidak memiliki pengarang, gunakan nama organisasi sebagai pengarang.
  6. Jika Anda mengutip pernyataan yang telah dikutip oleh penulis lain, Anda perlu menyatakan (Carini, dikutip dalam Patton, 2010).
  7. Dua atau lebih kutipan harus dituliskan sesuai urutan abjad dan dipisahkan dengan tanda titik koma. Contoh (Abraham, 2010; Daniels, 2012).
  1. Daftar Pustaka

Beberapa pedoman yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka adalah sebagai berikut (Mudrajad Kuncoro, 2009):

  1. Di akhir esai atau tugas Anda yang lain, cantumkan daftar semua referensi yang telah Anda kutip.
  2. Harus disusun sesuai dengan urutan abjad berdasarkan nama keluarga. Tidak perlu memakai nomor. Tidak perlu memisahkan sumber menurut jenisnya, misalnya artikel jurnal, buku, dan sebagainya.
  3. Nama penulis harus diketik rapat kiri, baris berikutnya harus diketik menjorok ke dalam.
  4. Judul jurnal harus diketik dalam huruf besar untuk huruf pertama setiap kata, judul lainnya hanya perlu huruf besar untuk huruf pertama pada kata pertama atau untuk nama.
  5. Jika Anda memiliki dua buku atau artikel dengan penulis yang sama dan dipublikasikan pada tahun yang sama, tuliskan huruf alphabet secara urut setelah tahun, contoh Agus, 2013a dan Agus 2013b. Lakukan hal ini baik dalam daftar pustaka maupun kutipan.
  6. Jika Anda memiliki dua penulis dengan nama keluarga yang sama, gunakan inisial mereka, baik badan essai dan daftar pustaka, contoh Costello, P. dan Costello, T.
  7. Jangan mereferensi materi kuliah yang disampaikan secara lisan atau komunikasi antar maupun intra personal.
  8. Daftar pustaka harus ditempatkan di akhir tugas, pada halaman yang terpisah, sebelum lampiran, dengan judul daftar pustaka.
  1. Manajemen Informasi

Kini jelas bahwa tidak cukup lagi hanya mendokumentasikan rincian publikasi pada kartu atau sistem elektronik apapun yang Anda gunakan. Bahkan, dalam proyek kecil sekalipun, Anda perlu membuat sistem indeks dan referensi silang. Karena kemudian hari tidak ada gunanya membaca sejumlah besar naskah, jika Anda ternyata tidak pernah menemukan apa yang Anda cari. Ketika Anda membaca, biasakan diri Anda mengamati bagaimana perang mengklasifikasikan temuan mereka, bagaimana mereka menyelidiki kaitan antara fakta, dan bagaimana masalah-masalah kunci itu berkembang. Metode yang digunakan para peneliti lain mungkin memberikan pemikiran tentang bagaimana seharusnya mengorganisasikan dan mengkategorikan data Anda sendiri.

Anda semua yang menciptakan dan menyimpan referensi secara elektronik. Anda masih mendapatkan kesempatan untuk mengidentifikasi kata-kata kunci pada waktu yang bersamaan dengan pendokumentasian sumber bacaan Anda. Cara ini sangat membatu Anda tetapi apapun metode referensi silang dan indeks yang Anda gunakan, pendekatan ini secara mendasar sama saja. Entah mengapa atau karena hal lainnya, bahkan pada tahap penelitian sangat awal, Anda memikirkan cara di mana Anda mampu menemukan siapa menulis apa tentang berbagai topik. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah menghabiskan hari-hari atau bahkan minggu-minggu mencari sesuatu yang sudah Anda baca di suatu tempat. Anda perlu untuk dapat menuju langsung ke sana. Mudah kan? Baiklah, tidak selalu demikian. Orna (1995: 48) mengingatkan kita bahwa:

Hal paling mendasar dalam menggabungkan butir pemikiran dengan satu cara (berdasarkan pengarang, subjek utama, tanggal penambahan buku ke dalam gudang misalnya), berarti memisahkan butir pemikiran yang mempunyai hal lain yang sama. Pengarang yang sama mungkin menulis artikel atas sejumlah bidang yang cukup berbeda. Oleh sebab itu, selama pengaturan, buatlah supaya mudah bagi Anda untuk menemukan segala sesuatu yang dihasilkan pengarang tertentu, karena sulit menemukan butir pemikiran pada subjek tertentu.

Bila Anda merasa nyaman dengan sistem indeks berbasis komputer, maka bertahanlah pada sistem itu. Atau Anda dapat merumuskan kembali sistem sesuai keahlian Anda yang mungkin tidak bisa diterima logika orang lain, namun berfungsi baik bagimu. Sistem Anda membuat Anda mampu mengelompokkan atau memilih temuan berdasarkan judul. Sistem tersebut juga memungkinkan Anda merujuk pada catatan, kutipan dan komentar tentang pemikiran-pemikiran (items) dalam buku atau artikel yang mungkin telah Anda baca berbulan-bulan sebelumnya dan sangat mungkin Anda lupakan tanpa membuat sistem indeksnya. Lebih jauh lagi, upaya kecil yang diperlukan dalam membuat sebuah system memberikan kepada Anda kerangka tinjauan kepustakaan pada masa mendatang deskriptif dan menyelesaikan banyak persoalan ketika waktunya tiba untuk menulis tinjauan.

  Menulis menjadi pekerjaan mereka tetapi Sally Baker (1999), salah seorang spesialis perpustakaan mengatakan bahwa: Sayangnya, dari sejumlah wajah merah padam para akademisi dan peneliti yang hendak mengajukan kertas kerja atau apa saja, mendapatkan dirinya panik di perpustakaan karena putus asa mencari sumber bacaan, nomor halaman, insial pengarang dan seterusnya yang paling hilang, sehingga jelas bahwa kehilangan dokumentasi rinci bibliografi yang jarang terjadi sekalipun, dapat menyebabkan berjam-jam waktu terbuang sia-sia, ketika waktu nampaknya menjadi sangat sempit. Dengan mencoba ramah, dia pun melanjutkan:

Tidak terelakkan lagi bahwa dari waktu ke waktu Anda pun mengalami kekurangan rincian yang sama dari sebuah referensi kadangkala akibat kesalahan pembuatan referensi oleh orang lain tetapi jika menggunakan pendekatan yang disiplin atas manajemen informasi, maka Anda mampu meminimalisasi jumlah kemungkinan terjadinya peristiwa semacam ini. Dia benar. Karena itu, lakukanlah sebaik-baiknya untuk mendokumentasikan setiap rincian referensi ketika membaca dan mendokumentasikannya sehingga mengurangi stress dan frustasi hingga tingkat yang paling kecil.

Daftar pemeriksaan untuk bacaan, referensi dan manajemen informasi

  1. Bacalah sejauh memungkinkan tentang topik Anda sesuai waktu yang Anda miliki, lalu buatkan catatan. 

Cobalah untuk tidak memperpanjang batas waktu Anda. Memang mudah membaca terus guna mencari ilham.

  1. Putuskan sistem pembuatan referensi.

Metode Harvard mungkin paling gampang dilakukan, periksalah apakah institusi Anda mempunyai peraturan sendiri.

  1. Ketika mendokumentasikan sumber bacaan, yakinlah bahwa Anda mencatat nama pengarang, nama depan atau iniosialnya, tanggal penerbitan, tempat publikasi dan penerbit. Ingatlah, untuk menyimpan lebih dari satu salinan dokumen.

Ada berbagai buku dan artikel yang ada dalam koleksi, juga artikel-artikel jurnal. memang tidak gampang mengingat semua rincian, karena itu simpanlah kartu contoh referensi hingga Anda akrab dengan persyaratan system itu sendiri.

  1. Buatlah catatan tentang hal-hal yang nampaknya merupakan masalah penting bagi Anda. Cari dan simpanlah catatan-catatan ‘pikiran pertama’ kategori dan kata kunci.

Jelaskan dalam catatanmu, mana kata pengarang dan manakah parafrase Anda sendiri karena parafrase pun perlu dicatat.

  1. Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda dapat mempercayai bacaan Anda. Adakah tanda-tanda bias? Apakah referensi itu akurat?

Apa bukti diberikan yang para pengarang untuk memperkuat klaim mereka? Periksa Bab 7 buku ini tentang sumber bacaan, bukti dan analisis bukti dokumenter.

  1. Referensi elektronik dapt terjadi jawaban bagi semua doa Anda. Anda mungkin punya akses pada database bibliografis online, karena itu tanyakanlah. Dan bila kursus pengenalan materi itu ditawarkan, pastikan bahwa Anda mengikutinya.

Tetapi jika Anda berniat bekerja dari rumah, perhitungkan juga waktu yang diperlukan untuk memahami dengan baik berbagai teknik beserta biayanya. Perhitungkan juga apakah komputer Anda punya cukup tempat pada hard drive -nya dan juga memorinya.

  1. Yakinlah bahwa Anda memperoleh nama pemakai dan password. Tanyakan pada departemen, perpustakaan Anda atau pada jalur permintaan bantuan komputer dan jangan menerima ‘Tidak bisa Anda gunakan’ sebagai jawaban 

Karena tanpa itu, Anda mungkin tidak mampu mendapatkan akses atas materi yang Anda butuhkan.

  1. Buatlah satu system indeks dan referensi silang.

Tidak ada gunanya membaca sejumlah besar bacaan jika kemudian hari, Anda tidak pernah menemukan apa yang Anda cari.

  1. Jika Anda secara teliti dan konsistem mendokumentasi sumber Anda, maka Anda telah membangun kebiasaan penelitian yang baik dan membuat dasar bagi penelitian Anda.

Anda akan dihargai, jika tidak di surge, maka pasti ketika mulai menuliskan laporan.

  
  1. Pencarian Perpustakaan

Bila Anda terlibat dalam proyek penelitian 100 jam, bertindaklah realistis. Anda tengah bekerja dengan skala waktu yang sangat terbatas, sehingga mulailah dengan apa yang disediakan dalam perpustakaan Anda sendiri. Dan ingatlah untuk mencari tahu siapa ahli perpustakaan Anda yang berkecimpung dalam bidang studi Anda. Karena jika memang ada maka mereka akan membatu Anda menghemat banyak waktu pencarian yang belum tentu membuahkan hasil. Saya harap saya benar ketika berasumsi bahwa Anda sudah akrab dengan rancangan perpustakaan dan membaca catalog perpustakaan Anda, serta halaman web perpustakaan

Jika tidak, Anda pastikan bahwa Anda telah melakukannya. Ada bermacam-macam halaman web perpustakaan, dan hal itu selalu terjadi, namun yang paling baik akan memberikan informasi tentang password, dukungan teknologi informasi, informasi database dan jurnal di mana universitas, perguruan tinggi (college) atau organisasi Anda berlangganan. Juga tentang peraturan copyright yang berkaitan dengan penggunaan sumber elektronik dan penggunaan situs yang jauh. Tanpa melihat ukuran penyelidikan Anda, jangan pernah Anda meremehkan apa yang dapat diberikan institusi Anda sendiri (Judith Bell, 2006). Di sebagian besar perpustakaan di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia, penggolongan informasi dan sumebr-sumber informasi pada umumnya menggunakan dasar subjek yang dijadikan patokan pengelompokkannya.  

  • Pencarian Kepustakaan Dengan Komputer

Memang akan selalu membantu bila Anda menjadi jagoan komputer. Tetapi benar-benar masih memungkinkan melakukan pencarian kepustakaan dengan komputer, meski Anda mungkin mempertimbangkan hal ini merupakan tantangan yang berat secara teknologis. Ambillah keuntungan dari petunjuk yang diberikan pada Anda oleh pengawas, departemen, rekan, atau petugas perpustakaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pencarian ini. Cari tahu siapa yang bertugas membantu para pencari keputustakaan lewat komputer yang pemula dan selalu minta bantuan jika Anda terjebak di dalamnya. 

Jangan Anda menggerutu diam-diam dan jangan pernah percaya bahwa andalah satu-satunya orang yang tidak mampu menyelesaikan semua masalah pencarian buku setelah sepuluh menit duduk di depan komputer. Anda tidak akan mengalaminya. Banyak perpustakaan memberikan pelatihan tentang pencarian kepustakaan dengan komputer sehingga Anda bisa mencoba pendekatan-pendekatannya dan mengajukan pertanyaan apa saja. Tidak peduli betapa sempitnya waktu Anda, pastikan Anda mengikuti kursus itu bahkan bila Anda sudah termasuk kategori jagoan komputer. Pencarian kepustakaan mencakup teknik khusus dan kiat-kiatnya (know-how), dan sebelum Anda mampu mulai berpikir untuk memulai pencarian, Anda punya sejumlah pekerjaan untuk dilakukan.

  • Password dan Nama Pemakai 

Dalam banyak pencarian kepustakaan lewat komputer, Anda memerlukan satu password atau banyak password, username dan kadangkala kode pengguna (authorization codes), khususnya jika ingin memperoleh akses atas bahan-bahan yang sepenuhnya tertulis. Password mungkin dialokasikan secara otomatis oleh perpustakaan, departeman Anda, departemen teknologi informasi Anda dan/atau pusat-pusat komputer. Tetapi praktiknya sangat beragam, sehingga jika tidak ada yang dapat dikatakan atau dilakukan, tanyakan saja di perpustakaan tentang siapa yang mengeluarkan semua itu.

Anda mungkin menemukan bahwa Anda membutuhkan lebih dari satu password atau username agar mampu mengakses sejumlah database yang Anda butuhkan. Sebagai contoh, banyak perpustakaan berlanggan sistem ATHENS, yang dirancang untuk menyederhanakan akses terhadap database bagi para mahasiswa perguruan tinggi, sehingga menuntut password dan username khusus ATHENS. Petugas perpustakaan akan memberi informasi kepada Anda tentang cara mendapatkannya. Bila Anda ingin bekerja dari rumah atau dari negara lain, password dan username Anda mungkin memberikan kepada Anda akses yang sama seperti Anda mengakses dalam perpustakaan utama Anda, namun tidak selalu demikian. Institusi Anda mungkin tidak membayar untuk izin semacam ini, sehingga tanyakan kepada petugas perpustakaan, atau petugas komputer, atau teknologi informasi lainnya di departemen Anda tentang apa yang harus dilakukan.

  • Mesin Pencarian Data

Mesin pencarian menghimpun jumlah database yang sangat besar, karena itu, carilah sumber-sumber yang menyebutkan kata kunci / istilah indeks / frase Anda dan yang memberikan akses atas ribuan web site, beberapa dari mereka didaftarkan pada akhir bab ini. Mesin-mesin pencarian data itu beragam dalam kualitas dan isinya, serta memakan waktu untuk mencoba menggunakan beberapa dari mereka. Karena itu, tanyakanlah rekan Anda, sesama mahasiswa Anda, dan para petugas khusus perpustakaan manakah dalam pandangan mereka, yang paling mudah digunakan.

Memang kini memungkinkan bagi kita untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang segala hal lewat internet, mulai dari mana membeli topi hingga rumah dengan enam kamar di pusat kota London. Kini, saya tidak mencari keduanya, tetapi jika membutuhkannya, saya mencarinya pada Google (http: / / www.google.com/) yang menjadi mesin pencarian pilihan pertama saya, dan saya yakin dapat memberikan semua informasi yang saya perlukan. Namun, persoalan yang muncul dari database yang sangat besar ini adalah bahwa akan menjadi terlampau banyak informasi untuk tujuan kita dan waktu yang kita perlukan untuk memindahkan temuan ini patut dipertimbangkan (Judith Bell, 2006).

Para pencari kepustakaan menggunakan Google selama bertahun-tahun, tetapi kini pengembangan Google Scholar (http://www.scholar.google.com/) terbukti merupakan bonus yang patut diperhitungkan bagi para pengguna akademis. Mesin pencari itu mengikuti format Google yang memungkinkan kita mencari bahan berdasarkan kata kunci, bidang studi atau pengarang. Ia juga berisi makalah yang telah banyak yang dibahas para pakar sejawatnya, informasi tentang tesis, laporan, buku dan kutipan-kutipan (termasuk berapa kali bahan tersebut telah dikutip dalam aplikasi lain). Meskipun demikian, saya suka buku, saya dapat membawa dan membacanya di tempat tidur. Saya lebih suka menggunakan informasi dari komputer jika saya ingin membaca sebuah buku khusus, maka Google Scholar akan memberitahu saya perpustakaan manakah di Inggris yang menyimpannya.

  1. Copyright dan Larangan Pemberian Lisensi

Memang penting bagi kita untuk meninjau seluruh artikel dan laporan lengkap guna melihat apakah memang bermanfaat seperti kelihatannya, tetapi jika Anda ingin mengambil halaman-halaman web hingga satu naskah dan untuk menggunakan intisarinya di kemudian hari, maka Anda harus benar-benar berhati-hati dengan copyright dan larangan pemberian izin. Jalur bantuan database seharusnya memberitahu Anda tentang apa yang dapat Anda ambil, cetak dan gunakan, serta apa yang tidak bisa Anda lakukan. Jika petunjuk semacam itu tidak ada, dan jika Anda mempunyai keraguan, mintalah bantuan pengawas Anda dan/atau spesialis perpustakaan. Sejumlah halaman web institusi memberi pernyataan-pernyataan lengkap tentang apa yang dalam istilah hukum ‘transaksi yang wajar’ dan mana yang tidak, sehingga ada baiknya Anda melihat apakah kepunyaan Anda itu termasuk satu dari mereka. Memotong (cut) dan memasang (paste) naskah dari halaman web kini sangat mudah. 

Sehingga saya membayangkan kita semua melakukannya dari waktu ke waktu, tetapi jika kita lengah dan tidak berhasil memberikan rincian lengkap dari mana bahan itu berasal, ketika mencarinya kembali kata-kata yang Anda tempatkan dalam dokumentasi Anda sendiri, maka Anda bisa saja mengalami kesulitan. Anda menemukan diri Anda terlibat dalam kasus plagiat. Kini, plagiat merupakan masalah disiplin dalam lembaga perguruan tinggi dan hal ini benar-benar sangat serius. Pada masa lalu, saya berpikir, sejumlah peneliti terjebak dalam lebah-lebah web khusus ini, karena mereka benar-benar tidak tahu dan bukannya upaya sengaja untuk menipu. Tetapi kini saya temukan peringatan lisan dan tertulis diberikan kepada mahasiswa bahwa institusi tidak terlampau bersahabat dengan permintaan maaf ‘Baiklah’, kami tidak tahu hal itu salah.’ Kerena itu, berhati-hatilah.

  1. Peninjauan Kritis Atas Bukti

Sejauh memungkinkan, merupakan pekerjaan Anda sebagai peneliti untuk memerhatikan kepantasan penelitian yang telah Anda identifikasi dalam pencarian Anda. Tanyakanlah pada diri sendiri apakah, menurut pendapat Anda, penilaian itu dirancang dengan sangat baik, dan apakah instrumen pengumpulan datanya cocok untuk tujuan itu. Apakah bukti yang diajukan secara meyakinkan mendukung argumentasi penulisnya?’ Brendan Duffy memang menulis tentang analisis bukti dokumenter, tetapi nasihatnya sama-sama valid dalam memperhitungkan perlunya laporan penelitian. Kita bisa mengalami sejumlah masalah berkaitan dengan identifikasi tanda-tanda bias yang jelas pada peneliti lain tetapi kita perlu untuk sama-sama berhati-hati tentang penelitian kita sendiri. 

Sebagai contoh, kita bisa sangat menyetujui kesimpulan pengarang bahwa kita gagal mempertanyakan apakah kesimpulan-kesimpulan itu benar-benar dipertimbangkan, maka ada persoalan tentang informasi yang tidak cukup untuk membuat keputusan. Jika Anda melakukan semua pencarian pada web maka mungkin Anda menemukan bahwa informasi tentang desain penelitian tidak selalu diberikan dengan cukup mendetil. Semua yang dapat Anda lakukan adalah mengamati laporan penelitian secara sungguh-sungguh mendalam dan objektif, sejauh waktu dan netralitas Anda memungkinkan.

  1. Sembilan Petunjuk Terbaik Pencarian di Internet

Beberapa pekan lalu saya menanyakan Katie Home, seorang rekan dan peneliti professional. Jika dia memiliki tips-tips khusus berkaitan dengan pencarian pustaka. Dia berkonsultasi dengan para koleganya dan bersama-sama mereka muncul dengan Delapan Petunjuk Terbaik untuk pencarian di internet (Home, 2004). Kedelapan petunjuk ini di sini berperan lebih sebagai rangkuman bagi sebuah bab, ketimbang daftar biasa. 

  1. Meluangkan waktu sebanyak-banyaknya bagi diri sendiri. Pencarian di World Wide Web tidaklah sia-sia. Banyak sekali informasi dan jalan buta sehingga penting mengalokasikan waktu yang cukup untuk mencarinya dalam kerangkan rencana proyek. Sebaliknya, juga penting menentukan batas bagi Anda sendiri. Pencarian web bisa menjadi adiktif dan sulit mengetahui di mana menarik batasnya. Walaupun mungkin ada sejumlah situs yang ingin Anda lihat kembali selama proyek guna mengecek demi peningkatannya, bersamaan dengannya penting bagi Anda untuk menyeimbangkan pencarian web dengan aspek lain untuk tinjauan pustaka Anda.
  2. Optimislah. Mulailah Anda bekerja dengan mengetik secara tepat apa yang sedang Anda cari, misalnya, ‘hambatan belajar mahasiswa dewasa di perguruan tinggi.’ Anda mungkin mujur, dan jika tidak, kerapkali menyenangkan melihat apakah mesin pencari data pikir relevan.
  3. Menyiapkan diri dengan batasan pencarian data. Sebelum Anda memulai, pikirkan bagaimana Anda berniat menyusun bagan pemikiran seperti yang bakal terjadi dengan pencarian jurnal. Apakah istilah pencarian lain dapat digunakan, misalnya, ‘partisipasi kaum muda dalam pembelajaran?’ Pikirkanlah secara menyeluruh apakah Anda ingin membatasi pencarian hanya pada situs-situs di Inggris (hampir semua mesin pencari data mengizinkan Anda mengkhususkan hal ini). Juga Anda perlu menentukan parameter sendiri berkaitan dengan usia artikel-artikel rujukan atau bagian bahasannya.
  4. Kenalilah mesin pencarian datamu. Mesin pencarian data lain memiliki jalur sponsor berbeda pula, sehingga Anda perlu mencoba beragam cara. Di antara mesin pencari data yang paling terkenal adalah Google dan Yahoo, tetapi ada juga beberapa situs lain. Juga ada situs-situs khusus seperti Google Scholar, sehingga pantas saja Anda menghabiskan sejumlah waktu untuk melihat situs manakah dari semua itu yang memberikan pemikiran paling relevan untuk pencarian data seperti yang Anda butuhkan.
  5. Ketika Anda menemukan sesuatu, jagalah jangan sampai kehilangan. Anda perlu menulis URL yang tepat dari halaman yang Anda temukan, karena kadangkala banyak waktu terbuang sia-sia untuk melacak kembali langkah-langkah yang Anda lakukan sebelumnya, khususnya karena jalinan mesin-mesin pencarian berubah tergantung jumlah situs kenamaan dan situs-situs baru yang dibuat. Membuat catatan atas situs-situs mungkin tidak selalu membantu, kadangkala web site itu begitu rumit, sehingga sulit merelokasikan halaman yang sedang dicari secara tepat. Anda bisa menyimpan halaman-halaman web juga, sebagai cara agar informasinya pada saat Anda sedang siap dipakai off line. Anda coba membiasakan diri membuka jalinan web dalam halaman baru, karena sejumlah situs tidak memberikan kesempatan kepada Anda untuk melihat kembali halaman-halaman yang sudah dibuka.
  6. Jangan Anda remehkan berita. Situs seperti Guardian dan BBC mengkhususkan diri pada pendidikan dan bagian-bagian spesialis lainnya. Tidak saja situs-situs itu dapat menyajikan berita terbaru yang dapat membantu Anda membuat penelitian yang Anda lakukan benar-benar mengikuti perkembangan, mereka juga berisi jalinan pada laporan yang telah dirujuk atau pada organisasi yang relevan.
  7. Hindarilah email sampah (spam). Banyak situs meminta Anda mendaftarkan diri sebelum mengakses informasi. Dalam banyak kasus, hal ini membatu mereka memonitor siapa yang tengah menggunakan situs mereka. Registrasi kerapkali berarti memasukkan nama Anda dalam daftar email dan Anda mulai mendapatkan email-email sampah. Satu cara menghindari hal ini adalah membuat alamat email khusus untuk penelitian Anda pada salah satu situs gratis seperti Yahoo dan Hotmail. Dengan cara ini Anda mampu memonitor alamat email-email yang bermanfaat kemudian menutupnya setelah menyelesaikannya, sehingga Anda tidak menerima email-email yang tidak Anda inginkan pada alamat email utama Anda.
  8. Membangun jaringan kerja sebuah bentuk yang sudah kuno. Jalan terbaik agar bisa menemukan situs dan mesin pencari data paling relevan adalah dengan berbicara kepada kontak Anda. Mesin pencari data apa yang para kolega Anda rekomendasikan atau bila mereka kebetulan menemukan web site yang relevan. Dengan begitu banyak cara mengakses informasi yang tersedia, maka kata-kata dari mulut ke mulut dapat menghemat banyak waktu, tetapi jangan Anda hanya membatasi diri pada orang lain di kursus Anda. Sangat perlu bagi Anda untuk berbicara kepada siapa saja yang menggunakan internet secara rutin.
  1. Portal Internet

Ini merupakan panduan atau catalog yang memilih dan mengevaluasi situs-situs serta mengatur sumber-sumber bahan secara lebih sistematis dibandingkan perpustakaan. Mereka memberikan sumber-sumber secara alfabetis dan beranotasi berdasarkan judul khusus Anda. Hal ini sangat membantu, karena dapat memberikan pemikiran tentang aspek manakah dari topik Anda yang sepantasnya dikejar. Social Science Information Gateways (SOSIG) (http: / / sosig.ak.uk/) merupakan portal bermanfaat yang mengidentifikasi situs-situs berkualitas, baik dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Metode Penelitan. Sumber-sumber tulisan itu disumbangkan para ahli perpustakaan dan ahli suatu bidang studi. 

Rangkuman

Ada sepuluh alasan membaca untuk riset: 1. Karena membaca memberi Anda ide-ide. 2. Karena Anda perlu memahami apa yang telah dilakukan oleh periset lain dalam bidang Anda. 3. Untuk memperluas perspektif Anda dan meletakkan kerja Anda dalam konteks. 4. Karena pengalaman pribadi yang langsung tidak akan pernah cukup. 5. Untuk meligimasi argument-argumen Anda. 6. Karena membaca menyebabkan Anda berubah pikiran. 7. Karena para penulis (dan Anda akan menjadi salah satunya) memerlukan membaca. 8. Sehingga Anda dapat secara efektif mengkritik apa yang telah dilakukan oleh orang lain. 9. Untuk belajar lebih banyak tentang metode-metode riset dan aplikasi mereka dalam praktik. 10. Dalam rangka menandai bidang-bidang yang belum pernah dirisetkan .

Referensi menunjukkan bahwa tulisan yang disusun tidak seluruhnya merupakan gagasan sendiri, tetapi sebagian merupakan gagasan, informasi, dan bukti dari orang lain. Hal tersebut merupakan kekuatan bukan kelemahan. Jika orang lain telah melakukan penelitian atau memiliki pemikiran yang berharga, maka jangan ragu untuk menjadikannya referensi (Kuncoro, 2009). Jika berniat hanya membutuhkan setengah lusin buku referensi, maka satu carikan kertas mungkin mampu menjawab kebutuhan. Kutipan adalah penulisan pengarang yang diacu dalam badan tulisan. Kutipan mencantumkan nama keluarga penulis tahun penerbitan di dalam kurung. Nomor halaman juga dicantumkan jika Anda memakai uraian dengan kata-kata sendiri mirip dengan pendapat orang lain atau catatan. Dalam banyak pencarian kepustakaan lewat komputer, Anda memerlukan satu password atau banyak password, username dan kadangkala kode pengguna (authorization codes), khususnya jika ingin memperoleh akses atas bahan-bahan yang sepenuhnya tertulis.

Daftar Pustaka

Basuki, S. 2010. Metode Penelitian. Edisi 2. Jakarta: Penerbit Penaku.

Bell, Judith. 2006. Doing Your Research: A Guide for First-time Researchers in Education, Health and Social Science. McGraw-Hill Education: Open University Press.

Blaxter, L. Christina Hughes, Malcolm Thight. 2006. How to Research:Seluk-Beluk Melakukan Riset. Terj. Agustina R.E Sitepoe. Jakarta: Penerbit Indeks.

Brown, A. Dowling, P. 1997. Doing Research/Reading Research: A Mode of Interogation for Education. London: Routledge.

Fairbairn, G.J. Winch, C. 1998. Reading, Writing and Reasoning: A Guide for Students. Buckingham: Open University Press.

Howard, K. and Sharp, J.A. 2003. The Management of a Student Research Project. Aldershot: Gower.

Kuncoro, M. 2009. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi: Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis. Edisi 3. Jakarta: Erlangga.

Keindahan jiwa akan memancar ketika seorang manusia sabar dengan ketenangan dalam menghadapi satu masalah berat setelah yang lain, bukan karena ia tidak merasakannya, tetapi karena ia adalah manusia dengan perangai yang tinggi dan heroic

 

Aristoteles



Leave A Reply