Elementor #37147
- Posted by Desy Apriani
- Categories Home
- Date 24 Juli 2025
- Comments 0 comment
Program Studi Sistem Informasi Universitas Raharja Dorong Riset Pembelajaran Imersif Melalui Teknologi Metaverse
Tangerang, 24 Juli 2025 — Dalam upaya mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi global di bidang pendidikan, Program Studi Sistem Informasi Universitas Raharja (Prodi SI UR) mulai mengembangkan pendekatan baru melalui pemanfaatan teknologi metaverse untuk kegiatan pembelajaran yang imersif, interaktif, dan kolaboratif.
Metaverse, sebagai dunia virtual tiga dimensi yang memungkinkan interaksi real-time antar pengguna, membuka potensi besar bagi dunia pendidikan tinggi. Dengan mengintegrasikan metaverse ke dalam proses belajar-mengajar, mahasiswa tidak hanya belajar dari teks dan presentasi, tetapi juga mengalami materi secara langsung dalam lingkungan virtual yang realistis.
Ketua Prodi Sistem Informasi, Desy Apriani, menyatakan bahwa penerapan teknologi metaverse sangat cocok untuk pengembangan riset interaktif mahasiswa, terutama dalam bidang:
-
Simulasi sistem informasi
-
Virtual classroom & e-learning interaktif
-
Kolaborasi proyek IT berbasis avatar
-
Pengembangan aplikasi berbasis AR/VR
“Melalui riset-riset berbasis metaverse, mahasiswa kami dapat merasakan sendiri bagaimana teknologi masa depan bekerja. Ini bukan hanya soal teori, tetapi praktik nyata dalam dunia virtual,”
Langkah ini juga sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa diberikan ruang eksploratif untuk belajar lintas batas — baik secara fisik maupun digital. Kolaborasi dengan dosen, mitra industri, dan komunitas digital menjadi pilar utama dalam mendorong implementasi metaverse di lingkungan Universitas Raharja.
Sebagai bentuk komitmen, Prodi SI UR juga akan mengembangkan laboratorium virtual berbasis metaverse serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam proyek riset dan pengabdian masyarakat menggunakan teknologi ini.
Dengan mengadopsi metaverse, Universitas Raharja menegaskan posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap disrupsi teknologi dan terus berinovasi dalam memberikan pengalaman belajar terbaik bagi generasi digital.
You may also like
tugas cyber scurity
BD308 – Cyber Security – Genap 25/26 Module Question 7 1. Explain the “Shared Responsibility Model”. What is the cloud provider responsible for, and what is the business (customer) responsible for? Status: ✔ Selesai Keterangan: Pada Shared Responsibility Model, penyedia …
tugas cyber scurity
BD308 – Cyber Security – Genap 25/26 Module Question 6 1. What are the core principles of GDPR (e.g., data minimization, purpose limitation)? Status: ✔ Selesai Keterangan: Prinsip utama GDPR meliputi lawfulness, fairness and transparency, purpose limitation, data minimization, accuracy, …
TUGAS CYBER SCURITY
BD308 – Cyber Security – Genap 25/26 Module Question 5 1. Why is keeping software (like WordPress, Magento, etc.) and its plugins updated a critical security task? Status: ✔ Selesai Keterangan: Memperbarui perangkat lunak dan plugin sangat penting karena pembaruan …
