RUMUSAN MASALAH

Apa yang dimaksud dengan rumusan masalah?

Di dalam proposal penelitian, mengenal dan merumuskan masalah dengan jelas adalah bagian terpenting dan juga termasuk yang paling menantang. Proposal penelitian yang memiliki masalah yang tidak jelas dirumuskan akan menghasilkan temuan penelitian yang kemungkinan tidak logis. 

Dalam proposal penelitian merupakan suatu hal yang elementer bagi setiap peneliti untuk mengkonstruksikan perumusan masalah pada bagian akhir dari Bab Pendahuluan. Suatu rumusan masalah umumnya diungkapkan dalam bentuk kalimat tanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi arah kemana sebenarnya penelitian akan dibawa, dan apa saja sebenarnya yang ingin dikaji atau dicari tahu oleh peneliti. 

Rumusan masalah atau research questions atau disebut juga research problem, memiliki arti sebuah rumusan yang menanyakan suatu kejadian atau fenomena yang ada, baik itu kedudukannya mandiri, atau pun kejadian atau fenomena yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Masalah yang dipilih haruslah menampilkan “researchable”, dalam artian bahwa suatu masalah itu dapat diselidiki secara ilmiah.Baik itu sebab atau akibat. Sampai pentingnya rumusan masalah ini pada sebuah penelitian, hingga menjadikan rumusan masalah ini adalah setengah dari penelitian itu sendiri.

Perumusan masalah merupakan hal utama yang ditentukan pada saat pertama kali akan dilakukan riset. Suriasumantri (2003: 312) menyebutkan bahwa rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan apa saja yang ingin kita cari jawabannya. Dapat dinyatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan spesifik mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti.  

Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah sebuah hal atau kejadian yang berbentuk kalimat tanya yang sederhana, singkat, padat, dan jelas.

Rumusan masalah mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan suatu penelitian, dimana nantinya jawaban dari pertanyaan ini lah yang akan menjadi hasil penelitian itu.

 

Bentuk-bentuk Rumusan Masalah Penelitian: 

  • Rumusan masalah Deskriptif: 

rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri)

  • Rumusan Masalah Komparatif

rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

  • Rumusan Masalah Asosiatif

suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

    1. Hubungan Simetris : suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. 
    2. Hubungan Kausal : hubungan yang bersifat sebab akibat. Variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependent (variabel yang dipengaruhi).
    3. Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik: hubungan yang saling mempengaruhi. 

 

Ciri-ciri rumusan masalah yang efektif adalah:  

  • Pertanyaan penelitian haruslah menarik (aktual, ada paradoks dan sejauh mungkin diterapkan pendekatan yang berbeda); 
  • Pertanyaan penelitian harus relevan dengan topik penelitian yang dikaji, dan diperkuat dengan maksud untuk mengisi potongan teka teki yang hilang atau membuat hubungan antara fenomena sosial yang dikaji.
  • Pertanyaan penelitian harus diformulasikan dengan jelas. Buat pertanyaan yang “membumi” dan batasan variabel yang diteliti.
  • Pertanyaan yang diajukan harus membawa implikasi penelitian dapat dijalankan.

 

Beberapa langkah membuat rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Tentukan fokus penelitian
  2. Cari berbagai kemungkinan faktor yang ada kaitan dengan focus tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus
  3. Cari antara faktor – faktor yang terkait adakan pengkajian mana yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan mana yang dipilih.
  4. Kaitkan secara logis faktor – faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.
  5. Tulis paragraf pengantar sebelum pembaca sampai pada rumusan masalah.
  6. Tulislah dalam bentuk daftar pertanyaan agar lebih mudah membentuk konsep.
  7. Gunakan kalimat tanya yang relevan, seperti “apa”, “bagaimana”, dan “mengapa”.
  8. Buat pertanyaan yang spesifik dan akhiri dengan tanda tanya.

 

 

Sumber:

  1. https://www.academia.edu/35379314/RUMUSAN_MASALAH_PENELITIAN
  2. http://ppisb.unsyiah.ac.id/berita/identifikasi-masalah-batasan-masalah-dan-rumusan-masalah#:~:text=Batasan%20masalah%20adalah%20ruang%20lingkup,lebih%20bisa%20fokus%20untuk%20dilakukan.&text=Batasan%20masalah%2C%20dengan%20demikian%2C%20adalah,beberapa%20masalah%20yang%20sudah%20teridentifikasi
  3. https://www.cekaja.com/info/contoh-rumusan-masalah-makalah-skripsi-dan-penelitian/#:~:text=Dihimpun%20dari%20pendapat%20para%20ahli,singkat%2C%20padat%2C%20dan%20jelas.&text=Jadi%2C%20bisa%20dipahami%20bahwa%20rumusan,yang%20harus%20dipikirkan%20secara%20matang.
  4. http://jurnalhikmah.staisumatera-medan.ac.id/index.php/hikmah/article/view/18
  5. http://sosiologis.com/cara-membuat-rumusan-masalah
  6. http://skpm.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2013/10/Latar-Belakang-Perumusan-Masalah-Penelitian.pdf

2 Comments

Leave Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
YouTube
Instagram