Back

Bintang Nandana Henry – Day 3 SE UCIC

D-DAY OF ICCIT 2025
Hingga akhirnya tiba juga hari pelaksanaan ICCIT 2025, sebuah momentum yang sejak lama dipersiapkan dengan penuh kerja keras. Pada kesempatan ini, Bintang dipercaya untuk bertugas sebagai videografer, sementara rekan Bintang, Farhan, memegang peran sebagai fotografer. Tanggung jawab ini tentu membawa rasa bangga sekaligus beban tersendiri, mengingat pentingnya dokumentasi untuk mengabadikan setiap momen berharga dalam acara internasional ini.

Sejujurnya, di awal kami sempat merasa cukup khawatir. Ada kekhawatiran akan adanya momen-momen penting yang mungkin terlewatkan di tengah padatnya rangkaian acara. Namun, berkat koordinasi yang baik, kerja sama tim yang solid, serta kesiapan peralatan, rasa khawatir tersebut perlahan sirna. Syukurlah, semua momen dapat terliput dengan baik tanpa ada yang terlewatkan.

Dalam tugas ini, Bintang secara langsung memegang gimbal untuk memastikan stabilitas rekaman, sekaligus mengoperasikan kamera Fujifilm yang menjadi senjata utama dalam mendokumentasikan jalannya acara. Dengan kombinasi keduanya, Bintang berusaha menangkap dinamika dan atmosfer ICCIT 2025 secara utuh, mulai dari suasana pembukaan, sambutan-sambutan resmi, hingga interaksi para peserta.


Pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis Bintang dalam bidang videografi, tetapi juga melatih konsentrasi, ketelitian, dan kesiapan dalam bekerja di bawah tekanan. Setiap detik terasa berarti, karena Bintang sadar bahwa hasil dokumentasi ini akan menjadi rekam jejak penting bagi keberlangsungan dan kenangan acara besar tersebut.

Setelah jeda untuk shalat Jumat dan makan siang selesai, Bintang kembali melanjutkan tugas dokumentasi. Namun, pada sesi kali ini, lingkup dokumentasi tidak hanya terbatas di gedung CIC Hub, melainkan juga meluas ke gedung kampus lama UCIC, tempat sebagian agenda paralel dari konferensi berlangsung.

Bersama Farhan, Bintang segera berangkat menuju lokasi tersebut dengan menggunakan motor agar lebih cepat menjangkau tempat acara. Setibanya di kampus lama UCIC, kami langsung bersiap untuk mendokumentasikan jalannya presentasi dari para Chair dan Co-Chair Session yang sedang berlangsung. Momen ini sangat penting karena berisi diskusi akademik dan presentasi ilmiah yang menjadi inti dari rangkaian ICCIT 2025.

Saya kembali mengoperasikan kamera dan gimbal untuk memastikan hasil rekaman tetap stabil dan berkualitas, sementara Farhan fokus menangkap momen melalui lensa fotografi. Meski harus berpindah lokasi dan menyesuaikan ritme kerja dengan agenda yang berjalan simultan, kami berusaha menjaga profesionalitas dan ketelitian agar setiap momen penting dapat terdokumentasi dengan baik.

Setelah kembali dari kampus lama UCIC menuju CIC Hub, Bintang bersama Farhan tidak membuang waktu dan langsung melanjutkan tugas dokumentasi yang berlangsung di auditorium CIC Hub. Pada saat itu, agenda yang sedang berjalan adalah Plenary Session #4, salah satu sesi penting dalam rangkaian ICCIT 2025.Suasana di auditorium terasa khidmat dan penuh konsentrasi, dengan para peserta menyimak paparan materi yang disampaikan oleh pembicara. Saya bertugas untuk mengoperasikan kamera dan gimbal, memastikan setiap detail presentasi terekam secara stabil dan jelas. Sementara itu, Farhan fokus pada pengambilan foto, mendokumentasikan ekspresi narasumber serta interaksi aktif antara audiens dan pembicara.

Setelah rangkaian Plenary Session #4 berakhir dan tibalah kami pada penghujung sesi tersebut, Bintang kembali mendapat tugas tambahan yang cukup menarik. Kali ini, Bintang berkolaborasi dengan Maria untuk membuat sebuah konten kreatif yang diberi judul “1 Word for ICCIT”.

Dalam pembuatan konten ini, kami secara langsung mengajak beberapa tokoh penting yang hadir pada acara untuk berbagi kesan mereka tentang ICCIT 2025, hanya dengan satu kata yang paling mewakili perasaan atau pengalaman mereka. Prosesnya berjalan hangat sekaligus menyenangkan, karena selain menghadirkan perspektif para pejabat dan akademisi, kami juga berhasil melibatkan salah satu mahasiswi dari International Islamic University Malaysia (IIUM), yaitu Hannah.

Hannah dengan penuh antusias memberikan kontribusinya dalam konten tersebut, menambah variasi pandangan dari sisi mahasiswa internasional. Bagi Bintang, kesempatan ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga dalam mendokumentasikan acara, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung dengan tamu-tamu penting serta peserta dari luar negeri. Proses pembuatan konten berlangsung lancar, penuh canda tawa, namun tetap profesional, sehingga menghasilkan materi dokumentasi yang segar dan berkesan.

Setelah proses pengambilan konten “1 Word for ICCIT” selesai dilaksanakan dengan lancar, tibalah saatnya memasuki waktu break. Pada jeda ini, Bintang akhirnya dapat beristirahat sejenak setelah seharian penuh menjalankan tugas dokumentasi yang cukup padat dan menuntut konsentrasi tinggi.

Waktu istirahat ini benar-benar terasa berharga. Saya bisa melepas lelah sejenak, sambil menyiapkan energi baru untuk agenda berikutnya yang tidak kalah penting, yaitu Gala Dinner. Acara tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 18.30 WIB, sehingga break singkat ini memberi ruang untuk menenangkan pikiran, merapikan kembali peralatan, serta mempersiapkan diri agar dapat menjalankan tugas dokumentasi berikutnya dengan lebih optimal.

Suasana menjelang Gala Dinner terasa penuh antisipasi, karena acara ini menjadi salah satu momen puncak yang dinanti-nantikan, baik oleh panitia, peserta, maupun tamu undangan.

Gala Dinner

Setelah waktu istirahat usai, tibalah momen yang sangat dinantikan, yaitu Gala Dinner. Pada pukul 18.30 WIB, seluruh audiens kembali berkumpul di lokasi acara dengan penampilan yang lebih anggun dan berkesan. Para tamu hadir mengenakan batik, gaun, serta busana formal terbaik mereka, sehingga menambah kemegahan dan suasana hangat pada malam itu.

Gala Dinner ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan dan perayaan, tetapi juga menjadi simbol penghargaan atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung kesuksesan ICCIT 2025. Dalam acara tersebut, panitia menyelenggarakan sesi penyerahan cinderamata dari masing-masing kampus yang berpartisipasi, sebagai bentuk apresiasi dan tanda kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin.

Selain itu, juga dilakukan pemberian sertifikat penghargaan kepada para Host, Co-Host, serta mahasiswa yang mengikuti program Student Exchange. Momen ini terasa istimewa, karena menjadi bukti nyata dari kontribusi dan kerja keras yang telah diberikan oleh berbagai pihak. Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan begitu terasa, dengan tepuk tangan meriah yang mengiringi setiap penyerahan penghargaan.Bagi Bintang pribadi, kesempatan mendokumentasikan Gala Dinner ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membanggakan. Tidak hanya mengabadikan keindahan acara, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana kebersamaan, kerja sama, dan rasa saling menghargai antar kampus dapat diwujudkan dalam satu malam yang berkesan.

Leave A Reply