Back

Day 4 Student Exchange: Universitas Raharja – Universitas Catur Insan Cendekia

Hari ini, tanggal 16 Agustus 2025, menjadi hari terakhir dalam rangkaian kegiatan Student Exchange antara Universitas Raharja dan Universitas Catur Insan Cendekia Cirebon. Sejak pagi, saya, Uul, bersama teman-teman sudah berkumpul dengan perasaan campur aduk—ada bahagia karena berhasil menyelesaikan kegiatan dengan baik, namun juga ada sedikit sedih karena harus segera menutup perjalanan berharga ini.

Acara hari keempat tidak lagi diisi dengan agenda akademik, melainkan kegiatan penutup yang penuh makna, yaitu kunjungan ke tempat wisata budaya dan pusat oleh-oleh khas Cirebon. Tujuannya jelas, untuk menambah wawasan, mempererat kebersamaan, sekaligus menikmati suasana Cirebon lebih dekat. Bagi saya pribadi, ini seperti hadiah setelah beberapa hari penuh kesibukan mempersiapkan dan melaksanakan acara puncak ICCIT 2025.

Destinasi pertama kami adalah Keraton Kesepuhan Cirebon. Saat sampai di sana, saya langsung merasakan nuansa sejarah yang begitu kental. Bangunan megah peninggalan kerajaan terdahulu menyimpan banyak cerita dan nilai budaya. Kami dipandu untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah kerajaan Cirebon, arsitektur bangunan, hingga tradisi yang masih dilestarikan. Rasanya luar biasa bisa melihat langsung warisan budaya yang biasanya hanya saya baca di buku.

Setelah puas menjelajahi keraton, perjalanan dilanjutkan ke Batik Trusmi Cirebon, pusat oleh-oleh khas yang sangat terkenal. Di sana, suasana begitu ramai dan penuh warna. Kami bisa melihat langsung berbagai macam motif batik dengan corak khas Cirebon yang begitu indah. Beberapa teman sibuk memilih batik untuk oleh-oleh keluarga, ada juga yang membeli makanan khas seperti empal gentong instan, terasi, hingga kerupuk udang. Saya sendiri ikut membeli beberapa kain batik sebagai kenang-kenangan dari perjalanan ini.

Kunjungan ke dua tempat ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga sarana untuk lebih mengenal budaya Cirebon secara langsung. Selain itu, kegiatan ini membuat kebersamaan kami semakin erat. Di perjalanan, tawa canda tidak pernah berhenti, foto-foto bersama terus diabadikan, dan suasana terasa begitu hangat. Saya merasa bahwa momen inilah yang akan terus saya kenang ketika mengingat Student Exchange ini.

Menjelang sore, tibalah saatnya kami kembali dan secara resmi menutup rangkaian Student Exchange. Ada rasa lega sekaligus bangga karena seluruh kegiatan berjalan lancar, mulai dari apel pagi, persiapan, gladi, acara puncak ICCIT 2025, hingga wisata penutup hari ini. Semua rangkaian terasa lengkap dan penuh makna.

Bagi saya, Uul, program Student Exchange ini benar-benar menjadi pengalaman yang sangat berharga. Bukan hanya tentang menambah ilmu dan pengalaman akademik, tetapi juga tentang memperluas relasi, belajar budaya baru, serta melatih diri untuk berani tampil dan berperan dalam acara besar. Semua ini menjadi bagian dari perjalanan hidup yang tidak akan saya lupakan.

Hari keempat ini menutup semua dengan indah. Saya pulang dengan hati penuh rasa syukur, membawa banyak cerita, ilmu, pengalaman, dan juga oleh-oleh untuk keluarga. Terima kasih Universitas Raharja, Universitas Catur Insan Cendekia, dan semua pihak yang sudah membuat perjalanan ini begitu berkesan.

Leave A Reply