Back

Day 1: Perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia

Pagi yang cerah menyapa. Setelah menyiapkan segala keperluan, aku merasa sedikit gugup. Pukul 8 pagi, aku berangkat dari rumah dengan perasaan khawatir telat karena melihat grup chat ternyata teman-teman sudah ramai di bandara. Tapi, takdir memang suka memberi kejutan. Di perjalanan menuju bandara, kabar menenangkan datang: pesawat kami delay! Jadwal terbang yang seharusnya pukul 11 diundur menjadi 12.30.

Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, setelah bertemu dengan dosen dan beberapa tim dari universitas, karena ada waktu luang aku menyempatkan untuk membeli kopi, mengisi energi sebelum petualangan dimulai. Di sana, teman-teman dan dosen sudah berkumpul. Setelah pengecekan bagasi yang mendebarkan, kami berfoto ria dan mendengarkan arahan dari dosen pendamping serta tim universitas.

Di dalam pesawat, rasa bosan dan lapar mulai terasa. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli pop mie hangat dan menikmatinya dengan pemandangan dari jendela pesawat yang sungguh memukau. Pukul 16.00 waktu Malaysia, kami mendarat dan melewati proses imigrasi pun lancar, seolah semesta mendukung perjalanan ini.

Setelah mengambil koper, senyum ramah Miss Azura, dosen IIUM, menyambut kami. Bersama Kak Kiss dan Kak Afiq, dua mahasiswa IIUM yang ramah, kami langsung menuju mobil. Perjalanan dua jam ke IIUM terasa menyenangkan meski handphone sudah kehabisan daya. Pemandangan gedung-gedung yang mirip di Indonesia menjadi bahan obrolan dan candaan sepanjang jalan.

Akhirnya, kami sampai di IIUM, kampus yang luas dan megah membuatku terkesima. Asrama kami bernama Mahallah. Setelah menaruh koper di kamar masing-masing, kami langsung menuju kantin. Di sana, ada Kak Hana, mahasiswa IIUM yang lucu dan aktif, menyambut kami dengan senyum lebar. Usai makan malam dan obrolan seru yang dipenuhi canda tawa, kami kembali ke kamar untuk beristirahat, hari esok yang penuh kejutan!

Leave A Reply