Universitas Raharja Dorong Kewirausahaan Lokal lewat Workshop Minuman Cokelat di Tangerang

TANGERANG – Universitas Raharja kembali mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan ekonomi lokal melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada tahun pendanaan 2025 sesuai SK Nomor 0070/C3/AL.04/2025. Berlangsung pada Minggu, 21 September 2025, kegiatan yang merupakan bagian dari Hibah BIMA 2025 ini berfokus pada pelatihan kewirausahaan di Karang Taruna Karya Muda, Kabupaten Tangerang. Mengusung tema “Optimalisasi Kewirausahaan Masyarakat melalui Diversifikasi dan Digitalisasi Minuman Cokelat Berbasis Bahan Lokal“, program ini dirancang untuk memberdayakan pelaku usaha mikro agar lebih berdaya saing di pasar modern.
Meskipun Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia, potensi besar ini sering kali belum termanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal. Melalui program hibah ini, tim pelaksana berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan memberikan pendampingan praktis.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan sesi registrasi dan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RT setempat, Ketua Karang Taruna, serta Ketua Peneliti, Ibu Mulyati, S.E., M.M., M.Pd. Dalam sambutannya, Ibu Mulyati menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pengetahuan akademis dan kebutuhan riil masyarakat, sejalan dengan tujuan Hibah BIMA 2025. “Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga mengangkat citra bahan lokal agar memiliki nilai tambah di mata konsumen nasional dan internasional,” ujarnya.
Tim peneliti yang beranggotakan Desy Apriani, S.Kom., M.T.I. dan Selamat Zebua, S.E., M.M., bersama mahasiswa Anandha Fitriani dan Sondang Visiana S., memimpin jalannya workshop. Sesi praktik dipandu oleh Anandha Fitriani, yang melatih peserta untuk mendiversifikasi produk minuman cokelat. Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup resep dasar, tetapi juga cara mengkreasikan berbagai varian rasa inovatif, mulai dari cita rasa tradisional hingga kombinasi modern yang sesuai selera pasar.

Tak hanya itu, aspek digitalisasi menjadi fokus utama lainnya. Peserta dibekali dengan pelatihan mendalam tentang pemasaran online, digital branding yang efektif, hingga pemanfaatan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Langkah ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM lokal menjangkau konsumen lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Peserta menyambut positif kegiatan ini, merasa mendapatkan ilmu dan pendampingan yang sangat bermanfaat. Melalui program Hibah BIMA 2025 ini, diharapkan akan tercipta ekosistem kewirausahaan yang mandiri, inovatif, serta berkelanjutan. Minuman cokelat berbasis bahan lokal kini tidak lagi sekadar produk, melainkan simbol kebangkitan ekonomi masyarakat yang didorong oleh sinergi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal.
