Alibaba Group, Kerajaan Bisnis Milik Jack Ma

 

Siapa yang tidak kenal dengan Alibaba.com, mungkin hampir semua orang kini kenal Alibaba.com. Alibaba.com adalah sebuah layanan e-commerce yang berfokus pada B2B e-commerce untuk menghubungkan berbagai jenis usaha kecil dan menengah. Sampai usaha mereka dapat berkembang hingga dilirik sampai ke luar China.

Alibaba.com merupakan perusahaan e-commerce yang didirikan Jack Ma dan rekannya pada tahun 1999. Marketplace tersebut adalah bisnis pertama pria kelahiran tahun 1964 itu. Alibaba telah menjadi salah satu e-commerce raksasa di dunia.

Perusahaan Alibaba.com dikenal sebagai salah satu raksasa e-commerce dunia. Kalau di Amerika Serikat ada Amazon, di China ada Alibaba.com.

Alibaba.com bisa dibilang sebagai sebuah perusahaan e-commerce terbesar di China bahkan di Asia.

Adalah Jack Ma, sang founder yang memulai usahanya di sebuah apartemen kecil di wilayah Hangzhou. Kantor pertamanya ini hanya mengandalkan internet dial up. Bayangkan, betapa lemotnya internet waktu itu. Bahkan pada tahun 2003, kantor Alibaba Group ini kerap kali mati listrik akibat gelombang panas yang menghantam China sehingga sebagian wilayah di Hangzhou harus menjatah konsumsi listrik.

Sebelum mendirikan perusahaan internet, Jack Ma pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan membuat perusahaan layanan dalam bidang terjemahan.

Bagaimana Jack Ma dulu kesulitan untuk mengumpulkan modal bisnisnya. Dia berjuang keras untuk mendapatkan uang untuk mendirikan perusahaan Alibaba.com. Modalnya sendiri bernilai US$60.000. Dana tersebut didapat dari hasil pinjaman dari 18 orang.

Mereka dikumpulkan di apartemen Jack Ma dan sang founder Alibaba itu pun berpidato selama dua jam. Setelah itu semua orang langsung mengeluarkan uangnya dan terkumpullah uang sebanyak US$60.000.

Jack Ma telah membuktikan kepada dunia bahwa dengan kegigihan dan semangat pantang menyerah, seseorang akan berhasil mewujudkan mimpinya. Dari guru miskin menjadi konglomerat China yang bergelimang harta lewat 11 gurita bisnisnya:

  • Alibaba.com

Marketplace pertama Pria kelahiran 1964 itu. Alibaba telah menjadi salah satu e-commerce raksasa di dunia. Jumlah pembeli di situs Alibaba.com diklaim sudah menjangkau 190 negara. Penggunanya tidak hanya individu, tapi juga pengecer, produsen, pedagang besar, Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bisnis ekspor impor, maupun agen perdagangan.

  • 1688.com

Jack Ma menghadirkan situs 1688.com. Situs jual beli lokal untuk barang eceran maupun grosiran. Jadi mirip pasar grosir tapi via online. Barang-barang yang dijual beragam, mulai dari aksesoris, pakaian, perabotan rumah tangga, sampai produk minuman dan makanan lokal. 

  • Taobao

Berdiri pada 2003, Taobao merupakan situs e-commerce atau marketplace yang hampir mirip dengan eBay.

Sejak Juni 2011, Jack Ma menyatakan akan membagi Taobao menjadi tiga perusahaan yang berbeda, yaitu: eTao, Taobao Mall, dan Taobao Marketplace. Dalam proses layanan pelanggan, Taobao memiliki layanan agen belanja untuk mempermudah pelanggan dari asing atau dari luar China untuk menggunakan layanan mereka.

  • Alimama

Empat tahun kemudian, Alibaba kembali melakukan ekspansi bisnis di bidang teknologi pemasaran bernama Alimama pada tahun 2007. Alimama menyediakan platform yang menjawab kebutuhan pedagang, di mana mereka bisa menaruh display pemasaran di situs web dan aplikasi pihak ketiga. Dengan begitu, jangkauan promosi dan pemasaran akan semakin luas.

  • TMall

Tidak hanya sampai disitu saja, pada tahun 2008, Alibaba mengembangkan platform Business to Consumer (B2C) yang disebut TMall. Sasaran target mereka adalah masyarakat kelas atas karena platform ini menawarkan layanan premium. Kehadiran TMall telah menarik merek-merek asing untuk menggunakan platform tersebut.

  • Alibaba Cloud

Alibaba Cloud berdiri sejak  2009. Perusahaan ini bermain di bisnis layanan cloud computing yang bisa digunakan para pelaku bisnis di China maupun negara lain di dunia, baik itu UKM, perusahaan besar, startup, maupun instansi pemerintah.

  • Ali Express

Alibaba terus melebarkan sayapnya dengan mendirikan perusahaan jasa logistik atau pengiriman barang di tahun 2010 bernama Ali Express. Dengan layanan tersebut, pembeli dari negara lain dapat membeli produk secara langsung melalui pedagang besar di China.

  • Cainiao Network

Perusahaan jaringan logistik yang dihadirkan Alibaba adalah Cainiao Network. Alasan Jack Ma mendirikan perusahaan tersebut adalah satu visi yang ingin dicapai, yaitu untuk mengirim pesanan ke konsumen dalam waktu 24 jam di wilayah China dan hanya butuh waktu 72 jam ke negara lain.  

  • Ant Financial

Alibaba Group juga ingin mengadu peruntungan melalui fintech, Ant Financial pada tahun 2014. Kini, Ant Financial merupakan raksasa fintech asal China yang mendunia melalui aplikasi Alipay. Ant Financial menawarkan layanan inklusi keuangan yang aman bagi usaha kecil serta membangun sistem kredit bersama.

  • Alibaba Pictures

Ekspansinya terus meluas, Alibaba Group bermain di bisnis film dan hiburan dengan mendirikan Alibaba Pictures. Tak main-main, pada 2016, perusahaan ini langsung membeli saham minoritas pemilik DreamWorks Pictures

  •  Youku

Youku adalah salah satu situs video streaming paling populer di China. Berkat kehadiran Youku, pendapatan Alibaba dari sektor ini melonjak lebih dari 40 persen setiap tahun.

Alibaba juga melakukan ekspansi dengan memiliki saham di berapa beberapa perusahaan e-commerce di Indonesia diantaranya:

  1. Pemilik Saham Minoritas di Tokopedia
  2. Pemilik Saham Mayoritas di Lazada
  3. Kerja Sama dengan J&T Express

 

Inilah kunci sukses berbisnis ala Jack Ma:

  • Ekspansi Bisnis secara Global

Jack Ma berprinsip kalau berbisnis tidak hanya di satu negara saja, tetapi dilakukan di semua negara. Prinsip inilah yang mendorongnya untuk membawa Alibaba mencapai pasar global. Ia percaya kalau bisnis global dapat bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu keberadaan internet sangatlah penting untuk mengembangkan bisnisnya.

  • Selalu Ingin Maju

Bisnis bukan hanya tentang produk dan pelanggan, melainkan memikirkan juga tentang keberadaan kompetitor. Banyaknya kompetitor membuat Jack Ma selalu berpikir maju, dia memikirkan bagaimana cara menjadikan bisnisnya mendunia. 

  • Fokus Pada Pelanggan

Pertarungan di dunia bisnis online marketplace sangatlah ketat. Kompetitor ada di mana-mana. Yang kuat dialah yang  menang. Namun Jack Ma tidak pernah takut terhadap kompetitor-kompetitornya. Kompetitor hanya dapat bertahan berkat pelanggannya. Ketika seorang kompetitor kehabisan pelanggan, maka bisnis itu bisa gulung tikar. Hal inilah yang membuat Jack Ma selalu menomorsatukan pelanggan. 

  • Pintar Menangkap Peluang

Minimnya infrastruktur di Cina pada tahun 1990-an menjadi penyebab mengapa pengusaha-pengusaha di Cina sulit berkembang. Nah kendala inilah yang dijadikan Jack Ma sebagai peluang. Berkat ide kreatifnya itu ia berhasil mendirikan Alibaba, sebuah perusahaan e-commerce yang membantu para pengusaha untuk menjalankan bisnisnya. Para pengusaha dapat bergabung di Alibaba dan menjual produknya hanya di satu marketplace tanpa perlu memperdagangkannya sendiri.

  • Inovatif dan Kreatif

Untuk tetap berada di posisi puncak Jack Ma selalu memutar otak untuk mendapatkan ide-ide inovatif dan kreatif demi perkembangan Alibaba. Ketika ide tersebut muncul, Jack Ma pun langsung mengimplementasikan ide-ide tersebut.

  • Mengabaikan Haters

Dalam perjalanan bisnisnya, Jack Ma pernah berinisiatif untuk menciptakan Alipay, sebuah mekanisme pembayaran khusus bagi pelanggan Alibaba. Tapi, Alipay mendapat banyak cibiran dari pengusaha e-commerce lain. Mereka menganggap kalau Jack Ma sudah gila karena bisnis yang dijalankannya. Namun ia tidak peduli dan mengabaikan komentar para haters dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan Alipay. Hingga akhirnya Alipay berhasil menjadi salah satu metode pembayaran online terbesar di China.

  • Tetap Fokus

Tetap fokus untuk menjalankan bisnis sesuai dengan rencana yang disusunnya di awal.

  • Semua Butuh Usaha dan Kerja Keras

Mencapai kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meskipun Alibaba sudah menjadi bisnis e-commerce terbesar di dunia, Jack Ma tetap bekerja keras untuk mempertahankan kejayaan e-commerce miliknya.

 

 

Sumber dari:

  1. https://www.cermati.com/artikel/mengenal-alibaba-grup-kerajaan-bisnis-milik-jack-ma-dari-china
  2. https://www.merdeka.com/uang/kisah-alibaba-dari-bisnis-rumahan-jadi-perusahaan-raksasa-dunia.html
  3. https://www.wartaekonomi.co.id/read241351/wow-8-perusahaan-ini-ada-di-bawah-kendali-alibaba
  4. https://www.finansialku.com/alibaba/
  5. https://www.finansialku.com/alibaba/#1_Memulai_Sukses_Dari_Bawah
  6. https://www.cermati.com/artikel/bagaimana-cara-jack-ma-membangun-bisnis-alibaba

4 Comments

Leave Comment

error

INFO MAHASISWA BARU

Facebook
Instagram