Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-6 APTISI

Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-6 APTISI berlangsung di Surabaya pada 28-30 Januari 2020. Acara ini dibuka Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pada sambutannya Gubernur Jawa Timur ini menegaskan, di tengah disrupsi dan kemajuan teknologi, sangat sedikit membicarakan disrupsi mental dan karakter. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu telah mencabut izin lebih 125 perusahaan teknologi finansial (tekfin/fintech) karena melakukan proses penipuan berbalut digitalisasi ekonomi, finansial teknologi, dan peer to peer. Disrupsi mental dan karakter seperti itu merugikan masyarakat Indonesia. Masyarakat selalu menjadi korban karena mereka sulit membedakan mana tekfin yang legal, mana yang ilegal, kata Khofifah.

Ketua APTISI Pusat, Dr. M. Budi Djatmiko, mengatakan RPPP, kegiatan APTISI memecahkan permasalahan pada PTS di Indonesia. Serta untuk memberikan usul dan saran pada penerintah sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo. Salah satu usulan akan disampaikan pada pemerintah adalah diadakan roadmap, sehingga kebijakan tidak terus-menerus berubah setiap ada pergantian Menteri, katanya. Isu lain dibahas adalah mengenai pembentukan program studi baru, terlihat semakin mudah, namun sesungguhnya semakin sulit karena adanya syarat link and match.

Pada acara tersebut juga Rektor Universitas Raharja Bapak Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. Mendapatkan penghargaan Nasional yg diserahkan Menko Polkam Prof. Mahfud MD mewakili Presiden RI. Hadir juga Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd

 

Leave Comment