Mana yang prioritas pembuatan paper ilmiah Sinta 2 DIKTI atau penyusunan buku ber-ISBN terhadap karier dosen di Indonesia?
Bagi dosen di Indonesia terutama dosen Universitas Raharja, publikasi paper ilmiah di jurnal SINTA 2 Dikti umumnya lebih diprioritaskan dibandingkan penyusunan buku ber-ISBN dalam konteks karier, terutama terkait dengan kenaikan jabatan fungsional dan peningkatan angka kredit. Jurnal SINTA 2 memiliki bobot penilaian yang lebih tinggi dalam sistem akreditasi dan kenaikan jabatan di lingkungan perguruan tinggi.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa publikasi di jurnal SINTA 2 lebih diprioritaskan:
1. Penilaian Kinerja Dosen:
Publikasi di jurnal SINTA 2 merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja dosen, terutama dalam hal produktivitas penelitian dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Kenaikan Jabatan:
Publikasi di jurnal SINTA 2 seringkali menjadi syarat wajib atau minimal dalam proses pengusulan kenaikan jabatan fungsional dosen, seperti dari Lektor menjadi Lektor Kepala, atau dari Lektor Kepala menjadi Profesor.
3. Angka Kredit:
Publikasi ilmiah di jurnal SINTA 2 memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan angka kredit dosen, yang menjadi dasar dalam perhitungan kenaikan jabatan.
3. Reputasi Akademik:
Publikasi di jurnal SINTA 2 yang terakreditasi dan memiliki reputasi baik dapat meningkatkan reputasi akademik dosen dan institusi tempat dosen tersebut bekerja.
4. Pengakuan dan Validasi:
Jurnal SINTA 2 merupakan wadah publikasi ilmiah yang diakui dan divalidasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sehingga hasil penelitian yang dipublikasikan memiliki bobot yang lebih tinggi.
5. Standar Tertinggi:
Jurnal SINTA 2 memiliki standar tertinggi dalam proses seleksi dan review artikel ilmiah, memastikan kualitas penelitian yang dipublikasikan.
Meskipun buku ber-ISBN juga memiliki nilai, terutama dalam konteks diseminasi pengetahuan kepada masyarakat luas, namun dalam konteks karier dosen, publikasi di jurnal SINTA 2 memiliki bobot yang lebih tinggi dalam sistem penilaian kinerja dan kenaikan jabatan.
Beberapa perguruan tinggi mungkin juga memberikan poin atau nilai pada publikasi buku ber-ISBN, namun biasanya bobotnya lebih rendah dibandingkan dengan publikasi di jurnal SINTA 2.
Dosen disarankan untuk tetap berupaya menerbitkan karya ilmiah dalam berbagai bentuk, termasuk buku, namun tetap memprioritaskan publikasi di jurnal SINTA 2 untuk kepentingan pengembangan karier.
